[ppi] [ppiindia] Re: Benarkah Tuhan Murka kepada Bangsa Indonesia?
- From: "Zamhasari Jamil" <zhemppi@xxxxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Mon, 05 Jan 2004 07:57:14 -0000
** ppi-india **
salam,
Bang Ambon,
Kalau saya tetap yakin bahwa segala bencana yang ditimpakan kepada
kita, adalah "ayat tuhan" yang harus segera kita pahami. Kalau
bencana itu tiba di keluarga kita, itu juga adalah ayat tuhan yang
harus kita "terjemahkan". Buat saya, jika musibah itu datang kepada
saya, sedangkan saya merasa tak penah berbuat salah (apa iya?), maka
itu adalah UJIAN, termasuk golongan dimana kita: bersabar atau inkar.
Namun jika dihati saya pernah mengadakan kesalahan, dan kemudian
atang bala-cobaan, maka itu adalah azab dan peringatan-Nya. Dan masih
bagi pribadi saya, bahwa ujian dan peringatan, kedu-duanya adalah
ayat Tuhan yang tak tertulis, namun kita dituntut untuk memaknai dan
memahaminya. Sekian, semoga masih ada ang melanjutkan, gimana menurut
bang Ambon sendiri?
Wassalam,
zamhs - India.
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Ambon" <sea@xxxx> wrote:
> http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2004/1/5/op2.htm
>
> Balipost
>
> Ada semacam dialog universal dan eksternal antara Tuhan dan manusia
lewat alam. Memang dialog khusus atau partikular antara kedua
eksistent tersebut lewat agama dan kitab suci atau firman. Namun
dialog partikular ini tidak secara otomatis menghapuskan dialog
universal yang justru bersifat lebih mendasar. Sebaliknya, dialog
partikular justru lebih memperkuat adanya dialog universal, bahkan
dalam banyak hal juga bertumpu pada dialog tersebut.
>
> -------------------------------
>
> Benarkah Tuhan Murka kepada Bangsa Indonesia?
>
> Oleh Kasubmahardi W.
> JUMAT dini hari lalu (2/1), gempa dengan kekuatan 6,1 pada skala
Richter menggoyang Bali dan Lombok. Di antara berbagai komentar yang
terlontar di masyarakat, ada yang melontarkan pendapat, "Tuhan murka
kepada bangsa Indonesia". Tentulah, dia melihat guncangan gempa
berkekuatan tinggi tersebut sebagai pertanda kemurkaan Tuhan.
Intepretasi semacam itu sering kali kita dengar dalam masyarakat
ketika suatu musibah melanda.
>
>
> -----------------------------------------------
> Bagaimana kita memahami pola pemikiran semacam itu? Jelas, pola
pemikiran ini memiliki landasan adanya hubungan langsung antara alam
dengan tindakan Tuhan. Model penalaran semacam ini banyak didapai di
dunia ketimuran, yang pada umumnya memang menganut pemahaman
religius. Sebaliknya, pemikiran semacam itu tidak terdapat di
kalangan masyarakat Barat atau masyarakat maju, yang melihat tidak
ada relevansi antara gejala alam dengan tindakan Tuhan. Gempa bumi,
banjir bandang, wabah penyakit, kelaparan akibat kekeringan, semuanya
merupakan gejala alam atau akibat negatif dari tindakan manusia yang
salah atau di luar perhitungan.
>
> Pemikiran Religius
>
> Masyarakat Timur pada umumnya menganut pola pemikiran religius.
Pemikiran ini melihat dunia beserta isinya merupakan bagian integral
dari keseluruhan alam yang suci. Sebagai bagian dari The Holy, dunia
tidak lepas dari pengaruh-Nya, bahkan manusia justru harus
menyesuaikan diri dengan pola suci dari kenyataan tersebut. Dengan
kata lain, manusia harus hidup mengikuti pola Yang Suci karena dia
adalah bagian integral dari-Nya. Kehidupan yang mengebal dari pola
Yang Suci akan menimbulkan dampak negatif bagi manusia. Untuk
menghukum kesalahan manusia tersebut, Yang Suci bisa saja bertindak
dengan menggunakan kekuatan alam.
>
> Pola pemikiran religius tidak memisahkan secara tegas antara alam
dengan Tuhan, atau Yang Suci. Landasan pemikirannya mengatakan Tuhan
adalah pencipta sekaligus penguasa alam, karena itu Dia bisa berbuat
apa saja dengan alam. Dengan demikian, gejala alam tidak hanya
memiliki makna fisikal, tetapi juga spiritual. Karena itulah, tugas
manusia adalah mencoba memahami dan menemukan kehendak Tuhan di balik
gejala alam yang terjadi. Sebagai pencipta dan penguasa alam, Tuhan
hadir di dalam alam dan kehidupan manusia, sehingga pada hakikatnya
alam dan kehidupan manusia merupakan bacaan dari kehadiran dan
kehendak Tuhan. Dari sini kita bisa memahami mengapa orang bisa
sampai pada kesimpulan bahwa keindahan alam dan kesuburan tanaman
adalah wujud nyata dari kebesaran sekaligus kemurahan Tuhan kepada
manusia. Banyak orang berkata, untuk bisa merasakan kehadiran Tuhan,
lihat saja alam, bukan hanya dengan mata kepala, tetapi juga dengan
mata batin.
>
> Ada semacam dialog universal dan eksternal antara Tuhan dan manusia
lewat alam. Memang dialog khusus atau partikular antara kedua
eksistent tersebut lewat agama dan kitab suci atau firman. Namun
dialog partikular ini tidak secara otomatis menghapuskan dialog
universal yang justru bersifat lebih mendasar. Sebaliknya, dialog
partikular justru lebih memperkuat adanya dialog universal, bahkan
dalam banyak hal juga bertumpu pada dialog tersebut.
>
> Bisa dimengerti apabila ada agama yang secara khusus mengembangkan
teologi alam atau theology of nature. Alam diterima bukan saja
sebagai wujud kehadiran Tuhan, tetapi juga sebagai tangan-tangan
Tuhan, yang siap bertindak sesuai dengan kondisi kehidupan manusia.
Bila manusia hidup sesuai dengan pola suci, Tuhan akan menurunkan
berkat-Nya lewat alam, berupa panen melimpah, cuaca yang nyaman dan
alam yang ramah dan pemurah. Sebaliknya, apabila manusia hidup
menyeleweng dari pola suci, Tuhan akan murka dan mendatangkan
berbagai bentuk musibah, seperti penyakit menular, banjir bandang,
kekeringan berkepenjangan, gempa dengan kekuatan tinggi dan musibah
lainnya.
>
> Pemikiran Sekuler
>
> Masyarakat Barat pada umumnya menganut pola pemikiran sekuler. Pola
ini melihat adanya pemisahan yang tegas antara hukum alam dan
kehendak dan tindakan Tuhan. Pemikiran sekuler, dengan menggunakan
rasionalitas manusia sebagai landasannya, tidak melihat adanya nilai
spiritual dalam gejala alam. Kalau toh ada, itu lebih merupakan
tindakan manusia dalam mencoba melihat dirinya sendiri. Ada perbedaan
mendasar antara hukum alam yang sepenuhnya berdasarkan sebab-akibat
dan hukum moral yang bersifat sangat relatif. Penggundulan hutan
secara pasti akan mendatangkan banjir dan kekeringan, sebaliknya
kejahatan manusia bisa saja justru menghasilkan kesejahteraan
ekonomis dan kewibawaan sosial, bukan selalu hukuman.
>
> Banjir, kemarau berkepanjangan, meningkatnya suhu bumi dan lain-
lain, bagi kaum sekuler hal itu merupakan sepenuhnya gejala alam yang
bisa jadi merupakan akibat dari perilaku manusia itu sendiri.
Pemikiran sekuler memang tidak harus diartikan sebagai sepi
spiritualitas. Kecenderungan ini masih tetap ada, bahkan tidak jarang
justru berkembang dengan semarak. Yang berbeda hanyalah penerapannya.
Bagi masyarakat sekuler, spiritualitas punya tempatnya sendiri yang
tidak harus secara otomatis dikaitkan dengan hukum alam. Banjir
bandang atau sepenuhnya merupakan gejala alam. Namun gejala ini
muncul bisa saja akibat ulah manusia. Ulah manusia yang salah
menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan. Penggundulan hutan
secara serampangan mengakibatkan tanah tak lagi mampu menyerap dan
menyimpan air. Akibatnya, begitu hujan turun, air melimpah ke mana-
mana, sementara persediaan air dalam tanah sangat sedikit. Dampaknya,
ketika musim kemarau tiba, air yang sedikit itu habis dan kekeringan
tak terhindarkan lagi.
>
> Apa nilai spiritual dari fenomena alam tersebut? Manusia harus
menyadari kesalahan yang sudah dia lakukan. Kesadaran adalah
pengubahan tingkah laku, bukan sekadar teori dan omongan. Dengan kata
lain, lewat kesadaran dan pemahaman terhadap diri dan tindakan
sendiri, manusia mengubah perilakunya dan menghindarkan akibat buruk
yang ditimbulkannya. Tuhan marah atau tidak, yang jelas malapetaka
akan terus terjadi apabila manusia tidak mau memperbaiki
kesalahannya.
>
> Efektifitas
>
> Pendekatan religius terhadap musibah alam sama baiknya dengan
pendekatan sekuler. Letak persoalannya bukan landasan apa yang
digunakannya, melainkan sejauh mana efektifitasnya. Lewat pendekatan
religius manusia bisa sampai pada kesadaran akan tindakan dan jati
dirinya. Demikian juga, melalui pendekatan sekuler. Lebih dari itu,
kedua pendekatan tersebut, kalau memang diikuti secara konsekuen,
bisa saja membawa manusia kepada sebuah keputusan untuk melakukan
perubahan dan perombakan.
>
> Kesadaran akan jati diri dan tindakan sendiri merupakan titik awal
dari kesadaran akan kesalahan, yang selanjutnya akan mendorong
terjadinya perubahan dan perombakan, baik pola pikir maupun tindakan
real. Sebaliknya, kedua pendekatan itu sama-sama punya potensi untuk
berhenti setengah jalan, karena manusia yang menjadi aktornya memang
berjiwa setengah matang. Pendekatan religius terhenti ketika mencapai
titik pernyataan yang indah dan menawan. Tuhan murka, karena manusia
berbuat banyak kebusukan. Apa tindak lanjutnya? Tidak ada, karena
ungkapan itu sendiri sudah cukup indah dan mencerminkan kesadaran
manusia akan kesalahan.
>
> Pendekatan sekuler terhenti ketika kesadaran akan kesalahan
menghasilkan teori tentang asal-muasal banjir. Teori tersebut sangat
jelas dan bisa dikuti oleh otak semua orang secara relatif mudah.
Bahkan teori semacam itu terasa sangat indah ketika disajikan dalam
kesempatan-kesempatan resmi semacam diskusi, seminar maupun kuliah di
lembaga pendidikan. Tanpa tindakan lanjut, teori sama sekali tidak
memiliki efektifitas bagi kehidupan manusia, seperti halnya statemen
indah pendekatan religius.
>
> Penulis, pengamat masalah sosial-politik dan kemanusiaan, tinggal
di Mataram, Lombok
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts: