[ppi] [ppiindia] Radikalisme Islam Hanya Temporer
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 1 May 2006 00:10:15 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=14542
Radikalisme Islam Hanya Temporer
* Din: Akan Berkurang Jika Ketidakadilan Diatasi
Senin, 01-Mei-2006, 03:57:388 clicks
Washington, Padek-Andil umat Islam sangat besar mendorong demokrasi di
Indonesia. Soal adanya gejala radikalisme agama, tak perlu dikhawatirkan secara
berlebihan karena hal itu adalah gejala temporer yang akan berkurang jika
sumber-sumber penyebabnya diatasi, seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan
ketidakadilan.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum PP Muhammdiyah Prof Dr Din Syamsuddin, dalam
diskusi publik yang diselengarakan USINDO (persahabatan Amerika-Indonesia) di
nasional press club, Washington DC Sabtu (29/4).
Din sangat nyakin, selama arus tengah Islam seperti Muhammadiyah, NU, ormas
besar lain, masih berpengaruh dan berperan, maka Islam Indonesia tetap menjadi
faktor efektif Indonesia dan demokrasi Indonesia di masa depan. Oleh karena
itulah, lanjut Din, Muhammadiyah tengah berbenah diri melakukan konsolidasi dan
revitalisasi diri menjadi gerakan kebudayaan dan peradapan dinamis dengan
pusat-pusat keunggulan strategis.
Din juga menyatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan
Pancasilah adalah bentuk final dan ideal bagi rakyat Indonesia yang majemuk
atas dasar suku, agama, dan bahasa. Itu ditegaskannya ketika menjawab
pertanyaan tentang adanya ide negara Islam atau negara syariat Islam yang
diajukan sementara kalangan umat Islam di Indonesia.
Menurut Din, negara Pancasila adalah ijtihad politik para pendiri bangsa
termasuk tokoh-tokoh Islam. Bahkan PP Muhammadiyah waktu itu, Ki Bagus
Hadikusumo, adalah orang yang paling berjasa mengubah tujuh kata dengan
kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya menjadi kebutuhan. Tapi
lanjut Din, tidak perlu alergi terhadap adanya gagasan negara Islam maupun
negara syariat Islam. Karena dalam perspektif demokrasi, semua kelompok
masyarakat punya hak untuk berpendapat selama disalurkan lewat mekanisme
konstitusi di lembaga demoktrasi seperti DPR/MPR .
Ceramah dan dialog ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga wakil ketua umum MUI
pusat ini disambut antusias para tokoh Amerika yang terdiri dari mantan
diplomat, anggota kongres dan pengusaha. Mereka gencar bertanya tentang masa
depan demokrasi di Indonesia terkait kendala radikalisme Islam.
Dalam pertemuan dengan utusan khusus pemerintah AS tentang kebebasan beragama,
John Hanford, Din meyakinkannya bahwa kebebasan beragama sangat ditunjang
tinggi oleh Islam, sambil menegaskan ayat Al Quran tentang tidak ada paksaan
dalam agama, karenanya umat Islam Indonesia telah menunjukkan toleransi besar
dalam hidup berdampingan secara damai, sulit dibayangkan Indonesia seperti
sekarang ini tanpa toleransi umat Islam sebagai kelompok mayoritas.
Bahwa dewasa ini, menurut Din, lebih disebabkan karena adanya segelintir orang
di kalangan umat berbagai agama, baik Islam maupu Kristen, yang fundamentalis
dan kurang memahami asas hidup konsistensi dalam masyarakat majemuk, di samping
masih lemahnya negara dalam menegakkan hukum.
Kunjungan 10 hari Din Syamsuddin masih berlanjut hari ini dengan ceramah dan
dialog bersama masyarakat Indonesia di KBRI Washington, DC dan ceramah di
almamaternya UCLA tentang Islam dan "The Future of Democrasy in Indonesia: hari
ini (1/5). (zaz)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Radikalisme Islam Hanya Temporer