[ppi] [ppiindia] RI Minta Penjelasan pada Thailand
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 30 Oct 2004 03:02:13 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Sewajarnya juga pemerintah Indonesia membongkar perkosaan amoy-amoy pada bulan
Mei 1998, pembunuhan sana-sani oleh orang tak dikenal, pembakaran rumah-rumah
ibadah kaum minoritas.
http://www.gatra.com/artikel.php?id=48478
Pembantaian Muslim Pattani
RI Minta Penjelasan pada Thailand
Jakarta, 29 Oktober 2004 10:22
Pemerintah Indonesia telah meminta penjelasan kepada Pemerintah Thailand
mengenai tewasnya 84 muslim Pattani di Thailand Selatan, Senin (25/10).
"Kemarin (Rabu, 27/10) saya telah menginstruksikan duta besar Indonesia di
Bangkok untuk mengadakan pertemuan dengan pihak kementerian luar negeri
Thailand untuk memperoleh penjelasan dari pihak mereka tentang apa yang
sesungguhnya terjadi," kata Menlu Hassan Wirajuda di Jakarta, Kamis, usai
pertemuan dengan Menlu Belanda dan Presiden Troika Uni Eropa, Bernard Rudolf
Bot.
Selain melalui perwakilan RI di Bangkok, kata Hassan, penjelasan juga langsung
diminta kepada Menlu Thailand.
Ketika ditanya komentarnya mengenai penilaian berbagai pihak di Indonesia yang
menganggap Deplu-RI kurang keras dalam memberikan reaksi terhadap insiden
berdarah yang menimpa puluhan muslim Pattani itu, Hassan mengatakan, Indonesia
telah menyampaikan keprihatinan.
"Sesungguhnya kita juga menyampaikan keprihatinan kita, dan juga berharap agar
Thailand menangani kasus ini dilakukan dengan lebih manusiawi sesuai dengan
komitmen Thailand sendiri terhadap proses hukum, penghormatan terhadap hak
asasi manusia," katanya.
Pemerintah Indonesia, Rabu (27/10), mengeluarkan pernyataan yang berisi reaksi
terhadap insiden yang menewaskan 84 muslim Pattani di propinsi Narathiwat,
Thailand.
Dalam pernyataannya melalui Deplu-RI, Indonesia menyampaikan duka cita atas
tewasnya puluhan muslim Pattani dan menyatakan prihatin terhadap terjadinya
insiden tersebut.
Ketika ditanya mengapa Indonesia tidak memberikan reaksi yang lebih keras
--yaitu menyatakan "mengutuk" daripada "prihatin", Hassan menyiratkan ada
kendala yang sulit dilalui Indonesia untuk dapat memberikan pernyataan yang
lebih keras.
"Karena pada dasarnya ini adalah masalah dalam negeri (Thailand). Tetapi karena
melihat sifat dan kejadian ini, kita juga menyampaikan rasa keprihatinan,"
katanya.
Tragedi yang menimpa puluhan warga muslim Pattani itu berawal dari sebuah
demonstrasi yang diikuti oleh ribuan orang di Propinsi Narathiwat, yang
menuntut pembebasan enam warga muslim yang ditahan pihak keamanan Thailand
dengan tuduhan penyelundupan senjata.
Pihak keamanan Thailand membubarkan demonstrasi tersebut dengan menggunakan gas
air mata sementara laporan berbagai media juga menyebutkan mereka menggunakan
peluru-peluru tajam dalam membubarkan para demonstran.
Setidaknya 84 orang tewas dalam insiden tersebut. Enam di antaranya tewas di
tempat, sementara 78 yang lain tewas di dalam truk-truk yang membawa mereka ke
barak militer di Pattani.
Menurut laporan media, kebanyakan para korban tewas itu akibat lemas dan
beberapa orang mengalami patah leher akibat hampir 1.300 orang dijejalkan ke
dalam truk-truk tersebut dalam perjalanan yang ditempuh selama enam jam.
PM Thaksin sebelumnya mengatakan tewasnya 78 orang tersebut karena kondisi
tubuh mereka yang lemah karena sedang berpuasa.
Namun, Thaksin menjanjikan akan membentuk satu komite untuk menyelidiki mengapa
mereka ditumpuk di truk-truk sehingga sulit bernafas. [TMA, Ant]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] RI Minta Penjelasan pada Thailand