[ppi] [ppiindia] SBY perintahkan Alwi Shihab tinggal di Banda Aceh
- From: radityo djadjoeri <radityo_dj@xxxxxxxxx>
- To: cari@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Fri, 31 Dec 2004 17:41:23 -0800 (PST)
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
SBY meminta Alwi Shihab tinggal di Banda Aceh, dan Bachtiar Chamsyah tinggal di
Meulaboh. Cukup bagus juga strategi SBY. Bagaimana Menkes? Soalnya ada kabar
tidak
enak dua hari lalu dia malah nongkrong berjam-jam ngecat rambutnya di sebuah
salon kecantikan di Plaza Senayan, Jakarta.
Salam,
RD
Kompas
Sabtu, 01 Januari 2005
Presiden Instruksikan Menko Kesra Tinggal di Banda Aceh
Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan agar
Menteri Koordinator
Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab tinggal di Banda Aceh agar dapat
mengefektifkan koordinasi
pelaksanaan tanggap darurat kepada para korban bencana gempa dan tsunami di
Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam dan Sumatera Utara.
"Untuk efektifkan koordinasi di lapangan, saya diinstruksikan sebagai Ketua
Harian Bakornas
Penanggulangan Bencana dan Pengungsi untuk tinggal di Banda Aceh, dibantu
Kepala Staf Angkatan Darat
dan seorang perwira tinggi Kepolisian RI berbintang tiga," kata Menteri
Koordinator Kesejahteraan
Rakyat (Menko Kesra) Alwi Shihab seusai rapat kabinet terbatas di Kantor
Kepresidenan di Jakarta,
Jumat (31/12).
Selain menunjuk Alwi Shihab sebagai koordinator lapangan untuk seluruh Aceh,
Presiden juga
menetapkan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah sebagai koordinator lapangan untuk
Meulaboh dan
berkedudukan di Meulaboh. Sementara Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku
Rizal Nurdin ditunjuk
sebagai koordinator lapangan untuk wilayah Sumut dan koordinator bantuan daerah
belakang
berkedudukan di Medan.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu sebagai Koordinator
Operasi Bhakti
TNI/Polri didampingi Kepala Badan Pembinaan Hukum Kepolisian Negara RI sebagai
wakil koordinator.
"Saya seharusnya berangkat sore ini, tetapi karena pesawat yang mengangkut
penumpang tidak ada yang
available ke Banda Aceh, saya tunda besok pagi. Berangkat bersama Presiden yang
akan meninjau
langsung Banda Aceh dan Meulaboh," ujar Alwi menanggapi penugasan yang
diberikan Presiden kepadanya.
Perintah itu dikeluarkan karena Presiden berpendapat perlu ada pejabat negara
setingkat menteri
koordinator yang berada langsung di lapangan.
"Sebagai Ketua Harian Bakornas, saya mengundang beberapa teman dari LSM
bersama- sama saya tinggal
di Banda Aceh, untuk bekerja sama dengan Ketua Bakornas melakukan
penanggulangan bencana. Siapa
saja, dua atau tiga orang tokoh yang ditentukan oleh kalangan LSM sendiri. Ini
agar kerja sama kita
lebih efektif, komunikasi lebih lancar, dan masukan dari masyarakat dan LSM
dapat disalurkan secara
baik," ujar Alwi.
Pada hari yang sama, Presiden menerima anggota Masyarakat Madani, antara lain
Teten Masduki, Imam
Prasodjo, Faisal Basri, Mayling Oey Gardner, Saparinah Sadli, Ulil Abshar-
Abdalla, dan Rita Serena
Kalibonso.
Menanggapi tawaran itu, Teten mengatakan, "Presiden memberi perhatian soal
akuntabilitas dan
transparansi bantuan ke Aceh, baik yang melalui pemerintah maupun masyarakat
yang dikelola
masyarakat. Kami diminta untuk berpartisipasi. Kami sudah siapkan satu tim
untuk menjadi pemantau."
Dalam 12 arahan yang dikeluarkan Presiden untuk penanggulangan bencana gempa
dan tsunami di Aceh dan
Sumut, Butir 11 menegaskan agar dilakukan koordinasi, sinkronisasi, dan sinergi
antara pemerintah
dan masyarakat madani.
Sementara Butir 12 memerintahkan agar melibatkan LSM tertentu untuk memelihara
transparansi dan
akuntabilitas pengelolaan bantuan dan sumbangan.
Tidak dibakar
Menyahuti kegelisahan masyarakat tentang kemungkinan jenazah korban bencana di
Aceh akan dibakar
atas saran beberapa pihak, Alwi menegaskan bahwa pemerintah tidak akan
melakukan pembakaran.
Pemerintah, ujar Menko Kesra lebih lanjut, akan berpegang pada fatwa yang
dikeluarkan Majelis Ulama
Indonesia yang mengimbau agar jenazah para korban segera dimakamkan.
"Untuk itu, kami instruksikan kepada semua pihak, baik dari pemerintah,
relawan, maupun masyarakat
luas yang berada di NAD agar segera mengebumikan dan mengubur jenazah di tempat
terdekat dan layak
sehingga tidak ada alasan untuk menunda penguburan," ujarnya.
Pada saatnya nanti, menurut Alwi, pemerintah akan memindahkan pemakaman itu ke
suatu tempat yang
akan menjadi pemakaman khusus untuk korban bencana gempa dan tsunami di Aceh.
Alwi mengakui sampai
saat ini masih banyak jenazah korban yang belum dimakamkan karena keterbatasan
alat berat yang ada
di Aceh.
Relawan
Menanggapi tertundanya keberangkatan para relawan ke Aceh, Alwi mengatakan,
"Mudah-mudahan dalam
satu atau dua hari ini ada tambahan pesawat Hercules yang bisa mengangkut para
relawan. Selama ini
sudah banyak relawan yang berangkat, juga tenaga medis, perawat, tetapi memang
ada prioritas dalam
pemberangkatan, antara lain ambulans."
Sementara mengenai keterlambatan distribusi logistik kepada sebagian pengungsi,
menurut Alwi, karena
ada beberapa daerah yang masih sulit dijangkau akibat terputusnya prasarana
transportasi darat ke
wilayah itu.
"Kami bekerja keras untuk membuka jalur itu dan mengirimkan bantuan ke sana.
Kami akan gunakan
helikopter untuk menjangkau daerah-daerah yang terputus jalur daratnya. Ada
beberapa titik yang
terputus transportasi daratnya, tetapi tidak dapat dikatakan mereka yang di
sana kelaparan karena
selalu ada yang didistribusikan ke sana," katanya tegas.
Alwi menyatakan keyakinannya bahwa bantuan akan dapat segera diterima para
pengungsi secara merata
karena beberapa daerah sudah bisa dijangkau melalui jalur darat. "Sekarang
pemerintah sudah punya 42
truk yang operasional untuk membagikan makanan ke daerah-daerah pengungsi.
Diharapkan nanti kita
dapat sampai 100 truk," ujarnya.
Konferensi internasional
Untuk menanggulangi dampak bencana gempa dan tsunami yang melanda kawasan Asia,
menurut Menteri Luar
Negeri Hassan Wirajuda, akan diselenggarakan konferensi internasional tanggal 6
Januari 2005 di
Jakarta.
Konferensi bertema "Special ASEAN Leaders Meeting in Aftermath of Earthquake
and Tsunami" ini akan
dihadiri 10 kepala negara/pemerintahan negara-negara ASEAN, China, Korea
Selatan, Jepang, India, Sri
Lanka, Amerika Serikat, wakil dari masyarakat Uni Eropa, Sekretaris Jenderal
Perserikatan
Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Bank Dunia, Organisasi Kesehatan Dunia, dan Bank
Pembangunan Asia.
"Pertemuan itu untuk menggalang komitmen bersama yang lebih bersifat action
oriented (orientasi
aksi), untuk menggalang tindakan nyata untuk mengatasi bantuan mengatasi
kedaruratan, dan jangka ke
depannya, yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi negara-negara yang mengalami
musibah ini," ujar
Hassan.
Dalam pertemuan tersebut Indonesia akan mempresentasikan gambaran masif skala
bencana yang dihadapi
yang disampaikan dalam bentuk film, paparan tentang korban meninggal, hilang,
terluka, dan
kehilangan materi, serta penilaian anggaran untuk pelaksanaan tanggap darurat,
rehabilitasi, dan
rekonstruksi.
"Forum internasional ini hanya untuk melengkapi upaya yang dilakukan pemerintah
dan masyarakat di
dalam negeri. Tidak akan mengendurkan upaya dalam negeri untuk melakukan
tanggap darurat,
rehabilitasi, dan rekonstruksi," katanya.
Hassan menjelaskan, munculnya gagasan untuk menggalang komitmen internasional
dalam mengatasi dampak
bencana gempa dan tsunami bermula dari respons Perdana Menteri (PM) Singapura
Lee Hsien Loong
terhadap usul Presiden Yudhoyono agar dunia internasional turut serta dalam
mengatasi bencana gempa
dan tsunami di Indonesia, Thailand, Sri Lanka, India, dan Maladewa.
Dua hari lalu Presiden berbicara dengan Sekjen PBB. Presiden usul diadakan
konferensi internasional
untuk mengatasi bencana gempa dan tsunami. Hal yang sama disampaikan Presiden
kepada Presiden
Amerika Serikat George Walker Bush dan kepala negara atau kepala pemerintahan
lainnya.
Kemarin (Kamis, 30/12) dalam pembicaraan dengan PM Singapura, ternyata PM
Singapura berpikiran sama.
"Perdana Menteri Singapura mengusulkan pertemuan khusus pemimpin ASEAN untuk
penanggulangan gempa
dan tsunami. Presiden setuju itu. PM Singapura bahkan sudah menghubungi kepala
negara/pemerintahan
lain yang akan diundang, dan Indonesia diminta jadi tuan rumah," tutur Hassan
Wirajuda. (ELY)
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: