[ppi] [ppiindia] Re: IBRAHIM ISA dari BILJMER == - IMPIAN DUA JEND. DAN SATU CAPRES..doc
- From: Mario Gagho <gagho@xxxxxxxxx>
- To: ppi@xxxxxxxxxxxxx
- Date: Wed, 31 Mar 2004 02:23:55 -0800 (PST)
** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Note: forwarded message attached.
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.
-- Attached file included as plaintext by Ecartis --
X-Apparently-To: gagho@xxxxxxxxx via 66.218.93.169; Tue, 30 Mar 2004 21:23:28
-0800
Return-Path:
<sentto-4893767-10975-1080695925-gagho=yahoo.com@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx>
Received: from 66.218.66.69 (HELO n14.grp.scd.yahoo.com) (66.218.66.69)
by mta137.mail.scd.yahoo.com with SMTP; Tue, 30 Mar 2004 21:23:22 -0800
X-eGroups-Return:
sentto-4893767-10975-1080695925-gagho=yahoo.com@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Received: from [66.218.66.156] by n14.grp.scd.yahoo.com with NNFMP; 31 Mar 2004
01:18:49 -0000
X-Sender: tsari2003@xxxxxxxxx
X-Apparently-To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
Received: (qmail 70032 invoked from network); 31 Mar 2004 01:18:44 -0000
Received: from unknown (66.218.66.216)
by m16.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 31 Mar 2004 01:18:44 -0000
Received: from unknown (HELO n30.grp.scd.yahoo.com) (66.218.66.87)
by mta1.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 31 Mar 2004 01:18:43 -0000
Received: from [66.218.67.185] by n30.grp.scd.yahoo.com with NNFMP; 31 Mar 2004
01:18:18 -0000
To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
In-Reply-To: <018601c4165e$3568e420$425d2cd5@nom9jiigecighd>
User-Agent: eGroups-EW/0.82
X-Mailer: Yahoo Groups Message Poster
X-eGroups-Remote-IP: 66.218.66.87
From: "tsari2003" <tsari2003@xxxxxxxxx>
X-Originating-IP: 193.242.192.9
X-Yahoo-Profile: tsari2003
MIME-Version: 1.0
Mailing-List: list ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx; contact
ppiindia-owner@xxxxxxxxxxxxxxx
Delivered-To: mailing list ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
Precedence: bulk
List-Unsubscribe: <mailto:ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Wed, 31 Mar 2004 01:18:13 -0000
Subject: [ppiindia] Re: IBRAHIM ISA dari BILJMER == - IMPIAN DUA JEND. DAN
SATU CAPRES..doc
Reply-To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
Content-Type: multipart/alternative;
boundary="dX4x1c19fSdg8Dm8mH9ZcCrMo7GhD0g1PgN4v2x"
Content-Length: 7353
--dX4x1c19fSdg8Dm8mH9ZcCrMo7GhD0g1PgN4v2x
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
Memang TNI harus dimintai prtanggunmgan jawab atas pembanatian di=20
Tanjung Priok, Aceh, Lampung dsb... Di T. priok Try Sutrisno=20
disamping LB Murdani harus dimintai pertanggungan jawab ...
Sebel juga ya mendengar jenderal2 tanpa gigi pada menyuarakan=20
kebodohan dan kebohongan mereka.... Agaknya baru setelah dihakimi=20
malaikat baru mereka diam.....
(Namun ada juga tentara yang baik - Jenderal Sudirman, Pak AH=20
Nasution, TB Simatupang dsb juga baik lho. Hanya mereka tinggal=20
sejarah saja) Yang lain? Ahh... lempaaar (menirukan Iklannya Basuki=20
di TV)...
Mari kita hindari "mereka" muncul kembali....
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxx>=20
wrote:
> Kolom IBRAHIM ISAFrom: Ibrahim Bramijn=20
> To: "Undisclosed-Recipient:;"@club-internet.fr=20
> Sent: Tuesday, March 30, 2004 3:39 PM
>=20
>=20
>=20
> IBRAHIM ISA dari BIJLMER
> 30 Maret 2004.
>=20
> -------------------------------
>=20
> "IMPIAN" DUA JENDRAL DAN SEORANG "CALPRES"
>=20
> <Jen.(Prn)R.Hartono, Jen.(Prn) Try Sutrisno
>=20
> dan Tutut>.
>=20
>=20=20
>=20
> Di Belanda, belum lama berselang, meliputi agak panjang, sebuah=20
lagu yang dinyanyikan dengan merdunya oleh penyanyi kondang Belanda=20
keturunan Itali, Marco Borsato, amat populer. Ngetop, kata orang.=20
Setiap hari bisa didengar di radio, TV dan orang-orang yang=20
menyanyikannya di caf=E9-caf=E9, tempat-tempat umum dsb. Banyak orang=20
(Belanda) bisa menyanyikannya. Nama lagu itu: "Dromen zijn bedrog",=20
artinya impian-impian itu tipuan belaka.=20
>=20
>=20=20
>=20
> Tidak selalu mesti demikian!=20
>=20
>=20=20
>=20
> Sebab, di Indonesia dan agak umum di belahan Timur bumi kita ini,=20
impian itu bisa dianggap, dipercaya, sering diyakini punya arti=20
tertentu. Malah bisa mengandung makna yang teramat penting,=20
menyangkut "nasib", atau hari depan seseorang atau sesuatu golongan,=20
bahkan sesuatu bangsa. Orang Inggris menamakannya "superstition",=20
atau "bijgeloof", kata orang Belanda. Maka tidak jarang kalau=20
seseorang bermimpi, yang bisa agak lengkap diingat kembali, agak=20
jelas jalan ceriteranya, maka yang bersangkutan, lalu pergi=20
ke . . . . seorang paranormal, dukun atau juru-tafsir. Ingin tahu apa=20
arti, makna atau "message" yang terselubung di dalam impiannya itu.=20
Apakah itu suatu pertanda, peringatan ataukah ada "pesan"=20
khusus "dari sana".=20
>=20
>=20=20
>=20
> Bisa dipertanyakan, mengapa masalah "mimpi" sampai di bicarakan=20
demikian rupa hari ini. Penyebabnya: Adalah pernyataan-pernyataan=20
politik yang dilontarkan oleh Jend.(Prn) R. Hartono, calpres Tutut=20
dan Jend.(Prn) Try Sutrisno - pernyataan-pernyatan itu semua oleh=20
sementara pendapat dikatakan: "Ah, itu kan mimpi di siang hari bolong=20
namanya!".=20=20
>=20
>=20=20
>=20
> Namun, pernyataan-pernyataan para elite itu, jelas-jelas=20
memanifestasiskan idam-idaman, menyatakan suatu hasrat mendalam yang=20
ingin kembali ke era Orba, saat mereka-mereka itu sedang jaya sejaya-
jayanya. Memang, idam-idaman mereka itu tidak sedikit yang bilang=20
bahwa itu adalah "ilusi" para jendral purnawirawan plus putri sang=20
diktator Suharto, Yang satu belakangan ini, memang pernah ditarget=20
oleh sang bapak, untuk menggantikannya kelak, sebagai "presiden" RI.=20=20
Tidak meleset lagi: Yang mereka kehendaki adalah Orde Baru kembali=20
lagi.
>=20
>=20=20
>=20
> Gus Dur belum lama menegaskan bahwa Orde Baru tidak mungkin kembali=20
lagi. Ini keyakinan Gus Dur. Sebagian besar kaum demokrat dan=20
reformasis juga punya keyakinan yang sama dengan Gus Dur. Orde Baru=20
tidak mungkin kembali lagi.
>=20
>=20=20
>=20
> Tokh ada baiknya kita telusuri bersama, apa yang dikatakan atau=20
yang "diimpikan" oleh para "pewaris" Orba itu.
>=20
>=20=20
>=20
> Mula-mula Jend.(Prn) R.Hartono, dalam kampanye partainya, Partai=20
Karya Peduli Bangsa (PKPB), menyatakan bahwa ia akan berusaha=20
membalikkan situasi Indonesia ke masa di kala kaum militer, yang=20
katanya "paling berpengalaman" itu, untuk menangani Indonesia,=20
mengurus negeri kita ini supaya jadi beres. Rakyat harus percaya,=20
hanya ditangan "orang-orang tentara yang kaya pengalaman" itulah=20
bangsa dan negara ini akan terselamatkan dan punya haridepan.=20
Kasarnya ia rindu sekali hendak kembali ke era "Dwifungsi ABRI".=20
Apakah ini suatu "impian"?=20
>=20
>=20=20
>=20
> Kemudian tampil Tutut dalam kampanye pemilu baru-baru ini. Tanpa=20
selubung ia menyatakan bahwa juga dia berkeinginan mengembalikan "hal-
hal baik" dari hasil kerja bapaknya, Pak Harto. Juga cukup jelas,=20
Tutut hendak kembali ke era Orba, di saat Cendana berkuasa mutlak=20
atas kehidupan politik, ekonomi dan militer.
>=20
>=20=20
>=20
> Baru kemarin ini, tanggal 27/3/04, muncul pernyataan Jend.(Prn) Try=20
Sutrisno di Gedung Juang Surabaya(Kompas 28/3). Apa kata Jen.(Prn)=20
Try Sutrisno, yang mantan wakil presiden era Orba itu? Tanpa berkedip=20
ia menyatakan bahwa:=20=20
>=20
>=20=20
>=20
> "TNI tidak bisa didudukkan di bawah pemerintah sipil. TNI harus=20
berpolitik, sebab TNI bukan alat pemerintah".=20
>=20
>=20=20
>=20
> Selanjutnya sang jendral mengatakan, bahwa, "TNI tidak sama dengan=20
tentara negara lain karena TNI merupakan tentara rakyat. "TNI lahir=20
dari rakyat. Oleh karena itu, TNI harus berpolitik bersama rakyat".=20
Selanjutnya kata Try Sutrisno, TNI harus berpolitik untuk mencegah=20
perpecahan Indonesia. Demikian Jen.(Prn) Try Sutrisno.=20
>=20
>=20=20
>=20
> Ingat, ia ngomong begitu muluk-muluk tentang tentara rakyat, tapi=20
siapapun tidak akan lupa, bahwa sang jendral inilah yang=20
bertanggungjawab atas pembantaian rakyat Muslim pada peristiwa=20
berdarah di Tanjung Priok. Ketika itu puluhan bahkan ratusan orang-
orang yang berdemo dibantai dan jenazahnya dikubur tanpa identitas di=20
suatu tempat rahasia (Tentara).
>=20
>=20=20
>=20
> Pernyataan Try Sutrisno itu menyebarkan fikiran yang kusut tentang=20
kedudukan dan tugas tentara dalam negara hukum Republik Indonesia.=20
Kecuali dengan tegas ia menentang supremasi hukum, menentang Undang-
Undang Dasar yang jelas menegaskan bahwa kedaulatan ada pada rakyat,=20
yang diwakili di dalam Majlis Permusyawartan Rakyat ---- fikiran Try=20
Sutrisno itu merupakan tantangan terhadap gerakan dan tujuan=20
Reformasi dan Demokratisasi.
>=20
>=20
>=20
> "TNI bukan alat pemerintah?".=20
>=20
>=20=20
>=20
> Yang jelas TNI itu adalah alat negara. Di dalam negara hukum, yang=20
riil, dalam kehidupan yang nyata, yang berkuasa, yang memegang=20
wewenang, adalah pemerintah, adalah badan eksekutif, yang=20
presidennya, seperti ditentukan oleh UUD RI dewasa ini -- dipilih=20
langsung lewat pemilu. Sedangkan yang berwewenang menggunakan=20
angkatan besenjata, yang menjadi kepala atau panglima tertinggi dari=20
angkatan bersenjata, adalah Presiden Republik Indonesia. Kekuasaan=20
negara yang ada diatas TNI, adalah eksekutif, kongkritnya adalah=20
Presiden Panglima Tertinggi. Adalah UUD RI yang menyatakan demikian=20
itu, yang sudah diamandemen dan disahkan oleh MPR.=20
>=20
>=20=20
>=20
> Apakah a-b-c ketatanegaraan (dari suatu negara hukum) ini masih=20
belum jelas bagi sang jendral? Kiranya bagi seorang siswa ilmu=20
ketatanegaraan sekalipun, hal ini sudah jelas. Mengapa bagi Jen.(Prn)=20
Try Sutrisno masih tidak jelas? Lagipula dengan menggunakan dalih=20
muluk-muluk bahwa TNI adalah tentara rakyat, hendak membenarkan=20
fikirannya sendiri, bahwa tentara itu berada di atas eksekutif yang=20
sipil itu. Soalnya ia menghendaki, "mengimpikan" yang lain, yaitu=20
kita semua ini kembali ke era "Dwifungsi ABRI", kembali ke era Orba.=20
Hal mana adalah melanggar UUD RI. Dimana secara riil dan seperti yang=20
kita alami sendiri, bukan rakyat yang berdaultan, tetapi tentara,=20
para jendral dan kroni-kroninya. Apakah pengalaman fatal ini dikira=20
sudah terhapus dari ingatan masyarakat dan seluruh bangsa?
>=20
>=20=20
>=20
> Apakah benar bahwa yang dikehendaki oleh para elite, dua jendral=20
dan seorang Tutut, itu adalah "impian" belaka? Maka kalau demikian=20
itu adalah tipuan semata?=20
>=20
>=20=20
>=20
> "Hier zijn dromen geen bedrog", kata orang Belanda. Disini "impian"=20
itu bukan tipuan. Apa yang dikehendaki oleh oleh pare elite Orba itu=20
adalah sungguhan, suatu realita, suatu plan, suatu rencana! "Impian"=20
mereka bukan tipuan, tapi sesuatu yang benar-benar mereka kehendaki=20
dan usahakan sekuat-kuatnya supaya menjadi kenyataan.
>=20
>=20=20
>=20
> Cak Nur, yang sekarang ini juga jadi Ketua Perkumpulan Membangun=20
Kembali Indonesia (MKI), kali ini punya telinga politik yang peka.=20
Beliau mencanangkan tentang, menguatnya ancaman kekuatan warisan=20
Orde Baru dan status quo yang bisa menggagalkan tuntutan awal=20
bergulirnya gerakan reformasi di tanah air. Kemudian beliau=20
menyatakan pula tentang keharusan mendorong inisiatif terbentuknya=20
aliansi agar secara bersama dapat tampil efektif sebagai kekuatan=20
pengimbang kekuatan besar yang mapan. Demikian Cak Nur. Patut=20
dipertimbangkan canang Cak Nur ini!
>=20
>=20=20
>=20
> Maka berbeda dengan nyanyian Belanda yang kusebut diatas tadi,=20
jadinya "Hier zijn dromen geen bedrog". Disini "impian-impian itu=20
bukan tipuan".=20
>=20
>=20=20
>=20
> ***
>=20
>=20=20
>=20
>=20=20
>=20
>=20
> [Non-text portions of this message have been removed]
--dX4x1c19fSdg8Dm8mH9ZcCrMo7GhD0g1PgN4v2x
Content-Type: text/html; charset=ISO-8859-1
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
<html><body>
<tt>
Memang TNI harus dimintai prtanggunmgan jawab atas pembanatian di <BR>
Tanjung Priok, Aceh, Lampung dsb... Di T. priok Try Sutrisno <BR>
disamping LB Murdani harus dimintai pertanggungan jawab ...<BR>
Sebel juga ya mendengar jenderal2 tanpa gigi pada menyuarakan <BR>
kebodohan dan kebohongan mereka.... Agaknya baru setelah dihakimi <BR>
malaikat baru mereka diam.....<BR>
(Namun ada juga tentara yang baik - Jenderal Sudirman, Pak AH <BR>
Nasution, TB Simatupang dsb juga baik lho. Hanya mereka tinggal <BR>
sejarah saja) Yang lain? Ahh... lempaaar (menirukan Iklannya Basuki <BR>
di TV)...<BR>
Mari kita hindari "mereka" muncul kembali....<BR>
<BR>
<BR>
<BR>
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Budhisatwati KUSNI" <katinga=
n@xxxx> <BR>
wrote:<BR>
> Kolom IBRAHIM ISAFrom: Ibrahim Bramijn <BR>
> To: "Undisclosed-Recipient:;"@club-internet.fr <BR>
> Sent: Tuesday, March 30, 2004 3:39 PM<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> IBRAHIM ISA dari BIJLMER<BR>
> 30 Maret 2004.<BR>
> <BR>
> -------------------------------<BR>
> <BR>
> "IMPIAN" DUA JENDRAL DAN SEORANG "CALPRES"<BR>
> <BR>
> <Jen.(Prn)R.Hartono, Jen.(Prn) Try Sutrisno<BR>
> <BR>
> dan Tutut>.<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Di Belanda, belum lama berselang, meliputi agak panjang, sebuah <BR>
lagu yang dinyanyikan dengan merdunya oleh penyanyi kondang Belanda <BR>
keturunan Itali, Marco Borsato, amat populer. Ngetop, kata orang. <BR>
Setiap hari bisa didengar di radio, TV dan orang-orang yang <BR>
menyanyikannya di caf=E9-caf=E9, tempat-tempat umum dsb. Banyak orang <BR>
(Belanda) bisa menyanyikannya. Nama lagu itu: "Dromen zijn bedro=
g", <BR>
artinya impian-impian itu tipuan belaka. <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Tidak selalu mesti demikian! <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Sebab, di Indonesia dan agak umum di belahan Timur bumi kita ini, <BR>
impian itu bisa dianggap, dipercaya, sering diyakini punya arti <BR>
tertentu. Malah bisa mengandung makna yang teramat penting, <BR>
menyangkut "nasib", atau hari depan seseorang atau sesuatu golong=
an, <BR>
bahkan sesuatu bangsa. Orang Inggris menamakannya "superstition",=
<BR>
atau "bijgeloof", kata orang Belanda. Maka tidak jarang kalau <BR=
>
seseorang bermimpi, yang bisa agak lengkap diingat kembali, agak <BR>
jelas jalan ceriteranya, maka yang bersangkutan, lalu pergi <BR>
ke . . . . seorang paranormal, dukun atau juru-tafsir. Ingin tahu apa <BR>
arti, makna atau "message" yang terselubung di dalam impiannya it=
u. <BR>
Apakah itu suatu pertanda, peringatan ataukah ada "pesan" <BR>
khusus "dari sana". <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Bisa dipertanyakan, mengapa masalah "mimpi" sampai di bicara=
kan <BR>
demikian rupa hari ini. Penyebabnya: Adalah pernyataan-pernyataan <BR>
politik yang dilontarkan oleh Jend.(Prn) R. Hartono, calpres Tutut <BR>
dan Jend.(Prn) Try Sutrisno - pernyataan-pernyatan itu semua ol=
eh <BR>
sementara pendapat dikatakan: "Ah, itu kan mimpi di siang hari bolong =
<BR>
namanya!". <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Namun, pernyataan-pernyataan para elite itu, jelas-jelas <BR>
memanifestasiskan idam-idaman, menyatakan suatu hasrat mendalam yang <BR>
ingin kembali ke era Orba, saat mereka-mereka itu sedang jaya sejaya-=
<BR>
jayanya. Memang, idam-idaman mereka itu tidak sedikit yang bilang <BR>
bahwa itu adalah "ilusi" para jendral purnawirawan plus putri san=
g <BR>
diktator Suharto, Yang satu belakangan ini, memang pernah ditarget <BR>
oleh sang bapak, untuk menggantikannya kelak, sebagai "presiden" =
RI. <BR>
Tidak meleset lagi: Yang mereka kehendaki adalah Orde Baru kembali <BR>
lagi.<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Gus Dur belum lama menegaskan bahwa Orde Baru tidak mungkin kembali <B=
R>
lagi. Ini keyakinan Gus Dur. Sebagian besar kaum demokrat dan <BR>
reformasis juga punya keyakinan yang sama dengan Gus Dur. Orde Baru <BR>
tidak mungkin kembali lagi.<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Tokh ada baiknya kita telusuri bersama, apa yang dikatakan atau <BR>
yang "diimpikan" oleh para "pewaris" Orba itu.<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Mula-mula Jend.(Prn) R.Hartono, dalam kampanye partainya, Partai <BR>
Karya Peduli Bangsa (PKPB), menyatakan bahwa ia akan berusaha <BR>
membalikkan situasi Indonesia ke masa di kala kaum militer, yang <BR>
katanya "paling berpengalaman" itu, untuk menangani Indonesia, <B=
R>
mengurus negeri kita ini supaya jadi beres. Rakyat harus percaya, <BR>
hanya ditangan "orang-orang tentara yang kaya pengalaman" itulah =
<BR>
bangsa dan negara ini akan terselamatkan dan punya haridepan. <BR>
Kasarnya ia rindu sekali hendak kembali ke era "Dwifungsi ABRI". =
<BR>
Apakah ini suatu "impian"? <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Kemudian tampil Tutut dalam kampanye pemilu baru-baru ini. Tanpa <BR>
selubung ia menyatakan bahwa juga dia berkeinginan mengembalikan "hal-=
<BR>
hal baik" dari hasil kerja bapaknya, Pak Harto. Juga cukup jelas, <BR>
Tutut hendak kembali ke era Orba, di saat Cendana berkuasa mutlak <BR>
atas kehidupan politik, ekonomi dan militer.<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Baru kemarin ini, tanggal 27/3/04, muncul pernyataan Jend.(Prn) Try <B=
R>
Sutrisno di Gedung Juang Surabaya(Kompas 28/3). Apa kata Jen.(Prn) <BR>
Try Sutrisno, yang mantan wakil presiden era Orba itu? Tanpa berkedip <BR>
ia menyatakan bahwa: <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> "TNI tidak bisa didudukkan di bawah pemerintah sipil. TNI harus <=
BR>
berpolitik, sebab TNI bukan alat pemerintah". <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Selanjutnya sang jendral mengatakan, bahwa, "TNI tidak sama denga=
n <BR>
tentara negara lain karena TNI merupakan tentara rakyat. "TNI lahir <B=
R>
dari rakyat. Oleh karena itu, TNI harus berpolitik bersama rakyat". <B=
R>
Selanjutnya kata Try Sutrisno, TNI harus berpolitik untuk mencegah <BR>
perpecahan Indonesia. Demikian Jen.(Prn) Try Sutrisno. <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Ingat, ia ngomong begitu muluk-muluk tentang tentara rakyat, tapi <BR>
siapapun tidak akan lupa, bahwa sang jendral inilah yang <BR>
bertanggungjawab atas pembantaian rakyat Muslim pada peristiwa <BR>
berdarah di Tanjung Priok. Ketika itu puluhan bahkan ratusan orang-<BR>
orang yang berdemo dibantai dan jenazahnya dikubur tanpa identitas di <BR>
suatu tempat rahasia (Tentara).<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Pernyataan Try Sutrisno itu menyebarkan fikiran yang kusut tentang <BR=
>
kedudukan dan tugas tentara dalam negara hukum Republik Indonesia. <BR>
Kecuali dengan tegas ia menentang supremasi hukum, menentang Undang-<=
BR>
Undang Dasar yang jelas menegaskan bahwa kedaulatan ada pada rakyat, <BR>
yang diwakili di dalam Majlis Permusyawartan Rakyat ---- fikiran Try <BR>
Sutrisno itu merupakan tantangan terhadap gerakan dan tujuan <BR>
Reformasi dan Demokratisasi.<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> "TNI bukan alat pemerintah?". <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Yang jelas TNI itu adalah alat negara. Di dalam negara hukum, yang <BR=
>
riil, dalam kehidupan yang nyata, yang berkuasa, yang memegang <BR>
wewenang, adalah pemerintah, adalah badan eksekutif, yang <BR>
presidennya, seperti ditentukan oleh UUD RI dewasa ini -- dipilih <BR>
langsung lewat pemilu. Sedangkan yang berwewenang menggunakan <BR>
angkatan besenjata, yang menjadi kepala atau panglima tertinggi dari <BR>
angkatan bersenjata, adalah Presiden Republik Indonesia. Kekuasaan <BR>
negara yang ada diatas TNI, adalah eksekutif, kongkritnya adalah <BR>
Presiden Panglima Tertinggi. Adalah UUD RI yang menyatakan demikian <BR>
itu, yang sudah diamandemen dan disahkan oleh MPR. <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Apakah a-b-c ketatanegaraan (dari suatu negara hukum) ini masih <BR>
belum jelas bagi sang jendral? Kiranya bagi seorang siswa ilmu <BR>
ketatanegaraan sekalipun, hal ini sudah jelas. Mengapa bagi Jen.(Prn) <BR>
Try Sutrisno masih tidak jelas? Lagipula dengan menggunakan dalih <BR>
muluk-muluk bahwa TNI adalah tentara rakyat, hendak membenarkan <BR>
fikirannya sendiri, bahwa tentara itu berada di atas eksekutif yang <BR>
sipil itu. Soalnya ia menghendaki, "mengimpikan" yang lain, yaitu=
<BR>
kita semua ini kembali ke era "Dwifungsi ABRI", kembali ke era Or=
ba. <BR>
Hal mana adalah melanggar UUD RI. Dimana secara riil dan seperti yang <BR>
kita alami sendiri, bukan rakyat yang berdaultan, tetapi tentara, <BR>
para jendral dan kroni-kroninya. Apakah pengalaman fatal ini dikira <BR>
sudah terhapus dari ingatan masyarakat dan seluruh bangsa?<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Apakah benar bahwa yang dikehendaki oleh para elite, dua jendral <BR>
dan seorang Tutut, itu adalah "impian" belaka? Maka kalau demikia=
n <BR>
itu adalah tipuan semata? <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> "Hier zijn dromen geen bedrog", kata orang Belanda. Disini &=
quot;impian" <BR>
itu bukan tipuan. Apa yang dikehendaki oleh oleh pare elite Orba itu <BR>
adalah sungguhan, suatu realita, suatu plan, suatu rencana! "Impian&qu=
ot; <BR>
mereka bukan tipuan, tapi sesuatu yang benar-benar mereka kehendaki <BR>
dan usahakan sekuat-kuatnya supaya menjadi kenyataan.<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Cak Nur, yang sekarang ini juga jadi Ketua Perkumpulan Membangun <BR>
Kembali Indonesia (MKI), kali ini punya telinga politik yang peka. <BR>
Beliau mencanangkan tentang, menguatnya ancaman kekuatan warisan <BR>
Orde Baru dan status quo yang bisa menggagalkan tuntutan awal <BR>
bergulirnya gerakan reformasi di tanah air. Kemudian beliau <BR>
menyatakan pula tentang keharusan mendorong inisiatif terbentuknya <BR>
aliansi agar secara bersama dapat tampil efektif sebagai kekuatan <BR=
>
pengimbang kekuatan besar yang mapan. Demikian Cak Nur. Patut <BR>
dipertimbangkan canang Cak Nur ini!<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Maka berbeda dengan nyanyian Belanda yang kusebut diatas tadi, <BR>
jadinya "Hier zijn dromen geen bedrog". Disini "impian-impia=
n itu <BR>
bukan tipuan". <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> ***<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> [Non-text portions of this message have been removed]<BR>
<BR>
</tt>
<br><br>
<tt>
***************************************************************************=
<BR>
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesi=
a yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru<BR>
***************************************************************************=
<BR>
__________________________________________________________________________<=
BR>
Mohon Perhatian:<BR>
<BR>
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)<=
BR>
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.<BR>
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; <BR>
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
</tt>
<br><br>
<br>
<!-- |**|begin egp html banner|**| -->
<table border=3D0 cellspacing=3D0 cellpadding=3D2>
<tr bgcolor=3D#FFFFCC>
<td align=3Dcenter><font size=3D"-1" color=3D#003399><b>Yahoo! Groups Spons=
or</b></font></td>
</tr>
<tr bgcolor=3D#FFFFFF>
<td align=3Dcenter width=3D470><table border=3D0 cellpadding=3D0 cellspacin=
g=3D0> <tr> <td align=3Dcenter><font face=3Darial size=3D-2>ADVERTISEMENT</=
font><br><a href=3D"http://rd.yahoo.com/SIG=3D12cm3so7e/M=3D267637.4673018.=
5833253.1261774/D=3Degroupweb/S=3D1705329729:HM/EXP=3D1080782327/A=3D194563=
7/R=3D0/SIG=3D11tfh3gpg/*http://www.netflix.com/Default?mqso=3D60178397&par=
tid=3D4673018" alt=3D""><img src=3D"http://us.a1.yimg.com/us.yimg.com/a/ne/=
netflix/yhoo0104_b_300250a.gif" alt=3D"click here" width=3D"300" height=3D"=
250" border=3D"0"></a></td></tr></table> </td>
</tr>
<tr><td><img alt=3D"" width=3D1 height=3D1 src=3D"http://us.adserver.yahoo.=
com/l?M=3D267637.4673018.5833253.1261774/D=3Degroupweb/S=3D:HM/A=3D1945637/=
rand=3D381214106"></td></tr>
</table>
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
<!-- |**|begin egp html banner|**| -->
<br>
<tt><hr width=3D"500">
<b>Yahoo! Groups Links</b><br>
<ul>
<li>To visit your group on the web, go to:<br><a href=3D"http://groups.yaho=
o.com/group/ppiindia/">http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/</a><br> =
;
<li>To unsubscribe from this group, send an email to:<br><a href=3D"mailto:=
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx?subject=3DUnsubscribe">ppiindia-unsubs=
cribe@xxxxxxxxxxxxxxx</a><br>
<li>Your use of Yahoo! Groups is subject to the <a href=3D"http://docs.yaho=
o.com/info/terms/">Yahoo! Terms of Service</a>.
</ul>
</tt>
</br>
<!-- |**|end egp html banner|**| -->
</body></html>
--dX4x1c19fSdg8Dm8mH9ZcCrMo7GhD0g1PgN4v2x--
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Re: IBRAHIM ISA dari BILJMER == - IMPIAN DUA JEND. DAN SATU CAPRES..doc