[ppi] [ppiindia] Refleksi 60 Tahun Kemerdekaan RI
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 17 Aug 2005 11:47:10 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **SUARA PEMBARUAN
DAILY
Refleksi 60 Tahun Kemerdekaan RI
HR Agung Laksono
BANGSA Indonesia memperingati 60 tahun kemerdekaannya. Berbagai peristiwa yang
dihadapi Indonesia sepanjang 60 tahun merupakan suatu pengalaman sekaligus
pelajaran yang sangat berharga dalam melakukan refleksi terhadap perjalanan
kehidupan bernegara. Dari pengalaman tersebut dapat ditentukan langkah-langkah
ke depan dalam mengisi cita-cita proklamasi.
Disadari, bahwa tantangan dan hambatan yang dihadapi semakin berat, serta
persaingan antarbangsa semakin ketat. Semuanya itu akan menjadi suatu kekuatan
yang dapat mempersatukan tekad segenap komponen bangsa dalam menentukan
serangkaian langkah untuk membangun Indonesia yang lebih sejahtera dan
berkeadilan. Kita tahu bahwa kemerdekaan yang kita capai bukanlah karena
pemberian penjajah Belanda ataupun Jepang.
Kemerdekaan Indonesia diperoleh dengan cucuran darah dan pengorbanan yang
sangat besar segenap rakyat Indonesia. Oleh karena itulah kita generasi penerus
harus berjanji kepada diri kita masing-masing agar cita-cita Proklamasi
Kemerdekaan RI harus dapat diwujudkan sehingga pengorbanan para pahlawan bangsa
tidak sia-sia.
Cita-cita
Pada rangkaian Hari Proklamasi yang ke-60 ini kita perlu melakukan perenungan
ulang, evaluasi, dan introspeksi, apakah sebagai bangsa kita telah mampu
mewujudkan cita-cita proklamasi tersebut.
Pimpinan negara telah mengalami beberapa kali perubahan sejak Ir Soekarno
sebagai Presiden RI pertama, yang dilanjutkan oleh Presiden Soeharto, Presiden
Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati, dan sekarang ini
Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat, yaitu Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono.
Sementara itu, struktur kelembagaan negara mengalami berbagai perubahan sesuai
dengan amendemen UUD 1945 yang dilakukan oleh MPR. Gerakan reformasi yang
muncul pada 1997 akibat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan dan krisis
pemerintahan, secara signifikan bergerak dinamis pada 1998 dengan dimotori oleh
para mahasiswa, menghasilkan Suksesi Nasional dan melahirkan Era Reformasi.
Era kepemimpinan Ir Soekarno, yang lebih menekankan kepada masalah national
building, berhasil memimpin bangsa-bangsa di Asia-Afrika untuk membangun dunia
baru melalui Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang sangat prestisius itu.
Sayangnya, era ini menjadikan politik sebagai panglima yang membawa akibat pada
jatuhnya kepemimpinan beliau.
Era Presiden Soeharto yang dikenal dengan Era Orde Baru, didukung oleh konsepsi
Dwifungsi ABRI, mampu membawa stabilitas pemerintahan untuk pembangunan
ekonomi. Namun demikian, pada era Presiden Soeharto ini krisis moneter muncul
karena merebaknya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di berbagai segi
kehidupan.
Presiden Habibie yang menggantikan Presiden Soeharto pada awal era reformasi
telah berhasil melakukan perubahan secara drastis di dalam tata pemerintahan
negara melalui pemilu yang dipercepat dan menghasilkan beberapa
perundang-undangan yang dijiwai semangat reformasi.
Pemilu 1999 menghasilkan keanggotaan DPR/MPR yang baru, yang kemudian memilih
KH Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI yang ke-4, yang melaksanakan tugas
seiring dengan agenda reformasi.
Presiden Gus Dur yang sangat demokratis di dalam menjalankan roda pemerintahan
tidak bertahan lama, sekitar 2 tahun mandatnya dicabut MPR dan digantikan oleh
Megawati sebagai Presiden ke-5.
Pada masa pemerintahan Presiden Megawati telah diletakkan dasar-dasar
pembangunan demokrasi yang sangat signifikan dengan ditetapkannya amendemen UUD
1945 dan perundang-undangan lainnya, menetapkan pemilu yang baru yang
memberikan kesempatan kepada rakyat untuk dapat memilih secara langsung
presiden dan wakil presiden.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang
dipilih oleh rakyat untuk memimpin negara ini telah memulai karier
pemerintahannya pada Oktober 2004 dengan janji kepada rakyat untuk
mengedepankan pemerintahan yang demokratis, terbuka, akuntabel, dan bersih,
menegakkan hukum dan pemberantasan KKN. Hal ini dibuktikan dengan
langkah-langkah konkret, bekerjanya lembaga-lembaga baru yang dibentuk Presiden
di dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, seperti Komisi
Pemberantasan Korupsi, Komisi Yudisial, dan Tim Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi.
Beberapa Masalah
Pada awal pemerintahan SBY, ketidakberuntungan telah melanda Indonesia dengan
munculnya bencana alam yang silih-berganti, terutama bencana alam terbesar
yaitu gempa bumi dan tsunami yang menimpa Aceh dan Nias. Tsunami, banjir,
munculnya kasus busung lapar, dan kurang gizi, semua ini menjadi kendala besar
dan dapat berpengaruh pada langkah-langkah awal pemerintahan SBY.
Pembangunan ekonomi yang sangat didambakan untuk mensejahterakan masyarakat
selain terkendala oleh masalah tersebut juga terkendala oleh masih besarnya
angka pengangguran, meningkatnya secara drastis harga minyak mentah di pasaran
dunia, dan terpuruknya nilai tukar rupiah, sangat mengganggu kinerja
perekonomian Indonesia.
Pluralisme inilah yang memunculkan simbol-simbol kesatuan dan persatuan yang
didasari nilai-nilai kebangsaan yang menjadi modal bagi tetap eksisnya negara
kita. Sepanjang sejarah Indonesia, para founding fathers telah menunjukkan
komitmen nasionalismenya melalui perjuangan keras mengusir penjajah.
Semangat nasionalisme inilah yang harus kita pupuk dan kembangkan untuk menuju
Indonesia yang kita cita-citakan walaupun berbagai krisis dan berbagai kendala
belum dapat diatasi. Komitmen untuk melakukan nilai-nilai kemanusiaan dan
memberikan rasa aman bagi rakyat Indonesia terus-menerus diupayakan melalui
berbagai langkah yang telah ditempuh pemerintah sesuai amanat Pembukaan UUD
1945.
Langkah-langkah yang sedang dan akan dilakukan oleh segenap komponen bangsa
merupakan kristalisasi atas komitmen dalam proses pembangunan demokratisasi di
semua lini.
Mengemban Konstitusi
Seiring dengan langkah-langkah Pemerintah serta partisipasi segenap komponen
bangsa, DPR sebagai lembaga legislasi berusaha untuk senantiasa mengemban
konstitusi, ikut mewarnai proses dinamika demokrasi yang sedang tumbuh dan
berkembang, sekaligus melakukan perbaikan-perbaikan internal di sana-sini.
Sebagaimana diketahui, DPR hasil Pemilu 2004 adalah DPR pertama kali dalam
sejarah pasca-Orde Baru yang keseluruhan anggotanya dipilih langsung oleh
rakyat (by election) dan tidak ada lagi mereka yang berasal dari hasil
penunjukkan (by appointee).
Partai-partai politik yang memiliki wakilnya dan berkumpul dalam wadah fraksi
sebagai kepanjangan tangan dari induk organisasi masing-masing berada dalam
kondisi secara sangat plural. Itulah sebabnya segala keputusan yang
mengatasnamakan DPR merupakan suatu hal yang memerlukan alokasi waktu
tersendiri, karena hal itu harus dilakukan melalui forum rapat paripurna.
Proses pengambilan keputusan sampai pada rapat paripurna DPR, yang dilakukan
melalui mekanisme fraksi dan rapat-rapat internal alat-alat kelengkapan DPR,
adalah cermin dari bekerjanya demokrasi yang wajar untuk memperoleh kekuatan
keputusan politik yang bersifat legitimate. Satu hal yang menjadi tekad para
anggota Dewan adalah komitmen yang kuat untuk senantiasa menyuarakan aspirasi
rakyat dalam menjalankan fungsi-fungsi konstitusionalnya. *
Penulis adalah Ketua Dwan Perwakilan Rakyat RI
Last modified: 16/8/05
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12helbdmi/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124279251/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com
">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research
Hospital</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Refleksi 60 Tahun Kemerdekaan RI