[ppi] [ppiindia] Rumah Kalla Diserbu Mahasiswa
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 29 Sep 2005 21:32:29 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
--------------------------------------------------------------------------
SALING DORONG - Ribuan mahasiswa terlibat aksi dorong mendorong dengan
aparat keamanan saat melakukan aksi menolak rencana menaikkan harga BBM di
Makassar, Kamis (29/9). Mahasiswa juga melakukan aksi demo di depan rumah
kediaman pribadi Wakil Presiden Jusuf Kalla di Makassar.
Foto: Tribun timur/yusuf ahmad
http://www.indomedia.com/bpost/092005/30/depan/utama1.htm
Rumah Kalla Diserbu Mahasiswa
Jakarta, BPost
Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Kamis (29/9)
serentak berlangsung di seluruh tanah air. Istana Merdeka, Jakarta, selama lima
jam lumpuh dikepung demonstran. Ratusan mahasiswa bentrokan dengan aparat di
depan kediaman Wapres Jusuf Kalla, di Makassar, Sulawesi Selatan.
Di tengah gelombang aksi demonstrasi antikenaikan BBM, Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, kemarin, terbang ke Jawa Timur. Dalam pertemuan dengan para kiai di
Pasuruan, Yudhoyono meminta dukungan para tokoh ulama itu rencana kenaikan BBM
1 Oktober besok.
Dibanding daerah-daerah lainnya, aksi unjuk rasa di Makassar, kemarin,
berlangsung ricuh. Seribu lebih demonstran terdiri dari mahasiswa terlibat
bentrok dengan aparat keamanan. Bentrokan terjadi setelah para mahasiswa
berusaha 'menyegel' kediaman pribadi Jusuf Kalla.
Aksi para mahasiswa 'menyerbu' kediaman Kalla, menjadi bukti bahwa mahasiwa
menilai tokoh Sulsel itu tidak memperhatikan rakyat kecil. Selain itu, para
mahasiswa kecewa karena Kalla memboyong sejumlah pentolan mahasiswa di Makassar
ikut serta tur ke Afrika Selatan.
Dalam aksinya, para mahasiswa tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
se-Kota Makassar melempari polisi dengan batu yang sedang siaga di sekitar
kediaman Jusuf Kalla. Mereka kesal karena tidak dapat menembus barikade pagar
kawat berduri yang dipasang aparat sekitar 500 meter dari kediaman Jusuf Kalla.
Aksi saling lempar batu antara pengunjuk rasa dengan petugas berlangsung
sekitar 15 menit. Meski terjadi saling lempar antara mahasiswa dan petugas,
namun tak ada korban luka. Akibatnya dua mengunjuk rasa sempat diamankan,
karena tertangkap basah melempar petugas.
Selain mengepung kediaman Kalla, para mahasiswa dalam aksinya sempat mobil
tangki BBM pengangkut minyak tanah dan membakar ban bekas.
Dandim 1408 BS Makassar, Letkol Inf AM Putranto menyatakan, kediaman Wapres
Jusuf Kalla bisa dikatakan sebagai simbol kenegaraan, "Sehingga wajar bila
pengunjuk rasa dilarang melakukan aksi di tempat itu," katanya.
Kata Putranto, penjagaan terhadap kediaman wapres Jusuf Kalla sudah dilakukan
sejak sepekan lalu dan akan terus berlangsung hingga situasi benar-benar
kondusif.
Sejumlah perwakilan pengunjuk rasa akhirnya diizinkan menyampaikan pernyataan
sikapnya di depan kediaman Jusuf Kalla setelah bernegosiasi dengan aparat.Dalam
peryataan sikapnya, mereka menyatakan agar kediaman Jusuf Kalla disegel dan
meminta supaya pemerintahan Yudhoyono-Kalla menunda rencana menaikkan harga
BBM.
Para mahasiswa dari berbagai universitas di Makassar, Jumat (30/9), kembali
akan berunjuk di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Jl Haji Bau, No 16,
Makassar. Bahkan, jumlah demonstran jauh lebih banyak dibanding, Kamis kemarin.
Menurut para mahasiswa, hari ini merupakan puncak dari seluruh aksi mereka
menentang rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Presiden Badan Eksekutif
Mahasiswa Univesitas Muhammadiyah Makassar, Hilal, kepada BPost tadi malam,
mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan rekan-rekannya untuk turun ke
jalan hari ini.
Istana Lumpuh
Seperti sehari sebelumnya, berbagai elemen masyarakat kembali mengepung Istana
Merdeka, memprotes rencana kenaikan BBM 1 Oktober mendatang. Ribuan demonstran
'mengepung' Istana sejak pukul 11.00 dan baru bubar pukul 15.00 WIB.
Praktis selama lima jam, lalu lintas sekitar istana lumpuh total, seperti Jalan
Merdeka Utara dan Jalan Veteran. Beberapa ruas jalan ditutup para pendemo
seperti Jalan Merdeka Timur --yang merupakan jalan menuju istana macet total.
Para demonstran yang terdiri dari buruh, petani, pedagang, pengamen, mahasiswa,
kaum miskin kota, pengojek, nelayan, dan para ibu rumah tangga berkumpul di
lima titik; bundaran Hotel Indonesia (HI), Harmoni, Pacenongan, Salemba, dan
Masjid Itiqlal. Dari sana, mereka berjalan kaki menuju istana yang letaknya
sekitar satu hingga empat kilo meter.
Sepanjang jalan yang dilalui para pendemo ditutup oleh aparat sehingga membuat
kemacetan sepanjang jalan. Seperti Jalan Medan Merdeka Barat, Pacenongan,
Gambir dan Jalan Veteran. Beberapa polisi mengawal mereka hingga ke istana.
Rombongan demonstran yang pertama tiba di istana adalah sekumpulan buruh
mengatasanamakan serikat buruh seluruh Indonesia (SBSI). Jumlah demonstran
bertambah banyak setelah dari arah Gambir ribuan mahasiswa dari FAM UI, IPB,
dan sejumlah perguruan tinggi lainnya serta nelayan dan petani mengatasnamakan
dirinya sebagai aliansi rakyat menggugat (ARM) tiba di depan istana.
Dari pantauan BPost, sekeliling istana dijaga ketat aparat kepolisian. Di
belakang istana, Jalan Veteran sejumlah polisi berjaga-jaga dan puluhan mobil
pengangkut polisi diparkir menutup jalan tersebut.
"Hari ini kami tetap menurunkan 5.033 pasukan di tiga titik utama," kata
Kapolda Metro Jaya Irjen Firman Gani saat sidak melihat jalannya aksi unjuk
rasa di istana, Kamis (29/9). Tiga titik yang dimaksud Kapolda adalah
Pacenongan dan Istiqlal, Istana Wapres, dan Bundaran HI.
Budiman Sujatmiko, mantan aktivis PRD dalam orasinya mengatakan, aksi
demonstrasi yang diikuti ribuan elemen masyarakat ini membuktikan kalau
Yudhoyono-Kalla sudah tidak mendapat legitimasi dari masyarakat lagi.
Penaggung jawab demo, Jumhur Hidayat, kembali menepis isu yang mengatakan aksi
demo ditunggangi partai tertentu. Dia mengatakan hal itu setelah mendengar
Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Syamsi Siregar bahwa aksi demo ditunggangi
kelompok elit dari partai politik tertentu."Untuk apa ada parpol mendukung demo
ini. Parpol dengan pemerintah sama, tetap tak bisa memperjuangkan penolakan
BBM," tandas Jumhur.
Dukungan Kiai
Kedatangan Presiden Yudhoyono pada puncak acara Pekan Usaha Peternakan Nasional
2005, di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, Jatim, dimanfaatkan minta
dukungan dari ulama Jatim terkait rencana menaikkan harga BBM. Sekitar 150
ulama Jatim, menyatakan dukungan rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
Dalam pertemuan tertutup selama 1 jam di hall Finna Golf Resort, permintaan
dukungan Yudhoyono disambut baik para ulama Jatim. Namun dukungan tersebut,
dengan persyaratan yang harus dipenuhi. Jika subsidi BBM dikurangi,
konsekuensinya kompensasi subsidi BBM yang dialokasikan ke pendidikan,
kesehatan, masyarakat miskin, dan pembangunan lainnya, harus tepat sasaran.
"Kiai dan ulama mempersilahkan pemerintah menaikkan harga BBM. Tetapi dengan
catatan, kompensasi BBM-nya harus sesuai dan tepat sasaran," kata KH Mas
Subadar.
Para ulama memaklumi keputusan pemerintahan Yudhoyono menaikkan harga BBM
karena situasi negara sedang dalam keadaan darurat. "Apapun boleh dilakukan,
tidak terkecuali menaikkan harga BBM untuk mengendalikan situasi darurat itu,"
ujar Pjs Dewan Syuro PKB versi MLB, KH Idris Marzuqi usai melakukan pertemuan
dengan Yudhoyono.
Pertemuan di luar jadwal presiden itu dihadiri sedikitnya 40 ulama se Jatim,
dengan tujuan meminta penjelasan presiden terkait keputusannya menaikkan harga
BBM yang banyak menimbulkan gejolak masyarakat.
Dari hasil pertemuan itu, kata KH Idris, ulama se Jatim memaklumi keputusan
pemerintah. Apalagi persoalan BBM tidak saja menjadi problem RI, tetapi menjadi
problem internasional.
"Ini bukan saja peroalan negara kita, tapi sudah menjadi persoalan dunia secara
keseluruhan," ujar KH Idris menirukan Yudhoyono.
Yudhoyono menyampaikan, sejauh ini tidak ada alternatif lain kecuali menaikkan
harga BBM. Bahkan upaya meminta solusi dari para pakar pun gagal, karena tidak
satu pun dari mereka dapat memberikan alternative terbaik.
JBP/aco/TT/rex/fik/SRY-st14/st13
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Rumah Kalla Diserbu Mahasiswa