[ppi] [ppiindia] Rakyat Kecil
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 26 Apr 2006 12:54:15 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://kompas.com/kompas-cetak/0604/26/opini/2608723.htm
Rakyat Kecil
Kartono Mohamad
Istilah rakyat kecil biasanya berkonotasi kelompok masyarakat yang miskin dan
tidak terjangkau oleh berbagai pelayanan publik yang memungkinkan mereka hidup
layak seperti manusia di zaman modern.
Menjelang pemilihan umum, mereka akan menjadi omongan kaum politisi yang akan
menebarkan janji-janji manis untuk memperbaiki nasib mereka. Tanpa sadar bahwa
ketika mereka menebar janji bagi rakyat kecil itu, mereka telah menempatkan
dirinya sebagai "bukan rakyat kecil". Penggunaan istilah rakyat kecil, menurut
Joseph Mitchell (McSoley's Wonderful Saloon, 1943) menunjukkan sikap yang
patronizing. "There are no little people. They are as big as you are, whoever
you are," tulis Mitchell.
Sikap merasa berada di atas rakyat kecil ini kemudian akan tercermin dalam cara
para elite masyarakat itu mencoba menyelesaikan masalah yang dihadapi rakyat
kecil. Yaitu, melalui program-program karitatif, seperti pembagian bantuan
tunai, pengobatan gratis, pembagian sembako, dan sebagainya. Paul Farmer,
seorang dan sekaligus doktor antropologi dari Harvard Medical School,
menyatakan bahwa selain program karitatif, para elite juga sering menjanjikan
pembangunan dan keadilan sosial kepada rakyat kecil. Tetapi, dalam pengalaman
kita, program pembangunan yang pada awalnya dikatakan ditujukan untuk mengatasi
kemiskinan ternyata justru membuat yang kaya makin kaya dan yang miskin makin
miskin. Setidaknya jumlah kelompok yang miskin tidak berkurang, atau bahkan
justru bertambah.
Dengan program karitatif semacam itu, kaum elite ingin menunjukkan betapa
mereka adalah orang-orang yang baik hati dan dermawan. Kemiskinan dapat menjadi
alat pemasaran bagi para elite. Oleh karena itu timbul kecurigaan bahwa melalui
kegiatan karitatif itu sebenarnya tidak ada niat tulus kaum elite untuk
mengurangi kemiskinan. Seperti ditulis Paulo Freire dalam buku Pedagogy of the
Oppressed: "In order to have the continued opportunity to express their
'generosity', the oppressors must perpetuate injustice as well, which is
nourished by death, despair, and poverty."
Komoditas kaum elite
Selama masih ada kemiskinan dan ketidakadilan sosial, akan selalu ada dalih
untuk menunjukkan "kedermawanan". Bahkan di Indonesia ini ada pemeo "kemiskinan
adalah komoditas bagi kaum elite". Kemiskinan rakyat dapat dijadikan alat untuk
mencari dana. Dulu di zaman Soeharto ketika ada perintah agar gubernur dan
bupati melaporkan jumlah rakyat miskin di daerahnya, semua memperkecil jumlah
yang dilaporkan. Tetapi ketika dikatakan bahwa pendataan itu akan dijadikan
dasar untuk menetapkan besarnya bantuan, jumlah yang dilaporkan tiba-tiba
melonjak.
Lagak dermawan dengan melakukan program karitatif itu pada umumnya didasari
oleh asumsi bahwa rakyat menjadi miskin karena ulah mereka sendiri. Karena
mereka malas, tidak berpendidikan, dan karena nasib atau keturunan. Tidak
terpikirkan bahwa mereka menjadi miskin karena kegagalan para elite dalam
memperlakukan mereka sebagai bagian dari tanggung jawabnya. Kalangan penganut
teologi pembebasan menyebut hal itu sebagai kemiskinan struktural dan
kemiskinan akibat kekerasan dari para penguasa.
Pengertian kekerasan di sini tidak harus secara fisik, tetapi lebih secara
psikologis. Rakyat miskin menjadi miskin karena ditelantarkan atau dilalaikan
oleh para penguasa. Karena mereka telah mengalami ketidakadilan dan
ketidaksamaan dalam memperoleh pelayanan publik. Mereka makin mudah menjadi
sakit, dan ketika sakit tidak mampu menyembuhkan dirinya sehingga makin tidak
produktif dan makin miskin.
Peringkat terbawah
Banyak masalah rakyat, terutama di bidang kesehatan, yang berkaitan dengan
kemiskinan. Teknologi kedokteran untuk mengatasi penyakit-penyakit yang terkait
kemiskinan pun sudah lama ada. Tuberkulosis, malaria, busung lapar, baik
penyebab maupun akibatnya sudah diketahui dan dikuasai teknologi mengatasinya.
Pendekatan karitatif terhadap masalah-masalah itu tidak akan membuat penyakit
itu menghilang dari kehidupan rakyat miskin. Pemberian susu dan makanan gratis
serta pengobatan gratis tidak akan banyak berdampak selama sistem yang membuat
rakyat sakit tidak diperbaiki.
Selama rakyat miskin tetap dianggap sebagai "orang lain yang perlu dikasihani"
tetapi tidak diberdayakan, selama ketidakadilan masih dipertahankan, dan selama
kemiskinan rakyat masih dapat dijadikan komoditas politik, Indonesia akan tetap
menduduki peringkat terbawah dalam berbagai indikator kesejahteraan dan
pembangunan SDM.
Kartono Mohamad Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia
--
----------------------------------------
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 490 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try www.SPAMfighter.com for free now!
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Rakyat Kecil