[ppi] [ppiindia] SURAT KEMBANG KEMUNING: SUATU HARI DI SINGAPURA [4]
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 1 Sep 2004 05:38:13 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Surat Kembang Kemuning:=20
SUATU HARI DI SINGAPURA [4]
Bagaimana sih ceritanya tentang berita TKI yang meninggal karena jatuh dar=
i apartemen dan sering dijadikan berita bernada menjatuhkan Singapura bersa=
ma dengan kematian TKI itu?"
-"Baik, Sayangku, aku akan menjawabmu. Tapi tadi dari rumah, aku sudah meny=
iapkan sesuatu untuk kau. Aku yakin kau akan tertarik". Yenny mengambil tas=
tangannya dan mengeluarkan lembaran-lembaran kertas. Kami masih saja belum=
berkeinginan meninggalkan caf=E9.
+"Lagi-lagi kertas", ujarku mengganggunya.
-"Hush, diam kau!"
+ "Sekalipun kertas, tapi aku pasti kau akan menerimanya sebagai hadiah ter=
baik dari aku", jawabnya tak acuh dan menyodorkan helai-helai kertas itu ke=
padaku. Lembaran-lembaran kertas itu segera kubaca di bawah amatan pandanga=
n Yenny.
-"Oo terimakasih, Cantikku".=20
+"Hemat-hematlah kau dengan rayuan gombalmu.Nenek-nenek pun kau rayu. Sungg=
uh tak tahu malu". Kata-kata yang tak kugubris. Kami bicara selepas bebas k=
ami.
+"Gimana?"
-"Dokumen yang sangat menarik, Sayang. Sebagai tanda terimakasih rasanya ak=
u ingin mengecupmu".
+"Di depan umum begini? Nanti kau akan ditangkap sebagai pelaku zinah dan a=
ku pasti tak akan membelamu juga tak akan memanggil Patrick si pengacara u=
ntuk membela seorang bandit macam kau". Yenny mengoceh seenak hatinya.
-"Kau sudah terkena pengaruh aliran pikiran modern agaknya sekarang".
+"Sekian tahun tak bertemu, kau masih saja yang dulu. Kekurangajaranmu tak =
juga berkurang agaknya. Kau masih saja bandit yang mengerikan". Aku tak men=
gacuhkan kata-kata Yenny karena perhatianku tercurah pada dokumen yang dibe=
rikannya. Inilah dokumen yang Yenny berikan itu.Dokumen tentang "Babu Anak=
-anak Hindia".Dokumen langka dan sangat berharga dilihat dari segi sejarah =
dan sosiologi serta antropologi mentalitas.
BABU ANAK-ANAK HINDIA=20
Anak-anak Hindia tidak terpisahkan dari babu. Pengasuh pribumi itu pelindun=
g jiwa-raga si anak,seakan-akan malaikat pelindung saja. Sepanjang hari ba=
bu menggendong anak asuhannya dengan selendang, yaitu sehelai kain lebar ya=
ng diikat ke pundak dan membentuk semacam tempat tidur ayun bagi si anak.
=20
Babu bahkan tidak mengizinkan ibu si anak mengambil anak itu daripadanya. =
Dialah yang menyuapi,memandikan, mendandani, mengajak berjalan-jalan, dan s=
elalu siap mendekap si anak supaya merasa aman.
Ia mengajak anak asuhannya bermain bukan karena kewajiban, tetapi karena i=
a memang menikmatinya. Di dalam hatinya ia masih seorang anak. Kadang-kada=
ng mereka bertengkar. Si anak membanting-banting kaki dan si babu memarah=
i, "Terlalu!"
=20
Malam hari ia mengeloni si kecil sambil meninabobokannya dengan melodi ber=
kunci minor yang monoton. Setelah anak asuhannya terlelap, ia meng gelar =
tikar di depan ranjang dan rebah menjaga majikan kecilnya dengan setia.
=20
Diundang ke istana Gaji orang Belanda di Jawa lebih tinggi daripada di n=
egerinya. Soalnya, siapa yang mau dikirim jauh-jauh dan bekerja dalam udar=
a panas yang melelahkan kalau gajinya sama saja?=20
=20
Orang yang gajinya sedang-sedang saja di Jawa bisa memiliki rumah yang bes=
ar, punya kereta, makan
dengan leluasa, dan pembantu enam tujuh orang. Bahkan tidak jarang sampai =
l0 orang. Tak lama setelah kedatangan saya ke Batavia, saya diundang ke p=
esta dansa di istana. Saat itu saya tinggal di rumah teman saya di Salemba=
. Kami pergi dengan kereta yang lewat di kegelapan malam, di bawah naunga=
n pohon-pohon beringin. Di bawah pohon kadang-kadang terlihat kelap-kelip =
cahaya pelita tukang buah. Sekali-sekali sebagian wajahnya yang kena caha=
ya lampu terlihat, begitu pula keranjang buah-buahannya.
=20
Sekali kami melewati beberapa penduduk pribumi yang sedang berjaga malam s=
ambil mengelilingi api unggun. "Siapa itu?" tanya salah seorang di antara =
mereka dengan suara parau.=20
Selama sejam kami serasa berkendaraan dalam hutan yang sunyi dan jauh dari=
mana-mana. Namun, sekonyong-konyong saja tampak cahaya terang benderang =
di suatu belokan. Istana Gubernur Jenderal. Di sekitar sumber cahaya itu b=
erserak lentera-lentera, lampu-lampu minyak, dan lampu-lampu kereta.
=20
Saya pun mendaki tangga putih menuju ke serambi yang berpilar-pilar putih =
dan bermandikan cahaya. Tiba-tiba saya merasa bahwa istana-istana dalam do=
ngeng mestinya seperti ini.
=20
Kemudian musik dimainkan dan polonaise dimulai. Intan dan emas gemerlapan, =
bersaingan dengan kilatan bahu yang terbuka dan lambaian rok yang menyapu =
lantai pualam berwarna terang .... "Rasanya, kita mesti pindah ke tempat =
ini," kata pasangan saya.
=20
Sejak itu saya sering diundang ke pesta dan perjamuan. Ada yang menyenangk=
an, ada pula yang membosankan.
=20=20
Naik pangkat lewat KKN Walaupun membosankan, seorang pegawai pemerintah t=
idak berani tidak hadir di pesta atasannya. Absen ke perjamuan bisa mengal=
angi ia naik pangkat. Istri atasannya bisa mempengaruhi nasibnya. Kalau is=
tri bos tidak berkenan pada istri anak buah suaminya, jangan harap anak b=
uah itu bisa meniti jenjang karier.
=20
Pegawai pemerintah yang ingin naik pangkat memang tidak bisa cuma menganda=
lkan kepandaian dan prestasinya, tapi juga latar belakang keluarganya dan=
"keterampilan khusus". Umpamanya saja, kalau bosnya doyan makan enak, mun=
gkin dia perlu mengantarkan pate-de-foie-gras (makanan mahal dari Prancis =
yang dibuat dari hati unggas) dan anggur burgundy. Kalau bosnya bangga bet=
ul pada putrinya, maka berbahagialah dia yang pandai berdansa dan rajin m=
eminta anak bos berdansa dengannya di pesta-pesta. Kalau bos keranjingan m=
ain kartu, beruntunglah dia yang pandai dan tahan meladeni bos main kartu=
dalam pertemuan-pertemuan di rumah bos.
=20
Semua hari besar yang berkenaan dengan bos sebaiknya diingat baik-baik. Ka=
lau perlu, catatannya ditempel di kaca rias supaya jangan luput dari ingat=
an. Pada hari itu, begitu lonceng berbunyi tujuh kali di sore hari, buru-=
buru sajalah berangkat ke rumah bos.
=20
Bagi pendatang baru, birokrasi seperti itu tentu saja sangat menyebalkan, =
tapi lama-kelamaan mereka jadi terbiasa. Namun, setinggi apa pun pangkat =
pejabat pemerintah di Jawa, ia mesti pandai menahan diri, sebab kalau ia k=
embali ke den Haag, ia cuma akan menjadi sekadar Meneer Jansen atau Meneer=
Smit, bukan residen lagi. Lagi pula teman sepergaulannya di Jawa bukan cu=
ma pejabat.
=20
Belanda yang sudah lama di Jawa, sikapnya lebih luwes daripada Belanda "ba=
ru". Bungalow di Batavia yang terbuka, yang dinaungi pohon-pohon tinggi, =
rupanya mencairkan kekakuan yang terbentuk dalam rumah-rumah keluarga yang =
seperti benteng abad XVII di sepanjang Heerengracht di Amsterdam.=20
=20
Hidup di luar rumah Di Jawa, orang Barat dan orang Timur sudah hidup berd=
ampingan selama tiga abad. Yang satu bisa berbicara dalam bahasa yang lain=
. Mereka saling tergantung dan tidak saling membenci. Namun, orang Beland=
a tidak memahami orang Jawa dan begitu pula sebaliknya.
=20
Saya mengaku bahwa saya tidak mengenal jiwa orang Jawa, walaupun saya memp=
erhatikan mereka. Yang saya tahu cuma keadaan lahiriahnya saja.
=20
Kebanyakan mereka hidup di luar rumah: mandi di kali, makan di tepi jalan,=
bahkan tidur di bawah pohon atau emper rumah, di bawah cahaya bulan. Hal =
ini tentu ganjil sekali bagi orang-orang dari Utara yang terbiasa memenjar=
akan dirinya di balik kungkungan dinding dan atap. Namun, kalau melihat m=
ereka, kita mesti mengakui bahwa cara hidup mereka itu baik dan cocok buat=
mereka.
=20
Di Tanahabang, saya sering melihat mereka mandi di kali pagi-pagi sekali. =
Kaum pria membuka pakaian lalu mencebur dan menyelam di kali. Ketika merek=
a naik, tubuhnya yang coklat tampak seperti patung-patung perunggu. Kaum =
wanita turun ke kali dengan cara lebih tenang. Mereka memakai kain basaha=
n. Ibu-ibu muda membimbing anak-anak mereka ke tempat yang dangkal.
Anak laki-laki dan perempuan berenang sambil main ciprat-cipratan dengan b=
erisik. Sementara itu gadis-gadis remaja bercanda di tempat yang teraling =
tanaman air sambil saling mengguyur dengan gayung dari daun kelapa. Rambut=
nya yang hitam panjang itu berkilat-kilat dan kain basahannya rapat menemp=
el ke tubuh.
=20
Kadang-kadang lewat rakit. Penumpangnya sedang sarapan di bawah atap. Penu=
mpang rakit saling menyapa dengan orang-orang yang mandi. Kadang-kadang m=
ereka ikut bercanda juga.
=20
Selesai mandi para wanita beriring-iringan naik dan pergi ke tukang bunga.=
Orang-orang di Jawa senang bunga: melati putih, mawar merah, cempaka kuni=
ng, pacar air.
=20
Walaupun tanaman bunga mudah tumbuh di sini, tapi di Batavia saya belum pe=
rnah melihat mereka bertanam bunga dekat gubuknya. Paling-paling kembang s=
epatu di pagar. Mereka juga tidak terbiasa menaruh bunga dalam jembangan. =
Bunga adalah untuk dipakai di rambut mereka yang panjang, yang dikeramas d=
engan abu jerami padi dan dibilas dengan air bunga sebelum diberi minyak =
akar wangi.
Bunga juga ditaburkan di antara pakaian mereka. Motif bunga-bungaan menghia=
si pakaian mereka dan ragam hias mereka. Anak-anak meronce bunga tanjung =
untuk dipakai sebagai kalung. Bunga juga dipakai untuk sesajen.
=20
Makannya sepersepuluh orang Belanda Di Tanahabang dan Koningsplein, di bag=
ian yang dihuni oleh pribumi, ada warung-warung penjual makanan. Tapi leb=
ih banyak lagi warung-warung yang lebih kecil dan portable. Ada yang mangk=
al di pinggir kali, sepanjang kanal, di pojok-pojok jalan, di stasiun, di=
pangkalan sado.
=20
Mereka datang memikul warung berjalannya itu pagi-pagi sekali. Lalu dagang=
annya yang aneka warna dan piring-gelas-botolnya diatur supaya menarik. Me=
reka menurunkan anglonya dan mulai beroperasi.
=20
Ada yang menjual nasi dengan ikan asin dan sambel, kue hijau yang diberi pa=
rutan kelapa berwarna utih, pelbagai macam kue manis berwana-warni mencolok=
yang disajikan di daun pisang segar yang hijau.
=20
Penduduk Jawa sedikit sekali makannya dan tidak mewah. Sebungkus nasi deng=
an ikan asin dan sambal
cukup untuk sehari. Orang Eropa akan menginsafi betapa rakusnya mereka kal=
au melihat orang Jawa makan. Bayangkan, cuma sepersepuluh dari yang kita l=
ahap. Padahal mereka mesti berjalan kaki sepanjang hari dan memikul beban =
yang berat.
=20
Tampaknya, mereka penggemar makanan manis. Sambil duduk di dingklik, merek=
a makan dengan nikmat kue-kue berwarna kuning, putih, merah jambu, dan min=
um sirup. Anak-anak juga boleh makan.
=20
Anak-anak tidak dipercaya untuk makan sendiri, tapi disuapi. Anak yang mas=
ih kecil sekali direbahkan di paha, lalu mulutnya dijejali dengan nasi yan=
g dihaluskan bersama pisang. Mau tidak mau, menangis atau tidak, makanan =
itu mesti ditelan. Kalau si ibu merasa anaknya sudah cukup makan, barulah =
penjejalan dihentikan.
Lalu si anak boleh bangkit. Ibunya menyeka air matanya dan mendekapnya. Si=
anak pun digoyang-goyang sampai tertidur.
=20
Ayam aduan harus dipijat Sesudah sarapan, penduduk pribumi mulai bekerja. =
Di kota-kota mereka tidak bisa bertani. Sementara itu pertukangan dan per=
dagangan kebanyakan berada di tangan orang-orang Tionghoa. Jadi, selain be=
kerja seperti yang tadi diceritakan, banyak juga di antara mereka yang me=
njadi pembantu rumah tangga di rumah-rumah orang Eropa.
=20=20
Menjelang pukul empat, mereka kembali mandi di kali. Lalu mereka merokok at=
au mengunyah sirih sambil mengobrol. Saat musim kemarau mereka bermain la=
yang-layang di lapangan-lapangan dan taman-taman di Batavia. Layangan mere=
ka ada yang bersayap seperti burung, ada yang seperti naga, ada juga yang =
bisa berbunyi. Ada yang disebut "sawangan", "palembang", "kuncir", dsb.
=20
Ada juga layangan aduan. Layangan berbentuk trapesium dari bambu dan kerta=
s tipis itu digambari
tokoh-tokoh wayang. Benangnya diberi gelasan, yaitu tumbukan beling yang d=
icampur dengan perekat.
=20
Mereka juga mengadu ayam atau jangkrik, tapi secara diam-diam karena dilar=
ang oleh pemerintah. Dalam semua permainan itu, betapa pun juga serunya, m=
ereka tidak berteriak-teriak seperti orang Barat yang "barbar". Mereka me=
njaga perasaannya dan menekan rasa irinya terhadap lawan.
=20
Ayam aduan dipelihara dengan seksama. Hewan itu diberi nasi, air, daging c=
incang, dan jamu!
Takarannya sangat cermat. Secara berkala binatang itu dimandikan, dikerama=
si, dijemur, dipijat leher, sayap, dan pahanya supaya kuat dan luwes.
=20=20
Penduduk pribumi juga senang menonton wayang: wayang orang, wayang kulit. =
Musik pengiringnya gamelan dan ceritanya diambil dari Mahabharata dan Rama=
yana.
=20
Masih banyak buaya Saya mendengar pelbagai dongeng: dongeng Nyai Loro Kid=
ul, dongeng Kyai Belorong, dan macam-macam lagi. Namun, rasanya buaya-buay=
a yang hidup di rawa-rawa muara Kali Betawi lebih ditakuti daripada Kyai =
Belorong. Kadang-kadang reptil itu kelihatan berjemur dengan mulut mengang=
ga. Mereka menunggu bangkai binatang yang dihanyutkan air. Ada kalanya me=
reka juga menyambar manusia yang sedang mandi. Karena dianggap berbahaya, =
beberapa tahun sebelumnya pemerintah menjanjikan hadiah bagi orang yang bis=
a menangkap buaya. Lalu berdatanganlah penduduk yang memikul bangkai-bang=
kai anak buaya dengan bambu. Walaupun bukan buaya dewasa, pembawanya menda=
pat hadiah juga.
Kemudian baru ketahuan bahwa penduduk bukan menangkap buaya, melainkan men=
gambil telurnya untuk ditetaskan. Setelah dipelihara beberapa lama, anak b=
uaya ini dibawa kepada sekaut (polisi). Sejak itu hadiah dihentikan dan bu=
aya-buaya dibiarkan berkembang biak di pantai utara Pulau Jawa.=20
=20
Sesekali ada juga pemburu yang sok mau berburu buaya. Mereka mengintai berl=
ama-lama di rawa-rawa.Yang mereka peroleh bukan binatang buruan, melainkan =
demam. Demamnya berbahaya lagi!Jawa bagi saya, seperti bagi banyak orang, m=
emang harus selalu merupakan negeri dalam mimpi, Negeri Dongeng, dan rumah =
yang bahagia bagi penduduknya. (HI)
[Bersambung....]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->=20
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->=20
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: