[ppi] [ppiindia] Sejumlah Pengacara Akan Gugat Panglima TNI
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 30 Jan 2005 22:02:16 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
http://www.suaramerdeka.com/harian/0501/31/nas11.htm
Senin, 31 Januari 2005NASIONAL
Sejumlah Pengacara Akan Gugat Panglima TNI
Farid Faqih: Saya Dipukuli 9 Orang, 4 Tentara
JAKARTA - Serikat Pengacara Rakyat (SPR) akan mengajukan surat gugatan
kepada Panglima TNI Endriartono Sutarto terkait dengan kasus penganiayaan
terhadap Farid Faqih oleh anggota TNI. Sebagai pimpinan tertinggi TNI,
Panglima harus meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Karena kasus tersebut sudah merupakan bentuk penganiayaan di luar batas
kemanusiaan, seharusnya atasan berhak menghukum dan melakukan penahanan
terhadap Kapten Syuaeb. Hal ini dikarenakan sudah ada bukti permulaan yang
cukup terhadap tindak pidana yang dilakukan."
Demikian dikatakan Ketua SPR Habiburrohman kepada wartawan, dalam jumpa pers
di Hotel Grand Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (30/1).
Turut hadir Gerakan Pemuda Kerakyatan (GPK), Liga Mahasiswa Nasional untuk
Demokrasi (LMND), Perhimpunan Pembela Publik Indonesia (P3I), dan Front
Perlawanan Demokratik Rakyat Aceh (FPDRA).
Selain gugatan, SPR juga meminta Panglima TNI untuk menghentikan cara-cara
kekerasan dalam menyelesaikan masalah Aceh. Dalam kasus penganiayaan
terhadap Koordinator Goverment Wacht (Gowa) Farid Faqih, Panglima diberi
waktu satu minggu untuk memenuhi tuntuan ini.
"Aksi main hakim sendiri yang dilakukan Kapten Syuaeb ini menunjukkan bahwa
cara-cara kekerasan dalam penyelesaian masalah masih dianut oleh TNI. Pola
berpikir ala Orde Baru yaitu 'hajar dahulu urusan belakangan', masih ada di
benak anggota TNI," kata dia.
Dipukuli 9 Orang
Sementara itu, Koordinator Gowa Farid Faqih mengaku bahwa pemukulan terhadap
dirinya dilakukan oleh 8-9 orang. Dari sejumlah pelaku itu, 3-4 orang di
antaranya merupakan anggota TNI. Salah satu anggota TNI itu adalah Kapten
Syuaeb.
Hal itu disampaikan Farid dalam teleconference dengan Himpunan Alumni
Institut Pertanian Bogor (IPB) di Hotel Sahid, Jl MH Thamrin, Jakarta,
Minggu (30/1). Dalam acara itu, IPB mengecam penangkapan dan penganiayaan
terhadap Farid.
Farid membantah tudingan melakukan pencurian. Tindakannya mengambil bantuan
bagi korban gempa dan tsunami di Aceh, dimaksudkan untuk mengamankan
barang-barang tersebut agar tidak rusak.
Farid mengaku telah melaporkan tindakannya itu kepada Satuan Koordinasi
Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PBP). "Mencuri itu tak mungkin
banyak, pasti sedikit. Saya hanya melakukan pengamanan agar barang-barang
jangan rusak. Karena saya mendapat sindiran dari orang-orang asing. Mereka
itu bilang, bangsa Indonesia tak bisa menangani bantuan," kata Farid.
Farid mengaku sering mengikuti pertemuan rutin Satkorlak. Dari pengamatannya
di lapangan, Farid menyimpulkan terjadi kesulitan dan distribusi logistik.
Akibatnya bantuan menumpuk dan rusak.
Koordinator Gowa itu lantas melaporkan pengamatannya itu kepada Komandan
Satgas Penanggulangan Bencana Alam Aceh Mabes TNI Mayjen Bambang Darmono.
Mendapat laporan Farid, Bambang mengaku akan memperbaikinya dan akan
melakukan pengamanan.
"Namun dalam dua hari ternyata tak ada perubahan. Kemudian saya ambil alih
untuk mengamankan itu melalui LSM PARAM," kata Farid.
LSM PARAM berada dalam naungan Gowa. LSM itu, menurut Farid, sudah teruji
sebelumnya dalam menyalurkan bantuan PBB di beberapa wilayah.
Setelah LSM Param mengamankan bantuan itu, Farid mendapat SMS agar ke
hanggar Lanud Iskandar Muda.
Tak tahunya, di hanggar itu Farid dipukuli. Salah satu di antara para
pemukul itu, yakni Kapten Syueib bahkan mengancam akan membunuh Farid. "Di
hanggar ini saya dipukuli 8-9 orang. Dari jumlah itu, 3-4 orang adalah
anggota TNI," ujar Farid. (dtc-78m)
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Sejumlah Pengacara Akan Gugat Panglima TNI