[ppi] [ppiindia] Presiden Jelaskan Posisi Indonesia dalam Kasus Iran ke Tujuh Dubes
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 31 Jan 2006 23:14:48 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
HARIAN ANALISA
Edisi Rabu, 1 Februari 2006
Presiden Jelaskan Posisi Indonesia dalam Kasus Iran ke Tujuh Dubes
Jakarta, (Analisa)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil tujuh duta besar Amerika Serikat,
Inggris, China, Rusia, Perancis, Jerman dan Austria untuk menjelaskan posisi
Indonesia dalam kasus nuklir Iran yang menghendaki agar penyelesaian kasus
berjalan damai.
"Besok Presiden juga akan memanggil Dubes Iran untuk Indonesia," kata Menlu
Hasan Wirayuda usai pertemuan Presiden dengan ketujuh dubes tersebut di Kantor
Presiden, Jakarta Selasa (31/1).
Menlu mengatakan, posisi Indonesia dalam menghadapi ketegangan akibat isu
nuklir di Iran adalah mendorong para pihak memaksimalkan perundingan antara
Iran dengan tiga negara Eropa yakni Inggris, Prancis dan Jerman.
Indonesia juga meminta Iran agar bekerja sama erat dan berunding dengan Badan
Energi Atom Internasional (IAEA) sehingga Iran memenuhi aturan-aturan dalam
pengembangan nuklir untuk damai.
Indonesia juga menganjurkan Iran untuk mempertimbangkan usulan Rusia agar
negara di Persia tersebut melakukan pengayaan uranium di Rusia selanjutnya
dikirimkan ke Iran.
Menlu menjelaskan bahwa pada tanggal 2 Pebruari 2006, IAEA yang beranggotakan
35 negara termasuk Indonesia akan melakukan sidang luar biasa untuk membahas
masalah tersebut. Sidang akan membahas keputusan serta langkah yang perlu
dilakukan oleh Iran.
Menlu mengatakan ada pandangan terutama negara Barat yang menginginkan sidang
tersebut memutuskan agar masalah nuklir Iran diserahkan ke Dewan Keamanan PBB.
Hasan mengatakan Indonesia tidak ingin para pihak, khususnya negara-negara
Barat menyimpulkan proses perundingan sudah buntu. "Sehingga tergesa-gesa
menyerahkan masalah ke Dewan Keamanan PBB," katanya.
Menlu sebelumnya juga sudah memanggil dubes-dubes tersebut untuk menjelaskan
posisi Indonesia yang menginginkan ada ruang dan kesempatan proses diplomasi
dan negoisasi sehingga solusi damai dapat dicapai.
Sementara itu jelas Menlu pada Senin malam, Menlu dari anggota Dewan Keamanan
PBB (AS, Rusia, China, Inggris dan Perancis beserta Menlu Jerman) mengadakan
pertemuan untuk membahas masalah tersebut.
Mereka setuju untuk memberi ruang gerak lebih luas dan mencari upaya diplomasi
untuk mengatasi masalah Iran.
"Indonesia menyambut baik keputusan tersebut," kata Menlu.
Para menlu sepakat menunggu laporan IAEA pada tanggal 6 Maret 2006 mengenai
langkah terhadap kasus Iran itu.
Oleh sebab itu, kata Menlu, ada waktu mulai tanggal 2 Pebruari-6 Maret atau
satu bulan empat hari bagi Iran dan pihak-pihak lainnya untuk mencari solusi
damai.
Indonesia juga berharap dan mendorong agar pertemuan antara Iran dan Rusia pada
16 Pebruari 2006 memperoleh hasil positif.
Hasil pertemuan tersebut, kata Menlu, akan disampaikan oleh para dubes kepada
pemerintahan mereka masing-masing.
Indonesia berharap posisi Indonesia dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil
keputusan.
Menlu mengatakan jika konflik di Iran berkembang luas maka bisa juga berdampak
kepada Indonesia. Sebagai contoh, kata Menlu, kalangan internasional mengatakan
harga minyak bisa mencapai 100 dollar per barel.
Hal itu juga akan mempengaruhi negara-negara berkembang lainnya.
Pertemuan para dubes itu dimulai pukul 14.00 WIB. Pada pertemuan pertama
presiden menerima empat dubes asal Uni Eropa yakni Dubes Prancis untuk
Indonesia Renaud Vignal, Dubes Jerman Joachim Droudre Grouger, Dubes Inggris
Carlos Humfrey dan Dubes Austria Bernard Zimburg.
Selanjutnya secara berturut-turut Presiden menerima Dubes Rusia Gheorghe
Sauvica, Dubes Amerika Serikat (AS) Lynn Paschoe, Dubes China Lan Lijun. (Ant)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Presiden Jelaskan Posisi Indonesia dalam Kasus Iran ke Tujuh Dubes