[ppi] [ppiindia] Re: Multi Kulturalisme <NOT MERELY JAWA!>/natuurlijk
- From: "antonhartomo" <antonhartomo@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Thu, 30 Sep 2004 11:36:10 -0000
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
hehehe
lha wong saya kalo bikin cat kapal dan jembatan aja pake
dimasuki/campur/adon macam-macam. dan agar lebih "rame rasanye" (plus
murah) dicampur limbah pabrik dari cilegon kombinasi cikarang.
hasilnya kok ya bagus terjangkau, sesuai asas demokrasi (?). dunia
makin satu, jadi ya gado2 gak apa2lah. yang baik sesuai hukum alam
akan mencuat sendirinya, dan memberi nuansa khas. hukum entropi dan
energi musti dilihat overall bung, begitupun dunia-manusia. bukankah
rambut kriting lebih tinggi entropinya ketimbang rambut kejur?
(begitu kalo kuawali kuliah kimia) itu baru rambut ..... point : yang
mengerti biarlah makin mengerti. yang nggedabrus semoga kian tak
masgul. kalo lagi pusing, meditasi ke thailand selatan di daerah
pebukitan kebun karet yang hebat itu lo. pasti damai di hati kembali.
note bau iklan : atau kalo ada mau usaha terkait kimia, boleh panggil
saya juga kok...tapi urusan japri.(maaf pak moderator...
hehehe...mengaktualkan hukum entropi)
salam
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, dicky riyadi <dickyriyadi@xxxx>
wrote:
> wong lampung gak iso boso lampung kok nyalahkan jowo...
>
> piye tho..
>
> opo wong jowo iku nggone dosa....lha ini banyak di eropa orang aceh
ngomong boso aceh yo wis ben... gak enek sing ngreken... sing jowo
ngomong jowo yo wis ben...wong sing chino yo ngomonge nihong nihong
yo gak popo....
>
> iku wong malaysia yo bosone campur aduk melayu inggris simpang
siur.. yo gak nyalahno inggris.... wong sumatera batak dkk atau bugis
dkk sing di jawa yo ora dipateni karena ngomong pake bahasane
sendiri....
>
>
>
>
>
> Danardono HADINOTO <rm_danardono@xxxx> wrote:
> >>>>>jadi masalah pusat daerah, janganlah dibawa ke masalah
suku.konflik vertikal jangan dijadikan horisontal :-)<<<<
>
> Betuuuulll. Janganlah ketidak mampuan sendiri membangun daerah
disembunyikan dibalik sentimen anti suku. Sia sia itu.
>
>
>
>
> Suhiro <hiro75@xxxx> wrote:
>
> sebenarnya nggak ada itu orang jawa anti suku lain, coba aja anda
tinggal
> di jawa, mereka malah menganggap orang orang dari sumatra atau
daerah lain
> itu lebih tinggi, karena biasanya anak-anak kos yang sekolah dari
golongan
> kaya, sedang penduduk di situ menengah kebawah...they are wellcome,
> biasanya malah orang luar jawa yang "anti" jawa, sebenernya
transmigran
> itu juga korban,
> masalah sebenernya adalah Jakarta/pusat dan daerah, pusat dulu
dikuasai
> militer, dan pemimpinnya kebetulan Suharto yang jawa, sedang militer
> sendiri sih nampaknya adalah suku tersendiri, tidak peduli asalnya
suku
> apa kalo sudah masuk militer maka akan punya pola pikir yang mirip.
> karena mayoritas penduduk adalah jawa, maka dimiliterpun jadi
banyak orang
> jawa, termasuk di kabinet, walaupun tinggal nama, karena yang sudah
> tinggal dijakarta, secara budaya sudah tidak jawa lagi, bisa
dikatakan
> menjadi suku jakarta.
> nah di aceh jadi disamaratakan, semua tentara di sebut jawa, walau
itu
> dari sulawesi, NTT dll.
>
> kalau anda tinggal di jawa sendiri, terutama di perkotaan,
identitas itu
> makin kabur karena banyaknya kawin campur antar suku.
>
> jadi masalah pusat daerah, janganlah dibawa ke masalah suku.
> konflik vertikal jangan dijadikan horisontal :-)
>
>
> On Wed, 29 Sep 2004, RG Nur Rahmat wrote:
>
> > Saya hanya lihat realitas, saya peduli amat dengan budaya daerah
anda atau siapa pun juga. Tapi, kalau sampai mematikan budaya lain di
Indonesia ini dan mengerdilkannya menjadi wayang dan tempe, tentu
saya sebagai orang Indonesia akan marah besar.
> >
> > Lihat saja GAM, kenapa mereka bisa sangat anti-jawa, atau daerah-
daerah lain yang pribuminya tertekan dan terdesak oleh pribumi import
( dari pulau lain). Sebagian tiada kuasa untuk memberontak seperti
orang Aceh ini jadi hanya bisa menangis dan marah.
> >
> > Majapahit, itu dia. Para pemimpin keturunan Jawa berpikir
Indoensia ini Majapahit yang daerah-daerah lain adalah jajahannya,
dan ini sesat dan menyakitkan.
> >
> > Contoh: di Lampung, bahasa Lampung sudah punah kini orang Jawa
bermudik tidak hanya ke Jawa juga ke Lampung.
> >
> > Ini sudah seperti kanker.
> >
> > Mungkin pemerintahan yang baru harus memperhatikan hal ini, bahwa
setiap suku bangsa di Indoensia tidak mau bernasib seperti orang
betawi. Mereka mau jadi tuan di tanahnya sendiri.
> >
> > Kalau ini tidak diperhatikan akan ada terus yang namanya pilih
kasih pd pengambilan pegawai negeri oleh etnis tertentu karena merasa
etnisnya kurang diperhatikan. Akhirnya, profesionalisme tidak lagi
berjalan. Indonesia krisis lagi.
> >
> > Danardono HADINOTO <rm_danardono@xxxx> wrote:
> > Ini bung Rakhmat belum faham dalamnya falsafah Jawa, nilai
gamelan, sendra tari, dan lain2nya yang memperkaya khazanah budaya
Nusantara ini. Juga Borobudur dipandang sebagai khazanah dunia,
khazanah kemanusiaan.
> >
> > Mungkin bung Rakhmat dapat menyumbangkan budaya daerahnya?
> >
> > Jalesveva Bhumimca Jayamahe!
> >
> > Majapahit, arungi perairan Nusantara!
> >
> > salam
> >
> > RM D Hadinoto
> >
> >
> >
> > antonhartomo wrote:
> > Saya tak serujuk!
> > Justru spirit kita niscaya semua KEARIFAN LOKAWI diangkat dalam
> > tamansarinya budaya Indonesia.
> > Bukan warteg, rm padang, irama dangdut, dsb., walau juga tak
patut
> > antipati.
> > Mari kembangkan nyata, bukan omdo mbleber tanpa juntrung, tak
> > menghargai perbedaan dan pencapaian.
> > Kalau WAYANG diakui UNESCO sebagai salah satu kontributor
PERADABAN
> > DUNIA MANUSIA, mari galang juga untuk yang lain. TIDAK BENAR
> > Indonesia mesti "Jawa-centris". Coba baca lagi artikel dengan
baik
> > dan sadar.....
> > In Harmonia Progressio. Bhinneka Tunggal Ika !
> > Salam!
> >
> >
> > --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, RG Nur Rahmat
> > wrote:
> > > Betul ini.
> > > Sadarkah saudara-saudari bahwa kekayaan kebudayaan bangsa
Indonesia
> > ini sudah dikerdilkan menjadi wayang dan warteg?
> > >
> > > Semuanya serba Jawa-sentris.
> > >
> > > SEDIH.
> > >
> > > Danardono HADINOTO wrote:
> > > Izinkan saya menggelar tulisan mengenai ke-multi-budayaan.
> > >
> > > Salam
> > >
> > > RM D Hadinoto
> > >
> > > Kerangka Multikulturalisme
> > >
> > > Oleh B Hari Juliawan
> > >
> > > SAMBIL menunggu terbentuknya pemerintahan baru, ada baiknya
kita
> > menghidupkan kembali beberapa perdebatan mengenai dasar-dasar
hidup
> > bersama. Salah satu hal penting yang kerap dibicarakan secara
publik
> > adalah perihal multikulturalisme sebagai prinsip hidup bersama.
> > >
> > > Sayang, banyak pembicaraan berputar-putar sekitar "menghargai
> > perbedaan", suatu penjelasan bernilai retorik yang pada hemat
saya
> > kurang menyentuh persoalan nyata. Karena itu, tulisan ini hendak
> > mengajukan beberapa kerangka nyata yang bisa dipakai sebagai
titik
> > berangkat pembicaraan lebih lanjut.
> > >
> > > KERANGKA pertama berkenaan istilah multikulturalisme sendiri.
> > Umumnya diterima, kata sifat "multikultural" menunjuk fakta
> > keragaman, sementara "multikulturalisme" menunjuk sikap normatif
atas
> > fakta keragaman itu. Keragaman di Indonesia sering digambarkan
> > sebagai amat lebar: sekitar 25 rumpun bahasa dan lebih dari 250
> > rumpun dialek, sekitar 400 kelompok etnis dan suku bangsa, dan
lima
> > agama resmi serta berbagai bentuk kepercayaan. Menyebut fakta
saja
> > dan menganggapnya sebagai multikulturalisme berarti mengacaukan
dua
> > pengertian antara fakta dan sikap normatif itu.
> > >
> > > Multikulturalisme perlu memilah-milah bentuk keragaman "kultur"
> > yang diwadahi dalam negara. Will Kymlicka (1995) membedakan dua
> > kategori keragaman yaitu negara multibangsa dan negara polietnis.
> > Negara multibangsa lahir dari koeksistensi beberapa bangsa yang
> > semula berdiri sendiri-sendiri dalam batas-batas teritorial
masing-
> > masing. Koeksistensi itu mungkin terjadi lewat invasi dan
penjajahan,
> > mungkin terjadi secara sukarela. Dalam negara multibangsa, unit
> > politik yang relevan adalah bangsa atau suku bangsa, dan biasanya
> > menuntut otonomi atau pemerintahan sendiri demi mempertahankan
> > keunikannya berhadapan dengan kultur mayoritas.
> > >
> > > Keragaman dalam negara polietnis muncul dari gelombang migrasi
> > secara individual maupun berkelompok. Mereka bergabung secara
longgar
> > dalam suatu asosiasi atau perkumpulan yang disebut "kelompok
etnis."
> > Kelompok-kelompok etnis itu umumnya menghendaki diterima sebagai
> > bagian masyarakat luas sambil tetap diakui keunikan etnisnya.
Lain
> > dari suku bangsa, kelompok etnis tidak menuntut otonomi politik,
> > tetapi sekadar modifikasi lembaga-lembaga publik dan hukum dalam
> > masyarakat agar dapat mengakomodasi keunikannya.
> > >
> > > Kedua bentuk keragaman kultur ini dapat terjadi di satu negara,
dan
> > Indonesia tampaknya merupakan salah satunya. Otonomi Aceh dan
Papua
> > dapat dikategorikan sebagai tuntutan dalam rangka negara
multibangsa,
> > sedangkan pengakuan terhadap etnis Tionghoa dan penghapusan
> > diskriminasi merupakan tuntutan dalam rangka negara polietnis.
> > Identifikasi seperti ini menghindari tumpang tindih dalam
> > kategorisasi persoalan, dan menyelamatkan istilah
multikulturalisme
> > dari bahaya menjadi slogan. Meski demikian, ada potensi
kebingungan
> > di mana kita hendak menempatkan agama. Apakah komunitas agama
hendak
> > dijadikan unit politik yang berhak mengajukan klaim yang sama
sahnya
> > dengan suku bangsa atau kelompok etnis atau tidak dihitung sama
> > sekali?
> > >
> > > Kerangka kedua merupakan turunan kerangka pertama, akomodasi
> > kepentingan. Bila diperas dalam fakta kerasnya, isu terpenting
> > multikulturalisme sebenarnya terletak pada manajemen kepentingan.
> > Aneka kelompok dalam masyarakat apakah itu suku bangsa atau
kelompok
> > etnis, mengajukan klaim agar unit politik yang lebih besar
seperti
> > negara melakukan sesuatu demi kelangsungan hidup kelompok-
kelompok
> > itu. Klaim-klaim itu membungkus kepentingan yang biasanya lebih
> > dasariah. Masalahnya kini, ada pada definisi arti "kepentingan."
> > >
> > > ADA dua jenis kepentingan yang relevan, kepentingan umum dan
> > kepentingan khusus (Amy Gutman, 1994). Kepentingan umum adalah
aneka
> > kebutuhan yang pemenuhannya sama untuk tiap orang, tanpa peduli
> > identitas kulturalnya. Yang termasuk di dalamnya adalah kebutuhan
> > akan fasilitas kesehatan, perumahan, pendidikan, kebebasan
berbicara,
> > berkumpul dan berserikat. Mengenai kebutuhan umum ini, semua
> > warganegara harus mendapat perlakuan sama. Siapa pun berhak
menuntut
> > bila kepentingan ini tidak terpenuhi.
> > >
> > > Kepentingan khusus, menyangkut aneka kebutuhan yang
pemenuhannya
> > terkait aspek-aspek khusus kehidupan (survival) kelompok
> > bersangkutan. Orang Aceh, misalnya, karena sejarah penjajahan
> > berbeda, ingin tetap mempertahankan kesatuan identitasnya sebagai
> > orang Aceh meski ada dalam kerangka negara Indonesia. Kesatuan
> > identitas itu dipelihara lewat privilese seperti pengadilan adat
dan
> > peran khusus ulama dalam struktur politik lokal.
> > >
> > > Bila dalam hal pemenuhan kepentingan umum yang hendak dicapai
> > adalah kesetaraan, dalam hal pemenuhan kepentingan khusus, yang
> > terjadi justru sebaliknya yaitu keistimewaan, pengecualian, atau
> > privilese. Karena itu, kepentingan khusus berpeluang melahirkan
> > polemik dan konflik. Dalam hal ini, pemerintah dan masyarakat
> > ditantang untuk senantiasa merumuskan kembali paham keadilan dan
> > kesetaraan. Kapankah suatu privilese dianggap sah dan tidak
menyalahi
> > prinsip kesetaraan? Apalagi, dalam kasus Aceh misalnya, selalu
ada
> > kekhawatiran dari pemerintah pusat mengenai pemberontakan.
> > >
> > > Bhikhu Parekh (2000) mengajukan prinsip, kesetaraan seharusnya
> > didasarkan bukan pada uniformitas manusia, tetapi pada kait
mengait
> > antara uniformitas dan perbedaan. Termasuk dalam kesetaraan
adalah
> > kesetaraan dalam hal kebebasan dan kesempatan untuk berbeda.
> > Memperlakukan orang secara setara menuntut kita untuk
memerhatikan
> > baik kesamaan maupun perbedaan antarindividu atau kelompok.
> > >
> > > KERANGKA ketiga menyangkut ideologi politik yang memungkinkan
> > multikulturalisme berfungsi. Saya percaya, tidak ada yang bisa
> > menjamin multikulturalisme selain demokrasi, dan banyak gagasan
yang
> > berkembang menambah kualitas khusus mengenai karakter liberal
dari
> > demokrasi (Rawls [1993], Taylor [1994], Kymlicka [1995], Parekh
> > [2000]). Demokrasi liberal memungkinkan tiap orang untuk
> > mengekspresikan diri secara bebas dan mengejar pemenuhan
identitas
> > tanpa khawatir menjadi sasaran penindasan.
> > >
> > > Amy Chua (2003) khawatir, demokrasi dan pasar bebas niscaya
> > memenangkan mayoritas sambil mengeksploitasi minoritas yang kuat
> > secara ekonomi. Bila ini yang terjadi, yang digagalkan adalah
prinsip
> > kebebasan mengekspresikan diri karena minoritas di bawah dominasi
> > mayoritas tidak lagi punya kebebasan untuk mewujudkan identitas
> > khususnya. Dalam hal ini, demokrasi harus dijaga ketat sebagai
> > mekanisme yang mempertahankan kebebasan berekspresi, sehingga
tidak
> > mengurangi hak tiap individu dan kelompok mewujudkan
kekhususannya.
> > >
> > > Kerangka keempat dan terakhir menyangkut telos atau puncak
tujuan
> > multikulturalisme. Multikulturalisme pantas diperjuangkan karena
di
> > balik itu ada tujuan mewujudkan hidup bersama yang sedekat
mungkin
> > pada kepenuhan "hidup baik." Setiap orang ingin hidup baik,
terpenuhi
> > segala kebutuhan material dan spiritualnya, dan berhak untuk
hidup
> > baik. Cara mencapai hidup baik itu berbeda-beda untuk tiap orang
atau
> > kelompok, bahkan definisi hidup baik itu pun berbeda-beda. Sejauh
> > perbedaan itu tidak saling meniadakan, kita baru bisa mengulang
> > retorika yang disampaikan di awal tulisan: marilah "menghargai
> > perbedaan".
> > >
> > > B Hari Juliawan Alumnus Warwick University, Coventry-England;
> > Mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
**********************************************************************
> > *****
> > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > www.ppiindia.shyper.com
> > >
> >
**********************************************************************
> > *****
> > >
> >
______________________________________________________________________
> > ____
> > > Mohon Perhatian:
> > >
> > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> > otokritik)
> > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > > 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> > > 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> > > 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> > > 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Do you Yahoo!?
> > > Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
www.ppiindia.shyper.com
> >
**********************************************************************
*****
> >
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
> >
> >
> >
> > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Yahoo! Groups Links
> >
> > To visit your group on the web, go to:
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> >
> > To unsubscribe from this group, send an email to:
> > ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
> >
> > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> >
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
www.ppiindia.shyper.com
> >
**********************************************************************
*****
> >
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > vote.yahoo.com - Register online to vote today!
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> >
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
www.ppiindia.shyper.com
> >
**********************************************************************
*****
> >
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
www.ppiindia.shyper.com
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>
>
>
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
>
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
www.ppiindia.shyper.com
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>
>
>
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
- References:
- [ppi] Re: [ppiindia] Re: Multi Kulturalisme <NOT MERELY JAWA!>
- From: dicky riyadi
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Re: Multi Kulturalisme <NOT MERELY JAWA!>/natuurlijk
- [ppi] Re: [ppiindia] Re: Multi Kulturalisme <NOT MERELY JAWA!>
- From: dicky riyadi