[ppi] [ppiindia] Refleksi 60 Tahun Kemerdekaan RI

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **SUARA PEMBARUAN 
DAILY 

Refleksi 60 Tahun Kemerdekaan RI
 

HR Agung Laksono 

BANGSA Indonesia memperingati 60 tahun kemerdekaannya. Berbagai peristiwa yang 
dihadapi Indonesia sepanjang 60 tahun merupakan suatu pengalaman sekaligus 
pelajaran yang sangat berharga dalam melakukan refleksi terhadap perjalanan 
kehidupan bernegara. Dari pengalaman tersebut dapat ditentukan langkah-langkah 
ke depan dalam mengisi cita-cita proklamasi. 

Disadari, bahwa tantangan dan hambatan yang dihadapi semakin berat, serta 
persaingan antarbangsa semakin ketat. Semuanya itu akan menjadi suatu kekuatan 
yang dapat mempersatukan tekad segenap komponen bangsa dalam menentukan 
serangkaian langkah untuk membangun Indonesia yang lebih sejahtera dan 
berkeadilan. Kita tahu bahwa kemerdekaan yang kita capai bukanlah karena 
pemberian penjajah Belanda ataupun Jepang. 

Kemerdekaan Indonesia diperoleh dengan cucuran darah dan pengorbanan yang 
sangat besar segenap rakyat Indonesia. Oleh karena itulah kita generasi penerus 
harus berjanji kepada diri kita masing-masing agar cita-cita Proklamasi 
Kemerdekaan RI harus dapat diwujudkan sehingga pengorbanan para pahlawan bangsa 
tidak sia-sia. 


Cita-cita 

Pada rangkaian Hari Proklamasi yang ke-60 ini kita perlu melakukan perenungan 
ulang, evaluasi, dan introspeksi, apakah sebagai bangsa kita telah mampu 
mewujudkan cita-cita proklamasi tersebut. 

Pimpinan negara telah mengalami beberapa kali perubahan sejak Ir Soekarno 
sebagai Presiden RI pertama, yang dilanjutkan oleh Presiden Soeharto, Presiden 
Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati, dan sekarang ini 
Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat, yaitu Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono. 

Sementara itu, struktur kelembagaan negara mengalami berbagai perubahan sesuai 
dengan amendemen UUD 1945 yang dilakukan oleh MPR. Gerakan reformasi yang 
muncul pada 1997 akibat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan dan krisis 
pemerintahan, secara signifikan bergerak dinamis pada 1998 dengan dimotori oleh 
para mahasiswa, menghasilkan Suksesi Nasional dan melahirkan Era Reformasi. 

Era kepemimpinan Ir Soekarno, yang lebih menekankan kepada masalah national 
building, berhasil memimpin bangsa-bangsa di Asia-Afrika untuk membangun dunia 
baru melalui Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang sangat prestisius itu. 
Sayangnya, era ini menjadikan politik sebagai panglima yang membawa akibat pada 
jatuhnya kepemimpinan beliau. 

Era Presiden Soeharto yang dikenal dengan Era Orde Baru, didukung oleh konsepsi 
Dwifungsi ABRI, mampu membawa stabilitas pemerintahan untuk pembangunan 
ekonomi. Namun demikian, pada era Presiden Soeharto ini krisis moneter muncul 
karena merebaknya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di berbagai segi 
kehidupan. 



 

Presiden Habibie yang menggantikan Presiden Soeharto pada awal era reformasi 
telah berhasil melakukan perubahan secara drastis di dalam tata pemerintahan 
negara melalui pemilu yang dipercepat dan menghasilkan beberapa 
perundang-undangan yang dijiwai semangat reformasi. 

Pemilu 1999 menghasilkan keanggotaan DPR/MPR yang baru, yang kemudian memilih 
KH Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI yang ke-4, yang melaksanakan tugas 
seiring dengan agenda reformasi. 

Presiden Gus Dur yang sangat demokratis di dalam menjalankan roda pemerintahan 
tidak bertahan lama, sekitar 2 tahun mandatnya dicabut MPR dan digantikan oleh 
Megawati sebagai Presiden ke-5. 

Pada masa pemerintahan Presiden Megawati telah diletakkan dasar-dasar 
pembangunan demokrasi yang sangat signifikan dengan ditetapkannya amendemen UUD 
1945 dan perundang-undangan lainnya, menetapkan pemilu yang baru yang 
memberikan kesempatan kepada rakyat untuk dapat memilih secara langsung 
presiden dan wakil presiden. 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang 
dipilih oleh rakyat untuk memimpin negara ini telah memulai karier 
pemerintahannya pada Oktober 2004 dengan janji kepada rakyat untuk 
mengedepankan pemerintahan yang demokratis, terbuka, akuntabel, dan bersih, 
menegakkan hukum dan pemberantasan KKN. Hal ini dibuktikan dengan 
langkah-langkah konkret, bekerjanya lembaga-lembaga baru yang dibentuk Presiden 
di dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, seperti Komisi 
Pemberantasan Korupsi, Komisi Yudisial, dan Tim Pemberantasan Tindak Pidana 
Korupsi. 


Beberapa Masalah 

Pada awal pemerintahan SBY, ketidakberuntungan telah melanda Indonesia dengan 
munculnya bencana alam yang silih-berganti, terutama bencana alam terbesar 
yaitu gempa bumi dan tsunami yang menimpa Aceh dan Nias. Tsunami, banjir, 
munculnya kasus busung lapar, dan kurang gizi, semua ini menjadi kendala besar 
dan dapat berpengaruh pada langkah-langkah awal pemerintahan SBY. 

Pembangunan ekonomi yang sangat didambakan untuk mensejahterakan masyarakat 
selain terkendala oleh masalah tersebut juga terkendala oleh masih besarnya 
angka pengangguran, meningkatnya secara drastis harga minyak mentah di pasaran 
dunia, dan terpuruknya nilai tukar rupiah, sangat mengganggu kinerja 
perekonomian Indonesia. 

Pluralisme inilah yang memunculkan simbol-simbol kesatuan dan persatuan yang 
didasari nilai-nilai kebangsaan yang menjadi modal bagi tetap eksisnya negara 
kita. Sepanjang sejarah Indonesia, para founding fathers telah menunjukkan 
komitmen nasionalismenya melalui perjuangan keras mengusir penjajah. 

Semangat nasionalisme inilah yang harus kita pupuk dan kembangkan untuk menuju 
Indonesia yang kita cita-citakan walaupun berbagai krisis dan berbagai kendala 
belum dapat diatasi. Komitmen untuk melakukan nilai-nilai kemanusiaan dan 
memberikan rasa aman bagi rakyat Indonesia terus-menerus diupayakan melalui 
berbagai langkah yang telah ditempuh pemerintah sesuai amanat Pembukaan UUD 
1945. 

Langkah-langkah yang sedang dan akan dilakukan oleh segenap komponen bangsa 
merupakan kristalisasi atas komitmen dalam proses pembangunan demokratisasi di 
semua lini. 


Mengemban Konstitusi 

Seiring dengan langkah-langkah Pemerintah serta partisipasi segenap komponen 
bangsa, DPR sebagai lembaga legislasi berusaha untuk senantiasa mengemban 
konstitusi, ikut mewarnai proses dinamika demokrasi yang sedang tumbuh dan 
berkembang, sekaligus melakukan perbaikan-perbaikan internal di sana-sini. 

Sebagaimana diketahui, DPR hasil Pemilu 2004 adalah DPR pertama kali dalam 
sejarah pasca-Orde Baru yang keseluruhan anggotanya dipilih langsung oleh 
rakyat (by election) dan tidak ada lagi mereka yang berasal dari hasil 
penunjukkan (by appointee). 

Partai-partai politik yang memiliki wakilnya dan berkumpul dalam wadah fraksi 
sebagai kepanjangan tangan dari induk organisasi masing-masing berada dalam 
kondisi secara sangat plural. Itulah sebabnya segala keputusan yang 
mengatasnamakan DPR merupakan suatu hal yang memerlukan alokasi waktu 
tersendiri, karena hal itu harus dilakukan melalui forum rapat paripurna. 

Proses pengambilan keputusan sampai pada rapat paripurna DPR, yang dilakukan 
melalui mekanisme fraksi dan rapat-rapat internal alat-alat kelengkapan DPR, 
adalah cermin dari bekerjanya demokrasi yang wajar untuk memperoleh kekuatan 
keputusan politik yang bersifat legitimate. Satu hal yang menjadi tekad para 
anggota Dewan adalah komitmen yang kuat untuk senantiasa menyuarakan aspirasi 
rakyat dalam menjalankan fungsi-fungsi konstitusionalnya. * 


Penulis adalah Ketua Dwan Perwakilan Rakyat RI 


Last modified: 16/8/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12helbdmi/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124279251/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com
">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research 
Hospital</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: