[ppi] Re: [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- From: "Listy" <listy@xxxxxxxxxxxxxxx>
- To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Thu, 17 Feb 2005 16:28:11 +0700
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
sumonggo,
asal rata, adil, tidak cuma islam aja yg diuyeg-uyeg..
di indonesia, agama kan tidak cuma islam.. :)
gitu lohhhh..
salam..
-----Original Message-----
From: RM Danardono HADINOTO [mailto:rm_danardono@xxxxxxxx]
Tak tambahgi yo mBak?
1. secara islam : ........................
2. secara kristen : ......................
3. secara, bukan no.1 : ..................
4. secara, bukan no.2 : ..................
5. dst.. dst..
6. sebagai insan Ilahi..
Hayoo gimana?
Salam
Danardono
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Listy" <listy@xxxx> wrote:
>
> pak RMDH, anda baik sekali.. mengajak pindah topik.. tq
> nah kalo memang niat membahas masalah perilaku manusia
> didasarkan pada sendi agama, pakailah seperti berikut,
>
> 1. secara islam : ........................
> 2. secara kristen : ......................
> 3. secara, bukan no.1 : ..................
> 4. secara, bukan no.2 : ..................
> 5. dst.. dst..
>
> jadi tidak terkesan, islam lagi.. islam lagi.. sekarang,
> saya duduk manis di sini pak, menyimak.. menyerap ilmu,
> supaya tambah pinter.. :)
>
> terimakasih..
>
> cheers..
>
>
> -----Original Message-----
> From: RM Danardono HADINOTO [mailto:rm_danardono@xxxx]
>
>
> Pindah topik yukk?
>
> Dari kecam mengecam agama, yang sebenarnya adalah masalah perilaku
> manusia, kita baca kisah kehidupan se-hari-hari. Selamat membaca:
>
> -----------------------------------
> Kompas, Kamis, 17 Februari 2005
>
>
>
> Orang Miskin Takut Sakit...
>
>
> SUSAH benar jadi orang miskin di Jakarta. Dengan berbekal
pendidikan
> minimal, mereka mencoba bertahan di Jakarta untuk menafkahi
> keluarganya, meski hasilnya pas-pasan. Bahkan, sering kali hanya
> cukup untuk makan. Jika punya anak masih sekolah, biaya yang
> dikeluarkan harus utang sana sini. Bagaimana kalau sakit?
>
> "Waaah... kalau cuma batuk pilek sih masih bisa beli obat di
warung.
> Kalau harus masuk rumah sakit, yaaa... pikir-pikir dulu," tutur
> Marsani (38), warga Jalan Semeru, Kelurahan Grogol Petamburan,
> Jakarta Barat.
>
> Bagi Marsani, berurusan dengan rumah sakit adalah hal yang mewah.
> Perempuan beranak dua itu mengaku takut jika mendengar kata rumah
> sakit. Bukan apa-apa, yang terbayang adalah jutaan rupiah harus
> dikeluarkan. Dari mana uangnya, sedangkan suaminya hanya berjualan
> besi tua.
>
> Karena takut berurusan dengan rumah sakit, ketika Bayu, anak
> bungsunya yang masih berumur empat tahun sakit diare, Marsani hanya
> memberikan obat-obatan di warung. Dengan segala keterbatasannya,
> Marsani dan suaminya mencoba merawat sendiri anaknya. "Anak saya
> buang air terus selama tiga hari. Dia sampai lemas sekali. Wajahnya
> kelihatan lesu dan setiap hari tidur-tiduran terus," kata Marsani.
>
> Akibatnya, Bayu nyaris dehidrasi. Atas petunjuk tetangganya,
Marsani
> memberikan teh yang diberi gula dan garam. Untungnya, anak Marsani
> itu kuat sekali minum sehingga cairan di tubuhnya bisa tergantikan.
> Meskipun tidak mau makan, Bayu selalu menghabiskan "obat dari
> ibunya. "Sehari dia menghabiskan sepuluh gelas lebih," kata Marsani.
>
> LAIN lagi kisah yang dialami Saritem (38), warga Kemayoran, Jakarta
> Pusat, yang tidak bisa menghindar harus berurusan dengan rumah
sakit.
> Anaknya, Kamaludin (7,5), kini terbaring di Rumah Sakit Umum Daerah
> Tarakan karena terserang demam berdarah dengue (DBD). Padahal,
sehari-
> hari Saritem hanyalah pemungut sampah.
>
> Ketika ditemui di bangsal anak beberapa hari lalu, Saritem
bercerita,
> sebenarnya dia tidak ingin membawa anaknya ke rumah sakit. Meskipun
> Kamaludin sudah demam tinggi selama tiga hari, Saritem masih
mencoba
> mengobati anaknya dengan obat-obatan warung. Namun Kamaludin tak
> kunjung sembuh.
>
> "Saya ketakutan waktu lihat dia (Kamaludin) menggigil," kata
Saritem.
> Karena ketakutan, meskipun tidak punya uang Saritem nekat membawa
> anaknya ke RSUD Tarakan, setelah mendengar ada pengobatan gratis di
> rumah sakit tersebut untuk pasien DBD.
>
> Ternyata, Saritem tidak benar-benar mendapat pengobatan gratis. Ada
> beberapa resep obat, yaitu obat antibiotik dan penurun panas yang
> harus dia tebus dengan uang tunai. Selain itu, Saritem juga
> diharuskan membayar uang untuk mengambil trombosit darah. Jumlah
> keseluruhannya mencapai Rp 100.000 lebih.
>
> "Suami saya cuma tukang sampah. Dapat gaji cuma Rp 200.000 per
bulan.
> Begitu gajian langsung habis untuk bayar utang," kata Saritem.
Untuk
> menebus biaya pengobatan hingga Rp 100.000 tentu menjadi sangat
berat
> buat Saritem. Ia mengaku takut jika ada keluarganya yang sakit lagi.
>
> Dinas Kesehatan DKI tahun 2005 ini sudah menganggarkan Rp 98 miliar
> untuk dana Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Keluarga Miskin (JPK
> Gakin). Tetapi baru sebagian kecil dana itu terserap. Pasalnya,
> sebagian besar orang miskin di Jakarta tidak memiliki kartu Gakin.
> Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang menjadi syarat pun sering
> ditolak rumah sakit. Pantas saja orang-orang seperti Marsani dan
> Saritem ketakutan jika ada keluarganya yang sakit. (IND)
>
> ---------------------
>
> Danardono
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
- Follow-Ups:
- [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- From: RM Danardono HADINOTO
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] Re: [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] Re: [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] Re: [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] Re: [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] Re: [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] Re: [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] Re: [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] Re: [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- » [ppi] Re: [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- [ppi] [ppiindia] Re: Kehidupan se-hari-hari
- From: RM Danardono HADINOTO