[ppi] [ppiindia] SURAT KEMBANG KEMUNING: "HARI SASTRA INDONESIA" PERTAMA DI PARIS [23]
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Sun, 31 Oct 2004 21:13:11 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
SURAT KEMBANG KEMUNING:
"HARI SASTRA INDONESIA" PERTAMA DI PARIS [23].
Dalam usaha melaksanakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan: "Siapa aku dan=
aku mau apa?", tidak jarang Pram, berjalan sendiri. "Dalam menghadapi sega=
la masalah, pada hakekatnya pengarang memang seorang diri", ujar Pram dalam=
filem dokumenter biografis di atas. Kesendirian sebagai pengarang ini buka=
nlah sikap baru pada Pram. Inipun dilakukannya ketika ia sudah bergabung de=
ngan Lembaga Kebudayaan Rakyat [Lekra]. Kesendirian pengarang pada hakekat=
nya tidak lain dari ujud kebebasan berpikir seorang pengarang yang merupaka=
n bagian dari sifat rofesi dan kedudukannya sebagai warga "Republik Berdaul=
at Sastra-seni" yang tidak pernah berhenti bertanya dan mencoba menjawab pe=
rtanyaan-pertanyaannya sendiri. Kesendirian dalam bertanya dan mencari jawa=
b membuat pengarang selalu dilanda kegelisahan dan oleh yang tidak memahami=
watak ini, kesendirian sering ditafsirkan sebagai pertikaian atau perpecah=
an dengan teman-temannya. Ciri dan pandangan tentang kesendirian begini, se=
sungguhnya bukan hanya dilakukan oleh Pram seorang, tetapi boleh dikatakan =
terdapat pada anggota-anggota Lekra lainnya sehingga debat di kalangan me=
reka tidak pernah berhenti, tapi tidak dalam arah besar tentang sastra-seni=
engag=E9. Apapun perbedaan pendapat di kalangan, setajam apapun perbedaan =
pendapat itu, betapa pun para seniman Lekra berjalan dengan kesendirian me=
reka, mereka tetap satu di arah besar ini. Di arah besar ini, tidak pernah =
perbedaan pendapat di kalangan mereka, siapa pun dari mereka tidak mengacau=
kan kawan dan lawan, tidak mengalihkan kontradiksi di kalangan teman mereka=
angkat menjadi kontradiksi yang bersifat antagonis [lihat pembicaraan Oei =
Haidjoen dalam diskusi tentang Lekra yang diselenggarakan oleh Jaringan Ker=
ja Budaya, Jakarta]. Sesuai dengan pemahaman tentang watak berbeda kedua ko=
ntradiksi ini, mereka tidak akan mengumbar keluar kelemahan dan perbedaan p=
endapat itu. Karena masing-masing melihat bahwa jawaban yang mereka anut ma=
sih bersifat hipotesa seorang penanya.
Pram sebagai seorang pengarang yang melihat "sejarah sebagai daerah kembara=
", sesuai dengan profesi ini, ia selalu merenung. Hasil renungan yang ia la=
ksanakan telah membuatnya kehilangan 30 tahun kemerdekaan selama 50 tahun u=
sia Republik Indonesia. Kehilangan hak-hak sipilnya. Tapi Pram tidak menyer=
ah dan tidak menangis. Bahkan siap bahwa langkah-langkahnya dihentikan ajal=
. Ketika di Buru, ia sudah menulis Catatan Warisan kepada anaknya jika kemu=
dian tiba-tiba ajal tiba. Merasa bahwa hak-hak sipil termasuk kemerdekaan =
merupakan hak utuhnya, maka dengan keberanian dan keteguhan, Pram berjuang =
merebut kembali hak-hak yang dirampas itu. "Kewarganegaraan harus diperoleh=
kembali dengan berkelahi", ujar Pram dalam filem dokumenter biografis di a=
tas. Filem ini menjadi makin menarik dan mengesankan oleh renungan-renungan=
Pram yang ketika mendengarnya, aku merasakan memperoleh suatu kekuatan bar=
u guna memenangi hidup yang tidak ramah. Menjadikan kehidupan sebagai sepot=
ong kayu atau segumpal batu untuk ditatah jadi patung indah. Tidak semua or=
ang pandai menyimpulkan pengalaman hidupnya, tapi agaknya Pram seperti yang=
diperlihatkan dalam filem di atas, termasuk seorang yang pandai menyimpulk=
an pengalamannya menjadi suatu rumusan bersaripati.=20
Ketika mengembarai padang sejarah, dari pengalaman pengembaraannya, Pram me=
ndapatkan bangsanya "suka main kroyok". "Watak bangsa kita suka main kroyok=
", ujarnya. "Watak main kroyok" ini, jika direnungkan barangkali tidak lepa=
s dari kemalasan berpikir, sehingga lebih menyenangi sikap ikut-ikutan yang=
oleh orang Dayak disebut watak "kambing tumbur" atau seperti kawanan bebek=
yang berjalan sesuai dengan arah si jantan di depan mereka sebagaimana dil=
ukiskan oleh Joko Pekik dalam sebuah karyanya. Kemalasan berpikir dan kemal=
asan belajar menjadi lahan subur bagi otoritarianisme dan kekerasan. Karena=
untuk melakukan kekerasan tidak diperlukan perenungan. Asal merasa diri ku=
at antara lain melalui sistem kroyok dan hasutan, maka kekerasan sudah bisa=
dilakukan. Pengarang yang menurut Pram selayaknya berwatak "avantgardiste"=
[pembidas] adalah seorang yang berpikir dan menolak kroyokisme tapi juga t=
idak gentar dikeroyok sesuai dengan watak pengarang yang menurut Pram "send=
irian menghadapi segala tantangan". Sejalan dengan pandangan "avantgardiste=
" inilah barangkali bisa dipahami kata-kata penyair Perancis, Baudelaire ba=
hwa "penyair merupakan kritikus terbaik".
Untuk menjadi pengarang dengan watak "avantgardiste", Pram menempuh perjala=
nan panjang, terutama untuk mengatasi perasaan rendah dirinya. Benar bahwa =
ia menulis sejak berada di Sekolah Rendah [Sekolah Dasar] Institut Boedi Oe=
tomo. Pram sudah menyelesaikan pendidikan tingkat Sekolah Rendahnya, tapi s=
ang ayah menyuruh Pram mengulang karena dianggap pengethauannya tidak padan=
. Sikap ayah ini menimbulkan rasa kurang percaya diri pada Pram. Ditambah l=
agi ketika kemudian di kantor Balai Pustaka, Idrus mengatakan:
- "O, kau yang bernama Pram".=20
+ "Ya", jawab Pram.
- "Kau tak menulis tapi berak!", ujar Idrus.=20
Sikap ayah dan Idrus ini membuat rasa percaya diri Pram berkembang menjadi =
rendah diri.Sikap rendah diri ini baru hilang ketika Pram berada di Negeri=
Belanda. Pada usia 27 tahun, di Negeri Belanda berkenalan dengan seorang n=
oni Belanda dan kemudian melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya. Hu=
bungan intim pertama kali inilah yang telah menghilangkan rasa rendah diri =
pada Pram. Pram tidak menjelaskan alasannya. Barangkali, karena yang jadi p=
atnernya adalah seorang bul=E9 dan sebagai anak Indonesia yang punya komple=
ks rendah diri, ternyata telah melakukan hubungan eks di mana tidak lagi pe=
rbedaan tinggi rendah, bul=E9 dan tidak, sehingga melahirkan kembali percay=
a diri pada Pram. Barangkali! Sebab di filem, kita hanya menyaksikan Pram =
berucap sambil seakan menahan perasaan geli sendiri.=20
Sejak ia bisa mengatasi kompleks rendah diri ini, Pram kemudian menganggap =
Idrus sebagai "guru besarnya". "Idrus adalah guru besar saya", ujarnya.=20
Dari kejadian dengan Idrus ini kembali aku melihat bahwa hal negatif bisa m=
enjadi positif jika kita memperlakukannya secara tepat. Dengan kata lain ba=
hwa hal-ikhwal selalu bersegi majemuk dan bukan hanya sebatas dua warna: hi=
tam dan putih. Seperti dikatakan para arif bijaksana bahwa hal-ikhwal itu b=
erjalan sesuai hukum "satu pecah jadi dua". Sedangkan "dua jadi satu" hany=
alah jalanan proses "satu pecah jadi dua". "Segalanya mengalir", ujar Hera=
clitus yang kemudian juga menulis:=20
"All is flux". "Upon those who step into the same river, there flows differ=
ent waters in different cases". "A river is such that if we step into it at=
different times at the same place, the water must be different, or else t=
here is no river [flowing water"]. "You could not step twice into the same =
river".
Jika demikian, watak "main kroyok" bangsa kita seperti yang dikemukakan ole=
h Pram juga bukanlah suatu kelanggengan. Apakah "jati diri" yang dikemukaka=
n baru-baru ini oleh Presiden SBY bisa dipandang sebagai "politik kebudayaa=
n baru" bagi Indonesia yang mendekati "berkepribadian di bidang kebudayaan"=
seperti yang dikemukakan oleh Bung Karno dulu? Mungkinkah politik kebudaya=
an baru [jika memang ia suatu politik kebudayaan] ini setapak demi setapak =
melenyapkan "kroyokisme" yang tentu lain dari solidaritas manusiawi?
Filem dokumenter biografis tentang Pram ini, bagiku sendiri, telah memberi =
tambahan berharga bagi khazanah pemikiran.
Paris, Oktober 2004
-----------------
JJ.KUSNI
[Bersambung...]
Catatan:
Foto terlampir:John McGlynn dari Yayasan Lontar,Jakarta, produsen filem do=
kumenter biografis Pramoedya A.Toer,bersama Joesoef Isak dari Hasta Mitra, =
Jakarta dalam "Hari Sastra Indonesia" Pertama yang berlangsung di l'Insti=
tut N=E9erlandais, Paris , 9 Oktober 2004.[Dokumen JJK].
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->=20
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->=20
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] SURAT KEMBANG KEMUNING: "HARI SASTRA INDONESIA" PERTAMA DI PARIS [23]