[ppi] [ppiindia] Re: Diskusi: Tragedi kecacatan manusia di belantara sinetron kita

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **


Iya...emang cuma RATING semata. Ini bisnis hiburan.

Sepertinya cerita2 dibawah ini ingin menunjukkan bahwa yang cacat 
mental itu hatinya gak cacat. Saya malah miris menonton sinetron 
yang ibu dan sodara tirinya (antagonis) juahat buanget..sampe punya 
trik-trik yang luar biasa gak masuk akal (hatinya dah cacat/sirik 
abis) lalu ada bidadari yang menolong. Alamak! Meski saya menangkap 
pesan moral bahwa bila kita tak usah membalas kejahatan dengan 
kejahatan (ikhlas), tapi dengan adanya bidadari hal ini menjadi 
tidak mendidik anak. Saya gak ngerti cerita ini konsumsi anak-anak 
(sehingga ada bidadari) atau konsumsi remaja ABG (yg hrs gak ada 
bidadari soale ABG2 harus tough kan?)

Dan lagi...sintetron2 spt ini ceritanya sengaja ditambah-tambah 
masalah...sehingga..gak pernah ada akhirnya. Akhirnya...enakan 
nonton Bajaj Bajuri...:-)

--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, radityo djadjoeri <radityo_dj@xxxx> 
wrote:
> Untuk didiskusikan, dari milis sebelah
>  
> Pengirim: Erno Prayud
> Email: ernomyhero@xxxx
> 
> Tragedi kecacatan manusia di belantara sinetron kita
> 
> Rekan Milis, salam kenal.... 
> Di forum  ini saya mohon penjelasan yang positif dan konkret, 
karena saya punya keterbatasan diri dalam menangkap hal-hal yang 
mungkin kurang bisa dilihat oleh mata publik.
>  
> Sinetron:
> - Si Cecep (keterbelakangan mental) dengan ratusan episode
> - Yoyo (keterbelakangan mental) dengan ratusan episode
> - Canda (keterbelakangan mental)
> - Akulah Miki (keterbelakangan mental)
> - Kau dan Aku (Buta)
> - Pelangi di Matamu (Buta)
>  
> Sebenarnya punya pesan komunikasi apa di masyarakat? Terhibur? 
Tertawa? Simpati? Empati? Saya mohon penjelasan saja, apa memang 
masyarakat kita membutuhkan hiburan untuk mentertawakan kecacatan 
orang lain, ataukah bangsa ini tetap pantas untuk menyaksikan hal-
hal yang naif bila kita simpati karena melihat kecacatan tubuh 
semata?
>  
> Saya takut jawabannya hanya tertuju ke : RATING semata, dan 
Kenyataannya Masyarakat Membutuhkan Hiburan Seperti itu.
>  
> Atau boleh saya kritik: Penulis skenario sinetron sudah mentok 
ide / nggak kreatif lagi hingga mereka bisanya memaksakan ide yang 
selalu mengekor kesuksesan yang sudah ada, sementara kenyataannya 
dia tidak mampu membuat inovasi cerita baru yang  menarik dan 
orisinal? 
>  
> Jadi sebenernya bukan tuntutan TV yang meminta cerita dengan  tema-
tema seperti itu, tapi penulis naskah sinetron yang mentok ide itu-
lah yang hanya mampu meyakinkan bahwa "Bikin cerita anak cacat 
mental aja lagi, Boss!! Pasti laku!!"
>  
> Rekan-rekan Member , apakah saya salah bila mengkritik tajam 
keberadaan sinetron2 itu?
> Apakah negara ini sudah kekurangan manusia kreatif yang bisa 
bermanfaat untuk orang lain?
> 
>  
> 
> 
> Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: