[ppi] [ppiindia] Re: Tuhan Agama Kekuasaan

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Bagiku,

  Tuhan agama kekuasaan tetap saja tidak diperbolehkan melainkan mana 
yang perlu dipegang kebenaran dan kejujuran adalah AjaranNya! Karena 
kita sebagai mahkluk mahkluk berakal dan berperasaan. Serta sebagai 
hamba hambaNya yang benar di bumi untuk tujuan hidup dan peradaban di 
bumi ini. Sudah lama dijelaskanNya bahwa kita sangat berbeda dengan 
binatang tidak berakal.

  Allah telah memberi peringatan bahwa selalu ada Surga dan Neraka 
demi memberi semangat bagi hamba hambaNya untuk kebaikan di dunia 
ini. 

    kita perlu mengetahui perbedaan atas patung patung, bila patung 
berbentuk hidup seperti kerbau, tengkorak manusia dan manusia. Sangat 
dilarang olehNya sebab umat umat manusia menyakinkan diri bahwa 
patung kerbau adalah bentuk Tuhan. Itu adalah salah. Sesungguhnya 
Allahlah diwajibkan disembah sebagai terimakasih, keadilan,pujian dan 
kebenaran. Allah telah memberi tempat sembahan yang benar tidak 
berbentuk hidup, dan berbentuk mati adalah Kabah rumah Allah.

   Tempat Ibadah seperti Mesjid tidak perlu ditambah tambah teknologi 
spt nyanyian/pengaduan melainkan secukunya pengajian, kotbah, ceramah 
dan sholat sebagai panggilan persatuan persaudaraan umat umat Islam 
demi kekokohan keimanan dan kekompakan. Sesungguhnya masih banyak 
umat umat Islam yang baik di luar Mesjid. Allaahuuu akbbbbaaarrr....

selamatkan kaum lemah dan selamatkan kebersamaan dalam solusi dan 
aspirasi. 

wassalam,


--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Ambon" <sea@xxxx> wrote:
> http://www.sinarharapan.co.id/berita/0404/16/opi01.html
> 
> Tuhan Agama Kekuasaan
> Oleh L Murbandono Hs
> 
> Di sekitar musim "pesta demokrasi" hari-hari ini sang hasrat 
berkuasa
> merajalela di negara kita, kian menghebat bahkan sampai tingkat 
mengerikan,
> dan akhirnya menjadi Tuhan agama baru. Agama Kekuasaan! Tuhan dan 
agama
> secara sengaja ditampilkan tanpa tanda petik, sebab ditilik dari
> prinsip-prinsip "rasa penghayatan keagamaan orang biasa" dan 
khususnya
> dampak-dampaknya, harus diakui secara jujur bahwa mereka bukan saja 
memang
> telah menjadi Tuhan dan agama dalam pengertian yang sebenarnya, 
tetapi malah
> dalam banyak kasus, lebih unggul.
> Agama Kekuasaan itu berkembang pesat. Banyak tokoh kita menjadi 
pemeluknya
> meski sudah mempunyai agama menurut KTP masing-masing. Ibarat kawin 
ya
> poligami atau poliandri. Nyaris tak ada yang cerai dari sang agama 
yang
> masih dalam pelukan.
> Riuh rendah kiprah politik saat ini, memang sekilas sepertinya cuma 
fenomena
> sosial politik belaka, tapi sejatinya, dalam ujungnya yang 
terpenting dan
> terdalam, merupakan fenomena totalitas peradaban kemanusiaan yang 
tengah
> beraksi habis-habisan mencurahkan apa saja demi Tuhan di dalam agama
> Kekuasaan tersebut. Tidak jarang, pihak terkait bahkan sambil
> mengatasnamakan dan memperalat agama yang masih dipeluknya.
> Agama baru itu tentu saja mempunyai iman, dogma, ritual, misi, dan 
segala
> unsur agama yang kita kenal. Cuma, ia mencampuradukkan segala unsur 
agama
> terdahulu. Tapi tetap bisa diidentifikasi, meski rumit, sebab 
muaranya
> jelas. Uang dan tipu-menipu serta kenikmatan menjadi kredo, ritual, 
dogma,
> dan lain-lain, yang tumpang tindih atau menjadi satu sekaligus.
> Karena itu, relatif, tidak ada masalah. Dalam arti kejelasannya! 
Campur aduk
> itu mencolok, menggiurkan, mewah. Berbinar-binar dengan gemerlap 
cahaya emas
> hedonisme dan berbagai jenis mata uang di brankas-brankas bank.
> Hadirat Tuhan dalam agama Kekuasaan itu amat luas. Ia bukan saja 
memasuki
> partai-partai dan kantor-kantor birokrasi, tapi juga LSM, 
universitas,
> sekolah, tempat-tempat ibadat, kamar cukong, agenda-agenda media,
> villa-villa, kelurahan, kamar tidur pemimpin. Dia juga dengan mudah 
bisa
> ditemukan dalam pidato, seminar, rapat, demonstrasi, kisruh di 
pengadilan,
> kilah-kilah di parlemen, simpang siur di kabinet, dan tentu saja 
dalam
> kampanye-kampanye.
> Situasi di atas bisa terjadi sebab gerak Tuhan dalam agama 
Kekuasaan amat
> lincah. Ia bergerak vertikal, horizontal, jumpalitan, melingkar-
lingkar,
> dalam skala lokal, nasional, dan global. Kadang-kadang geraknya 
amat cepat
> dan heboh. Lain kali Ia merangkak perlahan-lahan, diam-diam, lemah 
lembut
> seperti hero asmara yang romantis. Meski geraknya tidak terduga, 
tetapi
> tujuan-tujuan sucinya mencolok dengan vulgar, yakni aneka jabatan di
> kecamatan, kabupaten, gubernuran, departemen, kabinet, dprd, dpd, 
dpr, mpr,
> istana presiden, dengan segala ikutan termasuk sekretariat-
sekretariatnya.
> Sudah barang tentu pengaruh Tuhan agama Kekuasaan itu kuat dan 
dahsyat bagi
> para pemeluknya. Demi Dia, sang pemeluk akan mempersembahkan 
segalanya, mau
> berjerih-payah, memeras otak, dan oke-oke saja mematikan perasaan. 
Demi Dia,
> sang pemeluk akan dengan enteng memalsukan dokumen, melanggar 
aturan,
> menyiksa adat, bertengkar, mengambil risiko besar, menjual harga 
diri,
> berutang besar, berjanji palsu, mencelakakan orang, me-merosotkan 
martabat,
> dan berbohong.
> Bukan hanya menjadi tujuan, bagi pemeluknya Dia juga menjadi 
pengubah
> perilaku sampai perusak moral. Singkatnya, demi Tuhan dalam agama 
Kekuasaan,
> para pemeluknya akan mau untuk bertindak habis-habisan.
> 
> Agar Bisa Berkuasa!
> Sebab jika kita mempunyai kekuasaan, apa yang tidak bisa kita raih?
> Kekuasaan adalah jalan pintas ke seluruh akses sospolekbudhankam.
> Secara politik, kekuasaan adalah pencipta dan pembangun, semisal 
menciptakan
> kuburan massal tanpa dihukum dan membangun ruang harta karun bawah 
tanah
> tanpa terbongkar. Dia menjadi penggiring informasi, penentu nilai, 
pencipta
> makna, benteng isme, dan jika perlu menjadi algojo ideologi.
> Secara ekonomis, kekuasaan adalah jalan ke kapital, ke kartu 
kredit, saham,
> obligasi, surat piutang, batangan emas, laba, faktor produksi, 
cheque, dan
> mobil mewah. Kekuasaan adalah lorong menuju nasib baik, simbol 
sukses,
> kebahagiaan, kelimpahan, lambang kejayaan, kunci pembuka segala 
kemungkinan
> berbisnis.
> Secara moral kultural dan sejenisnya, maka bagi para pemeluknya 
kekuasaan
> adalah asas, cara, sumber, akses, citra, rasa, rasio, persepsi, 
candra,
> idaman, ikon, kiblat, orientasi, dan tujuan hidup.
> Ada pun kredo dalam bentuk doa yang paling populer dewasa ini dalam 
rangka
> liturgi memuja Tuhan dalam agama Kekuasaan, kira-kira begini:
> O, Kekuasaan, aku percaya kepada Dikau. Dikaulah tumpuan segalaku. 
Hanya
> dengan Dikau aku bisa jaya, kaya, terhormat dan dipuja-puja. 
Resapilah
> diriku dengan Dirimu sebab Kekuasaan mampu memproduksi kekuasaan-
kekuasaan,
> sehingga aku bisa menundukkan pesaingku, memenjarakan musuh-musuhku,
> membesarkan ideologiku dan mengembangkan hasrat-hasratku. Tanpa 
Dikau, o,
> Kekuasaan, apalah aku ini. Limpahilah diriku dengan Dikau, o, 
Kekuasaan
> sembahanku. Amin.
> 
> Mengerikan!
> Alhasil, kelahiran dan terciptanya Tuhan dalam agama Kekuasaan di 
atas jelas
> amat berbahaya bagi negara kita yang tengah dirundung deret panjang 
masalah
> yang sepertinya datang silih berganti. Yang sepertinya akan amat 
sulit untuk
> bisa digarap, ditangani, diatasi, dan diselesaikan oleh siapa pun 
yang
> berkuasa di negeri ini.
> 
> Penulis adalah jurnalis/produser senior Bidang Humaniora dan Budaya 
Radio
> Nederland Wereldomroep, Hilversum, Nederland.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: