[ppi] [ppiindia] Re: Benarkah Tuhan Murka kepada Bangsa Indonesia?

** ppi-india **
salam,

Bang Ambon,

Kalau saya tetap yakin bahwa segala bencana yang ditimpakan kepada 
kita, adalah "ayat tuhan" yang harus segera kita pahami. Kalau 
bencana itu tiba di keluarga kita, itu juga adalah ayat tuhan yang 
harus kita "terjemahkan". Buat saya, jika musibah itu datang kepada 
saya, sedangkan saya merasa tak penah berbuat salah (apa iya?), maka 
itu adalah UJIAN, termasuk golongan dimana kita: bersabar atau inkar. 

Namun jika dihati saya pernah mengadakan kesalahan, dan kemudian 
atang bala-cobaan, maka itu adalah azab dan peringatan-Nya. Dan masih 
bagi pribadi saya, bahwa ujian dan peringatan, kedu-duanya adalah 
ayat Tuhan yang tak tertulis, namun kita dituntut untuk memaknai dan 
memahaminya. Sekian, semoga masih ada ang melanjutkan, gimana menurut 
bang Ambon sendiri?

Wassalam,
zamhs - India.


--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Ambon" <sea@xxxx> wrote:
> http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2004/1/5/op2.htm
> 
> Balipost
> 
> Ada semacam dialog universal dan eksternal antara Tuhan dan manusia 
lewat alam. Memang dialog khusus atau partikular antara kedua 
eksistent tersebut lewat agama dan kitab suci atau firman. Namun 
dialog partikular ini tidak secara otomatis menghapuskan dialog 
universal yang justru bersifat lebih mendasar. Sebaliknya, dialog 
partikular justru lebih memperkuat adanya dialog universal, bahkan 
dalam banyak hal juga bertumpu pada dialog tersebut. 
> 
> -------------------------------
> 
> Benarkah Tuhan Murka kepada Bangsa Indonesia?
> 
> Oleh Kasubmahardi W.
> JUMAT dini hari lalu (2/1), gempa dengan kekuatan 6,1 pada skala 
Richter menggoyang Bali dan Lombok. Di antara berbagai komentar yang 
terlontar di masyarakat, ada yang melontarkan pendapat, "Tuhan murka 
kepada bangsa Indonesia". Tentulah, dia melihat guncangan gempa 
berkekuatan tinggi tersebut sebagai pertanda kemurkaan Tuhan. 
Intepretasi semacam itu sering kali kita dengar dalam masyarakat 
ketika suatu musibah melanda. 
> 
> 
> -----------------------------------------------
> Bagaimana kita memahami pola pemikiran semacam itu? Jelas, pola 
pemikiran ini memiliki landasan adanya hubungan langsung antara alam 
dengan tindakan Tuhan. Model penalaran semacam ini banyak didapai di 
dunia ketimuran, yang pada umumnya memang menganut pemahaman 
religius. Sebaliknya, pemikiran semacam itu tidak terdapat di 
kalangan masyarakat Barat atau masyarakat maju, yang melihat tidak 
ada relevansi antara gejala alam dengan tindakan Tuhan. Gempa bumi, 
banjir bandang, wabah penyakit, kelaparan akibat kekeringan, semuanya 
merupakan gejala alam atau akibat negatif dari tindakan manusia yang 
salah atau di luar perhitungan. 
> 
> Pemikiran Religius 
> 
> Masyarakat Timur pada umumnya menganut pola pemikiran religius. 
Pemikiran ini melihat dunia beserta isinya merupakan bagian integral 
dari keseluruhan alam yang suci. Sebagai bagian dari The Holy, dunia 
tidak lepas dari pengaruh-Nya, bahkan manusia justru harus 
menyesuaikan diri dengan pola suci dari kenyataan tersebut. Dengan 
kata lain, manusia harus hidup mengikuti pola Yang Suci karena dia 
adalah bagian integral dari-Nya. Kehidupan yang mengebal dari pola 
Yang Suci akan menimbulkan dampak negatif bagi manusia. Untuk 
menghukum kesalahan manusia tersebut, Yang Suci bisa saja bertindak 
dengan menggunakan kekuatan alam. 
> 
> Pola pemikiran religius tidak memisahkan secara tegas antara alam 
dengan Tuhan, atau Yang Suci. Landasan pemikirannya mengatakan Tuhan 
adalah pencipta sekaligus penguasa alam, karena itu Dia bisa berbuat 
apa saja dengan alam. Dengan demikian, gejala alam tidak hanya 
memiliki makna fisikal, tetapi juga spiritual. Karena itulah, tugas 
manusia adalah mencoba memahami dan menemukan kehendak Tuhan di balik 
gejala alam yang terjadi. Sebagai pencipta dan penguasa alam, Tuhan 
hadir di dalam alam dan kehidupan manusia, sehingga pada hakikatnya 
alam dan kehidupan manusia merupakan bacaan dari kehadiran dan 
kehendak Tuhan. Dari sini kita bisa memahami mengapa orang bisa 
sampai pada kesimpulan bahwa keindahan alam dan kesuburan tanaman 
adalah wujud nyata dari kebesaran sekaligus kemurahan Tuhan kepada 
manusia. Banyak orang berkata, untuk bisa merasakan kehadiran Tuhan, 
lihat saja alam, bukan hanya dengan mata kepala, tetapi juga dengan 
mata batin. 
> 
> Ada semacam dialog universal dan eksternal antara Tuhan dan manusia 
lewat alam. Memang dialog khusus atau partikular antara kedua 
eksistent tersebut lewat agama dan kitab suci atau firman. Namun 
dialog partikular ini tidak secara otomatis menghapuskan dialog 
universal yang justru bersifat lebih mendasar. Sebaliknya, dialog 
partikular justru lebih memperkuat adanya dialog universal, bahkan 
dalam banyak hal juga bertumpu pada dialog tersebut. 
> 
> Bisa dimengerti apabila ada agama yang secara khusus mengembangkan 
teologi alam atau theology of nature. Alam diterima bukan saja 
sebagai wujud kehadiran Tuhan, tetapi juga sebagai tangan-tangan 
Tuhan, yang siap bertindak sesuai dengan kondisi kehidupan manusia. 
Bila manusia hidup sesuai dengan pola suci, Tuhan akan menurunkan 
berkat-Nya lewat alam, berupa panen melimpah, cuaca yang nyaman dan 
alam yang ramah dan pemurah. Sebaliknya, apabila manusia hidup 
menyeleweng dari pola suci, Tuhan akan murka dan mendatangkan 
berbagai bentuk musibah, seperti penyakit menular, banjir bandang, 
kekeringan berkepenjangan, gempa dengan kekuatan tinggi dan musibah 
lainnya. 
> 
> Pemikiran Sekuler 
> 
> Masyarakat Barat pada umumnya menganut pola pemikiran sekuler. Pola 
ini melihat adanya pemisahan yang tegas antara hukum alam dan 
kehendak dan tindakan Tuhan. Pemikiran sekuler, dengan menggunakan 
rasionalitas manusia sebagai landasannya, tidak melihat adanya nilai 
spiritual dalam gejala alam. Kalau toh ada, itu lebih merupakan 
tindakan manusia dalam mencoba melihat dirinya sendiri. Ada perbedaan 
mendasar antara hukum alam yang sepenuhnya berdasarkan sebab-akibat 
dan hukum moral yang bersifat sangat relatif. Penggundulan hutan 
secara pasti akan mendatangkan banjir dan kekeringan, sebaliknya 
kejahatan manusia bisa saja justru menghasilkan kesejahteraan 
ekonomis dan kewibawaan sosial, bukan selalu hukuman. 
> 
> Banjir, kemarau berkepanjangan, meningkatnya suhu bumi dan lain-
lain, bagi kaum sekuler hal itu merupakan sepenuhnya gejala alam yang 
bisa jadi merupakan akibat dari perilaku manusia itu sendiri. 
Pemikiran sekuler memang tidak harus diartikan sebagai sepi 
spiritualitas. Kecenderungan ini masih tetap ada, bahkan tidak jarang 
justru berkembang dengan semarak. Yang berbeda hanyalah penerapannya. 
Bagi masyarakat sekuler, spiritualitas punya tempatnya sendiri yang 
tidak harus secara otomatis dikaitkan dengan hukum alam. Banjir 
bandang atau sepenuhnya merupakan gejala alam. Namun gejala ini 
muncul bisa saja akibat ulah manusia. Ulah manusia yang salah 
menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan. Penggundulan hutan 
secara serampangan mengakibatkan tanah tak lagi mampu menyerap dan 
menyimpan air. Akibatnya, begitu hujan turun, air melimpah ke mana-
mana, sementara persediaan air dalam tanah sangat sedikit. Dampaknya, 
ketika musim kemarau tiba, air yang sedikit itu habis dan kekeringan 
tak terhindarkan lagi. 
> 
> Apa nilai spiritual dari fenomena alam tersebut? Manusia harus 
menyadari kesalahan yang sudah dia lakukan. Kesadaran adalah 
pengubahan tingkah laku, bukan sekadar teori dan omongan. Dengan kata 
lain, lewat kesadaran dan pemahaman terhadap diri dan tindakan 
sendiri, manusia mengubah perilakunya dan menghindarkan akibat buruk 
yang ditimbulkannya. Tuhan marah atau tidak, yang jelas malapetaka 
akan terus terjadi apabila manusia tidak mau memperbaiki 
kesalahannya. 
> 
> Efektifitas 
> 
> Pendekatan religius terhadap musibah alam sama baiknya dengan 
pendekatan sekuler. Letak persoalannya bukan landasan apa yang 
digunakannya, melainkan sejauh mana efektifitasnya. Lewat pendekatan 
religius manusia bisa sampai pada kesadaran akan tindakan dan jati 
dirinya. Demikian juga, melalui pendekatan sekuler. Lebih dari itu, 
kedua pendekatan tersebut, kalau memang diikuti secara konsekuen, 
bisa saja membawa manusia kepada sebuah keputusan untuk melakukan 
perubahan dan perombakan. 
> 
> Kesadaran akan jati diri dan tindakan sendiri merupakan titik awal 
dari kesadaran akan kesalahan, yang selanjutnya akan mendorong 
terjadinya perubahan dan perombakan, baik pola pikir maupun tindakan 
real. Sebaliknya, kedua pendekatan itu sama-sama punya potensi untuk 
berhenti setengah jalan, karena manusia yang menjadi aktornya memang 
berjiwa setengah matang. Pendekatan religius terhenti ketika mencapai 
titik pernyataan yang indah dan menawan. Tuhan murka, karena manusia 
berbuat banyak kebusukan. Apa tindak lanjutnya? Tidak ada, karena 
ungkapan itu sendiri sudah cukup indah dan mencerminkan kesadaran 
manusia akan kesalahan. 
> 
> Pendekatan sekuler terhenti ketika kesadaran akan kesalahan 
menghasilkan teori tentang asal-muasal banjir. Teori tersebut sangat 
jelas dan bisa dikuti oleh otak semua orang secara relatif mudah. 
Bahkan teori semacam itu terasa sangat indah ketika disajikan dalam 
kesempatan-kesempatan resmi semacam diskusi, seminar maupun kuliah di 
lembaga pendidikan. Tanpa tindakan lanjut, teori sama sekali tidak 
memiliki efektifitas bagi kehidupan manusia, seperti halnya statemen 
indah pendekatan religius. 
> 
> Penulis, pengamat masalah sosial-politik dan kemanusiaan, tinggal 
di Mataram, Lombok 
 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 

------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

Yahoo! Groups Links

To visit your group on the web, go to:
 http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

To unsubscribe from this group, send an email to:
 ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

Your use of Yahoo! Groups is subject to:
 http://docs.yahoo.com/info/terms/ 



Other related posts: