[ppi] [ppiindia] Sikapi masalah di Papua,pejabat pusat ke Timika
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 29 Mar 2006 01:23:49 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
RADAR TIMIKA
Rabu, 29 Maret 2006
Sikapi masalah di Papua,pejabat pusat ke Timika
(Mendagri, Kapolri, Menko Polhukam, dan Panglima TNI)
TIMIKA - Seriusnya persoalan di Papua saat ini, mulai tuntutan penutupan PT
Freeport Indonesia, demo berdarah di Abepura, hingga persoalan adanya warga
yang meminta suaka ke Australia dan Papua New Guenia (PNG), membuat pemerintah
pusat mengirimkan empat pejabat pentingnya ke Timika dan Jayapura.
Selasa (28/3) kemarin sekitar pukul 06.00 WIT, sejumlah pejabat pusat yang tiba
di Timika adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Letjen Purn. Muhammad Ma'ruf,
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Widodo A.S,
Kapolri Jenderal Sutanto, serta Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto.
Sesaat setelah tiba di Bandara Internasional Moses Kilangin Timika, rombongan
menuju tempat istirahat di Hotel Serayu, selanjutnya menuju Rumah Negara Bupati
Mimika di Kampung Karang Senang (SP III) di Distrik Kuala Kencana.
Turut dalam kunjungan tersebut Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Adrianto
Machribie. Selama di Timika, rombongan bertemu dengan Presiden Komisaris dan
Executive Vice President PT Freeport Indonesia, August Kafiar beserta para
stafnya, kemudian jajaran Muspida Mimika, antara lain Kapolres Mimika AKBP Drs.
Dedy Djunaedy, SH, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf. Gustav Irianto, Danlanud
Timika Mayor Pnb. Yayok Endari, Danlanal Timika Letkol Laut Alex Firmansyah,
Kaden Brimob Kompol Abubakar Tertusy, SIK, Denkav Mayor Inf. R Herdianto, serta
Dan Yonif 754 Mayor Inf. Mirza Agus. Dari Pemda Mimika diantaranya Kepala Dinas
Pertambangan Oktovianus Kambu, SH.
Pertemuan tertutup antara manajemen PT Freeport dan Pemerintah RI dilaksanakan
di Rumah Negara mulai pukul 08.05 WIT hingga pukul 10.00 WIT. Usai pertemuan
kemudian digelar konferensi pers yang dipimpin Menko Polhukam Widodo AS diikuti
Kapolri Jenderal Sutanto, Panglima TNI Djoko Suyanto, Mendagri Muhammad Ma'ruf,
serta Presdir PTFI Andrianto Machribie.
Widodo menjelaskan maksud kunjungan kerja mereka ke Papua untuk memantau
perkembangan terakhir di Timika dan umumnya di Papua pascainsiden berdarah di
Abepura yang menewaskan 4 anggota Polri dan 1 anggota TNI AU.
Kunjungan tersebut, lanjut Widodo, sebagai salah satu bentuk kepedulian
pemerintah terhadap Provinsi Papua, setelah adanya aksi demonstrasi menentang
operasi PT Freeport Indonesia di Timika.
Terkait operasi Freeport saat ini, kata Widodo, berdasarkan Kontrak Kerja
lanjutan tahun 1991, sehingga operasi Freeport didasarkan pada perjanjian
dengan pemerintah.
"Seandainya operasi PT Freeport Indonesia ditutup, maka Pemerintah RI akan
menghadapi banyak masalah mulai dari Arbitrase Internasional, kenyamanan
investasi dari investor asing, dan timbulnya masalah pengangguran akibat
penutupan tersebut. Sebab saat ini kalau ditutup akan ada pengangguran langsung
sebanyak sembilan ribu orang dan pengangguran secara tidak langsung dengan
jumlah yang mungkin jauh lebih besar," jelasnya.
Dampak lainnya mempengaruhi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebab dari
beroperasinya PTFI, lanjut Widodo, banyak menyumbang devisa berupa pajak kepada
pemerintah baik pusat maupun daerah, selain memacu berkembangnya kegiatan
ekonomi yang lebih baik di daerah sekitar jobsite PTFI.
Menurut Widodo, masalah Freeport harus dilihat dengan pikiran jernih dan sehat
sehingga mampu menyelesaikannya dengan baik. Permasalahan harus dilihat secara
objektif bukan subjektif, sehingga akan ditemukan solusi yang akan memudahkan
penyelesaian masalah yang berhubungan erat dengan peningkatan kesejahteraan
masyarakat di Papua.
Untuk mengetahui sejauhmana proses operasi PTFI selama masa kontrak kerja,
lanjutnya, pemerintah akan melakukan audit. Tim audit terdiri dari pemerintah
pusat; yakni Menteri Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri
Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Sejumlah hal yang akan diaudit antara lain dampak lingkungan hidup, produksi,
kontribusi, community development. Menurut Widodo, audit sudah pernah dilakukan
tahun 2000 dan kini akan dilakukan kembali, dimana hasilnya akan
dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan transparan.
Sedangkan Senior Manager Corporate Communication PT Freeport Indonesia (PTFI)
Siddharta Moersjid mengatakan untuk menemukan solusi atas tuntutan sekelompok
masyarakat yang menuntut penutupan operasional PTFI, tidak sederhana dan tidak
mudah. Semuanya harus secara proporsional. Menurutnya, PTFI selaku kontraktor
pemerintah, selalu melakukan koordinasi soal aturan mengenai kerjasama.
"Sebaiknya semua pihak harus ikut serta, khususnya PTFI, Pemda serta tokoh
masyarakat," ujar Siddharta yang ditemui di rumah negara, kemarin.
Aksi demo dan permintaan suaka
Kemarin Widodo AS juga menanggapi adanya aksi di Papua selama ini yang menuntut
penutupan operasi PTFI. Menurutnya, aparat keamanan sudah melakukan pendekatan
persuasif dan tidak menimbulkan korban di kalangan masyarakat. "Ini merupakan
satu langkah yang sangat baik bagi seluruh masyarakat dalam proses
berdemokrasi," ujarnya.
Sedangkan Kapolri Jenderal Sutanto menegaskan bahwa Polri tetap melakukan
antisipasi pengamanan serta pendekatan persuasif agar kerusuhan serupa tidak
terjadi lagi. Kepada oknum-oknum yang terlibat tindakan anarkis saat
demonstrasi di Jayapura, kata kapolri, tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kemarin Widodo juga mengomentari adanya 43 warga Papua yang meminta suaka ke
Australia. Menurutnya, sampai kini Pemerintah RI belum mendapatkan nama-nama
ke-43 warga tersebut.
"Untuk masalah ini, kita sudah melakukan kontak dengan Pemerintah Australia di
Canberra, dan sudah meminta nama-nama ke-43 warga tersebut, namun hingga kini
belum diterima. Akibat dari tindakan Australia memberikan Temporary Visa (ijin
tinggal sementara) kepada warga tersebut, Dubes Indonesia di Canberra sudah
ditarik ke Jakarta untuk sementara guna melakukan koordinasi. Sedangkan Duta
Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta sudah dipanggil untuk dimintai
penjelasan dari pemberian visa tersebut. Hingga kini penyelesaian masalah ini
belum ada, karena masih menunggu penyelesaian dari kedua pihak," papar Widodo.
Setelah dua jam lebih di Timika, sekitar pukul 10.30 WIT, rombongan menuju ke
Bandara Moses Kilangin untuk melanjutkan perjalanan ke Jayapura dengan pesawat
khusus milik kepresidenan.
Sementara itu Menteri Energi Sumber Daya dan Pertambangan Purnomo Yugiantoro
dan Menteri Lingkungan Hidup Rahmad Witoelar kemarin juga berkunjung ke Timika
dengan pesawat yang berbeda. Setelah tiba langsung menuju Rimba Golf Kuala
Kencana. Sekitar pukul 13.30 WIT rombongan bersantap siang dan selanjutnya
mengunjungi berbagai lokasi di Timika.
Sementara itu, kemarin penjagaan di sekitar Rumah Negara SP III cukup ketat.
Sejumlah personil polisi dan TNI berjaga-jaga dengan senjata lengkap termasuk
sniper. (sas/hny/vis)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Sikapi masalah di Papua,pejabat pusat ke Timika