[ppi] [ppiindia] Selamatkan 25 Juta Balita

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/31/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 

Tajuk Rencana II

Selamatkan 25 Juta Balita
BAYANGKAN kalau 25 juta balita di Tanah Air tidak sempat diberi imunisasi 
polio, akan muncul 25 juta balita lumpuh. Sudah perekonomian lumpuh, sudah 
politik dalam negeri makin kacau, kini ditambah lagi masalah polio. Untunglah 
pengandaian itu tak sampai terwujud. Virus polio liar telah tersebar di 
Provinsi Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Sampai 
pertengahan Agustus 2005 jumlah penderita penyakit yang disebut acute flaccid 
paralysis (AFP) itu 369 orang, dan 8 orang meninggal. 

Berdasarkan kejadian itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) meminta Indonesia untuk 
melakukan imunisasi polio secara nasional. Sebagai respons, tanggal 30 Agustus 
dan 27 September dilakukan pekan imunisasi nasional (PIN) untuk 25 juta balita. 

MASALAH besar yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan 
pentingnya imunisasi. Apalagi ada pengalaman, selesai imunisasi ada anak yang 
justru jatuh sakit dan bahkan ada yang meninggal. Peristiwa itu membuat 
orangtua enggan membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi polio di Pusat 
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau rumah sakit. 

Ketika imunisasi kedua dilaksanakan pada akhir Juni di Jakarta, Banten, dan 
Jawa Barat, beberapa waktu lalu, jumlah balita yang menerima vaksin polio 
berkurang banyak, dibanding pemberian imunisasi pertama yang mencapai 6,5 juta 
bayi. Pada imunisasi kedua, jumlah balita yang tidak dibawa orangtuanya ke pos 
pelayanan berjumlah 700.000 orang, suatu angka yang tidak kecil. Bayangkan, 
700.000 balita rawan kena polio! Artinya, kesadaran orangtua untuk hal itu 
masih kurang. 

Selain itu, terdapat salah persepsi seolah- olah imunisasi dapat menyebabkan 
munculnya penyakit lain seperti balita sakit setelah mendapatkan imunisasi. 
Padahal, sudah berulang kali dijelaskan, imunisasi polio tak akan membuat 
balita sakit, apalagi meninggal. Namun, beberapa kasus bayi sakit atau bahkan 
sampai meninggal setelah mendapatkan imunisasi membuat orangtua berat hati 
membawa balitanya ke pos pelayanan kesehatan. 

BELAJAR dari pengalaman pemberian imunisasi di tiga provinsi pada Mei dan Juni 
lalu, pemerintah memandang perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat. Seluruh 
instansi pemerintah dikerahkan untuk memasyarakatkan imunisasi polio pada 
putaran pertama dan kedua secara nasional. Departemen Kesehatan menggandeng 
Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, dan Departemen Dalam Negeri, 
termasuk para artis, untuk menggalakkan dan mengeluarkan kebijakan yang bisa 
membantu pelaksanaan imunisasi. 

Dari berbagai laporan berkaitan dengan pelaksanaan PIN 30 Agustus ini, tampak 
masyarakat menyambut dengan penuh antusias. Kita berharap pelaksanaan PIN pada 
27 September mendatang, masyarakat juga tetap berbondong-bondong membawa 
balitanya ke pos pelayanan. 

Kita memang tidak boleh lengah dengan polio. Sungguh ironi, Indonesia adalah 
salah satu produsen vaksin polio terbesar di dunia. Tetapi, justru polio liar 
sedang menyerang anak-anak Indonesia saat ini. Beberapa negara di dunia menjadi 
bebas dari polio karena mengonsumsi vaksin polio dari Indonesia. Kita jangan 
membiarkan polio muncul di tengah pabrik vaksin polio. Ini sama saja tikus mati 
di lumbung padi. Kita ingin membawa generasi baru kita, para balita di semua 
lapisan masyarakat itu, untuk tumbuh sehat dan bebas dari polio bersama 
bangsa-bangsa lain di dunia. 


Last modified: 31/8/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: