[ppi] [ppiindia] SURAT KEPADA ORANG SEKAMPUNG : DAYAK DAN DAYAK [2] -- SELESAI
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Sat, 30 Oct 2004 13:47:39 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Surat Kepada Orang Sekampung:
DAYAK DAN DAYAK [2]
Menjadi orang asing secara budaya yang berarti sama dengan tidak tahu apa-siapa
diri kita merupakan situasi sangat berbahaya. Keadaan ini membuat kita hanya
menjadi Dayak nominal, dan seperti orang Banjar di Palangka Raya secara sinis
mengatakan bahwa sekarang Palangka Raya itu berarti "palang yang yang sudah
terbuka". Bahaya ini makin besar oleh adanya Dayak yang mengkhianati Dayak
lebih-lebih oleh adanya satu tim tujuh orang pemikir yang dengan modal miliaran
hasil pembabatan hutan dan penyalahgunaan kekuasaan lokal untuk mencegah
bangkitnya Dayak untuk menjadi tuan di kampung kelahirannya sendiri. Belum lagi
adanya bahwa kita tidak menyadari adanya organisasi-organisasi asing yang
datang ke Kalteng tidak dengan maksud baik dan "menyetan-nyetankan atau
menjin-jinkan manusia dan budaya Dayak" atas nama Tuhan. Tuhan dan Tuhan pun
agaknya dalam kenyataan sudah sering dijadikan kendaraan penindasan,
penghisapan dan kekerasan serta penghancuran budaya lokal yang tidak terpisahka
n dari kepentingan politik dan ekonomi.
Adanya Dayak nominal yang asing akan dirinya, berkencederungan dua:
mengkhianati Dayak tanpa sadar, kemudian terjerumus pada etnosentrisme yang
cupet. Dayak nominal gampang terbeli, apalagi budaya dominan sekarang di
Kalteng adalah budaya "uang sebagai raja". Demi uang, orang tidak segan
melakukan apa saja. Uang telah memperbudak kita.
Menghadapi keadaan ini aku ingin menggarisbawahi kegiatan Grup Dayak-21 yang
sekalipun sekarang belum besar, tapi mempunyai perspektif yang tanggap dan
aspiratif. Setelah mengenal keadaan kita, apa-siapa diri kita, kiranya kita
akan tahu apa yang harus dilakukan, kita punya harga diri dalam pergaulan
nasional dan global, bisa luput dari jeratan sektarisme dan kecupetan. Tahu
bagaimana keluar dari keterpurukan serta makna tatanan nilai.
Dalam hubungan ini, aku ingin mengambil contoh pengunduran diri, mantan
walikota Palangka Raya, Salundik Gohong dari pencalonan diri kembali sebagai
walikota ibukota Kalteng. Waktu itu aku masih berada di Palangka Raya. Salundik
Gohing, mundur karena tidak mau menyediakan jumlah miliaran kepada PDIP Kalteng
sehingga PDIP Kalteng menarik sokongannya kepada Salundik. Skandal uang ini
juga terjadi dalam pemilihan bupati Katingan, kampung kelahiranku. Skandal yang
menjinjikkan. Dari kasus ini, aku melihat jabatan telah dijadikan barang
dagangan dan untuk memperkaya diri, dan keluar dari rel kepentingan umum --
termasuk kepentingan Kalteng dan Dayak. Celakanya, skandal begini dikawal
dengan tindak kekerasan sampai likwidasi fisik. Keterpurukan telah membuat mata
kita rabun oleh kilau uang sehingga sanggup melakukan segala kedunguan yang
dianggap bijak. Karena itu ketika bertemu dengan salah seorang wakil ketua PDIP
di Jakarta, yang adalah teman lamaku dari Papua, saat ia menanyaik
u: "Perlukan Asmawi A Gani [gubernur Kalteng] dijatuhkan? Pertanyaan itu
kujawab: "A.Gani memang bukan tokoh aspiratif dan tanggap situasi. Tidak! Tidak
usah dia dijatuhkan karena seperti kukutakan pada Gus Dur yang waktu itu adalah
presiden, di Kalteng, yang jadi gubernur Kalteng tidak lain dari unsur-unsur
terpilih uang dari yang buruk-buruk. Elite Dayak pun banyak yang busuk. Yang
terpenting bagi Kalteng sekarang, kau ,bereskan PDIPmu agar bisa tanggap dan
aspiratif sesuai nama!". Jika mengamat hasil pemilu terakhir, nampak perolehan
PDIP Kalteng sangat anjlok. Hasil ini kukira memperlihatkaan secara nyata
brengseknya PDIP Kalteng yang pernah disebut sebagai Partai Dayak Indonesia
Perjuangan. Hasil ini kukira mengatakan PDIP Kalteng tidak lain dari
pengkhianat Dayak Indonesia. Kasongan, kabupaten Katingan, dan Palangka Raya
tahu rinciannya.
Apa yang bisa diambil sebagai pelajaran dari kasus Salundik Gohong [rinciannya
lihat harian-harian di Palangka Raya seperti Kalteng Pos, Dayak Pos, Palangka
Raya Pos, Media Kalteng]? Demi uang agaknya orang Dayak sanggup melempar
nilai-nilai kedayakan universal ke comberan. Sanggup mengorbankan tokoh yang
bisa membawa mereka ke suatu perspektif republiken dan keindonesiaan serta
kedayakan.
Yang aku khawatirkan, jika sikap begini, cepat atau lambat, oleh perobahan
imbangan demografis, cepat atau lambat Dayak akan terlikwidasi dan tidak
berarti di Kalteng karena ulah orang Dayak sendiri. Sementara pakar Barat
pernah meramalkan hal begini, termasuk pakar Italia yang pernah tinggal di
rumah kontrakanku di Gang Batu Hurun 22, Bukit Hindu, Palangka Raya ketika
melakukan penelitian tentang Kaharingan. Melanjutkan tindakan tidak tahu yang
benar dan salah, mengabaikan tatanan nilai, tidak tahu diri, kita hanya akan
melikwidasi diri sendiri. Akankah Dayak mengalami keadaan seperti Amerindian di
benua Amerika dan Armenia yang dilikwidasi oleh Turki sebagai bangsa? Kukira
bahaya ini bukan khayali jika kita, terutama angkatan muda Dayak melanjutkan
ulah tidak tahu diri dan tidak sadar diri sehingga sanggup menyingkirkan
manusia Dayak Indonesia seperti Salundik Gohong, seorang kolonel berpikiran
cerah misalnya. Keberlanjutan Dayak seperti halnya keberlanjutan eksistensi In
donesia, kukira ada di tangan kita, terutama di tangan angkatan mudanya.
Angkatan muda yang hampa wawasan dan hanya mengejar uang dan mabuk oleh dering
hand phone, kukira tidak mungkin diharapkan. Seluruh Dayak dan nasion
Indonesia, ditunggu jawaban jati diri dan nalarnya. Dayak dan Indonesia nominal
tidak bisa memikul tanggungjawab ini. Mereka hanya bisa menghancurkan. Adakah
manusia-manusia Dayak dan Indonesia sebenarnya?!
Paris, Oktober 2004.
-------------------
JJ.KUSNI
Paris, Oktober 2004.
-------------------
JJ.KUSNI
[Bersambung...]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] SURAT KEPADA ORANG SEKAMPUNG : DAYAK DAN DAYAK [2] -- SELESAI