[ppi] [ppiindia] RI Marah Disebut Melanggar HAM

** ppi-india **
Jawa Post, Sabtu, 28 Feb 2004,
RI Marah Disebut Melanggar HAM=20

Deplu Anggap Amerika Ngawur
JAKARTA- Pemerintah negara adidaya Amerika Serikat belum berhenti membuat p=
anas kuping Indonesia. Setelah mengaku salah memasukkan yayasan milik ketua=
 umum Partai Keadilan Sejahtera dalam kategori teroris, negara Paman Sam it=
u kembali membuat =92kecerobohan=92. Setidaknya, itulah pandangan Departeme=
n Luar Negeri (Deplu).=20

Kecerobohan kali ini terkait dengan rilis Amerika soal pelaksanaan hak asas=
i manusia (HAM) di dunia, termasuk Indonesia, yang diterbitkan Kamis lalu. =
Dalam laporan tersebut, pelaksanaan HAM Indonesia dinilai buruk, menyedihka=
n, dan pemerintah terus melakukan pelanggaran serius.

Laporan tersebut, misalnya, berbunyi, "Anggota pasukan keamanan membunuh, m=
enyiksa, memperkosa, memukuli, dan secara sewenang-wenang menahan kaum sipi=
l dan anggota gerakan separatis."=20

Juga ditulis, "Pelanggaran HAM paling mencolok adalah di Provinsi Aceh, dae=
rah yang mengalami pemberontakan separatis paling lama." Selain itu, dalam =
laporan tahunan tersebut juga disebut bahwa sistem peradilan Indonesia koru=
p sehingga ikut menyebabkan kegagalan pemerintah dalam memberikan ganti rug=
i kepada para korban pelanggaran HAM dan meminta pertanggungjawaban dari pe=
lakunya di pengadilan.=20

Tidak terima atas laporan yang bikin merah padam para pejabat di Pejambon, =
Jakarta itu, Deplu kemarin mengeluarkan komentar keras. Barangkali, inilah =
kali pertama RI berani bersuara keras terhadap Amerika.

"Deplu berpandangan bahwa sebuah negara harus benar-benar yakin tentang cat=
atan kehormatan HAM di negaranya sendiri sebelum memberanikan diri untuk me=
mberikan penilaian terhadap negara lain," tegas Jubir Deplu Marty Natalegaw=
a dalam jumpa pers di gedung Deplu, Pejambon, Jakarta Pusat, kemarin. Jelas=
, statemen itu menyindir AS yang juga kerap melakukan pelanggaran HAM, teru=
tama terkait dengan dugaan terorisme.=20

"Berbagai organisasi HAM juga mencatat pelaksanaan HAM di Amerika sangat bu=
ruk, terutama berkaitan dengan terorisme," lanjut Marty bersemangat. Dalam =
kasus terorisme itu, yang paling kejam adalah perlakuan Amerika terhadap ta=
hanan di penjara Guantanamo, Kuba. Mereka ditahan tanpa batas waktu dan pro=
ses hukum yang jelas. "Padahal, ini jelas merupakan pelanggaran Konvensi Je=
newa 49. Ini bukan kata Indonesia, tapi fakta," jelas Marty yang dikenal ka=
lem itu berapi-api.

Marty juga heran mengapa definisi HAM yang digunakan Amerika sangat sempit,=
 yakni hanya terbatas soal hak sipil dan politik serta mengesampingkan hak =
di bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Padahal, masih kata Marty, lemba=
ga-lembaga HAM dunia juga masih melihat adanya masalah HAM di Amerika, sepe=
rti soal homelessnes (tak ada perumahan) serta masalah diskriminasi rasial.=
 "Intinya, suatu negara seperti Amerika mohon jangan menempatkan diri dalam=
 penilaian terhadap negara lain sebelum memperbaiki dirinya sendiri," tanda=
s Marty.

Belum cukup sampai di situ =92serangan=92 terhadap Amerika. Marty lebih lan=
jut mengatakan, "Bukankah Indonesia dan bahkan rakyat Indonesia merasa tak =
pernah memberikan wewenang kepada pemerintah Amerika untuk memberikan penil=
aian kepada kita," ujar Marty, heran. Bagi Marty, laporan itu adalah sebuah=
 karikatur, logika yang sudah sumir, dan tidak bisa dipahami. "Mungkin, yan=
g menulis laporan ini (sudah) menginvestigasi dulu atau belum, saya tidak t=
ahu," terang Marty.=20

Diplomat berkacamata minus tersebut juga tak mengerti mengapa sekalipun ada=
 hal positif tentang Indonesia, namun selalu dikemas sedemikian rupa sehing=
ga yang muncul adalah hal negatif. Dicontohkannya, "Awalnya, saya kira posi=
tif karena ada tulisan, =92adanya pelanggaran yang dilakukan teroris -maksu=
dnya GAM- tapi mengapa diembel-embeli penjelasan bahwa pemerintah Indonesia=
 tidak mampu atau bahkan tidak bersedia untuk menghentikan pelanggaran HAM =
oleh GAM=92. Ini apa maksudnya." Marty menggeleng-gelengkan kepalanya.

Jangan-jangan, lanjut Marty, pembuatan laporan itu dengan cara mencari data=
 di internet lewat search engine google. "Tinggal meng-google atau mengambi=
l berita dari koran dan tinggal cut (potong) dan paste saja. (Laporan) ini =
tak ada manfaat analisis observasinya," tegas Marty berulang-ulang diiringi=
 tawa wartawan. Karena itu, laporan semacam ini tak akan membawa dampak apa=
 pun. Sebab, laporan itu tak ada nilainya dan akan disimpan dalam tempat te=
rhormat, yakni di dalam laci. "Ini hanya buang tinta dan kertas bagi kami u=
ntuk nge-print sebanyak 36 halaman. Dan karena mereka sudah menilai kita, m=
aka kita akan nilai mereka," tambah Marty.

Untuk itulah, Deplu akan memberikan tanggapan tertulis. Namun, tanggapan te=
rsebut bukan dalam posisi menjelaskan persoalan HAM Indonesia ke negara lai=
n. Tapi, Marty belum tahu apakah tanggapan itu akan ditandatangani Presiden=
 Megawati atau Menlu Hasan Wirayuda. Yang pasti, kasus itu akan ditangani D=
itjen Multilateral I dan Direktorat HAM Deplu. "Ini bukan rasa tidak bersah=
abat dengan Amerika. Hubungan Indonesia-Amerika sangat penting, tapi masala=
hnya muncul saat Amerika memilih memunculkan satu aspek dalam hubungan itu,=
" papar Marty.=20

Meski begitu, Marty mengakui bahwa pelaksanaan HAM di Indonesia memang belu=
m sempurna, tapi tidak seperti yang ada di laporan Amerika itu. "Kalau lapo=
ran ini sih pas diterbitkan pada 96-97 lalu. Masalahnya, sekarang ini kan a=
da sedikit perkembangan. Makanya, nanti saya cek laporan mereka tahun 96 te=
ntang Indonesia, jangan-jangan sama isinya," kata Marty yang kontan mengund=
ang tawa wartawan.=20

Marty juga tak tahu pasti motivasi Amerika mengeluarkan laporan tersebut. N=
amun, dia menduga itu ada hubungannya dengan akan dimulainya Sidang Komisi =
HAM di Jenewa 15 Maret mendatang.=20

Lantas, bagaimana tanggapan Komnas HAM terhadap tudingan AS itu? Salah seor=
ang anggota Komisi Hak Asasi Manusia Prof Achmad Ali mengakui bahwa penegak=
an HAM di Indonesia masih belum ideal. Namun, guru besar Universitas Hasanu=
din (Unhas) tersebut menjelaskan, penegakan HAM di Indonesia lebih baik dib=
andingkan dengan Amerika Serikat.

"Bila dibandingkan, penegakan HAM di Indonesia jauh lebih baik daripada di =
Amerika," kata Achmad Ali. Menurut dia, di negara Paman Sam itu masih dijum=
pai adanya diskriminasi ras maupun gender. "Bandingkan dengan negara kita, =
hal seperti itu tidak ada," tambahnya.

Bahkan, banyak pakar di AS yang mengakui adanya diskriminasi dalam bidang h=
ukum di negara tersebut. "Diskriminasi itu dapat disimak dalam buku No Equa=
l Justice karangan Prof David Cole," jelasnya.=20

Demikian juga dengan kehidupan sosial di negara tersebut. Achmad Ali mengun=
gkapkan, pada beberapa wilayah di negara tersebut masih diterapkan adanya d=
iskriminasi ras. "Saat berkunjung ke sana, saya masih menemui adanya restor=
an khusus untuk warga kulit putih maupun khusus warga kulit hitam. Bandingk=
an dengan di negara kita, diskriminasi seperti ini tidak kita jumpai di sin=
i," ujarnya dengan penuh penekanan.

Achmad Ali juga menggambarkan politik luar negeri AS yang menerapkan double=
 standard. "Mereka tidak pernah ribut bila Israel melakukan pelanggaran HAM=
. Sangat berbeda bila pelaku pelanggaran HAM itu negara lain," paparnya. De=
mikian halnya dengan kebijakan pemerintah Prancis yang melarang pemakaian j=
ilbab bagi wanita muslim. "Kalau memang mereka pengawal HAM, harusnya negar=
a itu berteriak," tandasnya.(naz/agt)






---------------------------------
  Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Dow=
nload Messenger Now

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=3D5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20


Other related posts: