[ppi] [ppiindia] Presiden: Soal BBM, Jangan Saling Menyalahkan

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0805/29/0101.htm


Presiden Minta Masyarakat Berpikir Jernih dan Rasional
Soal BBM, Jangan Saling Menyalahkan 
INDRAMAYU, (PR).-
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, meminta semua pihak untuk tidak hanya pandai 
mengecam dan saling menyalahkan terkait dengan soal permasalahan minyak yang 
belakangan menghangat. Sebaliknya, presiden mengajak masyarakat untuk berpikir 
dengan jernih, terbuka, rasional, dan konstruktif. 

"Saya harus jujur mengatakan kepada rakyat Indonesia, tingginya harga minyak, 
turunnya produksi minyak, serta meningkatnya kebutuhan minyak termasuk BBM, 
berpengaruh kepada APBN, berdampak kepada subsidi, defisit anggaran, dan nilai 
tukar rupiah," ujar presiden dalam pidato tanpa teks saat meresmikan 
pengoperasian Kilang Langit Biru Balongan PT Pertamina Unit Pengolahan VI Kab. 
Indramayu, Minggu (28/8).

Persoalan yang dihadapi sekarang, menurut Yudhoyono, penting untuk dijelaskan, 
agar masyarakat tidak hanya pandai mengecam dan saling menyalahkan seolah-olah 
Pertamina tidak mampu berbuat apa-apa. Seolah-olah tidak ada satu pun kebijakan 
yang tepat dan lain-lain. 

Oleh karena itulah, kata presiden, saat ini pemerintah bersama DPR dan sejumlah 
komponen lain, terus-menerus bekerja dengan serius dan tidak menganggap ringan 
masalah ini untuk segera dapat menemukan solusi yang mendasar, bukan solusi 
tambal sulam, bukan solusi situasional. "Saya percaya, sering kali di balik 
musibah itu ada berkahnya," tambah Yudhoyono.

Menghadapi krisis harga minyak dunia, kata presiden, pemerintah perlu segera 
memiliki dan mengembangkan kebijakan energi yang mendasar, strategis, dan 
berjangka panjang. Tidak mungkin menyelesaikan masalah dengan menunggu hadirnya 
kebijakan strategis seperti itu, melainkan juga terus mengatasi masalah-masalah 
jangka pendek agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. 

Sejumlah solusi

Pada bagian lain, presiden juga menyampaikan sejumlah solusi mendasar untuk 
mengatasi masalah energi, khususnya yang terkait dengan bahan bakar minyak 
(BBM) yang sangat berpengaruh pada perekonomian nasional. "Pertama, kita harus 
bisa melihat tanpa emosi dan jujur bahwa produksi minyak dari tahun ke tahun 
menurun," kata presiden. 

Sedangkan mengenai konsumsi terhadap BBM, lanjut Yudhoyono, dari tahun ke tahun 
meningkat. "Itu artinya ada gap antara pasokan dan permintaan sehingga 
menimbulkan permasalahan pada perekonomian nasional," ujarnya.

Dia menggambarkan, sekira 30 tahun lalu produksi minyak Indonesia mencapai 1,5 
juta barel per hari (bph) dengan jumlah penduduk saat itu sekira 135 juta jiwa. 
Sedangkan saat ini dengan jumlah penduduk mencapai 215 juta jiwa, produksi 
minyak ternyata menurun, kurang dari 1,2 juta bph.

Permasalahan tersebut perlu dicari solusi dalam jangka menengah dan panjang 
agar bangsa Indonesia mampu meningkatkan kembali jumlah produksi minyak dan gas 
di dalam negeri. "Potensi ini ada, mari kita lakukan," katanya.

Kedua, untuk meningkatkan produksi minyak di dalam negeri, menurut presiden, 
dibutuhkan kilang-kilang untuk mengolah minyak mentah menjadi produk BBM. 
Setelah pembangunan kilang Unit Pengolahan VI Balongan, pemerintah merencanakan 
membangun kilang sejenis di Jawa Timur sehingga Indonesia tidak akan lagi hanya 
bergantung pada impor.

Hal yang ketiga, adalah dengan kebutuhan yang makin meningkat, berarti harus 
dihitung pula secara nasional berapa sebenarnya kuota dan harga minyak. "Saya 
menerima kritikan dari masyarakat bagaimana bisa harga minyak di pasaran dunia 
yang telah mencapai 65 dolar AS, tetapi asumsi di APBN hanya sekitar 40 dolar 
AS per barel," katanya.

Hal itu, kata presiden, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana asumsi itu 
bisa dikatakan realistis, apalagi neraca anggaran mengalami defisit. Hal yang 
keempat, bagaimana kita bisa mengembangkan diversifikasi energi karena 
bagaimana pun produksi minyak itu terbatas sehingga diperlukan energi 
alternatif seperti bio diesel, energi samudra, tenaga angin dan surya. 

"Dengan diversifikasi ini, subsidi minyak tidak akan terlalu besar," katanya. 
Selain itu, upaya penghematan energi karena Indonesia dikenal sebagai negara 
sangat boros dalam mengkonsumsi BBM. 

Borong dolar

Pada bagian lain, presiden juga meminta berbagai kalangan untuk tidak 
ikut-ikutan memborong dolar AS sehubungan dengan melemahnya rupiah terhadap 
mata uang itu yang menunjukkan angka terendah pada kisaran Rp 10.400,00 per 
dolar AS beberapa hari terakhir ini.

"Kalau memborong dolar AS untuk tujuan yang benar, saya bisa mengerti. Tapi, 
kalau memborong dolar AS untuk ikut-ikutan, apalagi ada rencana yang tidak 
sedap, jangan diikuti," kata presiden.

Ia mencontohkan, bila PT Pertamina memborong dolar AS untuk membeli minyak 
mentah di pasaran internasional untuk memenuhi kebutuhan minyak di dalam 
negeri, itu masih sesuatu yang wajar.

Presiden menyebutkan bahwa sekira 45 persen kebutuhan minyak domestik masih 
harus impor, begitu pula bila ada satu-dua BUMN yang memborong dolar AS, masih 
bisa dipahami. 

Namun, tegasnya, kalau memborong dolar AS itu dilakukan oleh orang-orang yang 
tidak ada kepentingannya atau ketika tahun lalu atau beberapa bulan lalu tidak 
membeli dolar AS tetapi akhir-akhir ini justru memborong dolar AS, sebaiknya 
hal itu tak dilakukan.

Ia menegaskan juga mengenai kurs sebenarnya sangat mudah dijelaskan dari sisi 
teori. "Mengapa harga dolar AS naik dan rupiah turun karena di dalam negeri 
terjadi pembelian dolar AS besar-besaran. Kalau dolar diborong harganya pasti 
naik. Begitu juga kalau rupiah diborong, maka harganya naik. Sayangnya ini 
dolar AS yang diborong," tukas presiden dengan gemas.

Presiden juga minta kepada semua kalangan, jangan menambah kesulitan kalau 
memang mencintai bangsa dan negeri ini. "Saya minta semua. Jangan menambah 
kesulitan, kalau kita cinta bangsa dan negeri ini," katanya. 

Ia juga mempertanyakan pihak-pihak tertentu yang mengkhawatirkan bahwa dengan 
depresiasi rupiah itu defisit anggaran tidak akan bisa ditutupi bahkan 
sebaliknya disebutkan akan lebih besar defisitnya.

Yudhoyono menegaskan bahwa pemerintah akan menutup defisit anggaran, meskipun 
diakui jumlahnya sangat besar. Ia juga menegaskan bahwa dalam satu-dua hari ini 
pemerintah dan Bank Indonesia akan menyampaikan kepada publik tentang solusi 
atas depresiasi rupiah ini. "Saya tidak pernah menganggap ringan sesuatu. Saya 
tidak pernah menganggap mudah persoalan begitu saja. Ini perlu pemikiran yang 
luar biasa, tetapi saya yakin akan dapat mengatasi persoalan ekonomi kita, " 
katanya.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah bersama BI sungguh-sungguh mencari solusi 
terbaik dengan melihat prespektif secara jernih. 

Presiden mengatakan, meski penjuru kebijakan moneter ada di BI, tetapi 
pemerintah mempunyai otoritas fiskal dan mengatur ekonomi makro.

Usai meresmikan PLBB Kilang Unit Pengolahan VI Balongan, presiden bersama 
sejumlah menteri dan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan meninjau langsung 
kompleks Kilang Langit Biru. Dalam kunjungan itu, ia sempat berdialog dengan 
para pekerja dan memberikan dukungan. Apalagi, pembangunan projek tersebut 
dikerjakan oleh tenaga-tenaga Indonesia.

Kedatangan presiden ke Indramayu, setelah melakukan kunjungan sehari sebelumnya 
di Cirebon, mendapat perhatian dari kalangan masyarakat. Sepanjang jalan dari 
kota Cirebon sampai perbatasan Kab. Indaramayu, seperti di Kec. Kerangkeng, 
terlihat anak siswa SD dan SMP berdiri di pinggir jalan raya memegang bendera 
merah putih, menyambut kedatangan presiden. (A-134/A-96)*** 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: