[ppi] [ppiindia] SBY-JK Harus Tunjukkan Bukti
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 22 Oct 2005 00:48:03 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/10/22/o3.htm
SBY-JK Harus Tunjukkan Bukti
PADA 20 Oktober, dua hari lalu, genap setahun pemerintahan SBY-JK. Banyak yang
kecewa dengan jalannya pemerintahan SBY dengan Kabinet Indonesia Bersatu-nya.
Kekecewaan itu menyangkut penanganan korupsi dan kenaikan harga BBM yang
diikuti dengan melambungnya harga barang-barang lainnya.
Ada pernyataan menarik dari Deputi Bidang Informasi dan Data KPK Dr. Syamsa
Ardisasmita tentang korupsi. Kata dia (BP, 21/10) KPK merasa sendiri dalam
memberantas korupsi. Ia mengibaratkan KPK seperti nyala sebatang lilin dalam
kegelapan. Sementara lilin-lilin yang lain yang sebenarnya harus menyala untuk
menerangi kegelapan ternyata tak menyala.
Apa yang disampaikan Syamsa memang ada benarnya. Hal ini menyusul penangkapan
sejumlah aparat di MA. Demikian pula 'nyanyian' Probosutjejo yang menyatakan
hakim dan jaksa di PN, PT yang pernah menangani kasusnya, juga kecipratan dana
16 milyar yang telah dibagi-bagikannya.
Kondisi ini sangat memprihatinkan setelah setahun SBY memerintah. Ini semua
menunjukkan betapa dibutuhkan amunisi yang cukup dalam peperangan melawan
korupsi.
Padahal pemerintah telah menyiapkan UU Nomor 30 tahun 2002 tentang pembentukan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi ini diharapkan menjadi salah satu
tonggak hukum pemberantasan kejahatan terhadap keuangan negara.
Berangkat dari undang-undang tersebut kemudian dibentuklah sebuah komisi dengan
berbagai hak yang luar biasa untuk memadamkan praktik korupsi yang juga luar
biasa, wewenang melakukan penangkapan, penyelidikan, penyidikan dan penuntutan.
Harus diakui usaha-usaha memerangi korupsi mulai menampakkan hasil. Antara lain
Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia 2005 mulai membaik. Dari survai yang
dilakukan oleh Transparency Internasional pada 2005, 159 negara yang diteliti,
Indonesia berada pada urutan keenam negara terkorup di dunia dengan skor 2,2.
Peringkat itu lebih baik dibandingkan tahun 2004 yang menempati peringkat
kelima dengan skor 2,0 dan pada 2003 skor Indonesia tercatat 1,9.
Meski demikian, secara umum upaya pemberantasan korupsi di Indonesia yang
dilakukan masih akan menemui banyak hambatan, salah satunya adalah lemahnya
institusi penegak hukum dalam menggerus korupsi.
Selain masalah korupsi, pemerintahan SBY-JK juga dinilai kurang peduli pada
rakyat kecil. Semboyan "Bersama Kita Bisa" agaknya sudah berubah menjadi
"Bersama Kita Bisa Menderita."
Buktinya, kenaikan harga BBM telah membuat melambungnya harga kebutuhan pokok.
Kebijakan SBY-JK dengan menaikkan harga BBM menyebabkan terjadi pemiskinan
rakyat.
Tentang solusi pemerintah dengan memberikan dana kompensasi BBM, banyak yang
menilai hanya bersifat pelipur lara. Karena dana itu hanya diberikan untuk 15
propinsi se-Indonesia dan hanya Rp 100 ribu/bulan.
Yang lebih memprihatinkan, cara pendistribusian dana subsidi tersebut juga
kurang koordinatif. Selain penerimanya banyak yang salah, juga pembagiannnya
banyak menelan korban. Selain banyak yang pingsan, para pengantre subsidi juga
ada yang sampai meninggal. Itu artinya, rakyat benar-benar sudah menderita,
sehingga mereka rela berebut uang kompensasi sampai mati. Kalau mereka
sejahtera tentu tidak begitu. Apakah hal itu masih dianggap kecelakaan dan
cukup diatasi dengan loket khusus lansia?
Berangkat dari dua hal itu, pemerintah sekarang mesti bekerja lebih keras lagi.
Sekarang tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk mencari-cari alasan
ketidak berhasilananya. Sebab rakyat telah melakukan pengorbanan dengan
''menyetujui'' kenaikan harga BBM yang sangat besar. Kalau hal ini disia-siakan
maka rakyat selamanya takkan pernah percaya dan hal lain yang lebih besar bisa
saja terjadi.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] SBY-JK Harus Tunjukkan Bukti