[ppi] Re: [ppiindia] Re: 15 Tahun Mendatang Indonesia Dikhawatirkan Menjadi Bangsa Pengemis

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Ida,

Itu hanya suatu kekuatiran, belum relaitas. Kenapa mau pindah ke Swedia
segala? Tenang-tenag saja, semoga ramalan orang-orang "ahli" itu meleset.

Cheers,

----- Original Message ----- 
From: "Ida" <abidin_ida@xxxxxxxxx>
To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
Sent: Monday, April 26, 2004 7:52 AM
Subject: [ppiindia] Re: 15 Tahun Mendatang Indonesia Dikhawatirkan Menjadi
Bangsa Pengemis


Mudah2an ditahun tersebut kalo umur saya panjang, saya tidak
merasakan jadi pengemis...skrg aja udah mo pindah ke swedia, biasa
tugas bok!

id
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Ambon" <sea@xxxx> wrote:
> Rwpublika
> Minggu, 25 April 2004  14:25:00
>
> 15 Tahun Mendatang Indonesia Dikhawatirkan Menjadi Bangsa Pengemis
>
> Padang-RoL-- Praktisi pemberdayaan perempuan dan anak nasional
Wardah Hafidz
> mengkhawatirkan Indonesia pada 15 tahun mendatang akan menjadi
bangsa
> pengemis, karena banyak orang tua yang mengeksploitasi anaknya
dengan
> bekerja sebagai pengemis.
> "Kekhawatiran ini memungkinkan sebab jumlah pengemis anak-anak di
jalanan
> (Anjal) setiap tahun meningkat bahkan kondisi ini sangat
memprihatinkan
> karena mereka juga rawan terlibat kejahatan," kata Wardah Hafidz,
di Padang
> akhir pekan lalu.
> Berbicara di hadapan peserta diskusi antara Jaringan Fenomena Anak
Jalanan
> yang diselenggarakan oleh Media Konsultan Almadina bersama Forum
Komunikasi
> Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (FKP3A) Sumbar, ia
mengatakan,
> Anjal rawan terlibat kejahatan, sebab faktor ekonomi membuat mereka
mau
> berbuat apa saja.
> Bahkan bila mereka mencari tempat kost, cenderung di tolak karena
mereka
> dianggap 'sampah', salah urus  atau bisa menimbulkan masalah
(kriminalitas).
> Stigma seperti itu pasti muncul sebab Anjal adalah korban akibat
> ketidak-berdayaan mereka sehingga struktur seperti itu selalu
melekat
> padanya. Ia menyebut contoh persoalan yang sama pernah terjadi di
Yogya,
> bahkan di Jakarta anak-anak dipaksa mengemis oleh orang tuanya dan
bila
> mereka tidak bisa membawa pulang Rp150 ribu per hari maka mereka
akan
> dipukul oleh bapaknya di rumah.
> "Kondisi ini jelas tidak bisa dibiarkan berlarut-larut bila bangsa
ini tidak
> ingin menjadi bangsa pengemis, sehingga pandangan negatif terhadap
Anjal,
> perlu dihilangkan sebab anak adalah generasi penerus bangsa yang
harus
> dilindungi oleh pemerintah," kata aktivis LSM Urban Poor Centre
(UPC)
> Jakarta ini.    Menurut Wardah, pemerintah hingga kini belum
memiliki data
> konkrit tentang jumlah Anjal, sementara berbagai upaya pembinaan
terhadap
> mereka cenderung berorientasi proyek dan hanya menguntungkan
pengurusnya.
> "Kebiasaan ini harus dihentikan sebab fenomena mendasar Anjal
adalah masalah
> ekonomi sehingga pembinaan terhadap mereka perlu dirancang secara
> komprehensif terutama bagaimana menangani masalah kemiskinan,"
katanya.
> Untuk mengantisipasi permasalahan Anjal, kata Wardah antara lain
melalui
> pendekatan kesejahteraan, menumbuhkan organisasi jaringan dan
penyadaran
> kepada semua lapisan masyarakat terhadap hak anak.
> Penyadaran terhadap hak anak dimaksudkan terutama penyadaran kepada
orang
> tua perlu ditumbuhkan bahwa hak-hak dasar anak harus dihargai dan
dipenuhi
> yaitu bermain dan belajar bukan mencari nafkah, katanya.
Sementara itu, di
> Sumbar sendiri kini tercatat sebanyak 57.865 anak penyandang
masalah sosial
> (data Hari Anak Nasional 2002) atau 3,9 persen dari 1.480.488
total anak
> usia dibawah 21 tahun.
> Sebanyak 57.865 anak penyandang masalah sosial itu terdiri atas
47.294 anak
> terlantar, 2.788 anak nakal, dan 5.640 Anjal. Di Kota Padang Anjal
yang
> beroperasi sebagi pengemis sering berada pada perempatan lampu
merah di Jl
> Bagindo Azis Chan, di pusat-pusat perberlanjaan modern seperti
Matahari,
> atau Suzuya.
> Pemerhati masalah Anjal Sumbar Otong Rosadi SH, MHum mengatakan
selain
> faktor ekonomi, penyebab lainnya anak-anak berada di jalanan adalah
karena
> putus sekolah, pengaruh lingkungan.
> Faktor lainnya penyebab anak berada di jalanan pada kasu-kasus
tertentu
> karena terpisah dari orang tua, betah di jalanan, dan renggangnya
pola
> hubungan kekeluargaan dan kekerabatan. Fenomena Anjal dan
kompleksnya
> permasalahan mereka, kata Otong   maka sudah saatnya berbagai pihak
perlu
> menyusun dan melakukan kegiatan penanganannya secara bersama, yang
diarahkan
> kepada anak, keluarga dan lingkungannya.
> Pembinaan Anjal harus dibangun melalui pembangunan jaringan antar
pemangku
> kepentingan secara terpadu dan modal dasar itu sudah tersedia pada
BK3S
> (Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial dengan
keanggotaannya
> ditambah dengan unsur LSM dan perguruan tinggi serta melibatkan
perwakilan
> Anjal.
> "Melibatkan Anjal dalam rangka menyusun model penanganan mereka
perlu
> ditempatkan dalam perspektif mereka sebab Anjal juga mempunyai hak
> dilibatkan sebagai subjek untuk didengar pendapatnya," kata dosen
Fakultas
> Hukum dan Pasca Sarjana Universitas Ekasakti Padang itu. ant/abi
>
>
>
>
>
>
>
>
>  . PM Australia Lakukan Kunjungan Mendadak ke Irak
>
>
>  . 51 Bendera Organisasi Terlarang RMS Diamankan Aparat Kepolisian
>
>
>  . Pejabat G-7 dan Timteng Sepakat Tingkatkan Tenaga Kerja
>
>
>  . Upaya Serangan ke Terminal Minyak Irak Digagalkan
>
>
>  . Bush Kendurkan Sanksi Terhadap Libia
>
>
>  . Kerusakan Hutan Capai Rp.83 Milyar Perhari
>
>
>  . DPP Golkar dan Tim Wiranto Belum Padu
>
>
>  . Pemerintahan Kuat tak Identik dengan Militer
>
>
>  . Susilo Bambang Yudhoyono Siap Bersaing dengan Wiranto
>
>
>  . Calon Presiden Perlu Lakukan Uji Publik
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> © 2003



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx

Yahoo! Groups Links







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: