[ppi] [ppiindia] Presiden Tidak Serius dengan Soal Perbatasan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 30 Aug 2005 00:00:23 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/30/daerah/2013073.htm
Presiden Tidak Serius dengan Soal Perbatasan
Perlu Peraturan Presiden Sebelum Ada Undang-undang
Oleh: HARYO DAMARDONO
Pontianak, Kompas - Presiden dinilai tidak serius menyelesaikan masalah kawasan
perbatasan. Padahal, khususnya di Kalimantan Barat, permasalahan perbatasan
sangat kompleks. Bukan saja terkait dengan ketertinggalan pembangunan, tetapi
juga maraknya penyelundupan dan pencurian kayu.
"Tidak ada fakta langkah konkret yang menunjukkan kepedulian Presiden tentang
perbatasan. Bahkan, dalam pidato kenegaraan tempo hari, masalah perbatasan
sangat sedikit disinggung," kata Ketua DPRD Kalbar Ir Zulfadli, Senin (29/8) di
ruang kerjanya.
Dia menandaskan rendahnya implikasi kedatangan Presiden ke Entikong tahun ini,
juga masalah ketegangan di perbatasan yang menguap begitu saja. Janji
pembentukan undang-undang kawasan perbatasan diperkirakan baru terealisasi dua
tahun lagi.
Menurut dia, perlu dikeluarkan peraturan presiden dahulu sebelum UU terbentuk
agar dana alokasi khusus dari pemerintah pusat dapat dicairkan dan pembangunan
segera dimulai di bawah suatu Badan Pengelolaan Kawasan Khusus Perbatasan.
Saat ini beberapa kabupaten di Kalbar yang wilayahnya dekat perbatasan akan
segera menerbitkan peraturan daerah kawasan perbatasan. Pembuatan perda ini
perlu segera dilakukan agar pembangunan perbatasan terealisasi.
Diharapkan, dengan rencana komprehensif akan suatu kawasan, akan tercipta
kepastian tata ruang yang diikuti dengan adanya kepastian hukum sehingga
investor-dalam maupun luar negeri- bisa memiliki rasa aman. "Tanpa itu, lupakan
percepatan pembangunan di kawasan perbatasan," kata Kepala Badan Persiapan
Pengelolaan Kawasan Khusus Perbatasan Nyoman Sudana.
Peraturan Daerah tentang Border Development Center (BDC) diharapkan segera
direalisasikan Kabupaten Sambas, Sanggau, dan Kapuas Hulu.
Untuk Kabupaten Sambas, BDC dibangun di lintas batas Paloh-Sajingan, di
Kabupaten Sanggau di lintas batas Entikong, dan di Kapuas Hulu di lintas batas
Nanga Badau. Kini dilakukan pendekatan ekonomi, bukan semata-mata keamanan.
"Pemerintah daerah setempat harus mampu mendatangkan transmigran terpilih agar
pendatang turut membantu pembangunan," ujar Nyoman.
Soal tapal batas, Nyoman mengatakan telah bertemu Departemen Pertahanan dan
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsutanal) untuk memetakan
ulang batas-batas negara. "Ada tapal batas yang jelas dan telah disepakati
bersama. Ada yang masih dalam perdebatan. Untuk mengatasinya dan mencari jalan
keluar, diharapkan dapat difasilitasi Join Border Committee sehingga didapat
jalan tengah yang diterima Malaysia dan Indonesia," katanya.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Presiden Tidak Serius dengan Soal Perbatasan