[ppi] [ppiindia] Putri Indonesia dan Isu Perempuan

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=182964


Senin, 01 Agt 2005,
Putri Indonesia dan Isu Perempuan
Oleh Eko Bambang Subiyantoro *


Ajang pemilihan Putri Indonesia bukan hal yang baru. Kita cukup bangga karena 
hampir setiap tahun bangsa ini memiliki seorang perempuan cerdas yang terpilih 
untuk menjadi duta bangsa Indonesia melalui ajang pemilihan Putri Indonesia.

Dalam kurun tertentu, Putri Indonesia terpilih akan menjadi wakil bangsa ini 
untuk mempromosikan Indonesia di pentas dunia. Bahkan, selain di tingkat 
nasional, di tingkat lokal, ajang pemilihan seperti itu banyak dilakukan 
sejumlah daerah di Indonesia. 

Misalnya, di DKI Jakarta, pemilihan Abang dan None. Di Jawa Timur ada Cak dan 
Ning. Jika terpilih, mereka akan menjadi duta untuk mempromosikan daerahnya.

Pada dasarnya, ajang pemilihan tersebut cukup baik bagi pengembangan bakat 
serta pengetahuan seseorang. Saya tidak melihat apakah mereka cantik atau 
ganteng karena bagi saya itu adalah relatif. Tetapi, saya lebih melihat itu 
merupakan proses yang produktif untuk menggali potensi diri seseorang. Melalui 
kegiatan tersebut, mereka tidak hanya harus belajar memperdalam ilmunya, tetapi 
juga berlatih untuk bisa tampil berkomunikasi dengan publik secara baik. 

Hal tersebut tidak mudah. Sebab, mereka juga harus mengisi hari-harinya dengan 
terpaan latihan yang keras. Dalam konteks ini, terpilihnya seseorang menjadi 
Putri Indonesia atau pemilihan duta daerah merupakan manifestasi kerja keras 
seseorang untuk belajar, bertahan, serta berjuang. 

Sampai proses ini, ajang pemilihan semacam Putri Indonesia, bagi saya, 
merupakan proses kreatif yang memang perlu dikembangkan, bahkan terus didorong 
penyelenggaraannya. 


Sebatas Pencitraan

Namun, di tengah kebanggaan saya terhadap pemilihan Putri Indonesia atau ajang 
pemilihan sejenisnya, saya menyimpan sejumlah kecemasan menyangkut paradigma 
dari ajang pemilihan tersebut karena tidak ada kemajuan serta perubahan berarti 
dari tahun ke tahun. Ajang pemilihan Putri Indonesia masih sebatas dijadikan 
upaya pencitraan identitas bangsa. 

Putri Indonesia akhirnya menjadi simbol keindahan, keramahan, dan kemakmuran 
bangsa. Aspek-aspek simbolis itulah yang akhirnya lebih menonjol daripada 
aspek-aspek yang lebih substansif dari ajang pemilihan Putri Indonesia. 

Paradigma demikian tentu mencemaskan dalam dua hal. Pertama, pemilihan Putri 
Indonesia yang meninggalkan aspek substansi dan lebih menekankan pada simbol 
menunjukkan pandangan yang stereotip terhadap perempuan. 

Keindahan dan kecantikan tubuh perempuan tidak lebih dari representasi simbol 
suatu objek, entah itu barang, atau juga untuk merepresentasikan sebuah bangsa. 
Tentu saja hal tersebut tidak hanya mereduksi identitas tubuh perempuan yang di 
dalamnya terdapat hak asasi, namun juga mereduksi identitas sebuah bangsa jika 
direpresentasikan dari tubuh atau fisik seseorang. 

Kedua, wajah bangsa yang direpresentasikan melalui Putri Indonesia tentu 
bertolak belakang dengan kenyataannya. Putri Indonesia yang memang cantik 
-dalam tataran tertentu- dan cerdas tidak bisa digunakan untuk 
merepresentasikan sebuah bangsa dengan segala macam persoalan kemanusiaan. 
Kecerdasan dan kecantikan Putri Indonesia adalah sesuatu yang berbeda dari 
wajah sebuah bangsa. 

Masalah-masalah kemiskinan, pelanggaran HAM, kekerasan terhadap perempuan, 
serta kematian ibu melahirkan merupakan persoalan yang inheren dalam bangsa ini 
yang tidak bisa diselesaikan dengan tampilnya Putri Indonesia. 

Di situlah masalahnya. Ketika ajang pemilihan Putri Indonesia hanya dijadikan 
sebagai simbol identitas negara, ia tidak hanya mereduksi makna tubuh 
perempuan, tetapi juga menampilkan wajah yang bertolak belakang dengan 
realitasnya. 


Duta Promosi

Untuk menjadikan ajang pemilihan Putri Indonesia yang lebih bernilai, sudah 
semestinya paradigma peran Putri Indonesia diubah. Dia bukan sekadar sebagai 
representasi identitas sebuah bangsa. Putri Indonesia akan jauh lebih bernilai 
jika dia ditempatkan sebagai duta untuk mempromosikan isu-isu yang lebih 
krusial yang terkait persoalan perempuan di Indonesia. 

Menurut saya, itu jauh lebih penting dan strategis. Menginggat, sampai saat 
ini, situasi perempuan Indonesia masih sangat memprihatinkan. Jika melihat 
sedikit kondisi perempuan Indonesia, kita bisa menyaksikan, di segi pendidikan, 
masih terjadi kesenjangan. Jumlah perempuan yang buta aksara masih dua tiga 
kali lipat dibandingkan laki-laki. 

Perempuan juga merupakan jumlah terbesar dari penduduk usia 24 tahun ke atas 
yang belum pernah sekolah, yaitu sebanyak 17,36 persen, dibandingkan laki-laki 
sebesar 7,68 persen. 

Data BPS 2003 menunjukkan, angka buta huruf perempuan mencapai 10.643.823 
orang, sedangkan laki-laki 5.042.338 orang. Berarti, terjadi perbedaan angka 
seratus persen. Tidak hanya dalam skala nasional, perbandingan buta huruf 
antara perempuan dan laki-laki juga mengalami perbedaan di hampir semua wilayah 
di Indonesia. 

Rendahnya pendidikan, bahkan tidak adanya dasar pendidikan, bagi perempuan itu 
berdampak pada rendahnya kesempatan perempuan untuk berpartisipasi dalam dunia 
kerja secara formal. Sebab, pekerjaan formal secara umum menekankan pada 
legitimasi formal pendidikan sebagai prasyarat minimalnya. 

Kesenjangan di bidang itu terlihat dari tingkat partisipasi perempuan dalam 
angkatan kerja yang masih jauh lebih rendah dibandingkan laki-laki. Demikian 
juga dengan akses terhadap sumber daya ekonomi. Data BPS tentang Statistik 
Kesejahteraan Rakyat 1999-2002 menunjukkan, tingkat partisipasi angkatan kerja 
(TPAK) masih jauh lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu 45 persen (2002), 
sedangkan laki-laki 75,34 persen. Pada 2003, TPAK laki-laki lebih besar 
dibandingkan perempuan, yakni 76,12 persen berbanding 44,81 persen (BPS, 
Statistik Kesejahteraan Rakyat, 2003). 
* Eko Bambang Subiyantoro, koordinator situs www.jurnalperempuan.com, Yayasan 
Jurnal Perempuan di Jakarta



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hfjvuch/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122855080/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: