[ppi] [ppiindia] Prostitusi Waria di Bandung
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 27 May 2006 02:26:16 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/052006/27/0902.htm
Prostitusi Waria di Bandung
Oleh YESMIL ANWAR
MUNGKIN berita tentang waria tidak seheboh kasus korupsi, pilkada, atau
berbagai berita yang punya nilai jual lainnya. Masalah waria jarang dibahas
secara serius di media cetak maupun media elektronik. Kalaupun dimunculkan,
beritanya adalah seputar kerja Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) dalam
menjalankan operasi razianya untuk ketertiban umum atau di acara infotainment
yang dikonsumsi masyarakat sebagai info ringan penghilang stres. Setelah itu,
tidak ada kelanjutannya lagi bagaimana nasib dan keadaan mereka kemudian.
Di dalam pengamatan penulis, jumlah dan penyebaran waria di Bandung semakin
marak. Mereka tampak beroperasi di pelbagai perempatan jalan di Kota Bandung.
Malam hari mereka menyebar dari mulai Bandung utara sampai selatan. Hal ini
perlu perhatian yang serius dari pemerintah, karena jika dibiarkan akan jadi
penyakit masyarakat (patologi sosial) yang meresahkan.
Siapa waria?
Waria, bencong, banci, dan wadam adalah sebutan untuk orang (laki-laki atau
perempuan) yang berpakaian atau berbicara sebaliknya tidak sesuai dengan
kelaminnya. Menurut pakar pendidikan Kartini Kartono, waria merupakan seseorang
yang secara fisik mempunyai jenis kelamin pria, tetapi berperasaan dan
bertingkah laku seperti seorang wanita, yang dalam bahasa psikologis disebut
dengan istilah transeksual, yaitu gejala pada seseorang yang merasa dirinya
memiliki seksualitas yang berlawanan dengan struktur fisiknya.
Di dalam masyarakat juga di kenal dengan istilah homo atau gay. Kemudian timbul
pertanyaan apakah waria dan gay itu sama. Menurut Kemala Atmojo didalam bukunya
Kami Bukan Lelaki dijelaskan bahwa waria dan gay itu berbeda. Seorang gay,
umumnya, tidak merasa perlu ber-make-up dan berpakaian seperti wanita. Kemudian
dalam melakukan hubungan seks, seorang gay bisa bertindak sebagi "laki-laki"
atau "wanita". Tetapi tidak demikian halnya dengan seorang banci. Dia merasa
perlu ber-make-up dan berpakaian seperti wanita.
Dan, dalam melakukan hubungan seks, seorang banci "tidak bisa" bertindak
sebagai laki-laki. Waria-waria ini biasa kita temui di salon-salon, sebagai
penata rambut dan rias wajah. Mereka juga ada yang berprofesi sebagai juru
masak, entertainer yang sukses dan sebagainya yang berkaitan dengan aktivitas
yang biasa dilakukan oleh wanita pada umumnya. Tetapi mereka juga biasa ditemui
di perempatan lampu merah, bekerja sebagai pengamen. Dan diantara mereka juga
banyak yang melakukan prostitusi dengan alasan yang berbeda-beda.
Permasalahan waria
Waria merupakan salah satu kelompok masyarakat yang kurang beruntung atau
disebut sebagai golongan/ kelompok minoritas dan cendrung terkucilkan dalam
kehidupan sosialnya. Masyarakat juga keliru dalam memandang waria dan cendrung
bersikap mengejek dan jijik terhadap waria yang dianggap "aneh". Masalah waria
amatlah kompleks, kita tidak bisa melihatnya hanya dengan satu sisi.
Beban paling berat di dalam diri seorang waria adalah beban psikologis yaitu
perjuangan mereka menghadapi gejolak kewariaan terhadap kenyataan di lingkungan
sekitarnya, baik terhadap dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.
Perlakuan keras dan kejam oleh keluarga karena malu mempunyai anak seorang
waria kerapkali mereka hadapi.
Mereka dipukuli, ditendang, diinjak-injak bahkan diancam mau ditembak. Meskipun
tidak semua waria mengalami hal seperti itu, tetapi kebanyakan keluarga tidak
mau memahami keadaan mereka sebagai waria. Kadang-kadang Satpol PP melakukan
sweeping dengan cara yang kurang santun dan menjadi santapan empuk bagi media
massa untuk menayangkan peristiwa sweeping itu dengan cara yang kurang
mengindahkan etika penyiaran. Di layar kaca kita saksikan para waria
terbirit-birit dikejar hingga masuk ke gorong-gorong dan tempat sampah untuk
bersembunyi. Perlakuan-perlakuan buruk tsb. serta ketidakbebasan waria
mengekspresikan jiwa kewanitaannya memicu mereka untuk meninggalkan keluarga
dan lebih memilih untuk berkumpul bersama dengan waria lainnya. Ada FKW (Forum
Komunikasi Waria) untuk Jakarta, Iwaba (Ikatan Waria Bandung), Hiwat (Himpunan
Waria Jawa barat), di malang Iwama (Ikatan Waria Malang) dan sebagainya.
Padahal berkumpul dengan kawan senasib, bukanlah akhir dari segalanya. Pada
kenyataannya mereka harus memenuhi kebutuhan mereka sebagai manusia yaitu
kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Mendapatkan pekerjaan bagi seorang waria
itu tidak mudah. Mana ada perusahaan atau instansi pemerintah yang mau menerima
mereka untuk bekerja dengan keadaan mereka yang demikian. Lapangan pekerjaan
mereka menjadi sangat sempit di antaranya adalah bekerja sebagai juru rias di
salon-salon, entertainer seperti kelompok Fantastic dolls yang pernah ngetop
pada era tahun '70-80'-an di bawah bimbingan Mirna, dan sebagai juru masak.
Namun itu semua dibutuhkan skill dan jiwa kewirausahaan yang memadai, dan
sayangnya tidak semua waria mampu seperti itu.
Sempitnya lapangan pekerjaan dan tidak cukupnya penghasilan untuk kehidupan
sehari-hari membuat banyak di antara mereka yang melakukan prostitusi. Mereka
menjajahkan diri di pinggir jalan atau ditempat-tempat tertentu di antaranya
untuk Kota Bandung di Jalan Veteran, persimpangan Jalan Dago /Diponegoro, di
Jalan Wastukencana di Jln. kalimantan, di jalan Terusan Kiaracondong. Namum
demikian alasannya bukan saja karena ekonomi, tetapi untuk kepuasan, karena ada
juga diantara mereka yang hidupnya berkecukupan. Hal ini lebih kepada
permasalahan mental yang hanya ingin mendapatkan uang banyak, tetapi malas
untuk bekerja keras.
Ketika mereka ada di jalan-jalan menjajahkan diri, maka hal ini menjadi
permasalahan kembali. Terutama masalah ketertiban umum karena di tempat yang
tidak sesuai peruntukannya dan akan menyebabkan pemandangan yang ganjil. Selain
itu juga prostitusi ini dapat juga menyebabkan masalah kesehatan yang serius
seperti penularan virus AIDS dan penyakit kelamin lainnya. Menurut hasil
penelitian dari 100 waria terdapat 23 orang yang telah terinfeksi HIV.
Sejauh ini telah dilakukan berbagai upaya yaitu dengan melalui operasi justia
oleh Dinas Tramtib (ketenteraman dan ketertiban) yang bekerja sama dengan
berbagai instansi dengan perda sebagai landasan hukumnya. Untuk kota Bandung
digunakan Perda tentang Penyelenggaraan Ketertiban dan Keindahan (K3) tahun
2005. Dari pihak Dinas Sosial telah melakukan berbagai pembinaan dan pelatihan
agar para waria ini mempunyai skill. Sementara beberapa LSM juga melakukan
penyuluhan, terutama masalah pencegahan AIDS.
Pada kenyataan ada sebagian masyarakat Bandung tampaknya tidak terlalu
mencemooh atau mendiskriminasikannya karena kelainan fisik dan atau psikologis
mereka. Mereka menerimanya sebagai bagian dari dinamika Kota Bandung. Bahkan
bersimpati dengan mengulurkan tangan memberi derma pada waria yang berada di
jalan. Demikian pula mereka (waria) yang memiliki kelainan tersebut tampaknya
juga pandai bersikap dan serta menempatkan diri pada posisi yang apa adanya.
Namun demikian, perilaku fenomena waria hendaknya tetap dianggap sebagai sebuah
kelainan atau penyimpangan yang memerlukan adanya jalan keluar. Di sisi lain,
lebih jauh lagi ada sementara kalangan yang bersuara menuntut pengakuan
eksistensi waria, dapat diterima sepanjang menyangkut nilai-nilai kemanusiaan
dan perlakuan yang layak.
Dibutuhkan kerjasama
Dalam menghadapi permasalahan waria ini tidak dapat hanya dilakukan secara
parsial. Tetapi dibutuhkan kerja sama yang menyeluruh agar dapat dicapai hasil
yang optimal. Terutama bagi waria itu sendiri, dibutuhkan waktu dan usaha yang
sungguh-sungguh agar tercipta citra yang baik didalam masyarakat. Demikian pula
pihak keluarga diharapkan dapat memberi cinta dan kasih sayang sesuai hak
mereka. Karena kesalahan mereka hanya karena mereka terlahir sebagai waria.
Unsur lain yang berperan penting adalah masyarakat terutama kaum laki-laki yang
sering menggunakan jasa pelayanan seks waria.
Tanpa ada adanya permintaan tidak mungkin prostitusi waria tersebut dapat terus
bertahan. Para tokoh agama diharapkan dapat bersikap proaktif dalam membuka
keimanan para waria. Sedangkan kerja sama pemerintah dengan seluruh unsur
masyarakat merupakan muara proses treatment masalah waria. Karena permasalah
waria juga menjadi permasalahan pemerintah. Sebaiknya dilihat kembali apakah
hukum yang ada sudah efektif atau hanya sia-sia saja. Demikian halnya dengan
Dinas Sosial yang merupakan ujung tombak rehabilitasi waria harus terus
melakukan pembinaan serta selalu melakukan kerja sama dengan para ahli dari
berbagai disiplin ilmu, agar dapat dicapai hasil yang maksimal.***
Penulis, kriminolog, staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran
Bandung.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Home is just a click away. Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Prostitusi Waria di Bandung