[ppi] [ppiindia] Presiden Tidak Serius dengan Soal Perbatasan

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/30/daerah/2013073.htm


 
Presiden Tidak Serius dengan Soal Perbatasan 
Perlu Peraturan Presiden Sebelum Ada Undang-undang



Oleh: HARYO DAMARDONO

Pontianak, Kompas - Presiden dinilai tidak serius menyelesaikan masalah kawasan 
perbatasan. Padahal, khususnya di Kalimantan Barat, permasalahan perbatasan 
sangat kompleks. Bukan saja terkait dengan ketertinggalan pembangunan, tetapi 
juga maraknya penyelundupan dan pencurian kayu.

"Tidak ada fakta langkah konkret yang menunjukkan kepedulian Presiden tentang 
perbatasan. Bahkan, dalam pidato kenegaraan tempo hari, masalah perbatasan 
sangat sedikit disinggung," kata Ketua DPRD Kalbar Ir Zulfadli, Senin (29/8) di 
ruang kerjanya.

Dia menandaskan rendahnya implikasi kedatangan Presiden ke Entikong tahun ini, 
juga masalah ketegangan di perbatasan yang menguap begitu saja. Janji 
pembentukan undang-undang kawasan perbatasan diperkirakan baru terealisasi dua 
tahun lagi.

Menurut dia, perlu dikeluarkan peraturan presiden dahulu sebelum UU terbentuk 
agar dana alokasi khusus dari pemerintah pusat dapat dicairkan dan pembangunan 
segera dimulai di bawah suatu Badan Pengelolaan Kawasan Khusus Perbatasan.

Saat ini beberapa kabupaten di Kalbar yang wilayahnya dekat perbatasan akan 
segera menerbitkan peraturan daerah kawasan perbatasan. Pembuatan perda ini 
perlu segera dilakukan agar pembangunan perbatasan terealisasi.

Diharapkan, dengan rencana komprehensif akan suatu kawasan, akan tercipta 
kepastian tata ruang yang diikuti dengan adanya kepastian hukum sehingga 
investor-dalam maupun luar negeri- bisa memiliki rasa aman. "Tanpa itu, lupakan 
percepatan pembangunan di kawasan perbatasan," kata Kepala Badan Persiapan 
Pengelolaan Kawasan Khusus Perbatasan Nyoman Sudana.

Peraturan Daerah tentang Border Development Center (BDC) diharapkan segera 
direalisasikan Kabupaten Sambas, Sanggau, dan Kapuas Hulu.

Untuk Kabupaten Sambas, BDC dibangun di lintas batas Paloh-Sajingan, di 
Kabupaten Sanggau di lintas batas Entikong, dan di Kapuas Hulu di lintas batas 
Nanga Badau. Kini dilakukan pendekatan ekonomi, bukan semata-mata keamanan.

"Pemerintah daerah setempat harus mampu mendatangkan transmigran terpilih agar 
pendatang turut membantu pembangunan," ujar Nyoman.

Soal tapal batas, Nyoman mengatakan telah bertemu Departemen Pertahanan dan 
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsutanal) untuk memetakan 
ulang batas-batas negara. "Ada tapal batas yang jelas dan telah disepakati 
bersama. Ada yang masih dalam perdebatan. Untuk mengatasinya dan mencari jalan 
keluar, diharapkan dapat difasilitasi Join Border Committee sehingga didapat 
jalan tengah yang diterima Malaysia dan Indonesia," katanya.



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: