[ppi] [ppiindia] [Sekedar Renungan] Kita Mahkluk Berbeda, di Dunia Berbeda, Perlu Bersaudara
- From: Vincent Liong <vincentliong@xxxxxxxxxxx>
- To: puisi@xxxxxxxxxxxxxxx, pasarbuku@xxxxxxxxxxxxxxx,panggung@xxxxxxxxxxxxxxx, pecinan@xxxxxxxxxxxxxxx,pegiatpendulum@xxxxxxxxxxxxxxx, pengarang@xxxxxxxxxxxxxxx,penulis-bacaan-anak@xxxxxxxxxxxxxxx, penulislepas@xxxxxxxxxxxxxxx,penulisankreatif@xxxxxxxxxxxxxxx, penyair@xxxxxxxxxxxxxxx,peradaban@xxxxxxxxxxxxxxx, pkdi@xxxxxxxxxxxxxxx,politik-indonesia@xxxxxxxxxxxxxxx, PPDI@xxxxxxxxxxxxxxx,ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, prodem@xxxxxxxxxxx,proletar@xxxxxxxxxxxxxxx, psiindonesia@xxxxxxxxxxxxxxx,psikis_i3ti@xxxxxxxxxxxxxxx, psikologi@xxxxxxxxxxxxxxx,psikologiuii@xxxxxxxxxxx, psikologi-indonesia@xxxxxxxxxxxxxxx,psikologi_net@xxxxxxxxxxxxxxx, psi-eks-ui@xxxxxxxxxxxxxxx,psikologi_transformatif@xxxxxxxxxxxxxxx,peneliti-indonesia@xxxxxxxxxxxxxxx, psikologi_untar@xxxxxxxxxxxxxxx,puisi-indonesia@xxxxxxxxxxx, punt_spunk@xxxxxxxxxxxxxxx,qahwaji@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Sun, 29 Feb 2004 13:01:21 +1300 (NZDT)
** ppi-india **
LATARBELAKANG
Tidak lama lagi kita menghadapi pemilu. Orang-orang
pada rame mau jadi wakil rakyat, tetapi saya tidak.
Pemilu adalah memilih wakil rakyat yang tentunya
diharapkan bisa membawa negara ke arah yang lebih
baik.
Saya kira sebuah negara tidak lepas dari adanya negara
lain. Masalah dalam sejarah hubungan negara kita
dengan negara-negara lain adalah kita banyak membuat
KESEPAKATAN YANG GOBLOK.
Dalam sebuah kesepakatan; sebenarnya tidak ada pihak
yang dapat dikatakan lebih kuat. Apalagi kesepakatan
antara negara yang katanya sudah merdeka dengan negara
yang sudah merdeka. Masalah yang mungkin terjadi
adalah, kita merasa diri kita GOBLOK sebelum menjadi
GOBLOK.
Masyarakat Indonesia saat ini selalu membuat
kesepakatan dengan apa yang dianggapnya lebih tinggi
dari dirinya. Terhadap apa yang dianggap sama atau
lebih rendah orang biasa mengatakan MALAS.
Dalam sebuah kesepakatan jika sebelum bersepakat saja
salah satu pihak sudah merasa rendah; merasa
kepentingannya untuk bekerjasama lebih kuat daripada
kepentingan pihak lain, tentu akan direndahkan. Tidak
akan tercipta adanya simbiosis mutualistis, melainkan
pengontrolan satu pihak terhadap pihak lain. Indonesia
selalu mencari rekan kerjasama yang dianggap lebih
kuat yang diharapkan menjadi penolong bagi Indonesia.
Saya jadi terinspirasi masa pemerintahan Sukarno
dimana negara kita mencoba bersahabat dengan
negara-negara yang masih baru merdeka dari penjajahan
saat itu Konfrensi Asia Afrika misalnya, Gerakan Non
Blok yang tidak mengikuti blok-blok yang telah kuat
terlebih dahulu.
?Kita mahkluk berbeda, di dunia berbeda, perlu
bersaudara?; Ini sekedar cerita untuk direnungkan
tentang sebuah persahabatan orang dari negara yang
boleh saja tidak sama tetapi tidak menganggap yang
satu lebih dari yang lain.
We are different species in different world. Bagaimana
mahkluk yang berbeda bisa memiliki kepentingan yang
sama, bisa saling berkompetisi? Bagaimanakah akibat
dari suatu hal di dunia yang satu dapat mempengaruhi
dunia lain? Saya memelihara anjing karena anjing saya
tidak berkepentingan atas kepentingan saya. Banyak
orang lebih mencintai anjing daripada anaknya sendiri;
Karena bila seseorang punya anak; Bisa saja suatu hari
anak itu memiliki kepentingan yang sejenis sehingga
dapat terjadi kompetisi. Anjing dianggap setia,
sebenarnya bukan masalah setia, tetapi ketidakpedulian
kepentingan sehingga tidak saling mengganggu.
Semoga saja lakon ini bisa direnungan untuk supaya
dikemudian hari kita tidak lagi tertipu oleh
kepentingan-kepentingan yang melindas, menggilas.
Kepentingan yang menjatuhkan kita sendiri karena
kesomobongan kita untuk pilih-pilih teman. Semoga
pemimpin kita kelak tidak lagi tertipu?
Mari nyatakan semboyan,? Kita mahkluk berbeda, di
dunia berbeda, perlu bersaudara.? Ini tidak hanya bisa
dibawa ke masalah politik, tetapi juga soal kerjasama
lain, ekonomi misalnya? Khan nga ada salahnya kalau
bisa untung?!
NOTE to ALL : Mohon komentaran/ saran/ pendapat/
kritik/ ngedumel atas tulisan saya ini. Harap di kirim
ke maillist tempat anda menerima tulisan ini dan di
Forward ke Vincentliong@xxxxxxxxxxxxxxx
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/
Salam, (Penulis)
VincentLiong
Costumer Service Representative: (Vincentliong)
M:+62811919765 Ph& Fax: +6221-5482193, 5348567
Email: Vincentliong@xxxxxxxxxxx Maillist:
Vincentliong@xxxxxxxxxxxxxxx ,
Radioliner@xxxxxxxxxxxxxxx
Kita Mahkluk Berbeda, di Dunia Berbeda, Perlu
Bersaudara
NOTE: Semua pembicaraan di dalam tulisan ini
diterjemahkan dari situasi yang diusahakan sedekat
mungkin dengan dialok sebenarnya yang menggunakan
bahasa Inggris. Semua nama tokoh dalam tulisan ini
telah dihilangkan untuk keamanan dan keselamatan
jiwa/nyawa narasumber/tokoh?
Tokoh:
?>? Vincent Liong
?^? Seorang anak perempuan anak staff kedutaan besar
sebuah negara sosialis. Tinggal di dalam area
kedutaan.
?*? Seorang anak laki-laki anak kepala bagian Ekonomi
sebuah kedutaan besar negara sosialis. Ia tinggal di
apartemen mewah di luar kedutaan.
?+? Kepala bagian Ekonomi sebuah kedutaan besar negara
sosialis.
?#? Seorang anak perempuan WNI.
Hari itu; 26 Februari 2004 Jam 14.00 WIB
Saat itu semua berdesakkan ingin cepat keluar dari
pintu; karena bell akhir jam sekolah telah berbunyi.
Semua ingin cepat pulang.
Saya berpapasan dengan seorang anak gadis dari negara
sosialis yang beberapa hari yang lalu dikenalkan oleh
saudara angkat saya, yang juga warga negara dari
negara yang sama.
> Halo, kita bertemu lagi...
^ Hallo Mr. Liong
> Sudah terima titipan surat dalam amplop besar dari
saya?
^ Belum.
> Aku titipkan di anak yang memperkenalkan kita
kemarin. Dia katakan sudah diberikan kepada kau.
^ Dia berbohong? Lain kali kau berikan langsung ke
saya.
> Kau kelas?
^ (Mengatakan kelasnya)
> Besok pagi saya akan ke kelasmu.
^ See you tommorrow?
Hari itu; 27 Februari 2004 Jam 07.40 WIB
Saya pergi ke sebuah kelas. Masuk ke dalam ruangan dan
memberikan sebuah amplop besar kepada seorang anak
gadis dari sebuh negara sosialis.
> (Masuk ke ruang kelas dan memanggil nama gadis
tersebut?)
^ Yes, Liong. (Lalu berjalan ke luar ruangan kelas)
> Ini untukmu, yang sudah saya katakan kemarin.
^ Terimakasih.
Jam 09.35 WIB
Seperti biasa bell tanda waktu ?short brake? berbunyi.
Saya turun melalui tangga dari kelas saya yang tidak
berada di lantai dasar, bersama dengan saudara
angkat-ku ini. Rutinitas kami setiap harinya; MAKAN!
Ya, kami suka makan makanan enak.
> (Sambil bersama-sama menuruni tangga) Apa kau masih
ada gadis dari negaramu yang dapat dikenalkan ke saya?
* Kemarin saya sudah mengenalkan satu diantara-nya.
Gadis Negara kami cantik-cantik. Tidak seperti negara
saudara kami (Temanku ini adalah warga negara dari
negara sosialis yang terpecah oleh perang menjadi
selatan dan utara / kapitalis dan sosialis),
gadis-gadis negara kami lebih fresh. Mata mereka tidak
terlalu sipit(Sambil menggambarkan dengan tanggannya).
> (memotong pembicaraan) Fresh from the oven?
* Mereka masih dapat mengendalikan diri. Tidak terlalu
bebas masih terkontrol oleh norma-norma? Kau
menyukainya?
> Mari kita lihat nanti. Sementara ini saya penasaran;
Bagaimana anak gadis dari agen sebuah embassy sosialis
seperti negara kau ini?
> Beberapa hari yang lalu, ketika saya sedang berada
di teras depan kelas, ia berjalan melewati; hendak ke
TOILET. Saya menyapanya. Saya katakan,?I forgot your
name? Name from your country is so difficult for me.?
Ia mengatakan namanya, saat itu masih penuh grogi. Hal
yang menarik adalah; ia mencoba untuk berpura-pura
tidak grogi. Tidak pula berusaha pergi menghindar.
> Dia masih melayani saya berbicara. To The Point;
Saya menanyakan pekerjaan ayahnya. Saya sudah menebak
tentu ia tidak tahu dan memang benar tidak tahu.
Tetapi gadis yang satu ini masih berani mengatakkan
bahwa ia akan menanyakannya ke sang ayah. Dia
mengatakan,?I will ask and give you the answer
tomorrow.? Anak ini cukup berani sebagai seorang
sosialis, saya salut.
> Seperti kesan pertama kau memperkenalkannya. Ia
bilang;?Saya bosan tinggal di Indonesia. Saya rindu
ingin pulang. Di sana saya lebih bebas, bisa pergi ke
mana saja.?
* Jadi masih bersemangat?
> Saya harus menjawab; Ya!
* Hati-hati, ia embassy. Mata-mata yang tidak rahasia.
Semua mengenai hubungan kerjasama kita. Juga mengenai
saya sering main ke rumah-mu adalah rahasia.
> Jangan kahwartir, saya tidak ada kepentingan untuk
tidak melindungi anda.. Bukankah anda juga embassy?
* I am economic.
> Jadi, kau menyukai uang.?
* saya suka uang. Mengapa tidak?
Saya sampai di kantin. Seperti biasa; Untuk menghargai
nya saya selalu memulai untuk makan makanan
tradisional, Negara sobatku ini. Saya pergi ke warung
tempat biasa saya membeli makanan tersebut. Dan sobat
saya itu pergi membeli makanan Indonesia. Di warung
itu saya bertemu dengan gadis yang baru dibicarakan.
^ Mr. Liong. How Are you?
> I am ok, and you?
^ I am fine too.. Jadi kau juga suka makanan
negaraku?
> Taste kita sama.. Setiap pagi saya membeli makanan
negaramu karena saya nostalgia. Dulu saya sempat
mengasuh anak bangsamu yang berumur 5 tahun..
Berbicara mengenai pembicaraan kemarin; Apa jawaban
ayahmu?
^ Dia seorang diplomat, tetapi bukan businessman.
> Dan perkenalkan, Saya seorang tukang lobby,
negosiasi. Siapa saja lah yang perlu disambungkan.
Saya ada majalah juga bisa menulis buku..
^ Kira-kira apa yang bisa saya tawarkan?
> Apa saja lah? Kalau butuh bantuan di Indonesia ini
tentu saya mengenal lebih baik. Karena saya lahir di
sini. Saya membantu anda; seorang tamu di negara ini..
Apa kau lihat saudara angkat-ku itu?
^ Itu, di sana lagi melihat ke mari. Hati-hati ia
kadang berbohong.
> Jangan kahwatir. Biarkan saja itu terjadi secara
alamiah. Saya mungkin akan melakukan hal yang sama
jika saya adalah dia.
* (Berjalan mendekat) Sudah membeli makanan?
> Sudah.
^ (Membungkukkan kepala) Sampai bertemu lagi Mr.
Liong. Sampai ketemu lagi..
> Sama-sama.
* (Melambaikan tangan)
Sejenak setelah anak gadis itu pergi. Pembicaraan
kembali berlanjut.
> Di mana kita akan duduk?
* Di sini (Segera duduk dan kembali berbicara). Apa
yang kau bicrakan dengan anak gadis itu?
> Saya seorang kapitalis, jadi saya berusaha menjalin
hubungan sebanyak-banyaknya. Jangan kahwatir, saya
tidak berbicara tentang anda. Saya hanya promosi diri
saya sendiri untuk kepentingan saya pribadi.
Pendekatan? Dia bilang ayahnya embassy bukan business.
* Ayahnya juga business. Hati-hati dengan anak itu.
Jangan banyak bicara.
> We are different species in different world.
Bagaimana mahkluk yang berbeda bisa memiliki
kepentingan yang sama, bisa saling berkompetisi?
Bagaimanakah akibat dari suatu hal di dunia yang satu
dapat mempengaruhi dunia lain? Jangan kahwatir saya
tidak berkepentingan dalam konflik yang bisa saja
muncul. Lagi pula, saya sudah terbiasa memisahkan
antara pribadi dan pekerjaan. Mari kita makan.
Sambil makan kami kembali berbicara dalam ritme yang
lebih lambat.
> Kapan kau main ke rumah. Saya punya internet?
* Jangan katakan saya akan ke rumahmu. Semua harus
dirahasiakan. Sebenarnya hari ini, saudara laki-laki
dari anak gadis yang tadi itu sakit keras. Anak yang
biasa makan pagi dengan kita, tidak masuk ke sekolah
beberapa hari ini. Tubuhnya panas 39 derajat celcius.
Saya ingin ke rumahnya (di dalam embassy) tetapi tidak
ada kendaraan yang mengantarkan.. Apa kau bisa
mengantarkan saya ke sana?
> Saya bisa mengantar anda ke embassy tetapi bagaimana
anda pulang ke apartment. Kau harus belajar pulang
naik bus.
* Kau antarkan saya pulang ke apartment!
> Itu bukan mobil saya, mobil milik perusahaan tempat
orangtua saya bekerja. Tentu setelah mengantar anda
saya harus menjemput mama saya dari kantor. Bagaimana
jika saya ikut anda ke embassy, sekalian menjenguknya.
Berkata; Hallo, be well as soon as possible, see you
at school. Lalu saya menemani anda naik Bajaj misalnya
untuk pergi ke apartement.
* (Diam sejenak, berpikir; sungguh ber-resiko jika
membawa Vincentliong masuk ke kedutaan. Banyak mata di
sana. Berteman baik dengan Vincentliong saja bisa
menjadi alasan untuk dapat dicelakakan.) Saya takut
naik Bajaj. Tidak aman.
> Naik taxi?
* Juga tidak aman.
> Tetapi setiap hari anak-anak embassy negara-mu itu
naik taxi sepulang sekolah. Mereka tidak seperti kau
yang bisa bahasa Indonesia sedikit-sedikit. Bahasa
inggris juga sedikit mengerti.
* Aku main ke rumahmu saja. Tetapi kau yang menelepon
ayahku. Aku mau terima beres saja. Ingat, semuanya
rahasia.
> Baik, Setuju.
Jam 10.00 WIB
Di sekolahku telah datang wakil dari beberapa
Universitas yang tersebar di United States of America.
Mereka berkumpul di hall untuk membuka stand kecil
mereka di segala penjuru ruangan. ?Berdagang
sekolah-an?;mungkin tepatnya begitu.
Saya(Vincentliong) dan seorang saudara dari Embassy
sebuah Negara sosialis musuh dari Amerika baru selesai
makan di kantin. Jadi langsung saja kami ke hall/ aula
sekolah..
* (berjalan berkeliling ruangan bersama-sama)
Vincentliong, Kau akan melanjutkan sekolah ke mana?
> Saya akan masuk jurusan film mungkin. Saya punya
obsesi untuk menjadi Movie Director.
* It?s really cool. Jadi bagaimana dengan business
kita?
> Saya akan mempelajari business dari alam. Misalkan;
berbussiness dengan ayahmu.
* Saya juga bisa bermain alat musik. Jika kau membuat
film; Bagaimana? Boleh bergabung? Saya suka art
tertutama soal musik.
> Bukankah ayah-mu bilang bahwa kau akan mengambil
jurusan Ekonomi di sebuah universitas di Indonesia?
* Itu ayah-ku? Sebenarnya mama mengizinkanku memilih
jurusan yang aku mau. Mari kita berkeliling.. (Kami
mengambil brosur di setiap stand yang ada dengan nama
sekolah masing-masing.)
Tiba-tiba ia menyeretku ke sebuah stand dari
universitas khusus untuk jurusan yang berkaitan dengan
bidang seni. Petugas di sana menanyakan negara asal
temanku ini.
* Aku orang [Mengatakan nama negara tetangganya yang
merupakan musuh dari negaranya] Aku ingin mengambil
jurusan musik.
Petugas dari universitas yang menjaga stand memberikan
formulir kosong untuk diisi, sambil berpromosi. Saya
(Vincentliong) masih berdiri diam.
* Aku akan menulis namamu, menulisnya atas nama
Vincentliong.. Boleh aku pinjam KTP mu untuk disalin?
> Aku akan mengisi namaku sendiri. Kau isi saja namamu
sendiri pada formulir yang sudah di tanganmu.
* Ok.
Saya(vincentliong) mengambil selembar dan mengisi
forrmulir kosong itu. Setelah kami berdua telah
mengisi secara lengkap, kami menyerahkannya kepada
petugas. Petugas stand menanyakan kepada temanku;?Do
you have email address? And also your home address??
Kami akan mengirimkan formulir, catalog dan DVD
mengenai keadaan universitas kami ke alamatmu.
* Email?! (Di negaranya tidak diperbolehkan sambungan
internet apalagi email) Address?! (Dengan nada
terkejut/ ketakukan)
> (Memotong pembicaraan) Kau bisa gunakan emailku,
atau alamatku.. Maksut mereka alamat rumah/
apartemenmu. Mereka akan mengirimkannya per pos.
Jangan kahwatir (Sambil tersenyum).
* Ok. (Dengan grogi menulis alamat apartment nya.)
Saya menariknya pergi meninggalkan stand itu. Rupanya
ia sedikit tertekan oleh pertanyaan itu.
> Jadi mau bersekolah ke Amerika ya? (Dengan nada
menyindir)
* (Tertawa kecil) Hanya untuk Know my enemy / Tahu
musuhku.
> Untuk tahu? Untuk tahu, berarti anda sudah merasa
berhak menyatakan benar dan salah. Karena anda tahu
berdasarkan persepsi anda. Apakah anda seorang
mata-mata politik negara teman?
* Tidak, saya economic.
> Saya, teman anda ini seorang kapitalis. Apa anda
berusaha untuk tahu saya? Tentu anda akan katakan,
seperti dulu anda bilang bahwa saya adalah koruptor
kapitalis.
* Tidak, saya suka uang.
> Saya kira itu kesalahan film The Last Samurai yang
menggunakan kata;? To Know My Enemy.? Amerika yang
merasa sudah dapat menghakimi, tahu tanpa mengerti.
Kau tertular dengan itu.
* Bahasa inggris saya belum begitu baik. Jadi saya
harus bilang?
> (Memotong) Untuk mengeti. Bagaimana jika saya
menyempatkan diri untuk berkhayal, berpikir sebagai
anda di situasi anda? Dalam kenyataan saya tidak harus
mengikuti anda karena saya hanya berkhayal. To know /
Untuk tahu selalu berada di ruang nyata dengan
penghakiman yang cenderung tegas. To understand /
Untuk mengerti cenderung berada di ruang yang tidak
harus nyata bahkan tidak perlu ditegaskan sebagai
kenyataan. Tentu tidak perlu ada penghakiman.
> Bagaimana respon anda akan situasi di sekitar anda
saat ini, dimana Universitas yang tersebar di United
States of America mengiklankan sekolahnya
masing-masing di sekolah anda?
* (Tidak menjawab dengan kata-kata melainkan pergi
meninggalkan Vincentliong berjalan ke kumpulan orang.
Dan saya(Vincentliong) berjalan mengikuti.)
Di dalam kumpulan orang itu.
* Hallo [Memanggil nama seorang anak perempuan WNI]
# Hai, [Menyebut nama anak yang memanggilnya]
* Bagaimana? Kau akan bersekolah di mana?
# Aku tidak mau yang jauh-jauh mungkin ke Australia.
Bagaimana dengan kau?
* Aku akan bersekolah di Negaraku.. Di negaraku juga
ada International School untuk anak-anak dari seluruh
negara di dunia. Banyak dari mereka yang juha
bersekolah di beberapa Universitas di sana. Negara
kami orangnya ramah, suasana damai, indah, tidak ada
polusi. Hanya saja Amerika berusaha agar kami tetap
terpisah dengan negara tetangga kami yang Kapitalis?.
(Pembicaraan masih terus berlanjut. Si anak sosialis
mempromosikan sekolah dan universitas di negaranya.
Anak-anak lain datang, hanya mendengarkan.)
Sahabatku masih terus bercerita dengan semangat
nasionalisme menggebu-gebu. Tidak hanya dengan mulut,
ia bercerita dengan raut wajah dan tanggan-nya. Semua
masih serius mendengarkan. Rupanya iklan sekolah di
Amerika sudah terlalu umum, Cerita tentang negara yang
musuh dari Amerika jauh lebih menarik untuk didengar.
Secara tiba-tiba saya (Vincentliong) memotong
pembicaraan.
> Masih ada meja kosong di sana. Kau juga bisa
mempromosikan sekolah-sekolah di negaramu. Tentu akan
menarik jika di sebuah aula yang sama, dua negara
bermusuhan mempromosikan sekolah dan universitasnya
masing-masing. Bersaing satu sama lain.
* (Terus bercerita tentang negaranya tanpa merespon
apa yang saya katakan. Setelah beberapa waktu akhirnya
merespon juga.) Saya tidak memiliki formulirnya. Kelak
jika saya bawa maka saya juga tidak mau kalah
berpromosi?
Rupanya ia menjawab pertanyaan saya dengan perbuatan
tanpa penjelasan kata-kata.
Jam 14.00 WIB
Jam bubar sekolah kami. Kami sudah boleh pulang.
Sambil menunggo saudara angkat-ku itu saya menelepon
ayahnya untuk meminta izin.
> Hallo, bisa bicara dengan [Nama ayah saudara
sosialis saya itu]
+ Saya sendiri.
> Sir, boleh saya meminjam anak anda. Dia katakan ke
saya bahwa hari ini ia mendapat tugas dari mata
pelajaran Ekonomi dan Bahasa Inggris. Dia butuh
sambungan internet. Pada malam hari saya akan
memanggil taxi melalui telephone. Lalu menghubungi
anda; untuk mengatakan nomor taxi yang membawa anak
anda. Setengah jam kemudian saya akan telephone anda
untuk menanyakan;?Apakah anak anda telah sampai??
Bagaimana? Apakah anda mengizinkan?
+ Ok.
> terima kasih sir. Saya akan menghubungi anda kembali
nanti malam.
+ Sampai nanti, terimakasih untuk bantuannya.
> Tidak apa-apa.
Telephone terputus.
Tidak lama kemudian saudara dari negara sosialis itu
tiba bersama dengan tiga orang temannya.
* Saya perlu tumpangan untuk tiga orang teman saya
ini. Mereka tinggal di embassy. Mereka tidak punya
mobil. Setiap hari naik taxi pergi pulang sekolah.
Boleh mereka menumpang?
> Baik, tetapi kau harus katakan kepada sopir saya
nanti bahwa mobilmu rusak, lalu menginap di bengkel.
* Baik.
Lalu semua berjalan ke tempat mobil saya di parkir.
Mobil saya sebuah sedan. Dikendarai supir saya, mobil
bergerak ke arah embassy negara sosialis tersebut.
Selama perjalanan saudara angkat saya ini tidak banyak
berbicara dengan saya. Lebih banyak mereka berbicara
satu sama lain dalam bahasa ibu mereka sendiri. Saya
menanyakan;
> Can you speak English?
Lalu dijawab;?Cannot. Just little English.?
> Bahasa Indonesia?
Dijawab,?Only; Selamat pagi. Satu, dua, tiga?
Terimakasih. Tidak bisa bahasa Indonesia.?
Karena tempat yang sempit, duduk bersedakan juga
didukung oleh bahasa yang tidak nyambung maka suasana
sangat tidak menyenangkan. Di dursi depan duduk
saudara angkat saya itu dan sopir saya di sampingnya.
Sedangkan di kursi belakang berdesakan lima orang.
Saya, adik saya dan tiga orang anak embassy yang ikut
di dalam mobil. Dua orang laki-laki dan satu
perempuan. Saya lelah karena saya harus dipangku oleh
salah satu anak itu. Pokoknya kami saling berebut
posisi duduk yang nyaman. Melihat keadaan itu saudara
angkat saya ini berkomentar;
* Kamu harus memberikan tempat duduk yang baik untuk
anak perempuan. Di negara kami ada pribahasa;?Wanita
adalah bunga yang indah.? Kau harus menghormati,
melindungi anak perempuan.
Maka saya kembali diam, baik suara maupun gerakan.
Saya mengerti situasi saudara angkat saya ini dan
mencoba untuk membiarkan dalam kepura-puraan. Anak
ekonomi yang berpura-pura baik di depan anak politik?
Masih berbicara dengan teman sebangsanya, tiba-tiba
saudara angkat saya ini bertanya kepada sopir saya.
* Orang mana kamu?
Sopir saya menjawab; Menggambarkan angka tiga dengan
jari tangannya.
* Three?
Sopir saya menjawab,? Mix Indonesia-Jepang-Cina.?
Saudara angkat saya ini, dan tiga orang teman
senegara-nya berkata,?So great. Negara kami saja masih
bertengkar dengan negara tetangga si Kapitalis yang
sebenarnya sedarah. Tetapi sopir ini bisa dihasilkan
dari tiga negara. Hebat, hebat!?
Sopir saya menjawab,?Biasa saja. Sudah terlahir
begini.?
Saya tidak berkomentar. Tetapi saya tetap berpikir
mencari apa yang bisa dibicarakan. Sungguh boring
mendengar orang berbicara dengan bahasanya di dalam
mobil saya sendiri. Dan saya dapat ide; Mengenai
kendaraan mereka ke sekolah.
> Setiap hari temanmu naik taxi. Bukankah berbahaya
naik taxi di negara asing dan kau tidak mengerti
bahasanya? Tidak mencoba naik antar jemput, atau
keluarkan uang untuk beli mobil dipakai bersama?
* (Menterjemahkan kata-kata saya ke dalm bahasa
ibunya. Setelah mendapat jawaban ia menterjemahkannya
ke dalam bahasa inggris.) Teman-teman embassy ini
memiliki uang yang terbatas. Setiap hari mereka keluar
uang Rp.30.000,- untuk naik taxi sekali jalan. Pagi
mereka diantar ke sekolah. Jadi seminggu kira-kira
Rp.150.000,-.
> Jika menyewa mobil brapa mereka berani membayar?
* Misalkan Rp.300.000,- sebulan.
> Terlalu rendah? Tidak mencoba beli mobil?
* Masalahnya uang terbatas.
> Mengapa tidak ikut mobilmu saja?
* Di mobilku sudah penuh ada empat orang ikut setiap
hari.
> Jadi kau punya mobil. Apakah negara membelikanmu
mobil?
* Saya punya dua buah mobil, ayah saya membeli dengan
uangnya sendiri. Satu buah Mercy New Eyes, dan satu
buah mobil buatan negara tetangga kami yang Kapitalis.
> Mengenasi taxi, mengapa kau tidak menghubungi
Perusahaan taxi Blue Bird group. Minta dijemput di
sekolah jadi lebih aman khan?
* Saya tidak mengerti bagaimana saya harus berbicara
dengan mereka. Kau harus membantu saya?
Pembicaraan masih berlanjut, sampai akhirnya kami
sampai di depan kedutaan besar negara sosialis itu.
Saudara angkat saya mempringatkan;
* Jangan berhenti di depan pintu embassy. Berhenti
saja di sini.
Anak-anak yang menumpang di mobilku itu keluar dari
mobil. Mengambil tas di bagasi mobil. Lalu berjalan ke
pintu gerbang kedutaan sambil melambaikan tangan. Lalu
saudara angkat-ku ini memberi tanda kepada pak sopir.
* Langsung jalan saja pak. Jangan ditunggu hingga
pintu terbuka?
Sesampainya di rumahku saudara angkatku ini langsung
membuka lemari DVD-ku. Ia mau menonton sebuah film
buatan negara tetangganya; Si Kapitalis yang merupakan
musuh sang Komunis.
Entahlah. Sepertinya main ke rumahku hanyalah sebuah
pelarian dari kekangan-kekangan untuk tidak menonton
film buatan musuh negaranya. Dimanakah statement soal
si kapitalis yang korup itu? Rupanya sudah lupa.
Terlalu asik nonton; Bagaimanakah sang musuh berpikir
tentang aku? To Understand our enemy, or To Know our
enemy?
((Beberapa Pembicaraan di dalam film))
?
Si Komandan:?Our job, is to find out not who, but why.
Also what is important is not the outcome but the
procedure. Right now the [nama negara bersangkutan]
opinion is a, is like on big switch, between tension
and reconciliation.?
Si Komandan;?Talks are taking place, in [dua buah kota
di negara itu], day in day out, at the same time clash
is continues. In charge, this discussion between the
[Kapitalist] and the [Socialist] could be seen us
taking place in a dry forest. One small spud could
burn the hole forest down. Your altimeter goal, is to
remain perfecting neutral. Not to provoke either
the[Kapitalis] or the[Sosialist]. Got it??
Si Bawahan;?So, my job is to stand at the borderline
and ask. Could you please tell me, why you put a
trader??
?
Si Komandan;? [Jendral negara sosialis] couldn?t let
form a communist officer?s daughter lead this
investigation. How could he??
Si Bawahan;?Just three more days. I?m confident they
can guess at list confession in just three more days!?
Si Komandan;?Confession? You push privat[Nama seorang
prajurit] into attending sucide. You could be dismiss
from duty cast for them, ok. You haven?t learn much
about [Nama perbatasan] yet. Here the peace is
preserve by hiding the truth. What they both really
want is, that this investigation prove nothing after
all. And that?s why they agree to request the
investigation by the meager[Nama Badan netral yang
menengahi konflik dua negara].?
?
Film tetap berjalan, saudaraku tetap menonton. Saya
menyapanya;
> Jadi kau beruntung saudaraku? Dengan alasan bidang
ekonomi, kau bisa berhubungan dengan manusia lain dari
dunia lain. Dengan alasan ekonomi, saat teman
senegaramu harus tinggal di dalam embassy kau bisa
pergi ke rumah seorang Kapitalis seperti aku. Dengan
alas an ekonomi, kau boleh belajar bagaimana musuhmu
negaramu berpikir tentang kau. Dengan alas an ekonomi,
kau boleh bersahabat dengan mereka. Dengan alasan
ekonomi kau bisa ber-bussiness. Dengan alasan ekonomi
kau boleh tinggal di rumah yang juga sekaligus kau
jadikan kantor yang mewah, full AC, TV dengan lebar
se-meter dan panjang satu setengah meter, layar datar.
DVD player, dan Video Player. Kau ingat; Aku
kapitalis?
* Tentu.
> Ingat saya pernah katakan; We are different species
in different world. Bagaimana mahkluk yang berbeda
bisa memiliki kepentingan yang sama, bisa saling
berkompetisi? Bagaimanakah akibat dari suatu hal di
dunia yang satu dapat mempengaruhi dunia lain? Saya
memelihara anjing karena anjing saya tidak
berkepentingan atas kepentingan saya. Banyak orang
lebih mencintai anjing daripada anaknya sendiri;
Karena bila seseorang punya anak; Bisa saja suatu hari
anak itu memiliki kepentingan yang sejenis sehingga
dapat terjadi kompetisi. Anjing dianggap setia,
sebenarnya bukan masalah setia, tetapi ketidakpedulian
kepentingan sehingga tidak saling mengganggu. Ada
pendapat?
* Saya seorang anak bidang economic. Saya hanya suka
uang.
> Hampir saya lupa, bagaimana mengenai tugas mata
pelajaran Ekonomi dan Bahasa Inggris? Perlu
menyempatkan waktu untuk mengerjakannya sehingga kau
masih memiliki alasan.
* Kita kerjakan setelah film ini? Mengenai jenis
alasan yang kau pilih; Ekonomi, ayahku ingin aku
mengambil jurusan ekonomi di Universitas karena ia
ingin meski sudah pensiun nanti ia masih bisa
menghandalkan aku untuk mempertahankan fasilitas hidup
yang enak. Bahasa Inggris, karena kebebasan tidak akan
menyenangkan bila tidak didukung oleh kemampuan
berkomunikasi yaitu bahasa. Kau lebih baik untuk
membujuk ayahku, karena kita berbeda.
* Kita mahkluk berbeda, di dunia berbeda, maka kita
bersaudara... Bagaimana jika kelak kita harus berpisah
karena sekolah yang berbeda?
> Kau harus cari orang yang bukan dari negaramu, bukan
pula musuh negaramu. Bersahabatlah dengannya.
* Baik, tetapi aku masih bisa tinggal di Indoensia,
seperti ayahku, di bagian ekonomi?
> Kau mengambil universitas di sini bukan?
* Yap, Aku akan menetap di Indonesia paling tidak lima
sampai enam tahun ke depan.
> Maka, kau ada alasan untuk meneruskan tugas ayahmu
di sini. Di Ekonomi.
Vincent Liong
29 Februari 2004
These Message Sponsored by; SINERGI Indonesia Weekly
Magazine
?For all component of The Nation?s Children?
Address: Jl. Seha II No:32 Kebayoran Lama,
Jakarta-Selatan12220, Indonesia
Phone&Fax:(62)21-72788170 Email: wihan55@xxxxxxxxx
Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies.
http://au.movies.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] [Sekedar Renungan] Kita Mahkluk Berbeda, di Dunia Berbeda, Perlu Bersaudara