[ppi] [ppiindia] Rekening Polisi

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **REPUBLIKA

Sabtu, 30 Juli 2005

Rekening Polisi 




Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyerahkan data 
keuangan milik 15 perwira tinggi polisi ke Kepala Kepolisian RI. Ada yang 
menyebut nilainya antara Rp 3 miliar hingga Rp 800 miliar untuk tiap perwira. 
Namun sampai saat ini lembaga di bawah Bank Indonesia itu maupun Polri belum 
mengungkap siapa saja 15 perwira tersebut. Namun diduga ada ketakwajaran nilai 
kekayaan mereka, terlalu besar jika dibandingkan dengan gaji yang mereka 
terima. Lalu, dari mana harta sebanyak itu?

Itulah soalnya. Geremengan atau bisik-bisik sudah mulai bertebaran. Orang pun 
berspekulasi bahwa dana itu berasal dari setoran bandar judi, bandar narkoba, 
bandar miras, bandar penyelundupan, maupun dari orang-orang yang kesandung 
kasus hukum yang sedang disidik polisi. Nama-nama pemilik rekening itupun mulai 
dilempar sana-sini. Ada yang menyebut si A, si B, dan seterusnya. Tentu saja di 
era penegakan hukum dan pemberantasan korupsi seperti saat ini, spekulasi itu 
tak sepatutnya dibiarkan. Pimpinan Polri harus segera menjernihkannya dengan 
mengusut kasus ini secara adil dan terbuka.

Namun di tengah kegembiraan masyarakat terhadap inisiatif Polri dan PPATK yang 
mau mengungkap kekayaan para penguasa pistol sekaligus penguasa hukum itu 
muncul kekecewaan. Ternyata langkah itu cuma untuk gertak sambal belaka. 
Terbukti kasus itu cuma diserahkan ke Divisi Pofesi dan Pengamanan (Propam), 
semacam penyidik internal. Artinya, jangan harap kasus itu akan berakhir dengan 
beradab. Tak kan berujung di pengadilan. Mungkin hanya efektif untuk bagi-bagi 
jatah atau sekadar untuk menggeser jabatan sang perwira. Paling banter sang 
pemilik rekening akan dipensiun dini atau dicopot dari jabatannya. Tak lebih.

Semestinya, kasus ini diserahkan ke Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi 
(Timtas Tipikor), yakni tim gabungan pemberantasan korupsi yang berisi Polri, 
Kejaksaan Agung, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Harus 
ada kecurigaan bahwa dana yang terkumpul itu berasal dari suap dan korupsi. 
Jika nanti tak terbukti, sang perwira dan keluarganya akan hidup tenang. Namun 
jika terbukti, ya harus mendapat hukuman yang setimpal.

Saat ini, problem utama pemberantasan korupsi adalah kebersihan aparat penegak 
hukum, yaitu jaksa, polisi, dan hakim. Karena undang-undang sudah tersedia, 
dukungan masyarakat sangat penuh, dan kebijakan presiden sudah sangat jelas. 
Sebagai contoh adalah peradilan Abdullah Puteh, gubernur Aceh yang menjadi 
tersangka korupsi. Komisi yang khusus dibentuk untuk membasmi korupsi, Komisi 
Pemberantasan Korupsi (KPK), sudah selesai menyidik dan telah melimpahkannya ke 
pengadilan khusus korupsi. Celaka, hakim dan paniteranya diduga mengalami 
gangguan dengan mencuatnya dugaan suap. Lainnya, tim jaksa penyidik kasus 
korupsi Bank Mandiri harus diganti semua karena tak kunjung menyelesaikan 
tugasnya. Diduga juga kena hambatan. Dan, hingga kini pun tak jelas ujungnya. 
Begitu pula dengan kasus pembobolan Bank BNI. Sang pembobol, Maria Pauline 
Lumowa, kabur ke luar negeri. Wartawan bolak-balik bisa menelepon dan 
menemuinya di Singapura, tapi polisi yang menyidik kasus ini justru mengaku 
gagal menemukannya. Uniknya, adik Lumowa yang bukan polisi malah mendapat surat 
pengangkatan sebagai staf ahli Polri untuk ikut membantu menemukan Lumowa. 
Tentu dengan segala dana dan fasilitas untuk mencarinya.

Di masa lalu kita gagal mengentaskan bangsa ini karena kegagalan para 
penyelenggara negara untuk menegakkan hukum secara tanpa pandang bulu. Setiap 
warga negara sama di depan hukum menjadi tak berlaku jika menyangkut aparat 
negara. Dulu prajurit TNI yang paling sakti, kini sedang merembet ke polisi. 
Kita tak mungkin membersihkan lantai jika sapunya justru yang kotor. Kita tak 
bisa melukis Indonesia jika catnya hitam.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h303imb/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122852455/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Give
 underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to 
life by funding a specific classroom project  
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: