[ppi] [ppiindia] Re: Beginikah sikap seorang terpelajar? Re: AHLI FISIKA bekerja/menetap di US?
- From: "Wilson K." <pengelola@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Mon, 31 Jan 2005 08:41:02 -0000
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Dear all,
--- "B.H. Jo" wrote:
>
> Ttg. Dr. Nelson Tansu, saya mengetahuinya walaupun tidak
> mengenalnya. Dia asal keturunan Tionghoa dari Medan yg. sekarang
> berada di State Pennsylvania seperti dibawah ini:
>
> Nelson Tansu, Ph.D.
> Assistant Professor
> Department of Electrical and Computer Engineering
> Center for Optical Technologies
> P. C. Rossin College of Engineering and Applied Science
> Lehigh University
> Bethlehem, PA
>
> Coba kalau Dr. Tansu di Indonesia mana dia bisa maju sampai sekarang
> ini. Barangkali sudah buka panti pijat. Mendingan dia bisa bekerja
> utk. kemajuan manusia dibidang optik di LN, yg. secara tidak
> langsung juga akan berguna utk. orang2 di Indonesia.
>
Beginikah sikap seorang Dr.? Seorang yg supposed to be very well
educated? Another question is: Why are you being so pessimistic about
the country where you were born, grew up in and, whether you like it
or not, gave the biggest contribution to your being there away from
home? Or maybe.., just maybe, you have some personal stories so "dark
and bitter" that you would rather not share with us here? I feel very
sorry for you Sir, I sincerely do.
> Tambahan:
> Antara lain, dengan background tsb. diatas dan penerangan
> selanjutnya, saya akan menjawab tulisan dari Wilson dan Sony.
> Ngomong jangan seenaknya, cari calon Ahli Fisika di PPI, PPI India,
> Permias dll. Orang yg. sudah bertitel PhD dan berniat menetap di LN,
> mana mempunyai interest menjadi anggota PPI atau Permias (waste of
> valuable time utk. seorang PhD).
Well, there you go again... did I mention ONLY those few discussion
groups in my previous so called "ngomong seenaknya"? Shame on... what
a shame..
> mahasiswa yg. sedang belajar dibagian Sosial-Politik. Fakta yg. lain
> adalah yg. diakui adalah cuma kualikasi dari US atau Canada, masak
> mau disuruh cari di PPI "India" ??? Saya sendiri waktu menjadi
> mahasiswa di Jerman, tidak interested menjadi anggota PPI atau
> anggota Anti-PPI, waste of time saja.
I'll be damned!!! This is probably one of those "dark and bitter"
stories. I could now see a little better how this whole thing ended up
this way.
> lain walaupun tidak berguna utk. Bung Sony. Maka dari itu saya baru2
> ini menanyakan kpd. Bung John, apakah gampang utk. berimigrasi ke
> New Zealand? Saya sendiri tidak bermaksud ke NZ, tetapi barangkali
> bisa berguna utk. orang lain.
And I thought I was doing the same thing. I didn't know you would get
insulted simply by my suggestion of less costly alternative.
> Menceritakan pengalaman saya di t-net, tidak ada untungnya utk.
> saya? Malahan di-maki2, disindir dll. yg. adalah typical budaya
> Indnyaonesia. Tetapi saya tidak heran sebab saya pernah di Indonesia
> selama 21 tahun (padahal seminggu saja di-t-net, orang sudah
> mengetahui budayanya). Kalau saya mau mengagulkan saya, yg. akan
> membanggakan dan menguntungkan saya , misalnya, adalah tempatnya di
> Scientific Meeting dihadapann "Peer" saya di Medical Center saya,
> yg. diadakan setiap minggu, tetapi tidak di t-net, apalagi dihadapan
> Bung Sony dimana saya tidak mengenal Bung Sony itu siapa?.
Jangan langsung frustasi gitu dong Dr. Jo. Is that the spirit you
learnt to keep after being away from home for so long? You probably
don't know me because I am a new kid on the block. In fact, I'm
probably not even half your age. And I think so is Sony (although I
don't personally know this guy yet.) As for being known by others, let
me put it this way. My Great Ancestor, Confucius, once said: "I am not
bothered by the fact that I am unknown. I am bothered when I do not
know others." Don't believe me, you could check it out yourself at
http://en.wikiquote.org/wiki/Confucius
As for your interpretation of the rich Indonesian culture, since I am
so much younger than you, it wouldn't be too polite to straighten out
your misinterpretation. More over, human interpretations are
relatives, "different" individual interprets thing differently, may
that different be age, personal experiences and/or background,
influences of society currently live in, and the list goes on. But one
thing for sure, no matter where you are, what I was told by my primary
teacher does apply to anybody, anywhere. And that is: "Kalau tidak ada
api, maka tidak akan ada asap." The famous Einstein also said so,
except he put it in a more scientific way of saying: no action, no
reaction.
>
> --- In tionghoa-net@xxxxxxxxxxxxxxx, drirawan@xxxx wrote:
> > Dr. B.H. Jo yb,
> >
> > di Indonesia. Namun logikanya harusnya ada di Bandung. Karena
> > Bandung dengan ITBnya adalah sumber ahli semacam gituan. Tapi,
> > kalau tarik tenaga ahli semacam itu dari Indonesia, apa tidak
> > menjadikan bursa iptek di Indonesia menjadi semakin terpuruk?
> > Terlepas dari potensial omongan sumbang tentang tidak
> > nasionalis -nya wacana ini, saya pribadi tidak ingin phenomena
> > Brain Drain di Indonesia semakin intens.
> >
> > Semoga berguna,
> >
> > salam,
> > Dr.Irawan
No comment..., or a better way to put it: not worth for me to comment
on. Silahkan ditanggapi oleh masing-masing pembaca saja. Cuma sebagai
penutup, saya mau menyampaikan kepada para members yg sudah lebih tua
dan oleh karenanya saya berasumsi bahwa sudah barang tentu lebih
matang dan dewasa, jangan terlalu mudah tersinggung oleh
sindiran-sindiran yg mungkin bersifat teguran yg constructive. Kalau
memang sindiran tersebut kita interpretasikan sebagai sampah buat
kita, ya sudah, langsung aja diarahkan ketempat selayaknya: Trash Bin.
Jangan sampai kita biarkan "sampah" tersebut menjadi pengganjal yg
bukan hanya akan menghalangi kita berkarier, tapi mungkin bahkan
kegeraman yg luar biasa dan membuat kita menjadi emosional. Dan itu
jelas tidak sehat dan akan sangat merugikan diri sendiri.
Last but not least: let me assure you that there's no hard feeling on
my side. I certainly hope it is the same likewise.
Salam sejahtera,
Wilson
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Re: Beginikah sikap seorang terpelajar? Re: AHLI FISIKA bekerja/menetap di US?