[ppi] [ppiindia] SURAT KEMBANG KEMUNING: PUISI KITA MEMANG MEMERLUKAN KRITIK
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>,<wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>,"ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Sun, 30 May 2004 06:19:21 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Surat Kembang Kemuning:
PUISI KITA MEMANG MEMERLUKAN KRITIK
[Suatu Percobaan Mawas Diri]
Tanggal 28 Mei 2004 yang lalu, milis sastra_tki@xxxxxxxxxxxxxxx telah
menyiarkan sebuah komentar singkat hanya sebaris dari seseorang yang menyebut
diri "akar-rumput bangsa" dan kemudian menandatangani komentar sebaris itu
dengan nama "Sekh Zibril" [selanjutnya saya sebut dengan Sekh Zibril. Komentar
sebaris yang disampaikan dengan sopan dan nampak berhati-hati itu diperlihatkan
oleh empat patah kata pendahuluan: "Maaf ya, jangan tersinggung", menilai
"sanjak" ku termasuk sebagai sanjak "jelek" dan "kurang menggugah" .Lengkapnya
komentar sebaris , tepatnya tiga baris termasuk tandatangan, Sekh Zibril
tersebut adalah sebagai berikut:
"Maaf ya, jangan tersinggung, kenapa ya puisi di milis ini selalu jelek-jelek
menurut ukuran saya, kurang menggugah.
Salam
Sekh Zibril"
Sebagai salah satu contoh dari puisi "jelek-jelek" dan "kurang menggugah" yang
disiarkan oleh sastra_tki@xxxxxxxxxxxxxxx , Sekh Zibril melampirkan sanjakku di
bawah ini:
MAKA KUCATAT KUNYANYIKAN NAMAMU
saban kutelusuri tebing-tebing sungai
pada gelombang siang dan malam
pada riaknya masih jelas kubaca
pada angin katedral turun membelai
kata hatimu dalam huruf-huruf besar tertera
jelas terukir di tembok-tembok kota dan terdengar
padanya pun namamu pun jelas kubaca
bisa kueja aksara demi aksara*]
tanyakan seine
tanyakan montmartre
jembatan sembilan
tanyakan semuanya yang di paris
pahit-getir tak pernah mengobah
bahwa dirimu tetap dirimu
tak pernah teriming-iming
tak pernah tergertak ditakut-takuti oleh security act atau pendekatan keamanan
orba
cintapun tetap utuh
tak terkutik
tak tak tergelitik
seinci jua
tak terbeli
benarkah
perempuan lebih sanggup
jadi manusia?
lelaki sering lebih konyol dari perempuan
karena itu jangan pernah katakan perempuan itu pengecut
lelaki sering lebih pengecut dan munafik
terlalu egosentrik
kerna ketegangan penis satu dua detik jadi mabuk dan segalanya terlempar suka
sekali mengoceh
apalagi jika mereka jendral dan presiden
pelacur!
apakah maknanya?
lelaki lebih pelacur dari semua pelacur
jenis yang paling pura-pura tak berkebudayaan
pastur, pendeta, haji sama saja tak lebih mulia
bukan jaminan kemuliaan
mereka tak lebih mulia dari perempuan yang dijadikan obyek birahi atas nama
kesuciaan
selayaknya perempuan setia cinta itu nabi dan malaikat
kekasihku abadi yang bertutur terus-terang mencatatnya di tembok-tembok kota
di daun-daun
menulisnya di awan
di permukaan sungai
dan di mana saja
ia menasehatiku untuk berani tidak munafik
untuk berani jadi putera bumi hari ini
perempuan dan lelaki
cinta dan berahi
ditakar dari pada diri
bukan pada sebutan
atau predikat resmi
yang sering hanyalah gantang hampa
sarana kejahatan
hukum
agama
tuhan
dan dewa
malaikat apalagi tentara
sering lebih dari pelacur dari pelacur
kekuasan sering memerosotkan
mari katakan dengan jujur
ujar kekasihku dengan siapa aku menyatu
menjadi kekasih itu tak gampang
menjadi lelaki
menjadi perempuan
menjadi manusiawi
kemuliaan paling mulia
sungguh tak sederhana
maka ia kubanggakan
lebih tak sederhana
lebih dari segala
lebih dari sebutan
lebih dari gelar akademi
kekasih abadi
dan cinta sejati
lebih utama
dan langka
maka sayang
kunyanyikan
kucatat namamu
kekasih abadi
kekasih
dan abadi
Paris, Mei 2004.
---------------------
JJ.Kusni
Catatan:
*]. Kalimat ini tadinya berbunyi "huruf per huruf".
Di sini kukutip lengkap komentar empat kalimat [termasuk tanda tangan] itu dan
"sanjak"ku , dengan maksud memudahkan pembicaraan serta berharap bisa
membantu pembaca untuk mengikuti pembicaraan.
Setelah merenungi isi komentar sebaris di atas maka yang tertangkap padaku
yaitu adanya antara lain soal-soal berikut: [1]. tentang masalah kritik dan
karya sastra, termasuk puisi; [2]. metode penyimpulan; [3]. standar baik dan
jelek; [4]. bersastra untuk apa.
[1] .Kritik dan Karya Sastra:
Pada titik ini terdapat beberapa anak masalah: [A] fungsi kritik; [B].
bagaimana mengkritik; [C]. menyikapi kritik.
1.A. Fungsi Kritik.
Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia [terbitan Departemen Pendidik
Dan Kebudayaan & Balai Pustaka, Jakarta, 1988], maka kritik diartikan sebagai
"kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik
buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dsb". Selanjutnya "Kamus Besar"
merumuskan "kritikus" : "orang yang ahli dalam memberikan pertimbangan
[pembahasan] tentang baik buruknya sesuatu" [hlm.466]. Ketika berbicara soal
"baik buruk" artinya kita sampai pada soal masalah kriteria: "ukuran yang
menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu" [hlm. 466]. Dengan kriterium
inilah barangkali kritik bertujuan menempatkan sesuatu yang dikritik pada alur
semestinya sesuai kriterium. Atas dasar kriterium ini pula maka apresiasi
dilakukan dan dikembangkan ke jurusan sesuai kriterium. Kriterium juga
digunakan untuk memberikan penilaian baik atau buruk. Dengan demikian,
sesungguhnya baik, buruk atau jelek dan kata sifat lainnya, tidak berbeda dari
kritik
. Karena itu kritikus atau penilai yang serius, selayaknya memberikan
penjelasan dasar-dasar kriterium yang dia gunakan. Kriterium yang juga berlaku
terhadap dirinya sendiri. Berdasarkan pandangan ini maka ketika seorang
seorang kritikus atau penilai mengetengahkan kritiknya, ia sekaligus
mengemukakan patokan-patokan untuk menilai dirinya sendiri.
Pada saat pengkritik [kritikus] atau penilai, melangkah lebih lanjut dan
lebih jauh dari keumuman maka dengan langkah ini kritikus mencoba menawarkan
ide-ide terobosan. Bisa terjadi antara kritikus dan yang dikritik terdapat
kesejajaran alur kriterium, dan dalam hal ini kritik berfungsi lebih memberikan
penjelasan tukikan lengkap dengan latar sejarah pikiran dan orang yang dikritik
untuk lebih memperjelaskan masalah. Karena alur pikiran tertentu biasanya tidak
mengawang tapi terletak pada latar sejarah sosial dan kejadian tertentu.
Kriterium dan kriterium itu sendiri tidak bebas dari perdebatan dan terbuka
bagi perdebatan. Sehingga dengan ini kritik pun berada dijalur yang tak bebas
dari subyektivisme. Kriterium adalah nilai tertentu yang dianut oleh seseorang.
Nilai adalah majemuk dan umumnya bertautan dengan keadaan sosial tertentu di
mana kritikus itu berada.
Kritikus dan yang dikritik , katakanlah penulis, yang jujur, sesungguhnya
sama-sama mencoba menggali dan mengangkat hakekat dan yang benar. Membedakannya
dengan yang salah.Bisa terjadi yang tidak dilihat oleh yang seorang, akan
dilihat oleh yang lain. Sehingga kedua-duanya saling melengkapi dalam usaha
memperoleh keutuhan hakekat. Yang seorang melihat dari barat, sedangkan yang
lain melihatnya dari timur. Yang seorang melihatnya dari kanan sedang yang lain
melihat dari kiri. Dan seterusnya. Sehingga dengan demikian suatu obyek yang
sama dilihat dari berbagai segi dan memungkinkan kita memperoleh gambaran
relatif utuh tentang obyek tersebut. Dari segi ini maka kritik atau penilaian
berfungsi sangat positif bahkan sangat bermanfaat dalam usaha memperoleh
gambaran utuh tentang suatu obyek dan bisa dipandang sebagai bagian dari
epistemologi pengetahuan dan tidak ada alasan apapun bagi yang dikritik atau
dinilai untuk merasa tersinggung. Jika tersinggung karena kritik, atau kh
awatir menyinggung orang lain ketika menyampaikan kritik, agaknya kekhawatiran
dan sikap ini mencerminkan keraguan tentang arti dan fungsi kritik.
Sudut pandang dalam melihat sebuah obyek membuat kriterium yang digunakan pun
berbeda. "Mengggugah" atau "tidak menggugah" " ...poem that moves you." Puisi
yang membakar! Puisi yang menyalakan semangat! Puisi yang membangkitkan
amarah!" "....poem that touches you in the heart." Puisi yang menyentuh hati.
Puisi yang melembutkan perasaan. Puisi yang membuat orang menitikkan air mata",
"......poem that widens your horizon." Puisi yang membuka cakrawala. Puisi yang
mencerdaskan. Puisi yang membawa pencerahan", ""...poem that takes you into
it." "Puisi yang membuat pembacanya merasa menjadi bagian dari puisi itu.
Puisi yang secara pas --meskipun mungkin hanya kebetulan belaka-- merefleksikan
perasaan dan pikiran pembacanya" termasuk beberapa kriteria yang bersifat
"kegunaan". Tapi kegunaan hanyalah salah satu sisi saja dari puisi, terutama
fungsi puisi bukan puisi itu secara keseluruhan. Secara keseluruhan, puisi
mengandung unsur-unsur lain di samping faktor kegunaan. Melihat pu
isi hanya dari kegunaan barangkali menempatkan puisi pada ruang yang sangat
minim. Kritik atau penilaian yang serius selayaknya memperhitungkan unsur-unsur
puisi secara utuh sebagai puisi. Tapi betapapun minimnya suatu kritik atau
penilaian, layak selalu diperhatikan sebagai alat memeriksa diri, dan dengan
sikap inilah aku menyambut kritik atau penilaian Sekh Zibril. Aku mencoba
sebisa mungkin untuk menangkap inti pendapatnya dengan berpatokan pada sikap
bahwa "yang berkata tidak berdosa, yang mendengar patut waspada".
[Bersambung.....]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] SURAT KEMBANG KEMUNING: PUISI KITA MEMANG MEMERLUKAN KRITIK