[ppi] [ppiindia] Re: SURAT DARI PARIS: PERGELARAN WAYANG KULIT DI PARIS OLEH KI MANTEB SOEDHARSONO
- From: "Ida" <abidin_ida@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Fri, 23 Apr 2004 07:31:32 -0000
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Mas Kusni, boleh tanya sedikit yah! kondisi Paris sekarang gimana?=20
soalnya aku kehilangan jejak seseorang...
thanks,
id
=20
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxx>=20
wrote:
> SURAT DARI PARIS:=20
>=20
>=20
> PERGELARAN WAYANG KULIT DI PARIS OLEH KI MANTEB SOEDHARSONO
>=20
> Rabu malam, 21 April 2004 yang lalu, dalang asal Jawa Tengah, Ki=20
Manteb Soedharsono dan rombongannya telah menyelenggarakan pergelaran=20
wayang kulit dengan lakon "Sesaji Rajasuya" di Ruang 1 Maison de=20
Unesco yang terletak tidak jauh dari Menara Eiffel. Ruang pertunjukan=20
yang berkapasitas 1400 orang itu, sampai ke balkon-balkonnya penuh=20
sesak dengan pengunjung. Pertunjukan di Paris malam Rabu lalu=20
merupakan bagian dari rangkaian pertunjukan yang dilakukan di=20
Perancis seperti di Anger, Nort dan Norman. Direncanakan setelah=20
Paris, pertunjukan akan dilanjutkan di Strassbourg, Perancis Utara=20
pada Jumat 23 April.=20
>=20
> Melihat perhatian besar dari orang-orang Perancis dan berbagai=20
bangsa yang ada di Paris terhadap pementasan ini, sempat menyelip ke=20
hati saya rasa bangga menjadi orang Indonesia. Kebanggaan inipun juga=20
terucap secara spontan oleh para pengunjung Indonesia lainnya.=20
Kembali terbayang di hadapan mata bahwa betapa keragaman kita sebagai=20
bangsa sungguh-sungguh merupakan suatu kekayaan dan keindahan luar=20
biasa. Mengenang masa-masa sebelumnya, di negeri manapun saban=20
pementasan dari Indonesia senantiasa dijubeli oleh para pengunjung.=20
Gordon Tobing dengan grup kecilnya dengan berbekalkan beberapa gitar,=20
waktu mengunjungi Kuba di zaman pemerintahan Soekarno, juga mendapat=20
sukses besar, seperti halnya dengan rombongan-rombongan kesenian=20
Indonesia yang berkunjung ke Uni Soviet [ketika masih ada Uni=20
Soviet!], ke Tiongkok, ke Vietnam dan lain-lain negeri. Penghargaan=20
tinggi kepada khazanah budaya negeri kita juga diperlihat oleh UNESCO=20
yang telah memberikan kepada Ki Manteb Soedharsono dan rombongan=20
tanda penghargaan dan hadiah "Patrimoine Oral et Immat=E9riel de=20
l'Humanit=E9" [Khazanah Lisan dan Imaterial Umat Manusia]. Seni wayang=20
kulit dipandang melalui hadiah ini sebagai khazanah budaya umat=20
manusia, bukan hanya khazanah budaya Jawa atau Indonesia. Andaikan=20
kita bekerja baik, saya yakin benar bahwa dunia akan tahu betapa=20
negeri dan rakyat kita sebenarnya merupakan gudang khazanah budaya=20
sulit terpadani. Karya-karya menganggumkan dan mencengangkan bisa=20
kita dapati dari ujung barat hingga ujung timur tanahair. Jika dunia=20
tahu, maka merekapun akan memandangnya sebagai kekayaan budaya mereka=20
sendiri karena karya sastra-seni tidak mempunyai perbatasan negeri=20
dan bangsa. Secara obyektif sesungguhnya Indonesia adalah tantangan=20
dari kenyataan kepada pola "pikiran tunggal" [la pens=E9e unique] dan=20
penolakan terhadap intoleransi.Indonesia adalah kemajemukan dan=20
toleransi, adalah kemanusiaan itu sendiri. Menyangkal kemajemukan dan=20
toleransi sama dengan menyangkal keindonesiaan diri. Tapi di manakah=20
di muka bumi ada ketunggalan mutlak?
>=20
> Hadiah di atas telah diberikan oleh Direktur Jenderal UNESCO,=20
Koichiro Matsuura sendiri didampingi oleh Dutabesar [Dubes]=20
Indonesia untuk Paris, Adrian Silalahi dan Dubes Indonesia untuk=20
UNESCO, Bambang Soehendro. Menanggapi hadiah berprestrasi dunia ini,=20
Ki Manteb Soedharsono dalam adegan "gara-gara" melalui mulut Semar=20
antara lain mengatakan: "Apa selanjutnya yang kita buat setelah kita=20
memperoleh hadiah dan penghargaaan tinggi UNESCO ini? Apakah kita=20
berhenti, diam dan hanya puas dengan memajangkan tanda penghargaan=20
ini?" "Ya, apa?" tanya Gareng dan Petruk. Semar menjawab: "Kita harus=20
berkarya lebih banyak dan meningkatkan taraf karya kita. Tanda=20
penghargaan dan hadiah ini harus kita jadikan titik baru bagi kerja=20
kreatifitas kita".=20
>=20
> Dialog-dialog ini seperti halnya juga dengan dialog-dialog antar=20
tokoh dalam pementasan secara garis besar diterjemahkan ke dalam=20
bahasa Perancis dan bisa dibaca di dasar layar lebar di atas panggung=20
pementasan. Seluruh penonton menikmati pertunjukan dengan keheningan=20
apalagi pergelaran sama sekali tidak terganggu oleh masalah-masalah=20
tekhnis. Tentu saja sebelum masuk ke ruang pertunjukan, demi=20
keamanan, pemeriksaan telah sangat ketat dilakukan terhadap semua=20
para pengunjung.=20
>=20
> Yang patut dicatat pula bahwa mulai dari halaman gedung sampai ke=20
dalam ruangan, para personil Kedutaan Indonesia di Paris turut=20
menyambut para pengunjung dengan ramah. Sikap petugas Indonesia=20
mendukung kebanggaan di atas. Saya jadi teringat akan kata-kata=20
Andreas Sitepu, salah seorang diplomat sangat simpati dan senantiasa=20
akrab dengan siapa saja,dari KBRI Paris dalam sebuah percakapan=20
pribadi: "Kita lakukan apa yang kita bisa mulai dari diri kita masing-
masing untuk bangsa dan tanahair". Diplomat tipe Andreas Sitepu ini,=20
saya kira sangat diperlukan oleh bangsa kita.Rendah hati, luwes dan=20
dekat dengan warga Republik yang diwakilinya. Di sini saya kembali=20
mengungkapkan kecemasan tentang apa-bagaimana kelak hubungan KBRI=20
Paris dengan warga RI jika masa jabatan Dubes A. Silalahi berakhir.=20
Dubes merupakan titik sangat menentukan sukses tidaknya misi=20
diplomatik. Apa yang dilakukan oleh A. Silalahi, saya kira boleh=20
disebut metode "diplomasi rakyat" artinya diplomasi yang bersandar=20
pada para warga negara dan negeri yang diwakilinya. Ini adalah suatu=20
metode kerja tapi juga sekaligus model diplomasi yang bertentangan=20
model diplomasi elite alias menara gading yang bersifat feodal dan=20
militeristik, umum dipraktekkan pada masa Orde Baru.=20
>=20
>=20
> Hal lain yang membantu para penonton, terutama para penonton yang=20
tidak mengerti bahasa Jawa, selain adanya teks ikhtisar isi dialog,=20
juga tersedianya brosur luks yang disediakan oleh UNESCO dalam dua=20
bahasa: Inggris dan Perancis. Melalui brosur-brosur ini para penonton=20
tahu isi cerita yang dipentaskan, mengenal sejarah wayang dan jenis-
jenisnya, tahu apa-siapa sang dalang: Ki Manteb Soedharsono.
>=20
>=20
> Ki Manteb Soedharsono lahir pada 1948, di Ndoplang,=20
Karangpandan,kabupaten Karanganyar, Surakarta.Sebagai dalang wayang=20
purwa ia mulai terkenal sejak 1980an, terutama terkenal=20
akan "sabetan"-nya, tekhnik memainkan wayang, terutama untuk adegan-
adegan perang. Berkat ketrampilan ini, maka Manteb oleh para=20
penggemarnya dijuluki sebagai "dalang setan". Tingkat "sabetan"nya=20
oleh para pengamat disetarakan dengan seorang "tukang sihir".=20
Sedangkan Manteb sendiri mengomentarinya bukanlah suatu "sihir" tetap=20
tidak lain dari hasil latihan dan latihan tak kenal lelah.=20
Ketrampilan tekhnis yang ia peroleh adalah hasil dari latihan dan=20
kerja susah-payah tidak kenal henti. Barangkali apa yang diucapkan=20
oleh Manteb Soedharsono ini berguna bagi para seniman lain, terutama=20
para seniman muda usia, yang ingin lekas-lekas tersohor tanpa usaha=20
susah-payah menguasai masalah tekhnis pengungkapan. Apa yang=20
dilakukan dan dikatakan oleh Manteb sebenarnya juga pernah diucapkan=20
oleh seniman-seniman lain antara lain Rendra, Arifin C. Noor,=20
Kushendratmo, dan lain-lain... Selain tekun melakukan latihan demi=20
latihan, Manteb juga tidak henti-hentinya belajar untuk meningkatkan=20
taraf penguasaan tekhnis sebagai dalang. Untuk keperluan ini, Manteb=20
yang mulai mendalang pada usia 12 tahun, setelah belajar dari=20
ayahnya, ia belajar pada Ki Nartasabda di Semarang [1972], pada Ki=20
Gada Sudarman di Sragen [1974]. Artinya untuk menjadi dirinya, Manteb=20
selalu tekun belajar dan berlatih. Ia tidak bersandar pada yang=20
disebut bakat.
>=20
> Setelah menjadi dirinya dan mulai tersohor, sekarang, saban bulan=20
ia mendalang rata-rata 10 kali. Sejak tahun 1983 bertempat di rumah=20
kediaman pribadinya, Manteb menyelenggarakan pergelaran periodik=20
Selasa Legi saban 35 hari sekali untuk memperingati hari lahirnya=20
berdasarkan almanak Jawa. Pergelaran Selasa Legi ini dihadiri oleh=20
dalang-dalang dari berbagai kabupaten. Untuk menghargai kegiatannnya=20
di dunia pedalangan ini maka Ki Manteb Soedharsono telah menerima=20
Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden Republik Indonesia. Selain=20
dikenal sebagai dalang, Ki Manteb juga dikenal publik karena ia=20
merupakan salah seorang yang paling sering muncul di tivi, radio dan=20
jadi bintang iklan dengan slogan "oye". Oleh karena itu, Ki Manteb=20
Soedharsono juga dikenal dengan julukan "dalang oye".
>=20
> Hanya saja masalah seniman, saya kira tidak hanya sebatas masalah=20
kemampuan tekhnis. Tehknis adalah alat untuk pengungkap pikiran dan=20
perasaan. Dalam perasaan ada masalah keberpihakan dan kemanusiaan.=20
Nilai-nilai manusiawi. Dan masalah nilai menyangkut soal pikiran dan=20
wawasan. Seniman besar adalah padunya perkembangan dua masalah ini:=20
masalah tekhnis dan wawasan alias konsep serta keberpihakan. Jika=20
dengan kemampuan tekhnis tapi sang seniman tidak lain dari alat=20
penindasan, kekerasan dan pembunuhan yang menentang keadilan dan=20
kebenaran, seberapa lama "kebesaran" sang seniman itu akan bertahan?=20
Budak tetap budak walaupun dadanya dipenuhi oleh sejubel tanda jasa=20
serta penghargaan. Siapa yang memberikan tanda jasa dan bagaimana=20
tanda jasa itu diberikan serta bagaimana ia didapatkan? Di sinilah=20
perlunya seorang seniman bisa menjadi dirinya yang merdeka, menjadi=20
warga sejati "republik berdaulat sastra-seni". Penghargaan dan tanda=20
jasa bukanlah tanda hakiki kebesaran. Seniman tanpa nilai manusiawi=20
adalah seniman sesaat atau bisa jadi langgeng karena memang budak=20
besar dari kaum anti kemanusiaan. Orang mengenang para anti=20
kemanusiaan sebagai bandingan seperti orang mengenal Yudas Iskariot=20
yang mengkhianati Yesus. Menyadari akan hal ini maka dahulu Lembaga=20
Kebudayaan Rakyat [Lekra] secara teratur menyemenggarakan kursus-
kursus untuk para dalang, di mana dipelajari masalah tekhnis,=20
masalah politik, filsafat kebudayaan, sejarah Indonesia, gerakan=20
buruh dan tani dan lain-lain... Belajar merupakan sesuatu yang mutlak=20
bagi seorang seniman. Belajar bisa dilakukan seorang diri dan akan=20
lebih besar lagi hasilnya jika dilakukan secara bersama dan=20
terorganisasi. Karena itu tidak aneh jika ketika Jenderal Soeharto=20
mengambil tampuk kekuasaan politik di Indonesia, salah satu=20
organisasi yang dilarangnya paling awal adalah Lekra termasuk Lembaga=20
Pedalangan Lekra. Dunia pedalangan langsung ia kontrol ketat. Dunia=20
pedalangan adalah saranan komunikasi dengan masyarakat Jawa, penduduk=20
negeri terbesar di Indonesia. Taraf menyeluruh seorang seniman akan=20
nampak dari karyanya. Demikian juga seorang dalang. Karya tidak bisa=20
membohongi siapapun, tidak juga diri sendiri. Dalam hal ini, saya=20
tidak mempersoalkan masalah anutan politik seseorang seniman sebab=20
yang paling penting bagi saya adalah fungsi seniman memanusiawikan=20
manusia, kehidupan dan masyarakat, fungsi dari warga "republik=20
berdaulat saastra-seni". Untuk menjadi warga republik berdaulat ini,=20
insting tidak memadai!Kemauan baik saja tidak cukup!=20
>=20
> Dalam konteks ini apa yang ditampilkan oleh Ki Manteb Soedharsono=20
di Paris sebagai kota dunia? Ia menampilkan lakon "Sesaji Raja Suya"=20
yang sarinya sebagai berikut:
>=20
> Setelah melalui perjuangan sengit, para Pandawa berhasil=20
mengembangkan kerajaan Indraprasta atau Amarta dan keluar=20
meninggalkan hutan Martani. Kerajaan Amarta menjadi sebuah kerajaan=20
yang subur dan indah, membahagian para pemimpin dan warganya. Untuk=20
mengucapkan syukur maka kerajaan bermaksud melangsungkan=20=20
upacara "sesaji" yang disebut "Sesaji Raja Suya". Kerajaan bermaksud=20
dalam "sesaji" ini mengundang 100 raja-raja bersahabat dari berbagai=20
negeri.
>=20
> Tapi pada saat yang sama, Prabu Jarasanda, sebuah kekuatan politik=20
imperialistik dari Kerajaan Giribaya, juga berniat=20
menyelenggarakan "Sesaji Kalarudra". Dan guna keperluan "sesaji=20
Kalarudra" ini diperlukan kepala seratus raja. Prabu Jarasanda lalu=20
mengerahkan kekuatan bersenjatanya.
>=20
> Dengan bantuan dan nasehat Sri Kresna, kaum Pandawa menyerukan=20
meningkatkan kewaspadaan terhadap niat jahat dan egoistik Prabu=20
Jarasanda ini. Dengan menggunakan berbagai cara Bima dan Arjuna=20
dibantu oleh Sri Kresna akhirnya bisa mengalahkan Prabu Jarasanda.=20
Setelah kemenangan ini barulah "Sesaji Raja Suya" bisa dilaksanakan=20
untuk mengucapkan terimakasih kepada Tuhan Yang Mahaesa dan=20
melangsungkan persahabatan damai antar rakyat berbagai bangsa.
>=20
> Pergelaran yang memukau ini hanya berlangsung dua jam, dari jam=20
19:00 sampai dengan jam 21:00 dengan jumlah penonton yang sama sekali=20
tidak berkurang.=20
>=20
> Penonton bebas menafsirkan siapa Prabu Jarasandra dan apa fungsi=20
Pandawa dalam konteks kekinian. Yang jelas bahwa melalui lakon ini=20
nampak bahwa Ki Manteb Soedharsono ingin menyampaikan pesan=20
perdamaian dan sulitnya mencapai perdamaian itu. Untuk mencapai=20
perdamaian, mau tidak mau darah ditumpahkan. Hanya saja yang nampak=20
menonjol melalui pementasan ini adalah masalah kekerasan dan=20
peperangan. Sedangkan dialog-dialognya terasa kurang tajam=20
menganalisa konflik antara kerajaan Amata dan Prabu Jarasanda yang=20
imperialistik. Barangkali ini bisa dicatat sebagai kelemahan dari=20
suatu arah umum lakon dan dalam hal ini, dalangnya: Ki Manteb=20
Soedharsono. Tidakkah masalah ini ada kaitannya dengan analisa dan=20
pengetahuan politik? Jika pandangan ini benar maka kembali dan lagi-
lagi nampak hubungan antara kemampuan tekhnis dengan isi untuk=20
mencapai taraf karya yang bermutu secara menyeluruh? Ketrampilan=20
tekhnis tanpa kedalaman pesan dan analisa akan membuat penonton=20
pulang dengan rasa kosong. Apabila terjadi hal demikian, maka di mana=20
peranan pelopor dan fungsi seniman dalam memanusiawikan manusia,=20
kehidupan dan masyarakat apalagi jika kita ingin menggunakan standar=20
internasional dan bukan lokal, baik Jawa Tengah ataupun Indonesia?
>=20
> Betapapun juga pementasan Ki Manteb Soedharsono dan rombongan Ki=20
Manteb Soedharsono sedikit telah memberikan kebanggaan menjadi=20
Indonesia dari segi kebudayaan dan memberikan citra Indonesia yang=20
lain daripada yang disuguhkan ke dunia oleh para politisi dan kaum=20
militeris,walaupun kekerasan dan peperangan begitu menonjol dalam=20
pergelarannya! Atau perdamaian dunia dan kerukunan memang patut=20
dicapai dengan jalan berdarah menurut konsep Ki Manteb Soedharsono?=20
Ini adalah masalah filosofis dan masalah filosofis adalah masalah isi=20
atau wawasan!
>=20
>=20
> Paris, April 2004.
> -----------------
> JJ.KUSNI
>=20
>=20
>=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
>=20
>=20
>=20
>=20
> CATATAN:=20
> Foto terlampir menunjukkan Dubes Indonesia di Paris, A.Silalahi=20
sedang memberikan ucapan selamat kepada rombongan Ki Manteb=20
Soedharsono usai pertunjukkan.
>=20
> [Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=3D5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
- Follow-Ups:
- References:
- [ppi] [ppiindia] SURAT DARI PARIS: PERGELARAN WAYANG KULIT DI PARIS OLEH KI MANTEB SOEDHARSONO
- From: Budhisatwati KUSNI
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Re: SURAT DARI PARIS: PERGELARAN WAYANG KULIT DI PARIS OLEH KI MANTEB SOEDHARSONO
- [ppi] [ppiindia] SURAT DARI PARIS: PERGELARAN WAYANG KULIT DI PARIS OLEH KI MANTEB SOEDHARSONO
- From: Budhisatwati KUSNI