[ppi] [ppiindia] Prostitusi Waria di Bandung

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/052006/27/0902.htm


Prostitusi Waria di Bandung
Oleh YESMIL ANWAR 

MUNGKIN berita tentang waria tidak seheboh kasus korupsi, pilkada, atau 
berbagai berita yang punya nilai jual lainnya. Masalah waria jarang dibahas 
secara serius di media cetak maupun media elektronik. Kalaupun dimunculkan, 
beritanya adalah seputar kerja Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) dalam 
menjalankan operasi razianya untuk ketertiban umum atau di acara infotainment 
yang dikonsumsi masyarakat sebagai info ringan penghilang stres. Setelah itu, 
tidak ada kelanjutannya lagi bagaimana nasib dan keadaan mereka kemudian. 

Di dalam pengamatan penulis, jumlah dan penyebaran waria di Bandung semakin 
marak. Mereka tampak beroperasi di pelbagai perempatan jalan di Kota Bandung. 
Malam hari mereka menyebar dari mulai Bandung utara sampai selatan. Hal ini 
perlu perhatian yang serius dari pemerintah, karena jika dibiarkan akan jadi 
penyakit masyarakat (patologi sosial) yang meresahkan.

Siapa waria?

Waria, bencong, banci, dan wadam adalah sebutan untuk orang (laki-laki atau 
perempuan) yang berpakaian atau berbicara sebaliknya tidak sesuai dengan 
kelaminnya. Menurut pakar pendidikan Kartini Kartono, waria merupakan seseorang 
yang secara fisik mempunyai jenis kelamin pria, tetapi berperasaan dan 
bertingkah laku seperti seorang wanita, yang dalam bahasa psikologis disebut 
dengan istilah transeksual, yaitu gejala pada seseorang yang merasa dirinya 
memiliki seksualitas yang berlawanan dengan struktur fisiknya.

Di dalam masyarakat juga di kenal dengan istilah homo atau gay. Kemudian timbul 
pertanyaan apakah waria dan gay itu sama. Menurut Kemala Atmojo didalam bukunya 
Kami Bukan Lelaki dijelaskan bahwa waria dan gay itu berbeda. Seorang gay, 
umumnya, tidak merasa perlu ber-make-up dan berpakaian seperti wanita. Kemudian 
dalam melakukan hubungan seks, seorang gay bisa bertindak sebagi "laki-laki" 
atau "wanita". Tetapi tidak demikian halnya dengan seorang banci. Dia merasa 
perlu ber-make-up dan berpakaian seperti wanita. 

Dan, dalam melakukan hubungan seks, seorang banci "tidak bisa" bertindak 
sebagai laki-laki. Waria-waria ini biasa kita temui di salon-salon, sebagai 
penata rambut dan rias wajah. Mereka juga ada yang berprofesi sebagai juru 
masak, entertainer yang sukses dan sebagainya yang berkaitan dengan aktivitas 
yang biasa dilakukan oleh wanita pada umumnya. Tetapi mereka juga biasa ditemui 
di perempatan lampu merah, bekerja sebagai pengamen. Dan diantara mereka juga 
banyak yang melakukan prostitusi dengan alasan yang berbeda-beda.

Permasalahan waria

Waria merupakan salah satu kelompok masyarakat yang kurang beruntung atau 
disebut sebagai golongan/ kelompok minoritas dan cendrung terkucilkan dalam 
kehidupan sosialnya. Masyarakat juga keliru dalam memandang waria dan cendrung 
bersikap mengejek dan jijik terhadap waria yang dianggap "aneh". Masalah waria 
amatlah kompleks, kita tidak bisa melihatnya hanya dengan satu sisi.

Beban paling berat di dalam diri seorang waria adalah beban psikologis yaitu 
perjuangan mereka menghadapi gejolak kewariaan terhadap kenyataan di lingkungan 
sekitarnya, baik terhadap dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat luas. 
Perlakuan keras dan kejam oleh keluarga karena malu mempunyai anak seorang 
waria kerapkali mereka hadapi. 

Mereka dipukuli, ditendang, diinjak-injak bahkan diancam mau ditembak. Meskipun 
tidak semua waria mengalami hal seperti itu, tetapi kebanyakan keluarga tidak 
mau memahami keadaan mereka sebagai waria. Kadang-kadang Satpol PP melakukan 
sweeping dengan cara yang kurang santun dan menjadi santapan empuk bagi media 
massa untuk menayangkan peristiwa sweeping itu dengan cara yang kurang 
mengindahkan etika penyiaran. Di layar kaca kita saksikan para waria 
terbirit-birit dikejar hingga masuk ke gorong-gorong dan tempat sampah untuk 
bersembunyi. Perlakuan-perlakuan buruk tsb. serta ketidakbebasan waria 
mengekspresikan jiwa kewanitaannya memicu mereka untuk meninggalkan keluarga 
dan lebih memilih untuk berkumpul bersama dengan waria lainnya. Ada FKW (Forum 
Komunikasi Waria) untuk Jakarta, Iwaba (Ikatan Waria Bandung), Hiwat (Himpunan 
Waria Jawa barat), di malang Iwama (Ikatan Waria Malang) dan sebagainya.

Padahal berkumpul dengan kawan senasib, bukanlah akhir dari segalanya. Pada 
kenyataannya mereka harus memenuhi kebutuhan mereka sebagai manusia yaitu 
kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Mendapatkan pekerjaan bagi seorang waria 
itu tidak mudah. Mana ada perusahaan atau instansi pemerintah yang mau menerima 
mereka untuk bekerja dengan keadaan mereka yang demikian. Lapangan pekerjaan 
mereka menjadi sangat sempit di antaranya adalah bekerja sebagai juru rias di 
salon-salon, entertainer seperti kelompok Fantastic dolls yang pernah ngetop 
pada era tahun '70-80'-an di bawah bimbingan Mirna, dan sebagai juru masak. 
Namun itu semua dibutuhkan skill dan jiwa kewirausahaan yang memadai, dan 
sayangnya tidak semua waria mampu seperti itu.

Sempitnya lapangan pekerjaan dan tidak cukupnya penghasilan untuk kehidupan 
sehari-hari membuat banyak di antara mereka yang melakukan prostitusi. Mereka 
menjajahkan diri di pinggir jalan atau ditempat-tempat tertentu di antaranya 
untuk Kota Bandung di Jalan Veteran, persimpangan Jalan Dago /Diponegoro, di 
Jalan Wastukencana di Jln. kalimantan, di jalan Terusan Kiaracondong. Namum 
demikian alasannya bukan saja karena ekonomi, tetapi untuk kepuasan, karena ada 
juga diantara mereka yang hidupnya berkecukupan. Hal ini lebih kepada 
permasalahan mental yang hanya ingin mendapatkan uang banyak, tetapi malas 
untuk bekerja keras.

Ketika mereka ada di jalan-jalan menjajahkan diri, maka hal ini menjadi 
permasalahan kembali. Terutama masalah ketertiban umum karena di tempat yang 
tidak sesuai peruntukannya dan akan menyebabkan pemandangan yang ganjil. Selain 
itu juga prostitusi ini dapat juga menyebabkan masalah kesehatan yang serius 
seperti penularan virus AIDS dan penyakit kelamin lainnya. Menurut hasil 
penelitian dari 100 waria terdapat 23 orang yang telah terinfeksi HIV.

Sejauh ini telah dilakukan berbagai upaya yaitu dengan melalui operasi justia 
oleh Dinas Tramtib (ketenteraman dan ketertiban) yang bekerja sama dengan 
berbagai instansi dengan perda sebagai landasan hukumnya. Untuk kota Bandung 
digunakan Perda tentang Penyelenggaraan Ketertiban dan Keindahan (K3) tahun 
2005. Dari pihak Dinas Sosial telah melakukan berbagai pembinaan dan pelatihan 
agar para waria ini mempunyai skill. Sementara beberapa LSM juga melakukan 
penyuluhan, terutama masalah pencegahan AIDS.

Pada kenyataan ada sebagian masyarakat Bandung tampaknya tidak terlalu 
mencemooh atau mendiskriminasikannya karena kelainan fisik dan atau psikologis 
mereka. Mereka menerimanya sebagai bagian dari dinamika Kota Bandung. Bahkan 
bersimpati dengan mengulurkan tangan memberi derma pada waria yang berada di 
jalan. Demikian pula mereka (waria) yang memiliki kelainan tersebut tampaknya 
juga pandai bersikap dan serta menempatkan diri pada posisi yang apa adanya. 
Namun demikian, perilaku fenomena waria hendaknya tetap dianggap sebagai sebuah 
kelainan atau penyimpangan yang memerlukan adanya jalan keluar. Di sisi lain, 
lebih jauh lagi ada sementara kalangan yang bersuara menuntut pengakuan 
eksistensi waria, dapat diterima sepanjang menyangkut nilai-nilai kemanusiaan 
dan perlakuan yang layak. 

Dibutuhkan kerjasama 

Dalam menghadapi permasalahan waria ini tidak dapat hanya dilakukan secara 
parsial. Tetapi dibutuhkan kerja sama yang menyeluruh agar dapat dicapai hasil 
yang optimal. Terutama bagi waria itu sendiri, dibutuhkan waktu dan usaha yang 
sungguh-sungguh agar tercipta citra yang baik didalam masyarakat. Demikian pula 
pihak keluarga diharapkan dapat memberi cinta dan kasih sayang sesuai hak 
mereka. Karena kesalahan mereka hanya karena mereka terlahir sebagai waria. 
Unsur lain yang berperan penting adalah masyarakat terutama kaum laki-laki yang 
sering menggunakan jasa pelayanan seks waria. 

Tanpa ada adanya permintaan tidak mungkin prostitusi waria tersebut dapat terus 
bertahan. Para tokoh agama diharapkan dapat bersikap proaktif dalam membuka 
keimanan para waria. Sedangkan kerja sama pemerintah dengan seluruh unsur 
masyarakat merupakan muara proses treatment masalah waria. Karena permasalah 
waria juga menjadi permasalahan pemerintah. Sebaiknya dilihat kembali apakah 
hukum yang ada sudah efektif atau hanya sia-sia saja. Demikian halnya dengan 
Dinas Sosial yang merupakan ujung tombak rehabilitasi waria harus terus 
melakukan pembinaan serta selalu melakukan kerja sama dengan para ahli dari 
berbagai disiplin ilmu, agar dapat dicapai hasil yang maksimal.*** 

Penulis, kriminolog, staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 
Bandung.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Home is just a click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: