[ppi] [ppiindia] SURAT DARI PARIS:JULIAN MEMBUNUH TEMAN SEPERMAINANNYA
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>,<wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>,"ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Thu, 29 Apr 2004 09:34:19 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
SURAT DARI PARIS:
JULIAN MEMBUNUH TEMAN SEPERMAINANNYA
Julian , seorang murid Sekolah Dasar [SD] telah dibawa ke depan pengadilan
Perancis karena telah membunuhteman perempuannya seorang perempuan yang lebih
muda dari dia dengan 40 bacokan pisau. Pembacokan ini berlangsung hanya 10
meter dari rumah orangtua gadis teman sepermainan Julian itu. Ketika melakukan
pembacokan ini, Julian mengenakan pakaian seperti yang digunakan oleh tokoh
hantu dalam filem horor Amerika "Scream". Dalam keterangannya di depan siaran
tivi Perancis: France2, pembela Julian mengatakan bahwa sebelum tragedi ini
terjadi, Julian menjadi pendiam dan memperlihatkan banyak perobahan sikap.
Julian sering mengenakan pakaian hantu seperti yang dilihatnya dalam filem
horor tersebut, hanya saja orangtuanya kurang menaruh perhatian pada
gejala-gejala ini. Agaknya Julian sampai sekarang belum sadar benar tentang
mengapa ia melakukan pembacokan. Ia hanya mengetahui bahwa teman perempuan
sepermainannya telah meninggal oleh perbuatannya. Ketika ditanya oleh pembela,
mengapa ia melakukan hal demikian, ia masih tidak bisa menjelaskannya dan
diam. Hanya saja, orang-orang menduga bahwa tokoh hantu dalam filem "Scream"
itu telah begitu dalam dikhayatinya dan mempengaruhinya.
Kasus ini tentu saja menggoncangkan seluruh masyarakat Perancis. Apalagi
kejadian begini tidak terjadi baru untuk pertama kalinya. Jauh sebelum
pembacokan oleh Julian, bocah lain seusia Julian pernah pula melakukan tindakan
kriminal terhadap teman sepermainannya dengan menggunakan senjata api ayahnya.
Tindak kriminal inipun terjadi setelah anak terkait menyaksikan filem Amerika
yang menampilkan adegan-adegan kekerasan. Oleh berulangkalinya
kejadian-kejadian tragis begini terjadi, maka perdebatan sengit melalui media
massa cetak berlangsung mengenai masalah filem horor dan kekerasan.
Menyimpulkan perdebatan ini, Kementerian Pendididikan dan Kebudayaan memutuskan
untuk mematasi jumlah filem-filem horor dan kekerasan disiarkan melalui tivi.
Ditetapkan pula oleh Peraturan Menteri bahwa filem-filem tertentu terlarang
untuk kanak-kanak di bawah umur ditunjukkan melalui tanda-tanda khusus di pojok
kanan pesawat teleivisi. Hanya saja, larangan adalah larangan, tidak menutup
kem
ungkinan bagi para bocah di waktu senggangnya untuk menyaksikan filem-filem
terlarang yang bagaimana pun juga. Apalagi jika orangtua mereka sering tidak
berada bersama mereka oleh kesibukan di luar.
Tindak kekerasan yang dilakukan oleh para bocah dan remaja begini juga makin
marak di sekolah-sekolah. Pernah terjadi dan bukan hanya sekali dua kali
seorang murid SD diperkosa secara kolektif oleh teman-teman sesekolahnya.
Sedangkan anak teman dekat saya sendiri, sebulan lalu telah dikeroyok oleh
beberapa orang remaja dari sekolah tetangga, hanya untuk memperoleh sebuah HP.
Anak teman dekat saya ini telah dipukul pelipisnya beberapa kali sehingga ia
hampir pingsan, dan pada saat inilah HP [hand phone]nya dirampas. Seorang
guru pun tidak jarang menjadi sasaran keroyokan murid-muridnya.
Untuk menangani masalah kekerasan di sekolah maka Kementerian pendidikan telah
mengeluarkan berbagai ketentuan preventif dan memperkuat keamanan di
sekolah-sekolah. Kejadian demi kejadian begini telah membangkitkan kesadaran
seluruh masyarakat akan bahaya filem horor dan kekerasan terhadap para bocah
dan remaja mereka.
Apa yang sekarang terjadi di Perancis mengingatkan saya akan apa yang pernah
saya alami serindiri ketika masih remaja di Jogjakarta. Pada masa itu, filem
Western atau koboi sangat umum diputar di berbagai bioskop. Begitu usai
menonton filem-filem tersebut, saya yang merasa masih tercengkam oleh suasana
yang diperlihatkan oleh ilem, ketika keluar menjadi seperti tokoh hidup dari
tokoh yang baru saya lihat. Sedang dalam kehidupan sehari-hari, saya sering
menyaksikan beberapa remaja yang juga sering menonton filem-filem Western ,
berulah seperti tokoh-tokoh dalam filem Western itu. Keadaan serupa juga
kembali saya saksikan ketika saya berada di Vietnam. Di negeri ini, filem yang
banyak diputar adalah filem-filem dari Uni Soviet. Pengaruh dari filem-filem
ini juga segera nampak dalam kehidupan sehari-hari , antara lain pada cara
berdandan dan tingkah laku gadis-gadis Vietnam.
Bukan hanya filem yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan remaja. Saya
merasakan sendiri bagaimana pengaruh karya sastra pada diri saya. Ketika
meninggalkan rumah orangtua untuk mencari lanjutan sekolah, saya mencari tokoh
pegangan pengganti orangtua pada karya-karya sastra. Dalam pencarian ini, pada
mulanya saya bertemu dengan tokoh-tokoh Chairil Anwar dan tokoh Iskandar pada
karya Utuy Tatang Sontani :"Bunga Rumah Makan". Tokoh-tokoh yang dibayangkan
oleh Chairil Anwar dan tokoh Iskandar, sangat mempengaruhi diri saya walaupun
kemudian mereka rontok dalam pencarian saya berikutnya dan digantikan oleh
tokoh baru. Saya juga sempat demikian terpengaruh oleh tokoh-tokoh cerita
detektif serial karya Yoesoef Sjo'ib dari Medan. Sampai-sampai ketika salah
satu tokoh pujaan saya mati, saya merasa sangat sedih selama berhari-hari.
Dengan penuturan ini yang ingin saya tunjukkan tidak lain dari disadari atau
tidak, sastra-seni mempunyai pengaruh terhadap masyarakat dan terutama dalam
pembentukan watak serta wajah imajinasi. Inipun nampak pada kasus Julian yang
telah membunuh teman sepermainannya dengan 40 bacokan pisau karena begitu
dirasuki oleh tokoh hantu dalam filem "Scream". Karya sastra-seni turut
membentuk pola pikir, mentalitas dan perilaku pembaca atau konsumennya. Karena
itu dari pihak sastrawan dan seniman dituntut adanya suatu tanggungjawab
kemanusiaan dalam berkarya. Tentu saja, ada tidaknya dan bagaimana ujud
tanggungjawab ini tidak terlepaskan dari pilihan politik kebudayaan suatu
bangsa, tidak lepas dari nilai dominan dalam masyarakat pada suatu waktu
tertentu, tidak lepas dari kelas-kelas yang berdominasi, juga tidak lepas dari
tingkat kesadaran dan wawasan sang seniman itu sendiri. Dari kasus Julian ini
nampak bahwa seniman yang hanya menempatkan uang sebagai patokan tertinggi,
akhirnya
bisa menjadi seorang pembunuh dengan menggunakan tangan orang lain. Kasus
Julian selayaknya menjadi pertanyaan kepada para seniman: Apa-siapakah
sastrawan dan seniman itu? Sedangkan kepada pemegang kekuasaan politik, kasus
Julian mempertanyakan tentang politik kebudayaan bagaimana yang akan dipilih.
Paris, April 2004.
-----------------
JJ.KUSNI
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] SURAT DARI PARIS:JULIAN MEMBUNUH TEMAN SEPERMAINANNYA