[ppi] [ppiindia] Prof Dr Koento Wibisono: Pancasila Telah Dilupakan Orang
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 31 May 2006 20:02:07 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.suarapembaruan.com/News/2006/05/31/Nasional/nas01.htm
SUARA PEMBARUAN DAILY
Prof Dr Koento Wibisono: Pancasila Telah Dilupakan Orang
[YOGYAKARTA] Saat ini Pancasila telah dilupakan orang. Hal ini disebabkan
pemanfaatan Pancasila sebagai alat kepentingan penguasa di era Orde Baru.
Impian orang tentang Pancasila, menjadi sangat negatif, dan bangsa ini menjadi
malu menyebut Pancasila. Pancasila kini kehilangan segala-galanya.
"Implikasinya menjadi sangat jauh, Pancasila tidak lagi terdengar, bahkan yang
kami prihatinkan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam UU Sisdiknas No 20/
2003 tidak lagi menyebut Pancasila sebagai mata pelajaran wajib. Nah Itu ada
apa. Siapa yang bermain. Apakah ada kesengajaan, atau ada semacam suatu
keengganan dan meniadakan ideologi Pancasila. Itulah yang kita rasakan saat
ini," jelas Prof Dr Koento Wibisono Siswomiharjo, Guru Besar Filsafat
Universitas Gadjah Mada yang sekaligus mantan Rektor UNS kepada Pembaruan, di
Yogyakarta, baru-baru ini.
Pancasila hilang dari peredaran. Masyarakat kehilangan orientasi nilai,
demokrasi menjadi kebablasan dan disusul dengan era otonomi, yang mengarah pada
suatu yang sangat mendegradasikan negara kesatuan. "Di daerah yang otonom,
kalau bukan putra daerah, tidak bakal bisa jadi pimpinan daerah, bahkan yang
sangat kami sesalkan, juga di perguruan tinggi, khususnya di luar Jawa, kalau
bukan putra daerah maka tidak akan bisa jadi pimpinan universitas atau
fakultas. Nah disinilah hilangnya rasa kebangsaan Pancasila sudah jauh dari
bagian ingatan kita ini, yang menjadi suatu pertanda apa yang harus kita
lakuan," ucap Koento.
Ada dua konstitusi yakni UUD 45 dan UUD yang diamendemen yang sudah jauh dari
roh UUD 45. MPR sudah tidak punya kekuasaan, rakyat yang memilih, tetapi soal
perubahan, yang mengubah harus MPR "Jadi ini ada kesimpangsiuran, ekonomi juga
kehilangan roh pasal 33 dan sebagainya itulah yang terjadi sekarang," ujarnya.
Namun Koento yakin, dalam masa-masa ini, sudah mulai tumbuh wacana di tingkat
elite dan universitas untuk mengembalikan Pancasila dan UUD 45.
"Pernah ada ide, dekrit presiden seperti 5 juli 59, tetapi itu impossible,
referendum juga tidak mungkin, akibatnya bisa terjadi pro-kontra, dan tidak
akan menjamin tercapainya, tujuan semula," papar Profesor berumur 75 tahun ini.
Yang jelas kita rasakan, semakin menuju pemilu 2009, elite politik tidak pernah
menyinggung Pancasila, idenya hanya bagaimana merebut kekuasaan. Namun
menurutnya, belakangan ini ada semacam kebangunan kembali atau renaissance
untuk membicarakan bagaimana revitalisasi Pancasila.
Terkait dengan keengganan siswa dan mahasiswa dalam mempelajari Pancasila,
professor ini menyampaikan sebuah gagasan bahwasanya, pelajaran Pancasila harus
ditata kembali, bukan lagi indoktrinasi, kepada guru/dosen hanya diberikan
rambu, bukan lagi teacher centre tapi student centre, bukan transformation of
knowledge tetapi sharing of knowledge.
Tiga Golongan
Sedangkan pakar politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit mengatakan,
ada tiga golongan yang sejak awal negara ini mempertentangkan keberadaan
Pancasila. Tiga golongan itu adalah golongan tradisi, golongan agama tertentu
dan golongan modernis.
Menurut Arbi, Pancasila merupakan ide atau pikiran dari golongan tradisi.
Karena tergesa-gesanya membentuk negara waktu itu, kata dia, ide Pancasila dari
golongan tradisi ini diterima saja oleh golongan agama dan modernis.
"Ingat golongan agama dan modernis waktu itu sebenarnya belum setuju, ya karena
tergesa-gesa itu tadi maka disetujui saja," kata dia.
Sebagai akibatnya, kata dia, selama perjalanan bangsa ini sebagian masyarakat
Indonesia tidak mengamalkan Pancasila. Untuk itu, kata Arbi, rumusan Pancasila
ini harus diinterpretasi lagi. "Yang menginterpretasi adalah para pakar
sejarah, politik, hukum bersama masyarakat." [SKA/E-8]
Last modified: 31/5/06
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Prof Dr Koento Wibisono: Pancasila Telah Dilupakan Orang