[ppi] [ppiindia] Sherina Munaf: Tuhan tak lagi buas
- From: radityo djadjoeri <radityo_dj@xxxxxxxxx>
- To: wolu <wolu@xxxxxxxxxxxxxxx>, alumni-indonesia <alumni-indonesia@xxxxxxxxxxxxxxx>, berita <berita@xxxxxxxxxxxxxxx>, bizzcomm-milis <bizzcomm@xxxxxxxxxxxxxxx>, fpk <forum-pembaca-kompas@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Fri, 14 Jan 2005 18:51:59 -0800 (PST)
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Sherina Munaf: Tuhan tak lagi buas
Tuhan, marahkan kau padaku?
-Chossy Pratama -
Tuhan marahkah kau padaku?
Inikah akhir duniaku
(versi lama: sungguh deras curah murkaMu)
Kau hempaskan jarimu di ujung Banda
Tercenganglah seluruh dunia
Tuhan mungkin Kau abaikan
Tak ku dengarkan peringatan
Kusakiti engkau sampai perut bumi
Maafkan kami ya robbi
(versi lama: maafkan kami oh robbi)
Engkau yang perkasa pemilik semesta
(versi lama: engkau yang perkasa jangan marah lagi)
Biarkanlah kami songsong matahari
Engkau yang pengasih ampunilah dosa
Memang semua ini kesalahan kami
Oh Tuhan ampuni kami
Oh Tuhan tolonglah kami
Tuhan ampuni kami
Tuhan tolonglah kami
Derasnya protes masyarakat yang mempersoalkan syair lagu 'Indonesia
Menangis' di Metro TV bikin kelabakan Chosy Pratama -- sang pencipta
lagu. Metro TV dan Sherina Munaf yang melantunkan lagu itu pun ikut
'ketar-ketir'. Pada syair theme song untuk acara 'Indonesia Menangis'
itu jelas tersirat bahwa Tuhan itu pemarah, buas, dan membunuhi manusia
yang tak berdaya lewat serangkaian bencana.
Menurut harian Investor Daily (edisi Sabtu, 15 Januari 2005), awalnya
lagu ini memang mendatangkan simpati, namun akhirnya menuai protes.
Banyak kalangan yang menggugat maknawi syair lagu itu. Sang pencipta
lagu dianggap keliru menafsirkan kekuasaan Tuhan. Gugatan itu muncul
dalam berbagai bentuk di media massa, mulai dari surat pembaca hingga
via milis di internet.
Seorang anggota milis misalnya, menuliskan bahwa bencana alam bukanlah
kemarahan Tuhan. Dia menyebut Tuhan yang pemarah dan buas, bukanlah
Tuhan. Ada pula yang mempertentangkan bait lagu itu dengan sifat-
sifat Tuhan yang ada dalam kitab suci. Meski memprotes, mereka umumnya
sadar bahwa lagu tersebut diciptakan dengan tujuan mulia. Lagu ini
memang jadi populer seiring perhatian masyarakat terhadap bencana alam
yang meluluh lantakkan Aceh -- entah kenapa bukan Alor, Nabire, dan
Pulau Nias.
Mencermati kegalauan masyarakat itu, pihak Sherina dan Chossy secara
bijak langsung mengubah bait yang mendatangkan masalah tersebut. Bait
'sungguh deras curah murkaMu' diganti dengan 'inikah akhir duniaku'.
Sedang bait 'engkau yang perkasa jangan marah lagi', diganti dengan
engaku yang perkasa pemilik semesta'.
Sherina mengaku tak banyak persiapan untuk melantunkan lagu itu. Bahkan,
pelajar SMP itu menyanyikan lagu 'Indonesia Menangis' secara dadakan
setelah dihubungi Chossy. "Ini dadakan banget, malamnya aku ditelepon
Oom Chossy dan besoknya langsung 'take vocal'," ungkap gadis berusia
14 tahun itu kepada reporter Investor Daily.
Meski dinilai salah tafsir, siapa yang tahu sudah berapa banyak orang
yang tergerak untuk menyumbang bagi Aceh setelah mendengar lagu nan
menggugah perasaan itu?
Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Sherina Munaf: Tuhan tak lagi buas