[ppi] [ppiindia] Pornografi dan Budaya Malu
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 31 May 2006 07:22:57 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://harianbatampos.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=25309
Pornografi dan Budaya Malu
Oleh redaksi
Rabu, 24-Mei-2006, 08:16:41
Oleh: T Jayadi Noer*
Sudah hampir melebihi dua bulan ini banyak dan sering sekali baik media maupun
masyarakat mengungkapkan dan menanggapi tentang Rancangan Undang-undang Anti
pornograpi dan pornoaksi, Ada apakah? Dan kenapa? Kenapa ada yang setuju dan
ada yang menolak?
Kontroversi RUU porno terus menghias atau menjadi head line majalah atau surat
kabar daerah atau ibu kota ada yang setuju dengan mengungkapkan bahwa APP ini
dianggap untuk melindungi wanita, atau cenderung untuk menghormati wanita
sementara dipihak lain mengungkapkan kalau undang-undang ini diperlakukan maka
akan membatasi ruang gerak wanita untuk mengekspresikan dirinya, juga
menghilangkan adat atau kebiasaan suku -suku tertentu di Indonesia yang
beraneka ragam penampilannya contohnya seperti Pemprov Bali tolak RUU APP
melalui Rapat Paripurna DPRD Rabu 15 maret lalu.
Semua tanggapan atas Rencana tersebut ada terbesit secara explisit se-akan
tujuan RUU tersebut semat-mata ditujukan kepada sosok wanita, di mana
pasal-pasal yg ada seolah olah itu adalah kesalahan perempuan seperti cara
berbusana dimana perempuan disorot dan dituding serta dipersalahkan. Ada juga
kekhawatiran lain seperti " tafsir-tafsir sepihak yang kental dengan muatan
politis akan kembali tumbuh subur dengan bermuara pada kepentingan kekuasaan
dan penyalah gunaan wewenang di kalangan aparat hukum. Banyak lagi tanggapan
dan prediksi dari pihak yang menolak . Kemungkinan kawan-kawan yang protes atau
menolak tidak mentelaah isinya yang kita tahu mencakup dan mengayomi semua
agama, professi, dan kegiatan. Protes terhadap gerakan anti pornograpi juga
dari kalangan model.
Kalau boleh kita menyimpulkan sementara ini pihak pihak yang meyetujui dengan
RUUAP ingin agar RUU ini disyahkan sesuai rencana yakni Juni 2006 dengan alasan
kemerosotan moral bangsa ini harus segera diatasi. Sementara kalangan yang
tidak setuju ingin agar pembahasan RUU APP ini dihentikan saja, karena
sementara kalangan ini menilai bukan dilandasi pada semangat melindungi
perempuan tetapi lebih pada semangat dan juga akan mematikan budaya suku-suku
tertentu.
Terlepas dari pendapat dari berbagai elemen kita melihat nafas dari UU ini
adalah bertujuan adanya sikap mulia, kepribadian luhur, pornografi dan
pornoaksi yang mengancam kelestarian tatanan kehidupan masyarakat.
Sebenarnya terlepas dari pro dan kontra kita percaya betul tujuan baik dan
mulia yang terkandung dalam RUU pornograpi dan pornoaksi. Meskipun begituu kita
perlu mengungkapkan sisi yang ada kaitannya dengan semangat RUU itu sendiri
adalah sebagai antisipasi atas prihatinan tentang moral bangsa kita . Salah
satu azas moral adalah rasa malu. Sebagaimana untuk kita umat Islam khususnya
yang mana sesungguhnya, sejak awal penciptaan manusia perasaan risih dan malu
jika aurat ternampakkan.
Artinya, permasalahan aurat ini bukan permasalahan baru, tapi permasalahan yang
memang sudah menjadi perhatian manusia sejak awal kejadiannya, dan ini pula
yang menjadi tabiat aslinya. Ini dikuatkan oleh sejarah di kitabkitab agama
Samawi yang ada yang menyebutkan: bahwa di saat manusia terekspos, "auratnya"
pasti mereka merasa malu dan berusaha mencari penutup, sebagaimana Adam dan
Hawa terpaksa membuat atau menjahit cawat dari daun pohon ara tersebut. Manusia
yang belum dilihat oleh siapa-siapa itu, kecuali oleh makhluk gaib dan
Pencipta-Nya, merasa malu di saat auratnya terbuka.
Cerita Zabur dan taurat serta injil menunjukkan betapa bahwa di saat aurat
seseorang terekspose akan melahirkan perasaan malu dan bersalah (embarrassment
andguilt). Dan perasaan malu dan bersalah ini sendiri menggambarkan "tabiat"
manusia yang orisinal, karena prilaku Adam dan Hawa di awal penciptaan
menggambarkan keaslian tabiat manusia. Maklumlah, Adam dan Hawa belum
terkontaminasi oleh berbagai penyelewengan sosial, termasuk propaganda kaum
feminist seperti saat ini.
Berpakaian Sopan adalah Alami
Sebenarnya, menutup aurat dengan pakaian yang sopan (sesuai syara') adalah
tuntutan alami manusia. Dengan mengikuti tuntutan alami tata cara berpakaian
ini, sebenarnya seseorang akan lebih merasa tenang dan percaya diri. Inilah
yang digambarkan di dalam Al-Qur'an dengan istilah "Dan agar mereka menjaga
kesucian dan dikenal". Artinya, dengan pakaian yang ditetapkan oleh agama,
kesucian fitrah akan terjaga, dan juga melahirkan percaya diri karena memang
dikenal dengan pakaiannya sebagai orang-orang yang baik.
Sebagai ilustrasi terhadap fakta di atas, saya ceritakan pengalaman. Suatu
ketika di sore hari saya ada kesempatan jalan-jalan di Kota Batam dari Batusji
dengan menaiki Angkot jurusan Batuaji Batam Centre ). Setelah duduk beberapa
saat, Angkot itukembali berhenti untuk menjemput penumpang lainnya. Tiba-tiba
naiklah seorang anak remaja, sepertinya anak SMA (SMU), dengan pakaian yang
sangat minim. Hampir-hampir saja roknya itu tidak mampu menutupi bagian-bagian
sensitif dari tubuhnya. Bersamaan dengan naiknya remaja tadi juga seorang
pemuda dan duduk persis di hadapannya. Rupanya pemuda ini tidak mau mubazir.
Ditatapnya habis-habisan paha mungil anak remaja tersebut, sehingga anak
tersebut dengan sendirinya merasa tidak tenang mendapat sorotan mata yang buas
itu. Hampir dalam perjalanan yang memakan waktu lebih sejam itu, remaja itu
tidak bisa duduk dengan tenang. Bolak balik ke samping kiri dan kanan, berusaha
menutupi ke-(tidak) malu-annya itu.
Dari kejadian ini nampak, betapa berpakaian yang menutupi aurat itu adalah
pakaian yang sesuai dengan tuntutan alami. Maka penolakan terhadap keterbukaan
ke-(tidak)malu-an itu adalah penolakan alami. Sebaliknya mendukung pengiklanan
aurat, baik untuk kepentingan ekonomi atau sekadar untuk dianggap ekspresi
kebebasan adalah penentangan yang nyata terhadap tabiat manusia.
Pergeseran tabiat
Akan tetapi seiring dengan perjalanan zaman, tabiat (nature) manusia itu
sendiri semakin bergeser dari posisinya yang asli. Akibatnya, penyingkapan
"aurat" bukan saja menjadi biasa, melainkan dianggap sebagai bagian dari
kemajuan peradaban manusia yang yakini sebagai manusia modern. Konsekwensi
selanjuntya, pera saan malu itu semakin minim, dan bahkan menjaga "malu" (al
hayaa) dianggap sebagai bagain dari keterbelakangan.
Kita lihat prilaku akhir-akhir ini dimana menampakkan ke-(tidak) malu-an ini
sudah dianggap sebagai hiburan, maka menentangnya dapat dianggap menentang
kodrat hidup itu sendiri, atau minimal dianggap menempuh cara hidup abad
pertengahan yang terbelakang dan kurang beradab. Persepsi ini menampakkan
keterbalikan tabiat manusia dari yang sesungguhnya seperti tabiat Adam dan Hawa
menjadi tabiat "hewani" yang tidak merasa malu menampakkan kemaluan ke
mana-mana.
Bahkan lebih jahat, sebaliknya dengan menampakkan kemaluan, baik secara utuh
maupun sebagian dianggap sebagai ekspresi kebebasan (freedom of expression).
Tapi betulkah itu adalah sebuah hiburan? Betulkah itu adalah ekspresi
kebebasan? Lebih tragis lagi, kaum wanita khususnya, dipertontonkan auratnya
secara tanpa malu-malu dibumbui dengan konsepsi emasipasi? Tapi benarkah itu
adalah emansipasi atau pembebasan kaum hawa?***
*)T Jayadi Noer, Peneliti masalah sosial dari LP3SK dan Aktif sebagai Wakil
Ketua Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Pornografi dan Budaya Malu