[ppi] Re: [ppiindia] Re: 15 Tahun Mendatang Indonesia Dikhawatirkan Menjadi Bangsa Pengemis

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
betul-betul tidak nasionalis...mau uenake dewe..
----- Original Message -----
From: "Ida" <abidin_ida@xxxxxxxxx>
To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
Sent: Monday, April 26, 2004 1:28 PM
Subject: [ppiindia] Re: 15 Tahun Mendatang Indonesia Dikhawatirkan Menjadi
Bangsa Pengemis


sebenarnya saya sedih kalo melihat indo selalu kacau, mas! sedih
banget dan gak ada yg bisa saya perbuat...kalo swedia, kebetulan
ehm...ada someone yg minta aku buat nememin dia tugas di sana...!
duh, jadi malu....

id

--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Ambon" <sea@xxxx> wrote:
> Ida,
>
> Itu hanya suatu kekuatiran, belum relaitas. Kenapa mau pindah ke
Swedia
> segala? Tenang-tenag saja, semoga ramalan orang-orang "ahli" itu
meleset.
>
> Cheers,
>
> ----- Original Message -----
> From: "Ida" <abidin_ida@xxxx>
> To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
> Sent: Monday, April 26, 2004 7:52 AM
> Subject: [ppiindia] Re: 15 Tahun Mendatang Indonesia Dikhawatirkan
Menjadi
> Bangsa Pengemis
>
>
> Mudah2an ditahun tersebut kalo umur saya panjang, saya tidak
> merasakan jadi pengemis...skrg aja udah mo pindah ke swedia, biasa
> tugas bok!
>
> id
> --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Ambon" <sea@xxxx> wrote:
> > Rwpublika
> > Minggu, 25 April 2004  14:25:00
> >
> > 15 Tahun Mendatang Indonesia Dikhawatirkan Menjadi Bangsa Pengemis
> >
> > Padang-RoL-- Praktisi pemberdayaan perempuan dan anak nasional
> Wardah Hafidz
> > mengkhawatirkan Indonesia pada 15 tahun mendatang akan menjadi
> bangsa
> > pengemis, karena banyak orang tua yang mengeksploitasi anaknya
> dengan
> > bekerja sebagai pengemis.
> > "Kekhawatiran ini memungkinkan sebab jumlah pengemis anak-anak di
> jalanan
> > (Anjal) setiap tahun meningkat bahkan kondisi ini sangat
> memprihatinkan
> > karena mereka juga rawan terlibat kejahatan," kata Wardah Hafidz,
> di Padang
> > akhir pekan lalu.
> > Berbicara di hadapan peserta diskusi antara Jaringan Fenomena Anak
> Jalanan
> > yang diselenggarakan oleh Media Konsultan Almadina bersama Forum
> Komunikasi
> > Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (FKP3A) Sumbar, ia
> mengatakan,
> > Anjal rawan terlibat kejahatan, sebab faktor ekonomi membuat
mereka
> mau
> > berbuat apa saja.
> > Bahkan bila mereka mencari tempat kost, cenderung di tolak karena
> mereka
> > dianggap 'sampah', salah urus  atau bisa menimbulkan masalah
> (kriminalitas).
> > Stigma seperti itu pasti muncul sebab Anjal adalah korban akibat
> > ketidak-berdayaan mereka sehingga struktur seperti itu selalu
> melekat
> > padanya. Ia menyebut contoh persoalan yang sama pernah terjadi di
> Yogya,
> > bahkan di Jakarta anak-anak dipaksa mengemis oleh orang tuanya dan
> bila
> > mereka tidak bisa membawa pulang Rp150 ribu per hari maka mereka
> akan
> > dipukul oleh bapaknya di rumah.
> > "Kondisi ini jelas tidak bisa dibiarkan berlarut-larut bila bangsa
> ini tidak
> > ingin menjadi bangsa pengemis, sehingga pandangan negatif terhadap
> Anjal,
> > perlu dihilangkan sebab anak adalah generasi penerus bangsa yang
> harus
> > dilindungi oleh pemerintah," kata aktivis LSM Urban Poor Centre
> (UPC)
> > Jakarta ini.    Menurut Wardah, pemerintah hingga kini belum
> memiliki data
> > konkrit tentang jumlah Anjal, sementara berbagai upaya pembinaan
> terhadap
> > mereka cenderung berorientasi proyek dan hanya menguntungkan
> pengurusnya.
> > "Kebiasaan ini harus dihentikan sebab fenomena mendasar Anjal
> adalah masalah
> > ekonomi sehingga pembinaan terhadap mereka perlu dirancang secara
> > komprehensif terutama bagaimana menangani masalah kemiskinan,"
> katanya.
> > Untuk mengantisipasi permasalahan Anjal, kata Wardah antara lain
> melalui
> > pendekatan kesejahteraan, menumbuhkan organisasi jaringan dan
> penyadaran
> > kepada semua lapisan masyarakat terhadap hak anak.
> > Penyadaran terhadap hak anak dimaksudkan terutama penyadaran
kepada
> orang
> > tua perlu ditumbuhkan bahwa hak-hak dasar anak harus dihargai dan
> dipenuhi
> > yaitu bermain dan belajar bukan mencari nafkah, katanya.
> Sementara itu, di
> > Sumbar sendiri kini tercatat sebanyak 57.865 anak penyandang
> masalah sosial
> > (data Hari Anak Nasional 2002) atau 3,9 persen dari 1.480.488
> total anak
> > usia dibawah 21 tahun.
> > Sebanyak 57.865 anak penyandang masalah sosial itu terdiri atas
> 47.294 anak
> > terlantar, 2.788 anak nakal, dan 5.640 Anjal. Di Kota Padang Anjal
> yang
> > beroperasi sebagi pengemis sering berada pada perempatan lampu
> merah di Jl
> > Bagindo Azis Chan, di pusat-pusat perberlanjaan modern seperti
> Matahari,
> > atau Suzuya.
> > Pemerhati masalah Anjal Sumbar Otong Rosadi SH, MHum mengatakan
> selain
> > faktor ekonomi, penyebab lainnya anak-anak berada di jalanan
adalah
> karena
> > putus sekolah, pengaruh lingkungan.
> > Faktor lainnya penyebab anak berada di jalanan pada kasu-kasus
> tertentu
> > karena terpisah dari orang tua, betah di jalanan, dan renggangnya
> pola
> > hubungan kekeluargaan dan kekerabatan. Fenomena Anjal dan
> kompleksnya
> > permasalahan mereka, kata Otong   maka sudah saatnya berbagai
pihak
> perlu
> > menyusun dan melakukan kegiatan penanganannya secara bersama, yang
> diarahkan
> > kepada anak, keluarga dan lingkungannya.
> > Pembinaan Anjal harus dibangun melalui pembangunan jaringan antar
> pemangku
> > kepentingan secara terpadu dan modal dasar itu sudah tersedia pada
> BK3S
> > (Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial dengan
> keanggotaannya
> > ditambah dengan unsur LSM dan perguruan tinggi serta melibatkan
> perwakilan
> > Anjal.
> > "Melibatkan Anjal dalam rangka menyusun model penanganan mereka
> perlu
> > ditempatkan dalam perspektif mereka sebab Anjal juga mempunyai hak
> > dilibatkan sebagai subjek untuk didengar pendapatnya," kata dosen
> Fakultas
> > Hukum dan Pasca Sarjana Universitas Ekasakti Padang itu. ant/abi
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >  . PM Australia Lakukan Kunjungan Mendadak ke Irak
> >
> >
> >  . 51 Bendera Organisasi Terlarang RMS Diamankan Aparat Kepolisian
> >
> >
> >  . Pejabat G-7 dan Timteng Sepakat Tingkatkan Tenaga Kerja
> >
> >
> >  . Upaya Serangan ke Terminal Minyak Irak Digagalkan
> >
> >
> >  . Bush Kendurkan Sanksi Terhadap Libia
> >
> >
> >  . Kerusakan Hutan Capai Rp.83 Milyar Perhari
> >
> >
> >  . DPP Golkar dan Tim Wiranto Belum Padu
> >
> >
> >  . Pemerintahan Kuat tak Identik dengan Militer
> >
> >
> >  . Susilo Bambang Yudhoyono Siap Bersaing dengan Wiranto
> >
> >
> >  . Calon Presiden Perlu Lakukan Uji Publik
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > © 2003
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>
> Yahoo! Groups Links




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx

Yahoo! Groups Links








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: