[ppi] [ppiindia] Presiden: Soal BBM, Jangan Saling Menyalahkan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 28 Aug 2005 22:48:50 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0805/29/0101.htm
Presiden Minta Masyarakat Berpikir Jernih dan Rasional
Soal BBM, Jangan Saling Menyalahkan
INDRAMAYU, (PR).-
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, meminta semua pihak untuk tidak hanya pandai
mengecam dan saling menyalahkan terkait dengan soal permasalahan minyak yang
belakangan menghangat. Sebaliknya, presiden mengajak masyarakat untuk berpikir
dengan jernih, terbuka, rasional, dan konstruktif.
"Saya harus jujur mengatakan kepada rakyat Indonesia, tingginya harga minyak,
turunnya produksi minyak, serta meningkatnya kebutuhan minyak termasuk BBM,
berpengaruh kepada APBN, berdampak kepada subsidi, defisit anggaran, dan nilai
tukar rupiah," ujar presiden dalam pidato tanpa teks saat meresmikan
pengoperasian Kilang Langit Biru Balongan PT Pertamina Unit Pengolahan VI Kab.
Indramayu, Minggu (28/8).
Persoalan yang dihadapi sekarang, menurut Yudhoyono, penting untuk dijelaskan,
agar masyarakat tidak hanya pandai mengecam dan saling menyalahkan seolah-olah
Pertamina tidak mampu berbuat apa-apa. Seolah-olah tidak ada satu pun kebijakan
yang tepat dan lain-lain.
Oleh karena itulah, kata presiden, saat ini pemerintah bersama DPR dan sejumlah
komponen lain, terus-menerus bekerja dengan serius dan tidak menganggap ringan
masalah ini untuk segera dapat menemukan solusi yang mendasar, bukan solusi
tambal sulam, bukan solusi situasional. "Saya percaya, sering kali di balik
musibah itu ada berkahnya," tambah Yudhoyono.
Menghadapi krisis harga minyak dunia, kata presiden, pemerintah perlu segera
memiliki dan mengembangkan kebijakan energi yang mendasar, strategis, dan
berjangka panjang. Tidak mungkin menyelesaikan masalah dengan menunggu hadirnya
kebijakan strategis seperti itu, melainkan juga terus mengatasi masalah-masalah
jangka pendek agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Sejumlah solusi
Pada bagian lain, presiden juga menyampaikan sejumlah solusi mendasar untuk
mengatasi masalah energi, khususnya yang terkait dengan bahan bakar minyak
(BBM) yang sangat berpengaruh pada perekonomian nasional. "Pertama, kita harus
bisa melihat tanpa emosi dan jujur bahwa produksi minyak dari tahun ke tahun
menurun," kata presiden.
Sedangkan mengenai konsumsi terhadap BBM, lanjut Yudhoyono, dari tahun ke tahun
meningkat. "Itu artinya ada gap antara pasokan dan permintaan sehingga
menimbulkan permasalahan pada perekonomian nasional," ujarnya.
Dia menggambarkan, sekira 30 tahun lalu produksi minyak Indonesia mencapai 1,5
juta barel per hari (bph) dengan jumlah penduduk saat itu sekira 135 juta jiwa.
Sedangkan saat ini dengan jumlah penduduk mencapai 215 juta jiwa, produksi
minyak ternyata menurun, kurang dari 1,2 juta bph.
Permasalahan tersebut perlu dicari solusi dalam jangka menengah dan panjang
agar bangsa Indonesia mampu meningkatkan kembali jumlah produksi minyak dan gas
di dalam negeri. "Potensi ini ada, mari kita lakukan," katanya.
Kedua, untuk meningkatkan produksi minyak di dalam negeri, menurut presiden,
dibutuhkan kilang-kilang untuk mengolah minyak mentah menjadi produk BBM.
Setelah pembangunan kilang Unit Pengolahan VI Balongan, pemerintah merencanakan
membangun kilang sejenis di Jawa Timur sehingga Indonesia tidak akan lagi hanya
bergantung pada impor.
Hal yang ketiga, adalah dengan kebutuhan yang makin meningkat, berarti harus
dihitung pula secara nasional berapa sebenarnya kuota dan harga minyak. "Saya
menerima kritikan dari masyarakat bagaimana bisa harga minyak di pasaran dunia
yang telah mencapai 65 dolar AS, tetapi asumsi di APBN hanya sekitar 40 dolar
AS per barel," katanya.
Hal itu, kata presiden, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana asumsi itu
bisa dikatakan realistis, apalagi neraca anggaran mengalami defisit. Hal yang
keempat, bagaimana kita bisa mengembangkan diversifikasi energi karena
bagaimana pun produksi minyak itu terbatas sehingga diperlukan energi
alternatif seperti bio diesel, energi samudra, tenaga angin dan surya.
"Dengan diversifikasi ini, subsidi minyak tidak akan terlalu besar," katanya.
Selain itu, upaya penghematan energi karena Indonesia dikenal sebagai negara
sangat boros dalam mengkonsumsi BBM.
Borong dolar
Pada bagian lain, presiden juga meminta berbagai kalangan untuk tidak
ikut-ikutan memborong dolar AS sehubungan dengan melemahnya rupiah terhadap
mata uang itu yang menunjukkan angka terendah pada kisaran Rp 10.400,00 per
dolar AS beberapa hari terakhir ini.
"Kalau memborong dolar AS untuk tujuan yang benar, saya bisa mengerti. Tapi,
kalau memborong dolar AS untuk ikut-ikutan, apalagi ada rencana yang tidak
sedap, jangan diikuti," kata presiden.
Ia mencontohkan, bila PT Pertamina memborong dolar AS untuk membeli minyak
mentah di pasaran internasional untuk memenuhi kebutuhan minyak di dalam
negeri, itu masih sesuatu yang wajar.
Presiden menyebutkan bahwa sekira 45 persen kebutuhan minyak domestik masih
harus impor, begitu pula bila ada satu-dua BUMN yang memborong dolar AS, masih
bisa dipahami.
Namun, tegasnya, kalau memborong dolar AS itu dilakukan oleh orang-orang yang
tidak ada kepentingannya atau ketika tahun lalu atau beberapa bulan lalu tidak
membeli dolar AS tetapi akhir-akhir ini justru memborong dolar AS, sebaiknya
hal itu tak dilakukan.
Ia menegaskan juga mengenai kurs sebenarnya sangat mudah dijelaskan dari sisi
teori. "Mengapa harga dolar AS naik dan rupiah turun karena di dalam negeri
terjadi pembelian dolar AS besar-besaran. Kalau dolar diborong harganya pasti
naik. Begitu juga kalau rupiah diborong, maka harganya naik. Sayangnya ini
dolar AS yang diborong," tukas presiden dengan gemas.
Presiden juga minta kepada semua kalangan, jangan menambah kesulitan kalau
memang mencintai bangsa dan negeri ini. "Saya minta semua. Jangan menambah
kesulitan, kalau kita cinta bangsa dan negeri ini," katanya.
Ia juga mempertanyakan pihak-pihak tertentu yang mengkhawatirkan bahwa dengan
depresiasi rupiah itu defisit anggaran tidak akan bisa ditutupi bahkan
sebaliknya disebutkan akan lebih besar defisitnya.
Yudhoyono menegaskan bahwa pemerintah akan menutup defisit anggaran, meskipun
diakui jumlahnya sangat besar. Ia juga menegaskan bahwa dalam satu-dua hari ini
pemerintah dan Bank Indonesia akan menyampaikan kepada publik tentang solusi
atas depresiasi rupiah ini. "Saya tidak pernah menganggap ringan sesuatu. Saya
tidak pernah menganggap mudah persoalan begitu saja. Ini perlu pemikiran yang
luar biasa, tetapi saya yakin akan dapat mengatasi persoalan ekonomi kita, "
katanya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah bersama BI sungguh-sungguh mencari solusi
terbaik dengan melihat prespektif secara jernih.
Presiden mengatakan, meski penjuru kebijakan moneter ada di BI, tetapi
pemerintah mempunyai otoritas fiskal dan mengatur ekonomi makro.
Usai meresmikan PLBB Kilang Unit Pengolahan VI Balongan, presiden bersama
sejumlah menteri dan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan meninjau langsung
kompleks Kilang Langit Biru. Dalam kunjungan itu, ia sempat berdialog dengan
para pekerja dan memberikan dukungan. Apalagi, pembangunan projek tersebut
dikerjakan oleh tenaga-tenaga Indonesia.
Kedatangan presiden ke Indramayu, setelah melakukan kunjungan sehari sebelumnya
di Cirebon, mendapat perhatian dari kalangan masyarakat. Sepanjang jalan dari
kota Cirebon sampai perbatasan Kab. Indaramayu, seperti di Kec. Kerangkeng,
terlihat anak siswa SD dan SMP berdiri di pinggir jalan raya memegang bendera
merah putih, menyambut kedatangan presiden. (A-134/A-96)***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Presiden: Soal BBM, Jangan Saling Menyalahkan