[ppi] [ppiindia] Rakyat dan Penguasa
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 15 Oct 2005 01:19:41 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0510/15/utama/2127910.htm
Rakyat dan Penguasa
Budiarto Shambazy
Jangan berharap banyak kepada perombakan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) 2004
yang masa kerjanya selesai hari Kamis (20/10) pekan depan. Pertama, KIB versi
2005 tidak secara otomatis akan membatalkan kenaikan harga BBM yang diputuskan
1 Oktober lalu.
Sebagai peristiwa bersejarah, kenaikan harga BBM itu layak disebut dengan
"Kejutan 1 Oktober". Kalau jantung Anda tidak kuat, jangan coba-coba melawan
Kejutan 1 Oktober.
Jangankan rakyat, tokoh-tokoh yang jadi bintang "iklan layanan pemerintah" saja
mengaku terkejut. Orang-orang seperti pengamat perminyakan Kurtubi atau
penceramah Aa Gym tak menyangka kenaikan minyak tanah mencapai 183 persen.
Harga-harga barang dan jasa juga terkejut dan segera melambung tinggi. Salah
satu akibatnya, seperti diberitakan Tempo Interaktif, pasien gangguan jiwa di
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito dan Rumah Sakit Grhasia, Provinsi DI
Yogyakarta, meningkat tajam.
"Sebelum Oktober, rata-rata pasien yang memeriksakan ke poli jiwa 6-10 orang.
Tetapi, sejak awal Oktober, pasien di poli jiwa naik luar biasa hingga mencapai
100 persen. Sekarang pasien rata-rata 15 hingga 20 per hari. Penyebab utamanya
adalah faktor ekonomi," kata Kepala Senat Fungsional Medik (SMF) Bagian Jiwa
RSUP Sardjito, Prof Soewadi, Jumat (14/10).
Kasihan rakyat, jantungnya kalah kuat dibandingkan jantung para pejabat. Wakil
Presiden Jusuf Kalla kemarin mengatakan bahwa kelangkaan elpiji merupakan
pertanda bagus karena rakyat "naik kelas" meninggalkan minyak tanah untuk
mengonsumsi elpiji.
Ini kebalikan dari pernyataan "turun kelas" ala Menko Perekonomian Aburizal
Bakrie. "Kalau tak mampu beli elpiji, ya pakai minyak tanah saja," kata dia
setelah harga BBM naik pertama kali akhir Maret lalu.
Jawaban rakyat, "Kalau tak mampu menjadi wakil presiden atau menteri
koordinator, saya mah lebih baik mundur saja". Jangan-jangan itu pertanda bagus
untuk republik tercinta ini.
Kedua, rakyat tak peduli dengan perombakan KIB. Sebagian besar rakyat harus
bekerja mati- matian karena kita bukan pedagang valas dan tidak punya rekening
yang jumlahnya besar seperti perwira-perwira Polri.
Kita juga bukan pengusaha yang memenangi tender proyek- proyek rekonstruksi dan
rehabilitasi di Aceh. Lebih dari itu kita enggak bisa nyambat alias mengadukan
nasib kepada para perwira TNI di Cilangkap atau para purnawirawan Pepabri.
Sekitar pekan depan masyarakat akan lebih disibukkan dengan berbagai hal yang
berhubungan dengan persiapan Idul Fitri, misalnya, mudik atau berbelanja
pakaian muslim. Lebih baik memikirkan bagaimana caranya merombak ekonomi rumah
tangga supaya lebih efisien pada tahun 2005 daripada berspekulasi mengenai KIB
versi 2005.
"Yang diperlukan bukan reshuffle, tetapi pembubaran kabinet," ujar seorang
pembaca rubrik ini. Ia bingung menghadapi kenyataan pahit bahwa dari 200 juta
lebih penduduk Indonesia, tidak ada 36 orang yang mampu menjadi menteri.
Ketiga, perombakan KIB sebenarnya merupakan sebuah antiklimaks. Seperti sebuah
pertandingan sepak bola, KIB 2004 merupakan kesebelasan yang tak bisa
diandalkan lagi karena gawangnya kebobolan melulu.
Tak ada lagi penonton yang tertarik menyaksikan penampilan kesebelasan KIB
2004. Pelatihnya Anda tahu sendiri, wakil pelatihnya selalu ingin tampil dengan
strategi sendiri, semua pemain mau menjadi pahlawan sendiri, makanya tim KIB
2004 lebih sering membobol gawangnya sendiri alias melakukan bunuh diri.
Tidak semua pemain harus digantikan. Banyak pakar maupun anggota DPR yang
mengatakan bahwa sebagian pemain layak dipertahankan.
Bayangkan, laporan keuangan pembangunan masjid masih jauh lebih rapi daripada
laporan keuangan pembangunan Aceh pascabencana tsunami. Anda juga bisa
membayangkan bagaimana bisa konglomerat yang biasa hidup di sangkar emas dari
pinjaman bank harus berkeringat menendang-nendang bola di lapangan hijau?
Sang pejabat yang setingkat dengan menteri ribut melulu ingin memberantas judi.
Ia lupa bahwa memberantas terorisme jauh, jauh lebih penting untuk menghindari
apa yang terjadi lagi di Pulau Bali.
Seorang pejabat setingkat menteri lainnya tak urung diganti-ganti. Apa gerangan
yang terjadi sih?
Oh ya, juga pernah jadi berita besar tentang menteri yang terlelap tidur siang
sampai lupa ada sebuah acara penting. Ada juga menteri yang tak tahu mesti
mengerjakan apa.
Kasihan menyaksikan menteri yang tak pernah berhenti berurusan dengan penyakit.
Hati- hati, jangan sampai Anda sendiri yang nanti malah terjangkit penyakit
baru bernama flu itik.
Instansi seorang menteri masih dalam proses pemeriksaan oleh KPK maupun oleh
BPK karena diduga penuh dengan korupsi. Memang sampai sekarang ini banyak orang
yang terus menagih janji dari dia yang pernah mengatakan, "Saya akan segera
membersihkan halaman rumah saya sendiri."
Keberagaman gaya arisan menjadi ciri utama KIB 2004 ini. Inilah kabinet yang
menteri-menterinya terdiri dari wakil partai-partai politik, pengusaha,
akademisi, sampai mantan perwira-perwira tinggi TNI.
Prinsip terpenting, setiap menteri merupakan pembantu kepala negara. Apa yang
dirancang dan yang dieksekusi setiap menteri, itu semata-mata instruksi dari
Istana Merdeka.
Seperti halnya PRT (pembantu rumah tangga), kalau tidak becus menyapu atau
mengepel, sang majikan tak perlu takut memecat siapa saja. Mumpung PRT mau
mudik Lebaran, Anda pakailah peluang ini untuk memperbaiki Indonesia.
Pepatah Jawa mengatakan, "kawula iku ana tanpa wates, déné ratu kuwi anané nung
winates.
Kira-kira artinya "masa jabatan penguasa selalu terbatas, sedangkan rakyat
tetap kekal dan tidak pernah ada batas".
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Rakyat dan Penguasa