[ppi] [ppiindia] Politik ekonomi dalam kampanye pemilihan presiden AS
- From: "Sandy Dwiyono" <mas_boy@xxxxxxxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, nasional-list@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: 29 Oct 2004 08:36:24 -0000
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
=======================================================================
HANCURKAN GEROMBOLAN BERSENJATA DAN TEMAN-TEMANNYA SEHANCUR-HANCURNYA
=======================================================================
29.10.2004
Politik ekonomi dalam kampanye pemilihan presiden AS
(Bush dan Kerry bersalaman setelah debat televisi)
(Bush dan keluarganya tampaknya akan menjadi sasaran empuk kelompok pimpinan
Abu Mus `ab al Zarqawi jika gagal menjadi presiden kembali, dengan melemahnya
sistem pengamanan baginya)
Kampanye pemilihan presiden di Amerika Serikat pada awalnya didominasi oleh isu
perang Irak, namun menjelang hari-hari akhir kampanye, isu politik ekonomi dan
sosial jadi tema yang lebih penting.
Sorotan utama adalah arah politik ekonomi, dan makin membengkaknya defisit
anggaran Amerika Serikat. Bagi presiden Bush, tingkat pajak yang rendah adalah
salah satu tonggak utama politik ekonominya.
Bush: "Perekonomian tumbuh, kalau warga Amerika punya lebih banyak uang untuk
dibelanjakan dan melakukan investasi. Dan cara yang terbaik dan adil untuk
menjamin hal itu adalah, dengan tidak langsung menarik uang itu dari kantong
mereka melalui kenaikan pajak."
Bulan Mei 2003, presiden Bush melaksanakan pembaruan pajak yang paling radikal
dalam sejarah modern Amerika Serikat. Pajak keuntungan kapital diturunkan dari
20 menjadi 15 persen, pajak keuntungan transaksi saham dari 38 menjadi 15
persen. Selain itu, pajak pendapatan juga diturunkan, dan masih ada lagi
berbagai keringanan pajak untuk pasangan menikah.
Banyak pengamat ekonomi, misalnya Steve Forbes, penerbit majalah ekonomi
terkemuka, menilai tumbuhnya perekonomian Amerika Serikat adalah dampak
langsung dari paket penurunan pajak Bush.
Forbes: "Paket itu merupakan stimulus besar untuk ekonomi. Jadi memang bukan
kebetulan, setelah paket penurunan pajak diputuskan Mei tahun lalu,
perekonomian Amerika Serikat akhirnya mulai bangkit."
Namun ada satu hal penting yang tidak disebutkan penerbit dan pengamat ekonomi
Steve Forbes. Yaitu bahwa keuntungan dari penurunan pajak hanya dinikmati oleh
sekitar 2 persen kalangan masyarakat berpenghasilan tinggi. Selain itu, pasar
kerja sampai saat ini tidak merasakan dampak pertumbuhan ekonomi. Selama
pemerintahan Bush, tingkat pengangguran naik dari 4,2 menjadi 5,4 persen.
Karena itu, penantang Bush, John Kerry, ingin membatalkan sebahgian kebijakan
penurunan pajak, terutama untuk mereka yang berpenghasilan diatas 200.000
Dollar per tahun, atau sekitar 17.000 Dollar per bulan. Kerry ingin
meningkatkan investasi.
Kerry: "Perekonomian kita tidak berfungsi untuk orang Amerika rata-rata. Tapi
kalau Anda seorang manajer perusahaan, dan punya saham banyak, memang
menguntungkan. Karena profit perusahaan terus meningkat. Tapi sebenarnya profit
itu dihasilkan oleh kerja keras para buruh."
John Kerry ingin lebih banyak melakukan investasi untuk pembukaan lapangan
kerja. Ia juga bermaksud memberi keringanan pajak pada orang tua, yang
membiayai anaknya melanjutkan sekolah.
Kerry: "Kami ingin agar orang bisa mendapat kerja lagi, dengan cara yang lebih
adil, dengan investasi dalam bidang pendidikan dan pelatihan, dengan
memperbaiki infrastruktur manufaktur, ini semua hal yang tidak dibahas oleh
pemerintahan Bush, malah diabaikan."
Namun untuk investasi, negara sebenarnya tidak punya dana banyak. Karena
sebelumnya ada kenaikan drastis dalam pengeluaran, terutama dalam bidang
militer dan pengamanan dalam negeri. Ketika mengambil alih pemerintahan, Bush
menikmati surplus anggaran yang sangat besar. Sekarang, defisit anggaran sudah
mencapai 400 miliar Dollar.
Bidang lain yang jadi perdebatan hangat dalam pemilihan presiden di Amerika
Serikat adalah pelayanan kesehatan dan sistem jaminan sosial. Amerika Serikat
adalah negara dengan tingkat biaya perawatan kesehatan yang tertinggi di dunia.
Hanya sebagian warga Amerika Serikat yang bisa membayar asuransi kesehatan.
Sekitar 45 juta orang tidak punya asuransi kesehatan. Jumlahnya dalam beberapa
tahun terakhir meningkat. Mereka yang punya asuransi, setiap tahun harus
merogoh sakunya lebih dalam, karena kenaikan premi asuransi.
Derek Altman, anggota sebuah organisasi sosial yang berkedudukan di Washington
mengatakan, orang-orang sekarang sangat khawatir dengan biaya kesehatan. Mereka
takut tidak bisa lagi membayar asuransi. Bahkan dalam jajak pendapat yang
dilakukan organisasinya terungkap, orang lebih takut kehilangan asuransi
kesehatannya daripada tidak bisa membayar sewa atau angsuran rumah.
John Kerry menjadikan masalah pelayanan kesehatan sebagai salah satu tema utama
dalam kampanyenya.
Kerry: "Negara terkaya di planet ini, tidak mau mengakui, bahwa pelayanan
kesehatan itu bukan suatu hak istimewa, melainkan hak dasar. Pelayanan
kesehatan harus diberikan kepada setiap warga Amerika."
Rencana Kerry adalah, paling sedikit anak-anak harus mendapatkan jaminan
pelayanan kesehatan. Premi asuransi untuk keluarga akan diturunkan. Perusahaan
yang memberi asuransi kesehatan pada pegawainya, akan mendapat keringanan
pajak. Dengan kebijakan itu, memang belum semua warga Amerika akan menikmati
jaminan pelayanan kesehatan, namun jumlah mereka yang menikmati jaminan
tersebut akan bertambah 27 juta orang. Menurut perkiraan, rencana Kerry akan
membutuhkan dana sekitar 650 miliar Dollar dalam 10 tahun mendatang. Bahkan
perkiraan lain menyebut angka sampai 1,5 triliun Dollar. Dalam kampanye,
Presiden Bush dengan ringan selalu menunjuk pada kebutuhan dana yang besar ini,
dan menyatakan, Kerry pasti akan menaikkan pajak.
Rencana Bush dalam sektor pelayanan kesehatan memang lebih sederhana. Ia
bermaksud menurunkan asuransi untuk perlindungan kesehatan terhadap malpraktek.
Selain itu, pemerintah bermaksud membantu pembentukan tabungan khusus di
perusahaan-perusahaan, yang dilakukan secara bersama oleh pihak majikan dan
pekerja. Dengan kas semacam itu, warga diharap membentuk tabungan dan
memperhatikan sendiri dana untuk pelayanan kesehatan.
Memang, ada pandangan ideologis yang mendasari berbagai pemikiran Bush dalam
sektor pelayanan sosial. Yaitu bahwa negara harusnya menarik diri dari amsalah
pelayanan, dan warga harus bisa bertanggung jawab sendiri dalam masalah ini.
Hal lain yang hangat dibicarakan adalah soal masa depan dana pensiun. Untuk
banyak orang tua, runtuhnya harga saham tahun 2001 adalah peristiwa
menyedihkan. Banyak orang yang kehilangan simpanan hari tuanya, karena mereka
menyimpan saham, padahal harga saham kemudian ambruk.
Presiden Bush tetap mengimbau masyarakat agar memikirkan dana pensiunnya di
masa depan. Pekerja muda diajak untuk menabung demi hari tuanya. Debat selama
kampanye pemilihan presiden di Amerika Serikat memang menunjukkan dua kubu
pemikiran politik ekonomi. Bush dan kubu republik menilai, negara tidak perlu
campur tangan terlalu jauh dalam masalah ekonomi dan sosial, karena segalanya
akan berlangsung dengan sendirinya menurut kondisi pasar. Sementara Kerry
justru mengingatkan tanggung jawab negara untuk kesejahteraan warga. Gagasan
mana yang akhirnya akan menang, akan terlihat setelah pemilihan presiden 2
November mendatang.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Politik ekonomi dalam kampanye pemilihan presiden AS