[ppi] [ppiindia] Regionalisme dan Politik Luar Negeri Indonesia

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/29/opini/2004449.htm


 
Regionalisme dan Politik Luar Negeri Indonesia 

Oleh: CPF Luhulima

Suatu Asia Tenggara yang terintegrasi, yang diperjuangkan Indonesia sejak 
pidato kenegaraan tahunan Jenderal Soeharto pada tahun 1966, mendekati 
pencapaiannya dengan deklarasi Komunitas ASEAN yang berlandaskan tiga tonggak.

Pertama, tonggak politik dan keamanan, yang mengakui hak berdaulat dari 
negara-negara anggota untuk menjalankan kebijakan luar negerinya sendiri dan 
mengikuti pengaturan-pengaturan pertahanan, dengan mempertimbangkan kuatnya 
saling keterkaitan di antara realitas politik, ekonomi, dan kebudayaan. Kedua, 
tonggak kerja sama ekonomi menuju suatu pasar tunggal dan basis produksi 
bersama. Ketiga, tonggak kerja sama sosial-budaya yang dijalin erat dan secara 
bersama-sama diperkuat untuk menjamin perdamaian yang berkelanjutan, 
stabilitas, dan kesemakmuran bersama.

Akan tetapi, apabila suatu komunitas keamanan yang hendak dicapai ASEAN sesuai 
dengan semangat zaman yang sedang kita lalui dan dengan pengalaman politik yang 
bersendikan demokrasi dan hak asasi manusia, maka regionalisme yang harus 
tercermin dalam diplomasi Indonesia ke depan adalah pengembangan konsep 
ketahanan nasional dan regional yang diperluas dengan berasaskan demokrasi dan 
hak asasi manusia.

Hal ini tentu tidak berarti bahwa konsep-konsep konvensional politik dan 
keamanan ditinggalkan. Tetapi, perjuangan diplomasi kita ke depan dalam 
mengembangkan regionalisme Asia Tenggara harus mencakup dan menyajikan suatu 
konsep keamanan.

Seperti dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan Indonesia 
Council on World Affairs (ICWA) pada 19 Mei 2005, adalah harapan Indonesia 
bahwa ASEAN akan mengembangkan dan memelihara nilai-nilai bersama, terutama 
nilai-nilai yang meningkatkan martabat manusia dan kebebasan (kemerdekaan). 
Untuk itu, hal-hal yang mendasari demokrasi dan hak asasi manusia perlu 
dikembangkan di kawasan ini.

Regionalisme Asia Tenggara dan politik luar negeri Indonesia pertama kali 
dimunculkan Dr Abu Hanifah ketika Asian Relations Conference berlangsung di New 
Delhi, India, pada tahun 1947. Ide pembentukan kelompok Asia Tenggara muncul 
pada konferensi itu sebagai jawaban atas keyakinan para anggota delegasi Asia 
Tenggara bahwa negara-negara besar, India, dan China tidak dapat diharapkan 
untuk mendukung perjuangan nasional mereka. Pada pertemuan itu, tulis Abu 
Hanifah, para anggota delegasi Indonesia, Myanmar, Thailand, Vietnam, Filipina, 
serta Malaya (Singapura dan Malaysia) membahas tentang suatu perhimpunan 
negara-negara Asia Tenggara yang secara erat bekerja sama. Pada awalnya hanya 
dalam masalah ekonomi dan kebudayaan, dan dalam perkembangan berikutnya barulah 
merajut kerja sama politik. Beberapa delegasi bahkan bermimpi lebih jauh, yakni 
terbentuknya suatu Federasi Asia Tenggara.

Pembahasan tentang kegunaan regionalisme pada waktu itu mencerminkan 
ketidakmampuan negara-negara Asia Tenggara untuk meraih kepercayaan diri tanpa 
usaha bersama.

Regionalisme Asia Tenggara

Sembilan belas tahun kemudian, Jenderal Soeharto mengangkat regionalisme Asia 
Tenggara sebagai landasan politik luar negeri Indonesia. Ia memberikan 
prioritas yang paling utama kepada hubungan yang "dekat dan harmonis, kepada 
penggalangan kerja sama yang lebih mantap dengan negara-negara tetangga" sebab 
di sinilah terletak "kepentingan nasional kita yang paling vital". Karena itu 
pula "penciptaan kestabilan dan kerja sama regional di Asia Tenggara akan 
mendapatkan prioritas yang tinggi".

Dengan demikian, ia mengalihkan prioritas politik luar negeri Indonesia dari 
lingkungan geografi yang lebih luas, yakni dari Gerakan Asia-Afrika dan 
Nonblok, ke lingkungan geografis yang lebih kecil, ke lingkungan Asia Tenggara.

Perukunan kehidupan intra-regional dan pengelolaannya dalam suatu tatanan 
regional Asia Tenggara atas dasar hidup berdampingan secara damai terlepas dari 
sistem sosial-ekonomi masing-masing negara anggota diusahakan melalui 
peningkatan "laju pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan 
kebudayaan".

Asia Tenggara yang diidam-idamkan Jenderal Soeharto adalah "suatu Asia Tenggara 
yang integrated", yang "merupakan benteng dan pangkalan paling kuat" untuk 
"menghadapi pengaruh ataupun intervensi dari luar", untuk "menghadapi 
imperialisme dan kolonialisme dalam bentuk apa pun dan dari pihak mana pun 
datangnya".

Soeharto amat sadar bahwa setiap perkembangan di Asia Tenggara berdampak 
langsung atas pembangunan nasional.

Untuk mencapai peningkatan stabilitas dan pengembangan itulah Indonesia 
memprakarsai pembentukan ASEAN yang diharapkan dapat memupuk dan membina kerja 
sama yang lebih erat dan berguna bagi pengembangan ketahanan masing-masing.

Sifat utama yang dilahirkan ketahanan nasional ini adalah sikap yang percaya 
kepada diri sendiri, sikap yang tidak menyandarkan diri pada kekuatan luar, 
yang mempertebal politik luar negeri bebas dan aktif. Dan ketahanan nasional 
inilah harus mendasari "perkembangan regional yang stabil dan kohesi regional 
yang andal". Syarat utama bagi perkembangan ketahanan regional adalah bahwa 
kekuatan nasional setiap negara harus dipupuk dan dibina secara 
berkesinambungan sehingga "setiap bangsa akan mencapai tingkat dan kondisi 
ketahanan nasional yang akan melahirkan ketahanan regional itu".

Apabila setiap bangsa Asia Tenggara mengembangkan ketahanan nasionalnya 
masing-masing dalam semangat solidaritas dan kerja sama regional ASEAN, maka 
berangsur-angsur akan tumbuh suatu ketahanan regional, yaitu kemampuan 
negara-negara anggota untuk menyelesaikan bersama-sama masalah-masalah yang 
dihadapi bersama dan mengamankan masa depan serta kesejahteraan bersama- sama 
dan tidak "membiarkan masa depan itu ditentukan atau dicampuri oleh kepentingan 
lain dari luar".

CPF Luhulima Pemerhati Masalah Internasional


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: