[ppi] [ppiindia] SURAT KEPADA ORANG SEKAMPUNG : DAYAK DAN DAYAK [2] -- SELESAI

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

Surat Kepada Orang Sekampung:


DAYAK DAN DAYAK [2]


Menjadi orang asing secara budaya yang berarti sama dengan tidak tahu apa-siapa 
diri kita merupakan situasi sangat berbahaya. Keadaan ini membuat kita hanya 
menjadi Dayak nominal, dan seperti orang Banjar di Palangka Raya secara sinis 
mengatakan bahwa sekarang Palangka Raya itu berarti "palang yang yang sudah 
terbuka". Bahaya ini makin besar oleh adanya Dayak yang mengkhianati Dayak 
lebih-lebih oleh adanya satu tim tujuh orang pemikir yang dengan modal miliaran 
hasil pembabatan hutan dan penyalahgunaan kekuasaan lokal untuk mencegah 
bangkitnya Dayak untuk menjadi tuan di kampung kelahirannya sendiri. Belum lagi 
adanya bahwa kita tidak menyadari adanya organisasi-organisasi asing yang 
datang ke Kalteng tidak dengan maksud baik dan "menyetan-nyetankan atau 
menjin-jinkan manusia dan budaya Dayak" atas nama Tuhan. Tuhan dan Tuhan pun 
agaknya dalam kenyataan sudah sering dijadikan kendaraan penindasan, 
penghisapan dan kekerasan serta penghancuran budaya lokal yang tidak terpisahka
 n dari kepentingan politik dan ekonomi. 


Adanya Dayak nominal yang  asing akan dirinya, berkencederungan dua: 
mengkhianati Dayak tanpa sadar, kemudian terjerumus pada etnosentrisme yang 
cupet. Dayak nominal gampang terbeli, apalagi budaya dominan sekarang di 
Kalteng adalah budaya "uang sebagai raja". Demi uang, orang tidak segan 
melakukan apa saja. Uang telah memperbudak kita.    


Menghadapi keadaan ini aku ingin menggarisbawahi kegiatan Grup Dayak-21 yang 
sekalipun sekarang belum besar, tapi mempunyai perspektif yang tanggap dan 
aspiratif. Setelah mengenal keadaan kita, apa-siapa diri kita, kiranya kita 
akan tahu apa yang harus dilakukan, kita punya harga diri dalam pergaulan 
nasional dan global, bisa luput dari jeratan sektarisme dan kecupetan. Tahu 
bagaimana keluar dari keterpurukan serta makna tatanan nilai. 


Dalam hubungan ini, aku ingin mengambil contoh pengunduran diri, mantan 
walikota Palangka Raya, Salundik Gohong dari pencalonan diri kembali sebagai 
walikota ibukota Kalteng. Waktu itu aku masih berada di Palangka Raya. Salundik 
Gohing, mundur karena tidak mau menyediakan jumlah miliaran kepada PDIP Kalteng 
sehingga PDIP Kalteng menarik sokongannya kepada Salundik. Skandal uang ini 
juga terjadi dalam pemilihan bupati Katingan, kampung kelahiranku. Skandal yang 
menjinjikkan. Dari kasus ini, aku melihat jabatan telah dijadikan barang 
dagangan dan untuk memperkaya diri, dan keluar dari rel kepentingan umum -- 
termasuk kepentingan Kalteng dan Dayak. Celakanya, skandal begini dikawal 
dengan tindak kekerasan sampai likwidasi fisik. Keterpurukan telah membuat mata 
kita rabun oleh kilau uang sehingga sanggup melakukan segala kedunguan yang 
dianggap bijak. Karena itu ketika bertemu dengan salah seorang wakil ketua PDIP 
di Jakarta, yang adalah teman lamaku dari Papua, saat ia menanyaik
 u: "Perlukan Asmawi A Gani [gubernur Kalteng] dijatuhkan? Pertanyaan itu 
kujawab: "A.Gani memang bukan tokoh aspiratif dan tanggap situasi. Tidak! Tidak 
usah dia dijatuhkan karena seperti kukutakan pada Gus Dur yang waktu itu adalah 
presiden, di Kalteng, yang jadi gubernur Kalteng tidak lain dari unsur-unsur  
terpilih uang dari yang buruk-buruk. Elite Dayak pun banyak yang busuk. Yang 
terpenting bagi Kalteng sekarang, kau ,bereskan PDIPmu agar bisa tanggap dan 
aspiratif sesuai nama!". Jika mengamat hasil pemilu terakhir, nampak perolehan 
PDIP Kalteng sangat anjlok. Hasil ini kukira memperlihatkaan secara nyata 
brengseknya PDIP Kalteng yang pernah disebut sebagai Partai Dayak Indonesia 
Perjuangan. Hasil ini kukira mengatakan PDIP Kalteng tidak lain dari 
pengkhianat Dayak Indonesia. Kasongan, kabupaten Katingan, dan Palangka Raya 
tahu rinciannya.


Apa yang bisa diambil sebagai pelajaran dari kasus Salundik Gohong [rinciannya 
lihat harian-harian di Palangka Raya seperti Kalteng Pos, Dayak Pos, Palangka 
Raya Pos, Media Kalteng]? Demi uang agaknya orang Dayak sanggup melempar 
nilai-nilai kedayakan universal ke comberan.  Sanggup mengorbankan tokoh yang 
bisa membawa mereka ke suatu perspektif republiken dan keindonesiaan serta 
kedayakan.   


Yang aku khawatirkan, jika  sikap begini, cepat atau lambat, oleh perobahan 
imbangan demografis, cepat atau lambat Dayak akan terlikwidasi dan tidak 
berarti di Kalteng karena ulah orang Dayak sendiri. Sementara pakar Barat 
pernah meramalkan hal begini, termasuk pakar Italia yang pernah tinggal di 
rumah kontrakanku di Gang Batu Hurun 22, Bukit Hindu, Palangka Raya ketika 
melakukan penelitian tentang Kaharingan. Melanjutkan tindakan tidak tahu yang 
benar dan salah, mengabaikan tatanan nilai, tidak tahu diri, kita hanya akan 
melikwidasi diri sendiri. Akankah Dayak mengalami keadaan seperti Amerindian di 
benua Amerika dan Armenia yang dilikwidasi oleh Turki sebagai bangsa? Kukira 
bahaya ini bukan khayali jika kita, terutama angkatan muda Dayak melanjutkan 
ulah tidak tahu diri dan tidak sadar diri sehingga  sanggup menyingkirkan 
manusia Dayak Indonesia seperti Salundik Gohong, seorang kolonel berpikiran 
cerah misalnya. Keberlanjutan Dayak seperti halnya keberlanjutan eksistensi In
 donesia, kukira ada di tangan kita, terutama di tangan angkatan mudanya. 
Angkatan muda yang hampa wawasan dan hanya mengejar uang dan mabuk oleh dering 
hand phone, kukira tidak mungkin diharapkan. Seluruh Dayak dan nasion 
Indonesia, ditunggu jawaban jati diri dan nalarnya. Dayak dan Indonesia nominal 
tidak bisa memikul tanggungjawab ini. Mereka hanya bisa menghancurkan. Adakah 
manusia-manusia Dayak dan Indonesia sebenarnya?!


Paris, Oktober 2004.
-------------------
JJ.KUSNI




























Paris, Oktober 2004.
-------------------
JJ.KUSNI

[Bersambung...]
























[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: