[ppi] [ppiindia] Re: [HKSIS] Mahasiswa Era Orla Diminta Pulang <=== "mayoritas adalah aktivis PKI" ???

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
Sekali malu tetap malu!

  ----- Original Message ----- 
  From: RedTOLERANSI 
  To: HKSIS ; Mediacare ; Nasional-List ; Pepicek-Post ; POst PPIIndia ; 
Wahana-News 
  Cc: Batara R. Hutagalung ; Budiman Sudjatmiko ; Dr. Avinanta Tarigan ; Dr. 
Heru Nugroho ; Dr. I Made Wiryana ; Dr. Ignas Kleden ; Dr. Moh. Rouf ; Dr. 
Pheni Chalid ; Dr.med. Marsillam Simanjuntak SH ; Goenawan Mohamad ; Gus Dur ; 
Gustaf Dupe ; Salahuddin Wahid ; Siswa Rizali ; Soewarto ; Tiffatul Sembiring ; 
Yenni Zannuba 
  Sent: Saturday, August 26, 2006 8:44 PM
  Subject: [HKSIS] Mahasiswa Era Orla Diminta Pulang <=== "mayoritas adalah 
aktivis PKI" ???


  RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
  Komentar:
  ========
  Supaya pada siap sedia, jangan lagi-lagi bikin malu bangsa seperti barusan
  ini di Holland ketika Yusril Ihza Mahendra pura-pura mau berbaik dengan 
  "orang-orang PKI", lantas ada yang saking lemah imannya, sampai menangis
  tersedu-sedu "minta ===> netek . . ." 

  Sebab, sekarang ini persoalannya bukan begitu saja. Bukan sekedar pulang 
  atau tidak pulang saja, - juga bukan saja masalah tidak bisa pulang atau 
  "terhalang pulang" . . .

  Juga doeloe itu bukanhanya di situ saja persoalannya. Yang paling tahu dan 
paling 
  memahami persoalannya justru adalah mereka-mereka (Yusril, Hamid, dll itu.) 

  > >"Presiden tidak 
  > > mempermasalahkan (ideologi) mereka. Ini demi kemanusiaan. Kita 
  > > memfasilitasi mereka yang rindu ingin pulang ke tanah air. Ini dilatari 
  > > semangat rekonsiliasi terkait UU Kewarganegaraan, " jelas menteri asal 
  > > Sulsel itu. "

  Hebat banget ucapannya Hamid Awaluddin itu !
  Tapi bandingkan dengan ucapan-ketakutannya Yusril (kala Presidennya GD):
  > >"Saya disangka menjemput orang-orang 
  > > PKI. Pemerintah dituduh berkompromi dengan PKI pula. Padahal, tidak ada 
  > > kebijakan menjemput PKI itu," ujar Yusril kala itu. 

  Hhmmm . . ., SIAPA yang menyangka demukian ? Dan SIAPA-SIAPA pula yang 
  BERANI menuduh Pemerintah berkompromi dengan PKI ?!

  Kalau itu sudah jelas, - tak ada masalah untuk menemukan jawaban 
keseluruhannya.

  Masalahnya yang sangat serius justru adalah:
  MASIH ADAKAH (SAMPAI SEKARANG!) DAN MASIH BERKELIARAN 
  BEBASKAH (SAMPAI SEKARANG!), ATAU MASIH BERKUASAKAH (SAMPAI SEKARANG!)  
ORANG-ORANG YANG DITAKUTI  OLEH YUSRIL DAN PEMERINTAH GUS DUR KETIKA ITU ??? 
  (Sebab, Yusril dan Hamid lah yang juga paling tahu SIAPA-SIAPA orang-orang 
itu . . .)

  RedTOLERANSI.RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR


  Sabtu, 26 Agt 2006, (Jawapos) 
  Mahasiswa Era Orla Diminta Pulang 

  Mayoritas Hidup di Eropa 
  JAKARTA - Para mahasiswa zaman Orde Lama (Orla) yang memperoleh beasiswa ke 
luar negeri diminta pulang ke Indonesia. Saat ini, 577 mahasiswa Orla hidup di 
beberapa negara, terutama Eropa.

  Selama ini, mereka tidak bisa kembali ke Indonesia karena dipersulit pada 
masa Orde Baru. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengutus Menkum dan HAM 
Hamid Awaluddin selaku fasilitator yang mewakili pemerintah untuk rencana 
pemulangan tersebut. Kebijakan itu dilandasi semangat rekonsiliasi pasca 
penerbitan UU No 12/2006 tentang Kewarganegaraan. 

  "Mahasiswa era Orde Lama itu tersebar di Eropa. Jumlahnya sekitar 577 orang 
yang masih hidup. Umurnya 70 tahun ke atas. Mereka selama Orde Baru tertutup 
pulang ke tanah air. Saya mencoba memulangkan mereka," kata Hamid dalam 
perbincangan dengan wartawan di gedung Depkum dan HAM Jakarta kemarin.

  Hamid mengaku telah bertemu dengan Menlu Hassan Wirajuda untuk mempermudah 
birokrasi dokumen kewarganegaraan terhadap ratusan eks mahasiswa tersebut. 
"Saya sudah menemui Menlu," kata Hamid. 

  Informasi di Deplu, mayoritas eks mahasiswa tersebut kini menetap di Belanda 
dan sebagian lagi di kawasan Eropa Timur. Hamid bakal memulai penjajakan 
pemulangan mereka dengan menemui perwakilan eks mahasiswa Indonesia di 
Amsterdam, Belanda.

  Hamid menyatakan, SBY tidak mempermasalahkan kemungkinan mereka bakal 
mengembangkan ideologinya di tanah air. Menurut dia, pemulangan mereka sama 
sekali jauh dari permasalahan politis. "Presiden tidak mempermasalahkan 
(ideologi) mereka. Ini demi kemanusiaan. Kita memfasilitasi mereka yang rindu 
ingin pulang ke tanah air. Ini dilatari semangat rekonsiliasi terkait UU 
Kewarganegaraan," jelas menteri asal Sulsel itu.

  Berdasar informasi yang dikumpulkan koran ini, eks mahasiswa Indonesia 
tersebut sesampai di tanah air akan melewati pemulihan hak-hak 
kewarganegaraannya yang hilang selama 40 tahun lebih. Salah satunya, kepastian 
mendapatkan status WNI.

  Dari catatan koran ini, rencana pemulangan eks mahasiswa Indonesia itu 
ternyata bukan sekali. Saat Yusril Ihza Mahendra menjabat menteri hukum dan 
perundang-undangan pada 22 Juni 2000, pernah digagas pemulangan sekaligus 
pemulihan hak-hak eks mahasiswa Indonesia yang terhalang pulang dan kini 
tinggal di sejumlah negara di kawasan Eropa. Bahkan, Yusril pernah terbang ke 
sejumlah negara di Eropa untuk menemui perwakilan mereka. Hal itu terungkap 
ketika Yusril menghadiri rapat kerja (raker) dengan komisi II DPR (membidangi 
dalam negeri dan hukum).

  Yusril kala itu mengakui bahwa mayoritas eks mahasiswa adalah aktivis PKI 
(Partai Komunis Indonesia) dan mantan mahasiswa Indonesia ikatan dinas alias 
mahasiswa yang dikirim pemerintah Orde Lama Departemen PTIP (Perguruan Tinggi 
dan Ilmu Pengetahuan) Biro Hubungan Luar Negeri di Jakarta. 

  Sayangnya, rencana Yusril tersebut gagal. Dia merasa kecil hati ketika 
disangka menjemput orang-orang PKI. "Saya disangka menjemput orang-orang PKI. 
Pemerintah dituduh berkompromi dengan PKI pula. Padahal, tidak ada kebijakan 
menjemput PKI itu," ujar Yusril kala itu. 

  Apalagi, lanjut Yusril, ada kendala perundang-undangan yang tidak 
memungkinkan pemulangan mereka. Yakni, belum dicabutnya TAP MPR Nomor 
XXV/MPR/1966 mengenai Larangan Pengajaran Komunisme, Marxisme, dan Leninisme. 
(agm)
   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.1.405 / Virus Database: 268.11.6/428 - Release Date: 8/25/2006


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: