[ppi] [ppiindia] Presiden Minta Semua Pihak Tidak Saling Salahkan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 27 Sep 2005 22:22:49 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**HARIAN ANALISA
Edisi Rabu, 28 September 2005
Presiden Minta Semua Pihak Tidak Saling Salahkan
-Dalam Masalah BBM
Palembang, (Analisa) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta semua pihak untuk
tidak saling menyalahkan atau saling mengecam dalam masalah krisis BBM karena
hal itu tidak akan memecahkan persoalan.
"Banyak orang pintar di negeri ini, mari kembangkan itu (mencari pemecahan
masalah) daripada hanya salah menyalahkan, kecam mengecam, yang tidak
memecahkan persoalan," kata Yudhoyono saat membuka Pameran Gelar Teknologi
Tepat Guna Nasional VII di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa.
Presiden minta masyarakat bersama-sama mencari jalan keluar yang baik dalam
mengatasi masalah BBM. "Jangan saling marah, saling menyalahkan, mari cari
jalan keluar," kata Presiden.
Ia mencontohkan, di negara lain, masyarakat ikut berpikir untuk mengatasi
masalah energi, antara lain dengan melakukan penghematan.
"Rindu rasanya kita di negeri ini, memahami masalah secara bersama, mencari
solusi secara bersama," kata Presiden.
Kepala Negara menegaskan, segala keputusan yang dipilih dalam mengatasi masalah
BBM, maka rakyat kecil atau rakyat miskin harus dilindungi dan diberi bantuan.
Presiden mengajak para teknolog atau mereka yang menguasai iptek dan
industriawan mengembangkan teknologi agar penggunaan energi bisa lebih hemat
lagi. Selain itu juga dikembangkan teknologi untuk diversifikasi energi,
sehingga Indonesia tidak hanya tergantung kepada BBM.
Ia mengatakan, semua negara di seluruh dunia menghadapi persoalan yang sangat
serius, yaitu tingginya harga minyak dunia karena permintaannya juga tinggi,
sementara pasokannya tak bertambah secara signifikan.
Indonesia, katanya, juga mengalami hal sama, jika tidak ada penemuan sumur
minyak baru, maka sumur minyak Indonesia dalam waktu 18 tahun dari sekarang
akan habis, sedangkan gas habis dalam waktu 60 tahun, dan batubara akan habis
dalam masa 150 tahun.
Di sisi lain, kata Presiden, penggunaan energi terus bertambah. Oleh sebab itu,
Presiden minta semua pihak untuk membantu memikirkan pemenuhan energi bagi
sekitar 220 juta jiwa penduduk Indonesia yang pada waktu sepuluh tahun
mendatang bisa bertambah menjadi 250-300 juta jiwa.
Ia mengatakan, dengan kenaikan harga minyak dari semula 24 dolar AS barel
menjadi 65-70 dolar AS per barel, membuat ekonomi dunia terpukul, termasuk
negara maju yang tidak memberikan subsidi terhadap BBM. Hal itu, katanya,
menghambat laju ekonomi dan meningkatkan inflasi.
Indonesia juga terpukul tiga kali, yakni ekonomi terhambat, inflasi tinggi,
serta masalah subsidi yang sangat besar, yang bukan hanya mengganggu APBN,
tetapi juga mengganggu ekonomi, karena subsidi membengkak terus.
Jika subsidi atas BBM membengkak terus, maka alokasi untuk kesehatan,
pendidikan, pertanian, lingkungan hidup, dan pengentasan kemiskinan juga bisa
berkurang. "Artinya subsidi yang tidak tepat, mengganggu kesejahteraan rakyat
Indonesia di waktu mendatang," katanya.
Oleh sebab itu, kata Yudhoyono, pemerintah mencari jalan keluar untuk
mengurangi subsidi, namun bukannya menghapus subsidi.
"Pengurangan subsidi itu terhadap mereka yang tergolong mampu. Pengurangan
subsidi selanjutnya dialihkan untuk menambah biaya pendidikan, kesehatan, dan
lain-lain, dan sebagian diberikan langsung kepada rakyat miskin yang jumlahnya
sekitar 40 juta atau 62 juta jiwa jika ditambah dengan penduduk setengah
miskin," katanya.
"Inilah pilihan yang kita anggap tepat saat ini. Pilihan yang berat, pilihan
yang pahit, apalagi saya yang harus mengambil keputusan di tengah suasana
ekonomi seperti ini," kata Presiden.
Presiden juga mengeluhkan adanya kejahatan BBM, seperti penyelundupan dan
penimbunan. "Saya minta penegak hukum melakukan penegakan hukum dengan
intensif, saya tidak bisa terima di tengah kesulitan ekonomi masih ada pihak
yang menyelundupkan BBM dengan keuntungan ratusan milyar rupiah. Mereka harus
diadili dan dijebloskan di dalam penjara," katanya. (Ant)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Presiden Minta Semua Pihak Tidak Saling Salahkan