[ppi] [ppiindia] Re: Gus Dur, the Loser - Peninggalan sejarah Orde Reformasi
- From: "Qisai" <qisai@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Mon, 06 Dec 2004 14:13:46 -0000
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Salam,
sudah saatnya kita tidak perlu lagi memperdebatkan tentang GD. karena=20
memang seharusnya daun-daun tua harus diganti dengan daun-daun muda.=20
itulah kira-kira sunnatullah. jadi sebagai manusia, kita harus=20
memerankan peranan yang memang sudah harus kita perankan. kalau=20
memang peran itu sudah selesai kita laksanakan, kenapa kita harus=20
memaksakan diri untuk memainkannya kembali? memang hidup bisa di=20
replay? :D
sebagai seorang tokoh yang mempunyai pengikut lumayan banyak, sudah=20
seharusnya GD bersikap legowo untuk menerima kenyataan bahwa tongkat=20
kepemimpinan NU harus diserahkan kepada orang lain. kalau memang dia=20
memikirkan masa depan umat nahdliyin, maka dia harus menghormati=20
keputusan muktamar yang ada dan tidak menentangnya meskipun=20
berorganisasi adalah hak asasi yang dijamin oleh negara. akan tetapi=20
apabila kepentingan bersama lebih utama, mengapa harus mendahulukan=20
kepentingan pribadi? atau memang ini yang dinamankan Machiavelli=20
sebagai sifat asli manusia, selfish?=20
yang jelas, siapapun yang sekarang menjabat dikursi pimpinan NU=20
mempunyai tugas yang tidak ringan untuk membawa kembali organisasi=20
kemasyarakatan paling besar di Indonesia ini kearah yang semestinya=20
diinginkan oleh anggotanya. janganlah pengalaman yang baru saja=20
dialami oleh NU yang dijadikan kuda tunggangan Hasyim Muzadi terulang=20
lagi. tetapi andaikan memang ia ingin dijadikan sebagai sebuah=20
kendaraan politik, maka semua juga harus jelas dan transparan=20
sehingga bisa dilihat nantinya, laku apa tidak dagangan ini untuk=20
tahun 2008 mendatang.=20
wassalam
Qisa'i
AMU, Aligarh, India
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, RG Nur Rahmat <garnizoon70@xxxx>=20
wrote:
>=20
> Memang wajar, tapi kita lihat perubahan drastis dari pendukung=20
GusDur (Pasukan Berani Mati) dari penebangan pohon-pohon sampai=20
demonstrasi brutal di Senayan, sampai kini tiada yang pilih dia jadi=20
Ketua PBNU. Ini ibarat Dewa ditinggalkan ummatnya.
>=20=20
> Kalau maksud saya kurang jelas, peninggalan itu saya maksudkan=20
fosil. Fosil sejarah Orde Baru.
>=20
> boy parla <boyparla@xxxx> wrote:
>=20
>=20
> Bukankah mendirikan partai baru atau sebutlah
> tandingan, juga merupakan bagian dari demokrasi???
>=20
> saya pikir, tindakan Gus Dur adalah tindakan yang
> wajar, dan bukan peninggalan sejarah Orde Reformasi,
> tetapi bagian dari demokrasi.=20
>=20
> belajar dari sejarah, PDIP satu partai besar di negeri
> ini adalah partai tandingannya PDI.=20
>=20
>=20
> --- RG Nur Rahmat wrote:
>=20
> >=20
> >=20
> > Kekalahan Gus Dur
> >=20
> >=20
> > MEMBUAT organisasi baru atau pengurus tandingan,
> > setelah kalah bertarung, bukan perkara baru. Hal ini
> > terjadi di masa Orde Baru dan diteruskan sampai ke
> > zaman sekarang, ketika presiden pun telah dipilih
> > secara langsung oleh rakyat.
> >=20
> > Sikap seperti itu terakhir dilontarkan Abdurrahman
> > Wahid (Gus Dur). Ia menyatakan akan mendirikan
> > Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tandingan
> > apabila Hasyim Muzadi terpilih kembali sebagai Ketua
> > Umum Tanfidziah PBNU. Semula, orang mengira itu
> > hanya ancaman belaka dari Gus Dur, sebagai tekanan
> > agar Hasyim Muzadi mengundurkan diri dari
> > pencalonan.
> >=20
> > Hasyim rupanya tak mempan digertak oleh Gus Dur. Ia
> > maju terus dan ternyata menang dengan suara yang
> > signifikan. Hasyim kembali terpilih dengan meraih
> > 346 suara, mengalahkah Masdar F Mas'udi yang hanya
> > meraih 99 suara. Padahal, Masdar adalah calon yang
> > dijagokan Dus Dur.
> >=20
> > Bukan hanya itu kekalahan Gus Dur. Ia pun kalah
> > bertarung dengan KH Sahal Mahfudz untuk menjadi Rois
> > Aam Syuriah PBNU. Perbandingannya, dari 452 suara
> > sah yang dihitung, Sahal memperoleh 363 suara,
> > sedangkan Gus Dur cuma mendapat 75 suara.
> > Singkatnya, Gus Dur dan jagonya, Masdar, kalah
> > telak.
> >=20
> > Sebuah kekalahan yang wajar dan terhormat karena
> > itulah, memang, pilihan peserta muktamar. Kalah
> > dalam sebuah pemilihan yang demokratis adalah urusan
> > yang sangat normal. Sebab, berani maju dalam sebuah
> > pemilihan memang hanya punya dua konsekuensi, yaitu
> > menang atau kalah.
> >=20
> > Konsekuensi yang sudah pasti sangat dipahami seorang
> > Gus Dur, yang di masa Orde Baru dulu memperjuangkan
> > demokrasi dengan melawan arus kekuasaan. Karena itu,
> > setelah Muktamar NU selesai, publik berharap bahwa
> > Gus Dur pun kembali reda dan menghormati hasil
> > muktamar.
> >=20
> > Gus Dur memang seorang tokoh yang mbalelo. Ia sering
> > omong seenaknya. Orang pun berharap bahwa ia cuma
> > omong seenaknya hendak membentuk PBNU tandingan.
> > Namun, bukankah Gus Dur pun bisa bertindak
> > sesukanya? Sebagai presiden, Gus Dur mengeluarkan
> > dekrit presiden, yang isinya antara lain membubarkan
> > DPR.
> >=20
> > Akibatnya sangat pahit, dekrit itu menjadi alasan
> > sangat kuat bagi diselenggarakannya Sidang Istimewa
> > MPR, yang kemudian menjatuhkan Gus Dur dari kursi
> > presiden RI. Tindakan Gus Dur yang seenaknya justru
> > telah merugikan dirinya sendiri.
> >=20
> > Hal serupa kembali terulang jika Gus Dur benar-benar
> > nekat hendak mendirikan PBNU tandingan. Gus Dur yang
> > semula dihormati sebagai guru bangsa, merosot
> > wibawanya setelah dijatuhkan dari kursi presiden,
> > akan semakin melorot lagi nilainya, jika tetap
> > mengikuti emosinya mendirikan PBNU tandingan.
> >=20
> > Gambarannya ialah Gus Dur pernah menilai DPR masih
> > di tingkat taman kanak-kanak. Ia, bahkan, menurunkan
> > DPR di level kelompok bermain atau play group.
> > Bersikap 'mutung' terhadap hasil muktamar, lalu
> > mendirikan PBNU tandingan, menyebabkan Gus Dur pun
> > bahkan tak layak masuk play group.
> >=20
> > Muktamar atau kongres merupakan wahana yang paling
> > konstitusional dalam menyelesaikan perbedaan.
> > Termasuk, perbedaan dalam memilih pemimpin
> > organisasi. Maka, keputusan muktamar mestinya
> > keputusan yang paling layak dihormati, terlebih dari
> > seorang Gus Dur.
> >=20
> > Dari seorang Gus Dur, selayaknya publik tetap
> > berharap keteladanan menjunjung demokrasi. Dan,
> > tetap memelihara keutuhan NU sebagai organisasi
> > Islam terbesar di negeri ini.
> >=20
> >=20
> >=20
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > The all-new My Yahoo! =96 Get yours free!=20
> >=20
> > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> >=20
> >=20
> >=20
> >=20
> >=20
> >=20
> > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
> > --------------------~-->=20
> > $4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
> >
> http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
> >
> --------------------------------------------------------------------
~->
> >=20
> >=20
> >
>=20
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat
> > Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in
> > Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
> >
>=20
**********************************************************************
*****
> >
>=20
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> >=20
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA
> > (kecuali sbg otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg
> > akan dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
> > 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 5. Satu email perhari:
> > ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 6. No-email/web only:
> > ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 7. kembali menerima email:
> > ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
> >=20
> > Yahoo! Groups Links
> >=20
> >=20
> > ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
> >=20
> >=20
> >=20
> >=20
> >=20
> >=20
>=20
>=20
>=20
>=20
> __________________________________=20
> Do you Yahoo!?=20
> Yahoo! Mail - 250MB free storage. Do more. Manage less.=20
> http://info.mail.yahoo.com/mail_250
>=20
>=20
>=20
>=20
>=20
>=20
>=20
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju=20
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.uni.cc
>=20
**********************************************************************
*****
>=20
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>=20
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg=20
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
> 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>=20
> Yahoo! Groups Links
>=20
>=20
>=20
>=20
>=20
>=20
>=20
>=20
>=20=09=09
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail - You care about security. So do we.
>=20
> [Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->=20
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->=20
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
- References:
- [ppi] Re: [ppiindia] Gus Dur, the Loser - Peninggalan sejarah Orde Reformasi
- From: RG Nur Rahmat
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Re: Gus Dur, the Loser - Peninggalan sejarah Orde Reformasi
- » [ppi] Re: [ppiindia] Re: Gus Dur, the Loser - Peninggalan sejarah Orde Reformasi
- » [ppi] [ppiindia] Re: Gus Dur, the Loser - Peninggalan sejarah Orde Reformasi
- » [ppi] Re: [ppiindia] Re: Gus Dur, the Loser - Peninggalan sejarah Orde Reformasi
- » [ppi] [ppiindia] Re: Gus Dur, the Loser - Peninggalan sejarah Orde Reformasi
- » [ppi] Re: [ppiindia] Re: Gus Dur, the Loser - Peninggalan sejarah Orde Reformasi
- [ppi] Re: [ppiindia] Gus Dur, the Loser - Peninggalan sejarah Orde Reformasi
- From: RG Nur Rahmat