[ppi] [ppiindia] SBY : Tak Suka Kenaikan BBM Silahkan Demo
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 30 Sep 2005 06:06:03 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**Refleksi: Garis pendirian "I don't care" tetap berlaku.
------
SUARA INDONESIA BARU
30 September 2005
SBY : Tak Suka Kenaikan BBM Silahkan Demo
Jakarta (SIB)
Tak suka dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM mulai 1 Oktober 2005
mendatang, silahkan saja demo untuk mengapresiasikan ketidaksukaan tersebut.
"Tapi mbok iyo, sing sopan dan tak mengganggu aktivitas roda perekonomian
masyarakat banyak, seperti menutup jalan-jalan ekonomi, membakar ban di jalanan
hingga terjadi kemacetan dan sejenisnya".
Demikian pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berbicara pada
acara silahturahmi dengan Forum Rektor Indonesia (FRI), Majelis Rektor
Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta
Indonesia (APTISI) di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
Presiden menyatakan tak pernah melarang demo. "Silahkan seluruh elemen
masyarakat berunjukrasa menolak rencana kenaikan harga BBM, asal dilakukan
secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum".
Presiden mempersilakan berunjukrasa dan menyatakan sesuatu secara tertib, tidak
membakar ini itu, tidak menduduki ini itu atau merusak. Karena itulah
demokrasi.
Lebih jauh Presiden menegaskan, bahwa ia sepenuhnya mengerti dan 'menghormati
pihak-pihak yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM
pada 1 Oktober depan.
SBY juga menyatakan bahwa dirinya menyadari apapun kebijakan pemerintah akan
menimbulkan pro kontra, termasuk penolakan dari sejumlah fraksi di DPR, para
ekonom, pengamat dan tokoh politik nasional. "Tolong jelaskan kepada masyarakat
mengapa tidak setuju. Itu namanya pendidikan politik yang baik", kata Presiden.
Dia juga memahami unjukrasa, mahasiswa yang melakukan gerakan moral dengan aksi
turun ke jalan. Tetapi ia mengingatkan, aksi tersebut harus dilakukan secara
damai agar tidak membuat situasi lebih buruk lagi. "Tolong ikuti aturan yang
berlaku, biar jadi enak. Polisi juga dapat melaksanakan tugas dengan baik",
kata Presiden.
Dijelaskan, keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM dilakukan setelah
terlebih dulu berkonsultasi dan mendapat persetujuan dari wakil rakyat di DPR.
Dalam kondisi sulit seperti ini, subsidi BBM memang tidak mungkin dicabut,
kecuali dikurangi dengan konsekuensi harga BBM harus dinaikkan.
"Yang jelas hati kami bersama rakyat. Saya sedih dan mata saya bengkak karena
siang malam memikirkan bagaimana subsidi sampai ke rakyat dan tak melenceng ke
sana kemari", ujarnya.
Presiden juga mengimbau pihak PT agar ikut berperan serta mengawasi subsidi
tersebut agar sampai ke sasaran yaitu rakyat miskin. Usai memberikan kata
sambutan, presiden kemudian melakukan dialog dengan para rektor dari sekitar
100 PT di seluruh Tanah Air.
Dari Afrika Selatan, Wapres Jusuf Kalla ke Afrika Selatan menyatakan,
demonstrasi untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hanya membela
kepentingan orang-orang kaya atau golongan atas yang mempunyai mobil.
"Demo hanya membela golongan atas yang mempunyai mobil, rakyat bawah cuma
membutuhkan 20 liter minyak tanah per bulan", kata Wapres dalam pertemuan
dengan pemuda, mahasiswa dan wartawan yang menyertai kunjungan ke Afrika
Selatan kemarin.
AKSI DEMO BBM SAMBUT KUNJUNGAN KERJA PRESIDEN KE PASURUAN
Kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Pasuruan Jawa Timur
disambut aksi unjuk rasa dan seaterikal mahasiswa yang juga menolak kenaikan
harga BBM.
Kedatangan Presiden di Pasuruan Jawa Timur disambut demonstrasi puluhan
mahasiswa dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia.Mereka menuntut pemerintah
membatalkan kenaikan BBM Oktober mendatang.
Para pengunjuk rasa hanya melakukan orasi dan membawa poster di sebelah timur
lokasi karena ketatnya penjagaan oleh aparat kepolisian dan TNI. Dalam orasi
mereka menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM karena bertepatan
dengan bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idhul Fitri serta Natal.
Setelah berorasi mereka melakukan aksi seaterikal yang menggambarkan
kesengsaraan rakyat akibat kelangkaan dan mahalnya harga BBM. Para pengunjuk
rasa kemudian membubarkan diri secara damai.
Kunjungan kerja Presiden ke tempat ini dalam rangka puncak Pekan Peternak
Unggulan Nasional 2005 di Taman Chandra Wilawakita Pandaan Pasuruan Jawa Timur.
Tahajud Tiap Malam, SBY Sedih Dituduh Tak Prorakyat Kecil
Presiden SBY mengaku sedih dituding tidak berpihak kepada rakyat kecil dengan
keputusannya menaikkan harga BBM. Bahkan, ia mengaku setiap malam salat tahajud
memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
"Semoga bangsa kita diberikan bimbingan, petunjuk dan kekuatan menghadapi
persoalan ekonomi supaya bisa diatasi sehingga kesejahteraan masyarakat kita
bisa kita tingkatkan," kata SBY saat membuka Pekan Peternak Unggulan Nasional
di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (29/9).
Pensiunan jenderal ini menegaskan, tidak ada niat untuk menyakiti hati rakyat
dengan menaikkan harga BBM. Itu semua dilakukannya karena harga minyak dunia
yang semakin melambung sehingga dalam negeri perlu menyesuaikan. "Semua dunia
merasakan dampak harga minyak dunia," ujar SBY.
"Ketika harga minyak dunia sangat tinggi tentunya juga memukul negara-negara di
dunia. Dan dengan terpaksa dan berat hati pemeritah kita menyesuaikan harga
seperti pula yang dilakukan negara lain," jelas SBY.
SBY juga sangat mengerti dengan maraknya aksi unjuk rasa yang menolak kenaikan
harga BBM. Tapi hendaknya demo tersebut dilakukan dengan cara-cara yang santun
dan tidak merugikan kepentingan lainnya.
Dan jika bermuculan komentar yang menuding presiden tidak memikirkan nasib
rakyat, SBY sangat sedih. "Sungguh bagi orang seperti saya yang dilahirkan dari
desa, orang kecil, tentunya amat sedih kalau ada penilaian seperti itu," curhat
SBY. (Tbt/detikcom/T/C16/c)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] SBY : Tak Suka Kenaikan BBM Silahkan Demo