[ppi] [ppiindia] Rakyat Seolah Kehilangan Kepercayaan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 29 Sep 2005 21:40:47 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/9/30/o1.htm
Rakyat Seolah Kehilangan Kepercayaan
BELAKANGAN ini banyak antrean di pompa-pompa bensin menyusul rencana kenaikan
harga BBM per 1 Oktober. Itu terjadi di Bali, Jawa, Kalimantan, Sumatera dan
daerah-daerah lain di Indonesia.
Sepanjang yang mampu kita tangkap, pengumuman kenaikan harga BBM yang dilakukan
jauh-jauh hari sebelumnya, tetap mengandung unsur positif. Artinya, pemerintah
berupaya terbuka dan jujur kepada masyarakat bahwa kenaikan harga itu pasti
dilakukan tanggal 1 Oktober. Pemerintah berharap agar masyarakat memahami
maknanya jika kenaikan ini tidak bisa dihindari karena akumulasi berbagai
faktor. Bahkan, besaran kenaikannya pun diumumkan dan pemerintah tidak bereaksi
ketika media massa menyebarkannya secara luas kepada masyarakat. Besaran
kenaikan itu berentang antara 50 sampai 80 persen dari harga yang ada sekarang.
Kita mestinya paham bahwa pengumuman yang relatif terbuka itu bertujuan agar
masyarakat siap mental menghadapinya. Jelasnya kita didorong untuk membuat
rancangan-rancangan anggaran keluarga, atau merevisi rencana-rencana anggaran
sebelumnya berdasarkan kenaikan harga minyak kelak.
Tetapi, kenyataan di lapangan ternyata tidak semua masyarakat mengerti akan
maksud tersebut. Banyak masyarakat yang ikut arus mengantre, mencoba mencari
peruntungan dan berlomba-lomba memborong minyak. Tentu bukan ini maksud
pemerintah yang secara terbuka mengumumkan kenaikan harga, sekitar dua sampai
sepuluh hari menjelang hari "H".
Kendati demikian, dari fenomena begitu banyaknya masyarakat antre di pompa
bensin tetap ada pelajaran yang kita tangkap: bahwa tingkat kepercayaan dari
masyarakat kepada pemerintah masih sangat lemah. Apakah yang membuat sikap
tidak percaya ini terjadi? Untuk sementara kita melihat bahwa itu disebabkan
oleh kegagalan pemerintah memenuhi janji-janjinya di masa lalu. Ini harus
diakui.
Banyak contoh kegagalan tersebut. Sekitar enam bulan lewat saat pemerintah
mengatakan bahwa tidak ada kenaikan harga lagi, ternyata janji itu diingkari.
Ketika pemerintah berjanji menjaga stabilitas harga di pasaran, ternyata harga
telah merangkak jauh hari sebelum harga BBM dinaikkan. Janji untuk menangkap
penyelundup dan penimbun BBM memang sebagian terpenuhi, tetapi pemerintah tetap
kecolongan. Inilah faktor kausalitas mengapa rakyat masih ragu, dan kemudian
memilih mengantre berjam-jam. Mereka takut, jika menjelang hari kenaikan itu
BBM tiba-tiba saja menghilang di pasaran. Rakyat kemudian merasa dikibuli terus
oleh keputusan pemerintah.
Karena itu, pelajaran penting bagi pemerintah saat ini adalah bagaimana
mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat yang masih rendah itu. Pekerjaan
ini tidak mudah, sebab itu harus dimulai dari diri pemerintah lagi.
Pertama-tama, tentu harus diawali dengan pemenuhan janji yang telah diucapkan
itu. Saat ini pemerintah telah mengatakan memberikan kesempatan kepada
masyarakat untuk melakukan unjuk rasa, protes terhadap kenaikan harga tersebut.
Aparat keamanan mesti bersikap sportif, tidak anarkis terhadap unjuk rasa yang
akan terjadi. Selanjutnya jika kenaikan harga ini merupakan langkah terakhir,
buktikan kepada masyarakat bahwa tidak akan terjadi lagi kenaikan harga BBM.
Kemudian, lanjutkan sampai tuntas tindakan penghukuman kepada penimbun BBM dan
kepada pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar. Tentu saja penghukuman
kepada koruptor, penyelundup atau pencuri aliran listrik tetap ditindak tanpa
pandang bulu.
Hanya dengan cara-cara seperti itulah, pemerintah secara pelan-pelan akan mampu
menarik kepercayaan dari rakyat lagi. Jika tidak, masyarakat akan apatis.
Mereka akan bertindak semaunya karena sudah tidak percaya dengan pemerintah.
Kita khawatir suasana chaos akan terjadi jika masyarakat sudah tidak percaya
lagi kepada pemerintahnya sendiri.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Rakyat Seolah Kehilangan Kepercayaan