[ppi] [ppiindia] Siapkah Kita?
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 6 May 2006 20:17:04 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=14819
Siapkah Kita?
Oleh
Mohammad Nuh
Sabtu, 06-Mei-2006, 01:04:03
DALAM waktu tidak lama lagi -sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK)
berkait dengan peningkatan alokasi anggaran pendidikan menjadi 20 persen pada
APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tahun-tahun mendatang sesuai amanat
UUD- rasanya, anggaran pendidikan 20 persen akan menjadi kenyataan.
Kalau dalam putusan MK pada 22 Maret 2006 -dalam sidang putusan uji materi
terhadap UU No 13/2005 tentang APBN 2006- diputuskan bahwa menyangkut anggaran
pendidikan sebesar 9,1 persen sebagai batas tertinggi bertentangan dengan UUD,
dan MK tidak membatalkan UU No 13/2005, itu bukan berarti putusan tersebut bisa
ditoleransi pada tahun anggaran berikutnya. Sebab, pertimbangannya lebih pada
tahun anggaran yang berjalan.
Artinya, pada tahun anggaran mendatang, pemerintah dituntut harus bisa memenuhi
seperti yang tertera dalam UUD 45 pasal 31 ayat 4, yang mengatakan negara
memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN
serta APBD.
Pertanyaannya, siapkah lembaga pendidikan kita ketika anggaran pendidikan 20
persen itu benar-benar terealisasi. Sebab, sekurang-kurangnya, 20 persen APBN
dan APBD itu paling tidak dua kali lipat anggaran yang selama ini diterima
Diknas.
Memang ada yang mengkhawatirkan, kenaikan porsi anggaran pendidikan menjadi
minimal 20 persen dari total APBN dan APBD itu berisiko pada munculnya
kebocoran atau penyimpangan dalam penggunaannya. Hal itu didasarkan, pertama:
pada kenyataan di lapangan bahwa dalam pengelolaan pendidikan masih ditemukan
adanya kebocoran atau penyimpangan tersebut.
Meski demikian, juga tidak dibenarkan ada alasan untuk tidak memenuhi tuntutan
minimal anggaran tersebut karena harus menunggu sucinya pengelolaan penggunaan
anggaran. Kedua, belum adanya program detail tahunan sebagai turunan dari grand
design pendidikan nasional.
Atas dasar itulah, ke depan, Departemen Pendidikan Nasional dan juga lembaga
pendidikan -dalam hal ini sekolah dan perguruan tinggi sebagai ujung tombak
pelaksanaan dan penyerap anggaran- harus benar-benar menyiapkan diri untuk: (i)
meningkatkan kemampuan dalam manajemen sekolah (ii) menyiapkan program detail
yang mencerminkan kegiatan persatuan sekolah dengan ukuran keberhasilannya, dan
(iii) menyiapkan sistem monitoring, evaluasi, serta improvisasi.
Ini menjadi sangat penting agar tidak muncul pertanyaan, mampukah atau siapkah
lembaga pendidikan kita menyerap dengan tepat anggaran 20 persen dari APBN dan
APBD? Jika tidak, bukan mustahil rasionalitas 20 persen anggaran pendidikan itu
hanya akan menjadi bumerang bagi departemen, lembaga, atau institusi pendidikan
itu sendiri.
Efisiensi dan Akuntabilitas
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Tapi, sebelum melakukan gerak-langkah
itu, hal paling penting adalah bagaimana menerapkan efisiensi dan akuntabilitas
menjadi sebuah syarat mutlak untuk bisa membuktikan bahwa anggaran pendidikan
20 persen kelak dapat secara signifikan dirasakan manfaatnya. Keduanya harus
menjadi roh dalam mengelola pendidikan.
Efisiensi bukanlah minimisasi anggaran, tetapi ketepatan dalam pengalokasian
anggaran. Rasionalitas pengalokasian tersebut, setiap mata kegiatan yang
disertai dengan mata anggaran dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi
substansi maupun administrasinya. Itulah substansi akuntabilitas.
Sedikitnya ada dua tolok ukur yang bisa dijadikan acuan untuk dapat menyerap
anggaran pendidikan 20 persen yang tidak menimbulkan kemubaziran, yaitu
kualitas output dan kualitas outcome. Meskipun harus disadari pendidikan
merupakan proses fungsi waktu.
Perbaikan input hari ini, output dan dampaknya baru bisa dilihat hari
berikutnya. Pertama, merencanakan dengan matang dan saksama pengertian kualitas
output yang harus dicapai. Kalau misalnya selama ini kualitas lulusan SD sampai
SMA memiliki standar kelulusan dengan Nilai Ujian Negara (NUN) ditetapkan 4,25
dan tingkat kelulusan baru mencapai 85 persen, maka ke depan, dengan anggaran
yang lebih besar lagi, hasilnya harus berubah, memiliki standar kelulusan NUN
di atas 5 dan mencapai tingkat kelulusan 100 persen.
Pertanyaannya, jika tidak, maka kenaikan anggaran pendidikan 20 persen tidak
secara signifikan berimbas kepada kualitas peserta didik. Padahal, logikanya,
kenaikan anggaran itu untuk mengangkat kemampuan sumber daya manusia kita agar
lebih dapat bersaing sehingga kemampuan daya saing bangsa (nation's
competitiveness), sebagai cerminan dari kemampuan kualitas SDM akan lebih baik,
tidak terpuruk seperti yang selama ini ditemukan dalam berbagai hasil
pengukuran yang dilakukan lembaga-lembaga internasional.
Kedua, pengukuran melalui kualitas outcome. Dengan kualitas outcome ini,
keberhasilan pendidikan tidak saja diukur melalui output langsung yang
dihasilkan sebuah proses pendidikan, tetapi dampak pendidikan itu sendiri yang
diukur.
Misalnya saja, peran yang dimainkan perguruan tinggi, baik melalui lulusannya
maupun institusi kelembagaannya, sebagai agen pembaruan nilai, budaya, dan
pertumbuhan ekonomi. Ini menjadi penting mengingat selama ini keberadaan
perguruan tinggi tak mampu memberikan pencerahan melalui transfer nilai-nilai
kemuliaan, bahkan tidak ubahnya hanya sebagai lembaga terbesar yang
menyumbangkan angka pengangguran tiap tahun.
Itu berarti, jika Departemen Pendidikan Nasional beserta lembaga pendidikan
yang ada menyiapkan diri dengan baik dan konsisten, maka penambahan anggaran
akan mampu menjawab dua persoalan yang menyangkut kualitas output dan kualitas
outcome, yang hingga kini selalu dibenarkan adanya karena keterbatasan
pembiayaan atau anggaran. Ke depan, persoalan-persoalan itu harus sudah tidak
lagi terdengar.
Untuk hal itulah, maka perencanaan ke depan sebuah lembaga pendidikan tidak
hanya sebatas pada perencanaan bagus di atas kertas, tapi lebih dari itu, harus
memiliki dampak yang secara signifikan bisa dirasakan masyarakat.
Tentu saja harus pula disadari, pendidikan sebagai sebuah fungsi waktu, tidak
serta merta manakala pada 2007 direalisasikan anggaran sebesar 20 persen, saat
itu pula tercapai ukuran-ukuran yang diharapkan.
Itulah yang perlu kita sadari bersama. Karena itu, upaya untuk terus-menerus
melakukan efisiensi dan akuntabilitas sebagai kata kunci untuk memperoleh
perbaikan yang besar dan signifikan dari apa yang dilakukan saat ini menjadi
sebuah keharusan. *
*Penulis adalah Rektor ITS Surabaya
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
You can search right from your browser? It¿s easy and it¿s free. See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts: