[ppi] Re: [ppiindia] Re: Will China be replaced by India? -> bung Izam
- From: "Listy" <listy@xxxxxxxxxxxxxxx>
- To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Thu, 18 Mar 2004 17:12:01 +0700
** ppi-india **
salam juga,
bung Izam .. boleh percaya boleh tidak
india terkenal dengan ilmu kamasutranya
nach sebelum memakai ilmu itu harus
memakai ilmu dari negeri china, feng shui:
Mau Enteng JODOH? Singkirkan FOTO Diri
silahkan simak yang berikut ini :)
===============
Mau Enteng JODOH? Singkirkan FOTO Diri
Oleh: Bachrun Suwatdi, Pemerhati feng shui
Anda masih melajang di usia yang matang? Sudah berbagai upaya dilakukan tapi
tetap tak berhasil? Cara berikut mungkin bisa dicoba.
Satu masa di bulan Juli 2002, saya dihubungi seorang ibu. Ia memiliki dua anak,
Tono (36) dan Tini (32) - keduanya bukan nama asli. Tono bisa dikatakan
ganteng. Ahli komputer tamatan institut teknologi terkenal ini, telah bekerja
di perusahaan swasta dengan posisi yang cukup baik. Nah, apa lagi yang
dirisaukan oleh sang bunda? Hmm...ternyata ini dia. Putra kesayangannya masih
membujang!
Okelah, sang bunda masih mengerti karena sebagai calon kepala keluarga tentu
banyak hal yang mesti dipikirkan. Hanya saja, yang membuat gundah, Tini yang
kariernya tidak bermasalah dan cukup cantik pun ternyata masih men-jomblo ria.
"Apa tidak laku ya si Tini?" batin sang ibu.
Singkat cerita, ia minta tolong ke saya agar kedua anaknya cepat-cepat
memperoleh jodoh. Apalagi jika kemudian dikaruniai anak, wah betapa senang
calon nenek ini.
Merujuk buku Easy to Use Feng Shui for Love karangan Lilliantoo, seorang pakar
feng shui Malaysia, saya pun memberi kiat-kiat agar janur melengkung bisa
segera menghias rumah si ibu.
Alhamdullilah, saran saya ternyata berbuah juga. Dua-duanya dapat jodoh!
Perhatikan Sisi Barat Daya
Begitulah, feng shui ternyata tidak saja membahas tata letak rumah atau kantor.
Ilmu kuno dari Cina ini bisa dimanfaatkan pula untuk perjodohan.
Feng shui (dialek Mandarin) atau Hong shui (dialek Hokkian) memiliki arti angin
dan air. Prinsip dasar pengetahuan tata letak yang telah berusia 3.000 tahun
ini percaya bahwa di sekitar kita ada energi (chi) yin dan yang. Yin cenderung
membawa sifat negatif seperti wanita, bulan, warna redup, dan suasana sepi.
Sebaliknya, yang cenderung membawa sifat positif, semisal pria, matahari, warna
cerah, dan suasana ramai. Yang perlu diperhatikan, keduanya harus berada dalam
posisi seimbang. Jangan sampai salah satu unsur dominan atas lainnya.
Mari kita ambil contoh kamar seorang wanita. Jika kamarnya terlalu redup, warna
dominannya biru (dinding, seprei dan sarung bantal, karpet, hordeng), lalu ada
foto atau lukisan diri di dinding dalam ukuran besar atau kecil, maka sesuai
prinsip feng shui perjodohan, kamar seperti itu terasa terlalu yin. Tidak heran
kalau si gadis lebih menyukai hidup sendiri alias melajang.
Bagaimana dengan kamar pria? Bila ia memajang poster tokoh idolanya, misal
Alessandro Del Piero, atau miniatur mobil atau motor, lalu di dindingnya
bergantung gitar, raket, atau sepatu bola, plus pencahayaan yang terang
benderang dan warna dinding ngejreng, energi yang mendominasi kamar itu. Tak
heran bila ia menyukai kehidupan yang "aktif", alias akan terus bujangan.
Kalaupun memiliki teman wanita, jalan menuju ke pelaminan terasa seperti
mendaki Puncak Everest.
Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi suasana yang tidak seimbang
tadi?
Mulailah dengan menata ulang letak tempat tidur sang dara. Pencahayaan pun
harus dikoreksi. Ubahlah kamar yang redup tadi menjadi sedikit cerah. Sesekali
bunyikan musik romantis. Pada dinding arah barat daya beri akses warna pink
atau merah yang lembut.
Singkirkan untuk sementara foto diri penghuni kamar yang tergantung di dinding.
Ganti dengan poster atau lukisan siapa saja, bintang film pun oke. Yang penting
jangan seorang diri, lebih baik sepasang pria-wanita yang sedang memadu janji.
Lihat pula, apa di kamar itu tergantung lukisan yang mengandung unsur air
(sungai, air terjun, air mancur). Jika iya, pindahkan ke ruang tamu atau ruang
makan. Ini tidak berlaku untuk si lajang saja, tapi juga bagi mereka yang sudah
berumah tangga. Mengapa? Alih-alih memperindah kamar, lukisan semacam itu
menurut feng shui bisa mendatangkan musibah. Bisa dirampok atau ehem ... suami
lari ke pelukan wanita lain.
Pada sisi barat daya bisa diberi hiasan petasan dari plastik atau kertas
berwama merah marun yang menggambarkan suasana pesta. Bisa pula ditambahkan
sepasang lentera merah seukuran bola tenis atau bola kaki. Kalau bisa, pada
lentera tadi diberi biasan huruf Kanji berwarna kuning double happiness
(shuang-xi). Ini bukan klenik, lo, tapi simbol untuk menuju perkawinan. Sampai
sekarang, huruf yang sama sering dipakai sebagai latar belakang pelaminan
pengantin Cina tradisional.
Sedangkan lentera merah berarti kegembiraan. Inilah sebabnya mengapa setiap
menjelang Imlek, warna ini dominan sekali.
Mengapa arah barat daya?
Menurut feng shui, tiap sisi utara-selatan-barat-timur, dan sisi-sisi di
antaranya memiliki peran dan arti tersendiri. Nah, sisi barat daya mewakili
sisi pernikahan dan kesuburan. Pada feng shui perjodohan, sisi inilah yang
harus diaktifkan.
Dapat Tapi Protes
Sampai saat ini saya sudah menangani 15 lajang (baik pria atau wanita)
berdasarkan feng shui perjodohan. Yang telah berhasil menikah tujuh orang. Tapi
semua itu berkat Yang di Atas, feng shui perjodohan hanyalah sarana.
Si gadis atau perjaka yang kamarnya sudah dirombak tak lupa harus banyak
berdoa. Soal waktu terkabulnya, tergantung. Ada yang tujuh bulan, satu tahun,
1,5 tahun, bahkan ada pula yang 2,5 tahun.
Satu hal yang tak boleh terlupakan, jangan memasang cermin di samping tempat
tidur. Bayangan yang bersangkutan akan terhihat di dalam cermin pada saat
tidur. Sebaiknya dipindahkan ke dinding di belakang kepala. Cermin dalam feng
shui merupakan sarana untuk mengubah shar chi (chi pembunuh) menjadi sheng chi
(chi menguntungkan) Dengan catatan, meletakkannya tepat dan benar. Pada kasus
cermin di samping tempat tidur bisa berakibat buruk. Tak jarang pasangan
suami-istri penghuni kamar itu cekcok, yang berujung perceraian.
O, ya, jangan iseng-iseng dengan feng shui perjodohan ini.
"Hitung-hitungan"-nya harus diterapkan pada orang yang siap menikah. Suatu hari
saya dimintai tolong oleh Tiwuk (sebut saja begitu), gadis manis yang sedang
kebingungan memilih pacar. Tiwuk memiliki banyak teman, mulai dari teman
sekerja, teman lain pulau, bahkan ada yang lain negara. Ia kebingungan memilih
mana yang cocok buatnya.
Saya pun memasangkan atribut feng shui perjodohan. Lima bulan kemudian saya
memperoleh telepon darinya. Nadanya sedih, karena itu saya agak kaget. "Saya
sudah hampir menikah, tapi gagal. Ia kemudian bercerita, tadinya semua keluarga
sudah setuju ia akan diboyong pria bule. Paspor pun sudah dibuat, dan ia sedang
mengurus visa. Sayang, adiknya yang sekamar tidak setuju kakaknya diboyong
keluar negeri.
Tapi apa karena adiknya tidak setuju lalu gagal? Ternyata tidak. Selidik punya
selidik, atribut-atribut feng shui sudah dipindah-pindahkan letaknya sehingga
tidak seperti yang saya anjurkan lagi. Ya, mau bilang apa lagi. Belum jodohnya
'kali.
Di lain pihak, selang tujuh bulan kemudian, ibu dua anak tadi sempat menelepon
saya kembali untuk memberitakan bahwa kedua anaknya dapat jodoh. Dalam
ceritanya, Tini memperoleh calon suami dokter seperti yang dicita-citakan.
"Tapi dia dokter tamatan universitas swasta. Saya maunya alumnus UI," katanya
di ujung telepon seberang sana.
Aduh lbu, sudah bagus dapat menantu, ee ... Ia pakai milih segala. Memang ada
jaminan kalau dari UI rumah tangganya pasti harmonis? (Intisari).
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts: