[ppi] [ppiindia] Pornografi dan Budaya Malu

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://harianbatampos.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=25309



Pornografi dan Budaya Malu
Oleh redaksi

Rabu, 24-Mei-2006, 08:16:41
Oleh: T Jayadi Noer*

Sudah hampir melebihi dua bulan ini banyak dan sering sekali baik media maupun 
masyarakat mengungkapkan dan menanggapi tentang Rancangan Undang-undang Anti 
pornograpi dan pornoaksi, Ada apakah? Dan kenapa? Kenapa ada yang setuju dan 
ada yang menolak? 

Kontroversi RUU porno terus menghias atau menjadi head line majalah atau surat 
kabar daerah atau ibu kota ada yang setuju dengan mengungkapkan bahwa APP ini 
dianggap untuk melindungi wanita, atau cenderung untuk menghormati wanita 
sementara dipihak lain mengungkapkan kalau undang-undang ini diperlakukan maka 
akan membatasi ruang gerak wanita untuk mengekspresikan dirinya, juga 
menghilangkan adat atau kebiasaan suku -suku tertentu di Indonesia yang 
beraneka ragam penampilannya contohnya seperti Pemprov Bali tolak RUU APP 
melalui Rapat Paripurna DPRD Rabu 15 maret lalu. 

Semua tanggapan atas Rencana tersebut ada terbesit secara explisit se-akan 
tujuan RUU tersebut semat-mata ditujukan kepada sosok wanita, di mana 
pasal-pasal yg ada seolah olah itu adalah kesalahan perempuan seperti cara 
berbusana dimana perempuan disorot dan dituding serta dipersalahkan. Ada juga 
kekhawatiran lain seperti " tafsir-tafsir sepihak yang kental dengan muatan 
politis akan kembali tumbuh subur dengan bermuara pada kepentingan kekuasaan 
dan penyalah gunaan wewenang di kalangan aparat hukum. Banyak lagi tanggapan 
dan prediksi dari pihak yang menolak . Kemungkinan kawan-kawan yang protes atau 
menolak tidak mentelaah isinya yang kita tahu mencakup dan mengayomi semua 
agama, professi, dan kegiatan. Protes terhadap gerakan anti pornograpi juga 
dari kalangan model. 

Kalau boleh kita menyimpulkan sementara ini pihak pihak yang meyetujui dengan 
RUUAP ingin agar RUU ini disyahkan sesuai rencana yakni Juni 2006 dengan alasan 
kemerosotan moral bangsa ini harus segera diatasi. Sementara kalangan yang 
tidak setuju ingin agar pembahasan RUU APP ini dihentikan saja, karena 
sementara kalangan ini menilai bukan dilandasi pada semangat melindungi 
perempuan tetapi lebih pada semangat dan juga akan mematikan budaya suku-suku 
tertentu. 

Terlepas dari pendapat dari berbagai elemen kita melihat nafas dari UU ini 
adalah bertujuan adanya sikap mulia, kepribadian luhur, pornografi dan 
pornoaksi yang mengancam kelestarian tatanan kehidupan masyarakat. 

Sebenarnya terlepas dari pro dan kontra kita percaya betul tujuan baik dan 
mulia yang terkandung dalam RUU pornograpi dan pornoaksi. Meskipun begituu kita 
perlu mengungkapkan sisi yang ada kaitannya dengan semangat RUU itu sendiri 
adalah sebagai antisipasi atas prihatinan tentang moral bangsa kita . Salah 
satu azas moral adalah rasa malu. Sebagaimana untuk kita umat Islam khususnya 
yang mana sesungguhnya, sejak awal penciptaan manusia perasaan risih dan malu 
jika aurat ternampakkan. 

Artinya, permasalahan aurat ini bukan permasalahan baru, tapi permasalahan yang 
memang sudah menjadi perhatian manusia sejak awal kejadiannya, dan ini pula 
yang menjadi tabiat aslinya. Ini dikuatkan oleh sejarah di kitabkitab agama 
Samawi yang ada yang menyebutkan: bahwa di saat manusia terekspos, "auratnya" 
pasti mereka merasa malu dan berusaha mencari penutup, sebagaimana Adam dan 
Hawa terpaksa membuat atau menjahit cawat dari daun pohon ara tersebut. Manusia 
yang belum dilihat oleh siapa-siapa itu, kecuali oleh makhluk gaib dan 
Pencipta-Nya, merasa malu di saat auratnya terbuka. 

Cerita Zabur dan taurat serta injil menunjukkan betapa bahwa di saat aurat 
seseorang terekspose akan melahirkan perasaan malu dan bersalah (embarrassment 
andguilt). Dan perasaan malu dan bersalah ini sendiri menggambarkan "tabiat" 
manusia yang orisinal, karena prilaku Adam dan Hawa di awal penciptaan 
menggambarkan keaslian tabiat manusia. Maklumlah, Adam dan Hawa belum 
terkontaminasi oleh berbagai penyelewengan sosial, termasuk propaganda kaum 
feminist seperti saat ini. 

Berpakaian Sopan adalah Alami 
Sebenarnya, menutup aurat dengan pakaian yang sopan (sesuai syara') adalah 
tuntutan alami manusia. Dengan mengikuti tuntutan alami tata cara berpakaian 
ini, sebenarnya seseorang akan lebih merasa tenang dan percaya diri. Inilah 
yang digambarkan di dalam Al-Qur'an dengan istilah "Dan agar mereka menjaga 
kesucian dan dikenal". Artinya, dengan pakaian yang ditetapkan oleh agama, 
kesucian fitrah akan terjaga, dan juga melahirkan percaya diri karena memang 
dikenal dengan pakaiannya sebagai orang-orang yang baik. 

Sebagai ilustrasi terhadap fakta di atas, saya ceritakan pengalaman. Suatu 
ketika di sore hari saya ada kesempatan jalan-jalan di Kota Batam dari Batusji 
dengan menaiki Angkot jurusan Batuaji Batam Centre ). Setelah duduk beberapa 
saat, Angkot itukembali berhenti untuk menjemput penumpang lainnya. Tiba-tiba 
naiklah seorang anak remaja, sepertinya anak SMA (SMU), dengan pakaian yang 
sangat minim. Hampir-hampir saja roknya itu tidak mampu menutupi bagian-bagian 
sensitif dari tubuhnya. Bersamaan dengan naiknya remaja tadi juga seorang 
pemuda dan duduk persis di hadapannya. Rupanya pemuda ini tidak mau mubazir. 

Ditatapnya habis-habisan paha mungil anak remaja tersebut, sehingga anak 
tersebut dengan sendirinya merasa tidak tenang mendapat sorotan mata yang buas 
itu. Hampir dalam perjalanan yang memakan waktu lebih sejam itu, remaja itu 
tidak bisa duduk dengan tenang. Bolak balik ke samping kiri dan kanan, berusaha 
menutupi ke-(tidak) malu-annya itu. 

Dari kejadian ini nampak, betapa berpakaian yang menutupi aurat itu adalah 
pakaian yang sesuai dengan tuntutan alami. Maka penolakan terhadap keterbukaan 
ke-(tidak)malu-an itu adalah penolakan alami. Sebaliknya mendukung pengiklanan 
aurat, baik untuk kepentingan ekonomi atau sekadar untuk dianggap ekspresi 
kebebasan adalah penentangan yang nyata terhadap tabiat manusia. 
Pergeseran tabiat 

Akan tetapi seiring dengan perjalanan zaman, tabiat (nature) manusia itu 
sendiri semakin bergeser dari posisinya yang asli. Akibatnya, penyingkapan 
"aurat" bukan saja menjadi biasa, melainkan dianggap sebagai bagian dari 
kemajuan peradaban manusia yang yakini sebagai manusia modern. Konsekwensi 
selanjuntya, pera saan malu itu semakin minim, dan bahkan menjaga "malu" (al 
hayaa) dianggap sebagai bagain dari keterbelakangan. 

Kita lihat prilaku akhir-akhir ini dimana menampakkan ke-(tidak) malu-an ini 
sudah dianggap sebagai hiburan, maka menentangnya dapat dianggap menentang 
kodrat hidup itu sendiri, atau minimal dianggap menempuh cara hidup abad 
pertengahan yang terbelakang dan kurang beradab. Persepsi ini menampakkan 
keterbalikan tabiat manusia dari yang sesungguhnya seperti tabiat Adam dan Hawa 
menjadi tabiat "hewani" yang tidak merasa malu menampakkan kemaluan ke 
mana-mana. 

Bahkan lebih jahat, sebaliknya dengan menampakkan kemaluan, baik secara utuh 
maupun sebagian dianggap sebagai ekspresi kebebasan (freedom of expression). 
Tapi betulkah itu adalah sebuah hiburan? Betulkah itu adalah ekspresi 
kebebasan? Lebih tragis lagi, kaum wanita khususnya, dipertontonkan auratnya 
secara tanpa malu-malu dibumbui dengan konsepsi emasipasi? Tapi benarkah itu 
adalah emansipasi atau pembebasan kaum hawa?*** 

*)T Jayadi Noer, Peneliti masalah sosial dari LP3SK dan Aktif sebagai Wakil 
Ketua Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: