[ppi] [ppiindia] Re: Gus Dur: Memahami Fatwa Fiqh KH Abdullah Faqih ttg haramnya capres wanita

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Hanya sekedar informasi kecil-kecilan,=20
Saya pernah dengar konon katanya KH Abdullah Faqih adalah salah seorang yan=
g masih hidup dan telah mencapai tingkat Waliyulloh. Sebenarnya ada tiga Wa=
li yang masih hidup, yaitu=20
KH Abdullah Faqih
KH Abdullah Abbas
KH Abdullah (...) (saya lupa namanya)
yang ketiganya sama-sama memiliki nama depan Abdullah.
=20
Jadi mustahil seorang Waliyullooh berbicara sesuatu untuk kepentingan polit=
ik.
=20
Mengenai konfirmasi apakah benar beliau (KH Abdullah Faqih) seorang Wali si=
lahkan ditanyakan sendiri, paling-paling beliau tidak mau mengaku, karena b=
iasnya seorang seorang Wali akan merahasiakan kesalehannya. Saya mohon doa =
9yang baik-baik) dari Kanjeng Wali.
=20
SD
Orang biasa saja
=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=
=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=
=3D=3D
=20
Kamis, 10 Juni 2004,
Memahami Fatwa Fiqh KH Abdullah Faqih
http://www.jawapos.com/index.php?act=3Ddetail_c&id=3D111526

Oleh Abdurrahman Wahid *
Beberapa hari lalu, KH Abdullah Faqih dari sebuah
pondok pesantren kuno (sudah berusia 171 tahun) di
Langitan, Tuban, mengeluarkan sebuah fatwa yang
menggemparkan. Kegemparan itu terjadi karena fatwa
tersebut dianggap sebagai "fatwa politik" sang kiai.
Padahal, sebenarnya hal itu bukan sesuatu yang harus
"dibaca" politis.=20

Hal itu terjadi karena fatwa tersebut dianggap
merugikan salah seorang calon presiden RI untuk
pemilihan pada 5 Juli 2004. Padahal, jauh sebelumnya,
beliau berfatwa tidak setuju atas pencalonan seorang
perempuan lain sebagai calon PKB untuk jabatan bupati
Bojonegoro. Kepada penulis, yang disaksikan Choirul
Anam dari DPW PKB Jawa Timur, beliau menyatakan
keberatan atas calon tersebut karena perempuan.=20

Bahkan, setelah itu, beliau menyatakan keberatan atas
calon bupati Nganjuk yang juga seorang perempuan dari
PDI Perjuangan. Karena dia berpasangan dengan salah
seorang tokoh PKB yang menjadi calon wakil bupatinya,
penulis meminta agar secara formal PKB hanya
mencalonkan Djaelani sebagai calon wakil bupati yang
otomatis secara informal membuat pasangannya yang
tidak disebutkan namanya itu didukung rakyat dalam
pemilihan kepala daerah.=20

Diplomasi seperti itulah yang harus dilakukan,
bukannya lalu begitu saja menolak secara politis hal
yang sebenarnya menjadi "garapan" bidang lain (dalam
hal ini fiqh). Begitu pula seperti yang digambarkan.
Kiai kita itu mengeluarkan fatwa karena ditanya,
bukannya mempunyai niat politik apa-apa dengan
fatwanya tersebut. Kalau kita salah memahaminya,
urusan bisa menjadi berantakan. Tulisan ini
dimaksudkan untuk mendudukkan persoalan pada tempat
sebenarnya.

Keperluan untuk itu jelas sudah tampak. Sebab, reaksi
beberapa pihak, baik yang pro maupun yang kontra
terhadap fatwa tersebut, telah membuat kegaduhan dan
hal-hal yang tidak perlu. Termasuk, komentar Hasyim
Muzadi yang seharusnya mengetahui duduk perkara
sebenarnya. Namun, karena "salah membaca" fatwa
tersebut, dia menunjukkan kecerobohan akibat
ketidaktahuan yang luar biasa. Bagaimana mungkin orang
seperti dirinya bisa "salah membaca" sebuah fatwa,
apalagi hal itu akan diikuti banyak kiai.=20

Dia seharusnya justru mendudukkan perkara dan
menjembatani berbagai pihak mengenai kasus tersebut.
Yakni, Megawati Soekarnoputri dan DPP PDIP di satu
pihak, ulama di pihak lain, dan rakyat pemilih yang
diharapkan mendukung Megawati dalam pemilihan presiden
mendatang. Akibat "kecerobohan" tokoh tersebut, kita
sekarang dihadapkan pada hal-hal di luar jangkauan
untuk memperkirakannya.

Kalau kita mengerti secara mendalam, fatwa tersebut
sebenarnya tidak harus ditanggapi secara negatif,
melainkan secara bijaksana dan hati-hati. Warga
pendukung Megawati menyatakan menolak fatwa tersebut
dengan membubuhkan sekian banyak cap jempol yang
menggunakan darah. Sebab, komunikasi antara
pihak-pihak di atas terputus dan ditambah pihak Hasyim
serta kawan-kawan yang seharusnya bisa bersikap
bijaksana.=20

Namun, kejadian tersebut patut kita perdalam lagi.
Berhakkah KH Abdullah Faqih mengeluarkan fatwa fiqh
tersebut? Menurut penulis, beliau berhak melakukannya
karena telah memenuhi syarat-syarat seperti ahlu
al-Ifta (pihak yang mengeluarkan fatwa). Hal itu
beliau capai, baik dalam potensi ilmiah keagaamaan
maupun sebagai pimpinan pondok pesantren kuno yang
telah mengeluarkan ratusan "bahkan ribuan" orang yang
dianggap menguasai fiqh.

Hal lain yang patut diingat, beliau telah menunjukkan
sikap yang konsisten dalam menetapkan hukum fiqh atas
persoalan-persoalan yang serupa. Hal itulah yang
justru membuat rakyat tunduk kepada beliau, tidak
seperti sekian kiai yang sangat haus uang dan sangat
terpengaruh para pejabat. Jika kita menganggap mereka
memiliki kepentingan pribadi dan tidak memperhatikan
kepentingan umum, merekalah yang disebut sebagai
"ulama buruk" (ulama =92u al-su). Sedangkan KH Abdullah
Faqih tetap dianggap sebagai salah seorang ulama saleh
yang mewakili kepentingan agama dan dianggap banyak
orang benar dalam perjuangan. Benarkah beliau
demikian? Tuhanlah yang Mahatahu. Wallahu =92alam.=20

Kita mengakui, kita masih menilai orang berdasarkan
keadaan lahiriahnya saja. "Nahnu nahkumu bi
al-zawahir", kami menghukumi dari keadaan lahir.
Karena itu, masih cukup banyak pemilih yang menentukan
pilihannya berdasarkan hukum-hukum agama (fiqh).
Misalnya, pertimbangan-pertimbangan politis, kultural,
dan ekonomis. Tetapi, lebih-lebih, para calon presiden
harus mampu memahami pendapat-pendapat serta
pilihan-pilihan yang akan dilakukan "orang bawah".=20

Kelima pasangan calon yang ada sekarang ternyata tidak
ada yang mampu memahami pikiran wong cilik seperti
dinyatakan seorang pimpinan Syarekat Tani dari
Bengkulu pada wawancara yang dipandu Fajroel Rachman
dalam siaran di radio swasta di Jakarta pada 9 Juni
2004 pagi. Menurut dia, masalah dasar bagi para petani
di Jawa dan Sumatera adalah kepemilikan tanah-tanah
pertanian, kalau dibiarkan terus-menerus dalam satu
dua dasawarsa mendatang. Hal itu akan membuat
"tuan-tuan tanah" baru yang kaya raya dan sekarang
menjadi petani akan tetap menjadi buruh tani yang
melarat.

Tentu saja kita tidak ingin hal itu terjadi pada
bangsa ini. Namun, keinginan tanpa usaha apa-apa hanya
akan berakhir pada kegagalan. Karena itu, menurut
penilaian tokoh tani tersebut, tidak ada pasangan
calon presiden yang memiliki konsep jelas tentang cara
menyelesaikan masalah dasar tersebut. Karena itu,
secara inferensi (kiasan), dia seolah-olah menyerukan
kepada para pemilih untuk tidak memilih siapa-siapa di
antara pasangan calon yang ada untuk pemilu presiden
mendatang.=20

Dia bahkan mengajukan kritik pedas kepada Siswono Judo
Husodo, ketua umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani
Indonesia) yang kebetulan juga menjadi calon wakil
presiden yang mendampingi Amien Rais. Pantas saja
sikap tokoh tani Bengkulu tersebut demikian keras.
Dan, itu disebabkan kelalaian kita bersama.
***
Dengan menguraikan keadaan seperti itu, penulis
berharap bisa turut "menjernihkan suasana" menjelang
hari pemilihan presiden 5 Juli 2004. Tentu saja,
penulis bisa menggunakan cara-cara lain seperti
pengajian umum dan sebagainya. Namun, karena berbagai
media seperti itu memiliki liputan terbatas, justru
tulisan dalam sebuah harian mungkin bisa mencapai
liputan yang lebih luas. Teman-teman yang membaca
tulisan ini akan berdiskusi tentang masalah tersebut.
Itulah maksud yang ingin dicapai tulisan ini. Dan,
rasa-rasanya, tidak percuma penulis mengemukakan
uraian ini.=20

Di sinilah letak arti penting lembaga yang bernama
pers itu sebagai "alat" penyebaran pendapat serta
pikiran di kalangan masyarakat luas. Masih banyak cara
lain yang bisa digunakan untuk menyatakan pendapat
serta pikiran kepada masyarakat luas. Namun, belum
tentu semua itu bisa mencapai khalayak (audensi)
sebesar dan seluas yang dapat dijangkau hukum fiqh.
Tafsir, hadist, Qa=92idah al-Fiqh, Hikmat al-Tasyri=92,
dan sebagainya merupakan alat-alat yang harus dikuasai
seorang Ahl al-Ifta dalam menunaikan tugas. Telah
diupayakan oleh begitu banyak orang yang dianggap
"menguasai ilmu-ilmu" agama. Namun, semuanya tidak
pernah memberikan jawaban yang pasti dan sangat luas
seperti fiqh "pegangan" ini.=20
Jakarta, 9 Juni 2004
* KH Abdurrahman Wahid, ketua umum Dewan Syura DPP PKB

=20


=3D=3D=3D=3D=3D
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India



=09=09
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Friends.  Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->=20
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->=20

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: