[ppi] [ppiindia] Politik ekonomi dalam kampanye pemilihan presiden AS

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

=======================================================================
HANCURKAN GEROMBOLAN BERSENJATA DAN TEMAN-TEMANNYA SEHANCUR-HANCURNYA
=======================================================================


29.10.2004

Politik ekonomi dalam kampanye pemilihan presiden AS  
  
 
(Bush dan Kerry bersalaman setelah debat televisi)
(Bush dan keluarganya tampaknya akan menjadi sasaran empuk kelompok pimpinan 
Abu Mus `ab al Zarqawi jika gagal menjadi presiden kembali, dengan melemahnya 
sistem pengamanan baginya)  
  
  
Kampanye pemilihan presiden di Amerika Serikat pada awalnya didominasi oleh isu 
perang Irak, namun menjelang hari-hari akhir kampanye, isu politik ekonomi dan 
sosial jadi tema yang lebih penting.

Sorotan utama adalah arah politik ekonomi, dan makin membengkaknya defisit 
anggaran Amerika Serikat. Bagi presiden Bush, tingkat pajak yang rendah adalah 
salah satu tonggak utama politik ekonominya.

Bush: "Perekonomian tumbuh, kalau warga Amerika punya lebih banyak uang untuk 
dibelanjakan dan melakukan investasi. Dan cara yang terbaik dan adil untuk 
menjamin hal itu adalah, dengan tidak langsung menarik uang itu dari kantong 
mereka melalui kenaikan pajak."

Bulan Mei 2003, presiden Bush melaksanakan pembaruan pajak yang paling radikal 
dalam sejarah modern Amerika Serikat. Pajak keuntungan kapital diturunkan dari 
20 menjadi 15 persen, pajak keuntungan transaksi saham dari 38 menjadi 15 
persen. Selain itu, pajak pendapatan juga diturunkan, dan masih ada lagi 
berbagai keringanan pajak untuk pasangan menikah.

Banyak pengamat ekonomi, misalnya Steve Forbes, penerbit majalah ekonomi 
terkemuka, menilai tumbuhnya perekonomian Amerika Serikat adalah dampak 
langsung dari paket penurunan pajak Bush.

Forbes: "Paket itu merupakan stimulus besar untuk ekonomi. Jadi memang bukan 
kebetulan, setelah paket penurunan pajak diputuskan Mei tahun lalu, 
perekonomian Amerika Serikat akhirnya mulai bangkit."

Namun ada satu hal penting yang tidak disebutkan penerbit dan pengamat ekonomi 
Steve Forbes. Yaitu bahwa keuntungan dari penurunan pajak hanya dinikmati oleh 
sekitar 2 persen kalangan masyarakat berpenghasilan tinggi. Selain itu, pasar 
kerja sampai saat ini tidak merasakan dampak pertumbuhan ekonomi. Selama 
pemerintahan Bush, tingkat pengangguran naik dari 4,2 menjadi 5,4 persen.

Karena itu, penantang Bush, John Kerry, ingin membatalkan sebahgian kebijakan 
penurunan pajak, terutama untuk mereka yang berpenghasilan diatas 200.000 
Dollar per tahun, atau sekitar 17.000 Dollar per bulan. Kerry ingin 
meningkatkan investasi.

Kerry: "Perekonomian kita tidak berfungsi untuk orang Amerika rata-rata. Tapi 
kalau Anda seorang manajer perusahaan, dan punya saham banyak, memang 
menguntungkan. Karena profit perusahaan terus meningkat. Tapi sebenarnya profit 
itu dihasilkan oleh kerja keras para buruh."

John Kerry ingin lebih banyak melakukan investasi untuk pembukaan lapangan 
kerja. Ia juga bermaksud memberi keringanan pajak pada orang tua, yang 
membiayai anaknya melanjutkan sekolah.

Kerry: "Kami ingin agar orang bisa mendapat kerja lagi, dengan cara yang lebih 
adil, dengan investasi dalam bidang pendidikan dan pelatihan, dengan 
memperbaiki infrastruktur manufaktur, ini semua hal yang tidak dibahas oleh 
pemerintahan Bush, malah diabaikan."

Namun untuk investasi, negara sebenarnya tidak punya dana banyak. Karena 
sebelumnya ada kenaikan drastis dalam pengeluaran, terutama dalam bidang 
militer dan pengamanan dalam negeri. Ketika mengambil alih pemerintahan, Bush 
menikmati surplus anggaran yang sangat besar. Sekarang, defisit anggaran sudah 
mencapai 400 miliar Dollar.

Bidang lain yang jadi perdebatan hangat dalam pemilihan presiden di Amerika 
Serikat adalah pelayanan kesehatan dan sistem jaminan sosial. Amerika Serikat 
adalah negara dengan tingkat biaya perawatan kesehatan yang tertinggi di dunia. 
Hanya sebagian warga Amerika Serikat yang bisa membayar asuransi kesehatan. 
Sekitar 45 juta orang tidak punya asuransi kesehatan. Jumlahnya dalam beberapa 
tahun terakhir meningkat. Mereka yang punya asuransi, setiap tahun harus 
merogoh sakunya lebih dalam, karena kenaikan premi asuransi.

Derek Altman, anggota sebuah organisasi sosial yang berkedudukan di Washington 
mengatakan, orang-orang sekarang sangat khawatir dengan biaya kesehatan. Mereka 
takut tidak bisa lagi membayar asuransi. Bahkan dalam jajak pendapat yang 
dilakukan organisasinya terungkap, orang lebih takut kehilangan asuransi 
kesehatannya daripada tidak bisa membayar sewa atau angsuran rumah.

John Kerry menjadikan masalah pelayanan kesehatan sebagai salah satu tema utama 
dalam kampanyenya.

Kerry: "Negara terkaya di planet ini, tidak mau mengakui, bahwa pelayanan 
kesehatan itu bukan suatu hak istimewa, melainkan hak dasar. Pelayanan 
kesehatan harus diberikan kepada setiap warga Amerika."

Rencana Kerry adalah, paling sedikit anak-anak harus mendapatkan jaminan 
pelayanan kesehatan. Premi asuransi untuk keluarga akan diturunkan. Perusahaan 
yang memberi asuransi kesehatan pada pegawainya, akan mendapat keringanan 
pajak. Dengan kebijakan itu, memang belum semua warga Amerika akan menikmati 
jaminan pelayanan kesehatan, namun jumlah mereka yang menikmati jaminan 
tersebut akan bertambah 27 juta orang. Menurut perkiraan, rencana Kerry akan 
membutuhkan dana sekitar 650 miliar Dollar dalam 10 tahun mendatang. Bahkan 
perkiraan lain menyebut angka sampai 1,5 triliun Dollar. Dalam kampanye, 
Presiden Bush dengan ringan selalu menunjuk pada kebutuhan dana yang besar ini, 
dan menyatakan, Kerry pasti akan menaikkan pajak.

Rencana Bush dalam sektor pelayanan kesehatan memang lebih sederhana. Ia 
bermaksud menurunkan asuransi untuk perlindungan kesehatan terhadap malpraktek. 
Selain itu, pemerintah bermaksud membantu pembentukan tabungan khusus di 
perusahaan-perusahaan, yang dilakukan secara bersama oleh pihak majikan dan 
pekerja. Dengan kas semacam itu, warga diharap membentuk tabungan dan 
memperhatikan sendiri dana untuk pelayanan kesehatan.

Memang, ada pandangan ideologis yang mendasari berbagai pemikiran Bush dalam 
sektor pelayanan sosial. Yaitu bahwa negara harusnya menarik diri dari amsalah 
pelayanan, dan warga harus bisa bertanggung jawab sendiri dalam masalah ini. 
Hal lain yang hangat dibicarakan adalah soal masa depan dana pensiun. Untuk 
banyak orang tua, runtuhnya harga saham tahun 2001 adalah peristiwa 
menyedihkan. Banyak orang yang kehilangan simpanan hari tuanya, karena mereka 
menyimpan saham, padahal harga saham kemudian ambruk.

Presiden Bush tetap mengimbau masyarakat agar memikirkan dana pensiunnya di 
masa depan. Pekerja muda diajak untuk menabung demi hari tuanya. Debat selama 
kampanye pemilihan presiden di Amerika Serikat memang menunjukkan dua kubu 
pemikiran politik ekonomi. Bush dan kubu republik menilai, negara tidak perlu 
campur tangan terlalu jauh dalam masalah ekonomi dan sosial, karena segalanya 
akan berlangsung dengan sendirinya menurut kondisi pasar. Sementara Kerry 
justru mengingatkan tanggung jawab negara untuk kesejahteraan warga. Gagasan 
mana yang akhirnya akan menang, akan terlihat setelah pemilihan presiden 2 
November mendatang.
 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: