[ppi] [ppiindia] Revitalisasi Pertanian, Perikanan, Kehutanan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- Date: Sat, 22 Oct 2005 23:04:01 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.sinarharapan.co.id/berita/0510/21/opi01.html
Revitalisasi Pertanian, Perikanan, Kehutanan
Oleh
Rokhmin Dahuri, MS.
Sedikitnya ada enam alasan mengapa kita harus all out membangun pertanian,
perikanan, dan kehutanan. Pertama, jika dikelola secara profesional dan benar,
dalam jangka pendek dan menengah (5-10 tahun) ketiga sektor tersebut mampu
menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menciptakan lapangan kerja dalam
jumlah besar, dan menghadirkan ketahanan pangan nasional.
Kedua adalah suatu kenyataan bahwa jumlah penduduk Indonesia maupun dunia akan
terus bertambah, mencapai sekitar 300 juta dan 8 miliar pada tahun 2020.
Kecenderungan ini akan melipat-gandakan permintaan domestik maupun global
terhadap bahan pangan, serat (sandang), kayu, obat-obatan, kosmetik, energi,
dan jasa-jasa lingkungan yang berasal dari ekosistem alam. Negara-negara lain,
khususnya negara industri, hampir semua ekosistem alamnya sudah dikonversi
menjadi man-made ecosystems seperti perumahan, kota, kawasan industri, jalan,
serta prasarana pembangunan lainnya.
Kemampuan negara-negara ini untuk memproduksi bahan pangan, serat, energi,
farmasi, dan produk industri lainnya dari bahan alam menurun drastis. Oleh
sebab itu, negara yang kaya sumber daya alam terbarukan akan memiliki
keunggulan komparatif. Bila kita kelola dengan menerapkan iptek, manajemen
profesional, dan akhlak mulia; penulis yakin ketiga sektor tersebut bakal
menjadi keunggulan kompetitif yang mampu mendongkrak daya saing Indonesia
secara dramatis.
Ketiga, bahwa negara dengan penduduk lebih dari 100 juta, jika kebutuhan
pangannya bergantung pada pasokan impor, akan susah maju dan mandiri (FAO,
1998). Keruntuhan Uni Soviet adalah salah satu bukti dari fenomena ini.
Keempat, bahwa sebagian besar kegiatan sektor pertanian, perikanan, dan
kehutanan berlangsung di daerah pedesaan, pesisir dan pulau-pulau kecil,
sehingga membantu penyelesaian permasalahan nasional, yakni urbanisasi, brain
drain, dan persebaran penduduk yang tidak merata. Kelima, sehubungan dengan
sifatnya yang terbarukan, maka ketiga sektor ini jika dikelola secara bijaksana
dapat menjamin pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Cetak Biru Revitalisasi
Pertanian, perikanan, dan kehutanan baru dipahami sebatas kegiatan produksi (on
farm) atau ekstraksi sumberdaya alam. Sejatinya, pertanian, perikanan, dan
kehutanan merupakan kegiatan industri berbasis sumberdaya alam terbarukan yang
bukan hanya menghasilkan bahan pangan; tetapi juga kayu, serat, energi,
obat-obatan, bahan baku untuk berbagai macam industri, pariwisata, dan
pemelihara keseimbangan lingkungan.
Pertanian, perikanan, dan kehutanan juga merupakan sistem bisnis terpadu yang
meliputi kegiatan pra-produksi, produksi, penanganan dan pengolahan hasil, dan
pemasaran dalam pendayagunaan sumberdaya alam terbarukan (flora, fauna,
mikroba, dan organisme lainnya) beserta ekosistemnya bagi kesejahteraan umat
manusia.
Beranjak dari pengertian tersebut serta mengingat besarnya penduduk Indonesia
dan beban utang luar negeri yang masih sangat besar, Revitalisasi Pertanian,
Perikanan dan Kehutanan (RPPK) yang dicanangkan Presiden harus mampu
menghasilkan empat kelompok produk dan jasa secara efisien, berdaya saing
tinggi, dan berkelanjutan.
Pertama adalah produk-produk (komoditas) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri
(swasembada), seperti beras, jagung, gula, kedelai, buah-buahan, sayuran,
telur, daging, susu, ikan pelagis kecil, ikan demersal tertentu, dan ikan
perairan tawar.
Kedua adalah komoditas untuk tujuan ekspor seperti sawit, teh, kopi, kakao,
karet, vanila, pisang abaca, lada, udang, kepiting, rajungan, tuna dan
cakalang, kerapu, patin, kakap, ikan hias, mutiara, rumput laut, dan kayu.
Sesuai dengan sifat produknya, sedapat mungkin yang kita ekspor adalah
produk-produk hilir (olahan) bernilai tambah tinggi. Jangan hanya ekspor bahan
mentah (gelondongan) yang tidak membangkitkan mutiplier effects ekonomi bagi
bangsa kita.
Bioenergi
Ketiga berupa komoditas untuk menghasilkan energi (biodiesel, bioenergi)
seperti berbagai jenis fitoplankton atau algae (seperti Botryococcus braunii),
berbagai jenis lamun (seagrass), sawit, jarak, tebu, singkong, dan tumbuhan
lainnya. Bioenergy ini harus segera kita hasilkan, karena jika tidak ada
penemuan cadangan baru, minyak bumi kita akan habis 10 atau 15 tahun lagi, gas
bumi diperkirakan habis 30 tahun mendatang, dan batu bara akan habis sekitar 50
tahun lagi. Harga minyak bumi kini mencapai US$ 70/barel dan bakal semakin
mahal.
Sebagai negara dengan potensi bioenergi terbesar di dunia dan permintaannya
terus meningkat terutama dari RRC dan India, maka selain dapat mewujudkan
swasembada energi, bioenergi juga bakal menjadi sumber devisa yang sangat
besar.
Keempat melalui bioteknologi kita hasilkan produk-produk untuk bahan dasar
industri farmasi, kosmetika, healthy food (seperti sunchlorella dan squalence),
dan berbagai jenis industri lainnya. Kelompok produk ini dapat diperoleh dari
jenis-jenis tanaman obat, rumput laut, sponges, dan lainnya.
Seluruh tujuan RPPK itu dapat diwujudkan dengan menerapkan strategi ganda.
Melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas semua jenis usaha pertanian,
perikanan, dan kehutanan secara berkelanjutan. Juga undang-undang atau Pepres
yang menjamin bahwa seluruh variables politik-ekonomi (konsistensi kebijakan,
kepastian hukum dan keamanan berusaha, otonomi daerah, fiskal-moneter,
ekspor-impor, perpajakan, ketenagakerjaan, infrastruktur, dan lainnya) bersifat
kondusif bagi tumbuh-kembangnya sektor kelautan dan perikanan.
Konsep RPPK yang jitu mesti dibarengi dengan cara (mekanisme) kerja yang
profesional, sinergis dan ikhlas dari seluruh komponen bangsa, dari pusat
hingga ke daerah. Presiden (dibantu para menteri terkait) berperan sebagai
pemimpin gerakan RPPK secara nasional, sedangkan Gubernur dan Bupati/Wali Kota
menjadi koordinator gerakan di wilayahnya masing-masing.
Penulis adalah Guru Besar Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, IPB.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Revitalisasi Pertanian, Perikanan, Kehutanan