[ppi] [ppiindia] Re: kerusuhan Ambon akibat bentrokan aparat dgn simpatism RMS.

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

  Bila benar, perlu ada perhatian dari pemerintahan dan dunia untuk 
mengembalikan ketenangan dan kesejatheraan bagi para pengungsi.

Seandainya simpati RMS itu tidak ada kaitan, tapi ada usaha keinginan 
menjatuhkan citra Indonesia secara memisahkan diri. Semoga bukan 
dipanaspanasi oleh RMS.

  Bagaimana keinginan kalangan masyarakat Islam memisahkan dari 
Indonesia? bila belum ada, sudah jelasnya nasib masyarakat Islam 
sudah sejajar saja dengan masyarakat kristen.

 Rupanya itu benar benar memerlukan perhatian dari pemerintah 
Indonesia untuk pembukaan UKM, infrastruktur atau kesejatheraan.

 Tentu saja perlu dengan gotong royong membangun tempat tempat yang 
rusak.

wassalam,

--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Ambon" <sea@xxxx> wrote:
> Bung Peace,
> 
> Sebetulnya RMS itu sudah ninabobo, tidur ngorok keras, lagi tunggu 
tidur
> kekal abadi. Tetapi, sebagai  "hewan" pirarahan umum, siapa saja 
bisa pakai
> untuk kebutuhannya.  RMS dibangunkan dari tidur nyenyaknya dengan 
suntik
> viagra dipupurkan bedak pada muka bopengnya dan diberikan baju baru 
dengan
> nama FKM, yang katanya adalah Front Kedaulatan Maluku, tetapi pada
> hakekatnya adalah Fraksi Kelompok Militer.
> 
>  Bukankah kalau terjadi kegoncangan dibutuhkan stabilisator, dan 
untuk maju
> diperlukan dinamisator, jadi kalau saya bilang dwi fungsi mungkin 
selajutnya
> Anda mengerti situasi teater politik di Indonesia. Dulu dikatakan 
konflik
> agama, sekarang istilahnya separatisme. Sialnya rakyat jelata tanpa
> membedakan agama menjadi korban permainan yang sangat keji. Pada 
waktu lalu
> kurang lebih dua puluh ribu korban jiwa, 500.000 atau 1/5 dari 
penduduk
> menjadi pengungsi, harta pun hilang. Anak-anak terputus sekolah 
untuk waktu
> 3 tahun lebih.
> 
> Salam,
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "peace" <hutan007@xxxx>
> To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
> Sent: Monday, April 26, 2004 10:26 PM
> Subject: [ppiindia] kerusuhan Ambon akibat bentrokan aparat dgn 
simpatism
> RMS.
> 
> 
> >
> >   Sebaiknya perlu mempertanyakan pada simpatisan RMS untuk tujuan
> > apa, dan mengajak dialog pada mereka agar mengutamakan kesatuan
> > negara NKRI. Karena masyarakat Ambon anti RMS sudah sejajar dengan
> > kemakmuran dgn masyarakat bersama.
> >
> > Semoga mereka masyarakat lebih menghormati ketentraman dan 
kemajuan
> > bersama.
> >
> > wassalam,
> >
> > --------------------
> > Kerusuhan Ambon Berlanjut
> >
> > AMBON (Media): Kerusuhan di Ambon terus berlanjut hingga kemarin
> > sehingga korban terus berjatuhan. Total korban tewas mencapai 23
> > orang dan 148 luka-luka. Ratusan aparat keamanan dari Jakarta 
dikirim
> > untuk membantu pengamanan.
> >
> >
> > REUTERS
> > TURUN KE JALAN: Sejumlah warga Kota Ambon turun ke jalan sambil
> > membawa senjata tajam setelah terjadi bentrokan antarwarga di 
Ambon,
> > Maluku, kemarin. Kerusuhan yang terjadi sejak Minggu (25/4)
> > menewaskan sedikitnya 23 orang dan melukai 148 orang lainnya.
> >
> > Pertikaian antara simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS) dengan
> > pendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kota Ambon,
> > Maluku, kemarin, terkonsentrasi di kawasan Talake dan Waringin,
> > Kecamatan Nusaniwe. Sejumlah bangunan dan tempat-tempat vital juga
> > dibakar, termasuk Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM).
> >
> > Situasi kota terlihat mencekam, jalan-jalan sepi dan warga hanya
> > terkonsentrasi di tempat-tempat tertentu. Asap tebal membumbung di
> > dua kawasan tersebut dan terdengar dentuman bom serta rentetan
> > tembakan.
> >
> > Untuk menghalau massa, aparat keamanan terpaksa melepaskan 
tembakan
> > sehingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. ''Jalanan sepi, Ambon
> > seperti kota hantu,'' kata Direktur RSU Al Fatah Ambon, Rivai 
Ambon.
> >
> > Rivai mengatakan di rumah sakitnya, korban meninggal mencapai 16
> > orang sejak Minggu (25/4). Sedangkan dua rumah sakit lainnya, RSU
> > Bhakti Rahayu dan RSUD Dr Haulussy melaporkan tujuh orang 
meninggal,
> > termasuk satu orang yang meninggal akibat serangan jantung.
> >
> > Beberapa korban yang tewas kemarin sudah teridentifikasi. Antara
> > lain, Ruslan Lestaluhu, Nyong Rumalubis, Ali Husen Karepesina, 
Arman
> > Onso, Sajali Silela, Feri Laitupa, Akbar Rifai, Ramli Faloco, 
Haris
> > Uma Sangadji, dan Abdolah Daeng Matta. Korban kebanyakan terkena
> > tembakan peluru tajam.
> >
> > Kota Ambon juga sudah terpecah menjadi dua sektor, yang setiap 
sektor
> > dikuasai masing-masing pihak bertikai. Warga terlihat berjaga-
jaga di
> > masing-masing batas sektor itu sambil membawa tongkat, parang, dan
> > benda-benda untuk menjaga diri lainnya. ''Situasi mundur lagi 
persis
> > seperti yang terjadi pada kerusuhan pertama pada 1999,'' kata Olin
> > Tutamahu, salah seorang petugas PBB.
> >
> > Kerusuhan ini merupakan kelanjutan dari peristiwa sehari 
sebelumnya
> > yang dipicu oleh peringatan hari ulang tahun RMS. Warga pendukung
> > NKRI tidak bisa menerima adanya peringatan itu dan meminta polisi
> > membubarkannya. Namun, warga menyaksikan polisi mengawal mereka
> > sehingga warga marah dan menyerang massa simpatisan RMS.
> >
> > Gubernur Maluku Karel Alber Ralahalu menyatakan tidak akan 
mengubah
> > status pengamanan dari tertib sipil ke situasi darurat
> > sipil. ''Situasi keamanan masih dikendalikan polisi.''
> >
> > Kalangan di luar negeri juga bereaksi atas kerusuhan ini. Amerika
> > Serikat (AS) mengeluarkan travel notice (peringatan bepergian) dan
> > menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke wilayah itu.
> >
> > Bukan konflik agama
> >
> > Menko Polkam ad interim Hari Sabarno menegaskan konflik yang 
terjadi
> > bukan konflik agama, melainkan bentrokan antara simpatisan RMS 
dengan
> > massa pendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun,
> > pihak intelijen tetap harus menganalisis dan mencari latar
> > belakangnya.
> >
> > ''Pusat akan membantu menganalisis dan mencari masalah dan latar
> > belakangnya,'' kata Hari usai telewicara dengan pejabat, tokoh 
agama,
> > dan tokoh masyarakat Maluku di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.
> >
> > Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar menyatakan Mabes Polri mengirimkan
> > empat satuan setingkat kompi (SSK) Brimob.
> >
> > Markas Besar (Mabes) TNI juga mengirimkan sejumlah pasukan dari
> > Batalyon Infanteri 413 Kostrad. Pasukan tersebut diangkut dengan
> > empat pesawat herkules dari Solo, Jawa Tengah, kemarin.
> >
> > Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Mabes TNI Kolonel Ahmad
> > Yani Basuki, pasukan pendukung ini akan memperkuat pengamanan di
> > Ambon, yang terdiri dari gabungan dua SSK Yonif-733, satu Kompi 
Yonif-
> > 731, dua satuan setingkat peleton (SST) Denpur Zipur, dan Kompi
> > Pengawalan Kodam Pattimura, serta satuan bawah kendali operasi 
(BKO)
> > yang terdiri dari Yon Arhanud-11, empat SST Yon Armed-3, dan Kompi
> > Kavaleri Serbu-31.
> >
> > Sementara itu, sejumlah kalangan mendesak agar aparat keamanan
> > bertindak tegas dalam menangani kerusuhan ini. Partai Keadilan
> > Sejahtera (PKS) meminta aparat menindak massa RMS. ''RMS jelas 
sudah
> > bertindak separatis,'' kata Presiden PKS Hidayat Nur Wahid di
> > Yogyakarta, kemarin.
> >
> > Menurutnya, aparat keamanan di Ambon lengah dalam mengantisipasi
> > terjadinya kerusuhan. Sebab, beberapa hari sebelumnya, mereka 
sudah
> > mengetahui bahwa RMS akan memperingati hari ulang tahunnya. Namun,
> > aparat tidak mencegahnya dan justru memunculkan kemarahan dari
> > kelompok yang kontra-RMS.
> >
> > Hidayat juga mengungkapkan akibat kerusuhan di Ambon, Abdolah 
Daeng
> > Matta, salah satu pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS 
Nusaniwe,
> > tewas terkena tembakan penembak gelap, kemarin.
> >
> > Imbauan senada juga disampaikan Solidaritas Rakyat Indonesia Timur
> > (SRIT). Mereka meminta pemerintah dan aparat mencegah meluasnya
> > kerusuhan dan menangkap aktor intelektual di balik peristiwa ini.
> >
> >
> >
> >
> >
> 
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
> >
> 
**********************************************************************
*****
> > 
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: