[ppi] [ppiindia] Re: PEREMPUAN...(spesial buat Yan..)

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Wah, kau ini tega sekali Yan. Masak sih perempuan disamakan dengan 
jengkol! ck..ck..ck...Lagi pula mana ada perempuan yang mau kayak 
jengkol...bau! yang wangi aja susah nyari pasangan, gimana yang bau 
he..he...he...satu lagi, kau jgn menghina pak akbar doooooong

id,

--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Yan Santosa EP <erry_poetra@xxxx> 
wrote:
> hai teman2 di milis ini,
>  
> pertanyaan ttg sejauh mana islam memposisikan seorang wanita itu 
pernah dijawab oleh rasulullah muhammad saw dalam rangka menjawab 
pertanyaan seorg sahabatnya. "ya rasul, siapakan org yang seharusnya 
paling saya hormati? rasul menjawab: ibumu; kemudian siapa lagi ya 
rasul? rasul kembali menjawab: ibumu; kemudian siapa lagi ya rasul? 
rasul untuk ketiga kalinya masih menjawah: ibumu; kemudian siapa lagi 
ya rasul: ayahmu." 
>  
> disini dapat dilihat dengan jelas bahwa tingkatan seorg ibu 
(wanita) itu 3 kali lipat dibanding ayah (laki-laki). ayo kita 
buktikan: pada fase pertama, seorg ibu adalah yang: 1) mengadung, 2) 
melahirkan dan 3) menyusui. inlah 3 tingkatan keistimewaan ibu 
(wanita). kemudia pada fase kedua barulah ayah ibu ini bekerja 
bersama: 1) mengasuh, 2) mendidik dan 3) membesarkan. 
>  
> karena itu tak wajar bila wanita merasa direndahkan. nah, bagaimana 
dengan pembatasan yang ada dalam wanita ini? itusemua tentunya untuk 
menjaga harga diri wanita itu sendiri, sebab wanita itu mahal lho. 
wanita yang bebas dan terbuka (misalnya dalam berpakaian saja) itu 
tak ubahnya seperti jengkol yang terbuka dan dijual oleh inang-inang 
di pasar itu. nah sekarang bandingkan, jengkol mana yangpaling mahal: 
jengkol yang tak berkulit atau yang masih berkulit rapi? 
>  
> untuk itu, jangan jadi seperti jengkol, nanti harganya murah. apa 
mau? tentunya nggak kan?
>  
> mengenai larangan penggunaan simbol agama di paris, yang saya tahu 
berlaku untuk semua agama, tak hanya islam saja, tapi penggunaan 
tanda salib kristen dan topi kupluknya yahudi dan termasuk penggunaan 
serbannya orang sikh india itu juga dilarang di sana.
>  
> adapun tentang persoalan wanita yang terjadi di interna partai 
golkar itu, ada lebih baiknya ditanya lansung sama pengurus partai di 
wilayah terdekat anda berada. syukur-syukur kalo bisa tanya langsung 
ama wiranto. yg penting jgn nanya sama akbar, ntar dicepret ama karet 
hidungmu. bekakakakaka.
>  
> demikian dan best regard,
>  
> Yan -
>    
> 
> Listy <listy@xxxx> wrote:
> 
> sudaaah .. tak usyah sedih .. laki-laki memang begitu
> 
> cheers
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: Ida [mailto:abidin_ida@xxxx]
> Sent: 23 April 2004 12:43
> To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> Subject: [ppiindia] PEREMPUAN...
> 
> 
> Menyambut hari Kartini, banyak media di tanah air yang menyoroti 
> masalah perempuan, dan salah satunya suratkabar Republika. Dalam 
> laporan utamanya (23/4) tentang: "Islam dan Emansipasi Wanita: 
> Perempuan kini telah bebas bergerak. Ia tak lagi hanya menjalankan 
> fungsi domestik. Mereka pun kini bergerak laiknya laki-laki di 
ranah 
> publik. Bahkan tak jarang prestasi mereka melampaui laki-laki. 
Dalam 
> Islam, sejauh mana perempuan ini diposisikan?"
> 
> Pada kenyataannya? Sehebat apapun perempuan tetap saja dianggap 
> kurang baik ketimbang laki-laki. Contoh kecil saja: tadi pagi saya 
> mendengar ulasan berita media di sebuah radio yg memberitakan bahwa 
> caleg wanita dari Golkar, Nurul Arifin, yang memenangkan suara 
> terbanyak di wilayah pemilihannya yg seharusnya masuk senayan, 
justru 
> tidak, melainkan caleg pria yang perolehan suaranya justru jauh 
> dibawah Nurul. 
> 
> Maaf, saya sih tidak tahu politik, tapi yg bisa saya tangkap ini 
> bukti kecil bahwa ditanah air pun wanita masih dianggap kecil. 
> Untunglah, masih ada Angelica Sondack (Demokrat), Marissa Haque 
> (PDIP) dan Indar Parawansa (kalau tak salah PKB) yg katanya masuk 
> senayan. 
> 
> Mungkin perjuangan perempuan di tanah air tidak seberat perempuan 
> muslim di luar sana. Terutama perempuan2 muslim di Perancis, A 
Young 
> muslim student wearing headscarf is denied her right of eduation, 
> while catholic student wearing a cross or a Jewish student wearing 
a 
> skullcap is not. Kenapa perempuan muslim sulit mendapat simpati 
> masyarakat dunia, sementara tahun 1962 kasus yang menimpa black 
> student mendapat simpati dunia. Bahkan waktu itu presiden Kennedy 
> mengirim pasukannya untuk mengawal mereka ke sekolah. The girl 
> muslim, on the other hand, received no help from any one. Maybe, 
the 
> reason is the widespread misunderstanding and fear of anything 
> Islamic in the world today.
> 
> Do Judaism, Christianity and Islam have the same conception of 
women? 
> Of course, it is not easy to search for and find answers to these 
> difficult questions.
> 
> Wassalam,
> Id
> 
> 
> Sampai jumpa lagi, 
> 
> Yan Santosa EP  
> MA. Political Science
> University of Annamalai
> India.
>  
> 
> 
> Yahoo! India Matrimony: Find your partner online.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: