[ppi] [ppiindia] Regionalisme dan Politik Luar Negeri Indonesia
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 28 Aug 2005 22:30:50 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/29/opini/2004449.htm
Regionalisme dan Politik Luar Negeri Indonesia
Oleh: CPF Luhulima
Suatu Asia Tenggara yang terintegrasi, yang diperjuangkan Indonesia sejak
pidato kenegaraan tahunan Jenderal Soeharto pada tahun 1966, mendekati
pencapaiannya dengan deklarasi Komunitas ASEAN yang berlandaskan tiga tonggak.
Pertama, tonggak politik dan keamanan, yang mengakui hak berdaulat dari
negara-negara anggota untuk menjalankan kebijakan luar negerinya sendiri dan
mengikuti pengaturan-pengaturan pertahanan, dengan mempertimbangkan kuatnya
saling keterkaitan di antara realitas politik, ekonomi, dan kebudayaan. Kedua,
tonggak kerja sama ekonomi menuju suatu pasar tunggal dan basis produksi
bersama. Ketiga, tonggak kerja sama sosial-budaya yang dijalin erat dan secara
bersama-sama diperkuat untuk menjamin perdamaian yang berkelanjutan,
stabilitas, dan kesemakmuran bersama.
Akan tetapi, apabila suatu komunitas keamanan yang hendak dicapai ASEAN sesuai
dengan semangat zaman yang sedang kita lalui dan dengan pengalaman politik yang
bersendikan demokrasi dan hak asasi manusia, maka regionalisme yang harus
tercermin dalam diplomasi Indonesia ke depan adalah pengembangan konsep
ketahanan nasional dan regional yang diperluas dengan berasaskan demokrasi dan
hak asasi manusia.
Hal ini tentu tidak berarti bahwa konsep-konsep konvensional politik dan
keamanan ditinggalkan. Tetapi, perjuangan diplomasi kita ke depan dalam
mengembangkan regionalisme Asia Tenggara harus mencakup dan menyajikan suatu
konsep keamanan.
Seperti dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan Indonesia
Council on World Affairs (ICWA) pada 19 Mei 2005, adalah harapan Indonesia
bahwa ASEAN akan mengembangkan dan memelihara nilai-nilai bersama, terutama
nilai-nilai yang meningkatkan martabat manusia dan kebebasan (kemerdekaan).
Untuk itu, hal-hal yang mendasari demokrasi dan hak asasi manusia perlu
dikembangkan di kawasan ini.
Regionalisme Asia Tenggara dan politik luar negeri Indonesia pertama kali
dimunculkan Dr Abu Hanifah ketika Asian Relations Conference berlangsung di New
Delhi, India, pada tahun 1947. Ide pembentukan kelompok Asia Tenggara muncul
pada konferensi itu sebagai jawaban atas keyakinan para anggota delegasi Asia
Tenggara bahwa negara-negara besar, India, dan China tidak dapat diharapkan
untuk mendukung perjuangan nasional mereka. Pada pertemuan itu, tulis Abu
Hanifah, para anggota delegasi Indonesia, Myanmar, Thailand, Vietnam, Filipina,
serta Malaya (Singapura dan Malaysia) membahas tentang suatu perhimpunan
negara-negara Asia Tenggara yang secara erat bekerja sama. Pada awalnya hanya
dalam masalah ekonomi dan kebudayaan, dan dalam perkembangan berikutnya barulah
merajut kerja sama politik. Beberapa delegasi bahkan bermimpi lebih jauh, yakni
terbentuknya suatu Federasi Asia Tenggara.
Pembahasan tentang kegunaan regionalisme pada waktu itu mencerminkan
ketidakmampuan negara-negara Asia Tenggara untuk meraih kepercayaan diri tanpa
usaha bersama.
Regionalisme Asia Tenggara
Sembilan belas tahun kemudian, Jenderal Soeharto mengangkat regionalisme Asia
Tenggara sebagai landasan politik luar negeri Indonesia. Ia memberikan
prioritas yang paling utama kepada hubungan yang "dekat dan harmonis, kepada
penggalangan kerja sama yang lebih mantap dengan negara-negara tetangga" sebab
di sinilah terletak "kepentingan nasional kita yang paling vital". Karena itu
pula "penciptaan kestabilan dan kerja sama regional di Asia Tenggara akan
mendapatkan prioritas yang tinggi".
Dengan demikian, ia mengalihkan prioritas politik luar negeri Indonesia dari
lingkungan geografi yang lebih luas, yakni dari Gerakan Asia-Afrika dan
Nonblok, ke lingkungan geografis yang lebih kecil, ke lingkungan Asia Tenggara.
Perukunan kehidupan intra-regional dan pengelolaannya dalam suatu tatanan
regional Asia Tenggara atas dasar hidup berdampingan secara damai terlepas dari
sistem sosial-ekonomi masing-masing negara anggota diusahakan melalui
peningkatan "laju pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan
kebudayaan".
Asia Tenggara yang diidam-idamkan Jenderal Soeharto adalah "suatu Asia Tenggara
yang integrated", yang "merupakan benteng dan pangkalan paling kuat" untuk
"menghadapi pengaruh ataupun intervensi dari luar", untuk "menghadapi
imperialisme dan kolonialisme dalam bentuk apa pun dan dari pihak mana pun
datangnya".
Soeharto amat sadar bahwa setiap perkembangan di Asia Tenggara berdampak
langsung atas pembangunan nasional.
Untuk mencapai peningkatan stabilitas dan pengembangan itulah Indonesia
memprakarsai pembentukan ASEAN yang diharapkan dapat memupuk dan membina kerja
sama yang lebih erat dan berguna bagi pengembangan ketahanan masing-masing.
Sifat utama yang dilahirkan ketahanan nasional ini adalah sikap yang percaya
kepada diri sendiri, sikap yang tidak menyandarkan diri pada kekuatan luar,
yang mempertebal politik luar negeri bebas dan aktif. Dan ketahanan nasional
inilah harus mendasari "perkembangan regional yang stabil dan kohesi regional
yang andal". Syarat utama bagi perkembangan ketahanan regional adalah bahwa
kekuatan nasional setiap negara harus dipupuk dan dibina secara
berkesinambungan sehingga "setiap bangsa akan mencapai tingkat dan kondisi
ketahanan nasional yang akan melahirkan ketahanan regional itu".
Apabila setiap bangsa Asia Tenggara mengembangkan ketahanan nasionalnya
masing-masing dalam semangat solidaritas dan kerja sama regional ASEAN, maka
berangsur-angsur akan tumbuh suatu ketahanan regional, yaitu kemampuan
negara-negara anggota untuk menyelesaikan bersama-sama masalah-masalah yang
dihadapi bersama dan mengamankan masa depan serta kesejahteraan bersama- sama
dan tidak "membiarkan masa depan itu ditentukan atau dicampuri oleh kepentingan
lain dari luar".
CPF Luhulima Pemerhati Masalah Internasional
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Regionalisme dan Politik Luar Negeri Indonesia